
Tok
Tok
Tok
" Masuk". suara dari dalam ruangan
Ceklekk
" Maaf Pak , Tuan Justin ingin bertemu dengan anda ". lapor Gladis sekretaris pribadi Lucas
" Suruh dia masuk " . jawab Lucas yang masih sibuk dengan pekerjaan nya
" Baik ". ucap Gladis menunduk lalu pergi meninggalkan ruangan itu
"Sepertinya kau sangat sibuk ?". tanya Justin berjalan menghampiri Lucas
" Ahh tidak terlalu sibuk ". ucap Lucas berdiri lalu berjalan menuju ke sofa dan di ikuti oleh Justin
'' Beberapa hari ini aku lihat kau tak bekerja ?". tanya Justin
" Aku kembali ke China untuk mengambil beberapa berkas yang penting". jawab Lucas
" Oh seperti itu lalu bagaimana pekerjaan mu apa ada masalah ?". tanya Justin lagi
" Tidak !! hanya saja aku masih mempelajari proposal kerjasama dengan G'One Company". ucap Lucas
Deg
G'One Company bukankah itu , tidak tidak mungkin . batin Justin
" Jadi mereka mengajukan kerjasama ?". tanya Justin
" Iya ! apa kau tau tentang perusahaan itu dan kenapa tiba tiba raut wajahmu berubah saat aku menyebutkan nama perusahaan itu ?". tanya Lucas menaikkan sebelah alisnya
" Ah itu siapa yang tidak tau G'One Company semua orang pasti tau jadi mereka mengajukan kerjasama di bidang apa ?". tanya Justin bersikap tenang
" Pembangunan hotel berbintang di wilayah selatan itu cukup menguntungkan untuk kedua belah pihak jadi aku sedang mempelajari berkasnya ". ucap Lucas
" Baiklah kalau begitu aku harus pergi ". kata Justin berdiri di ikuti oleh Lucas
"Kenapa sangat terburu buru kau baru saja datang". ucap Lucas
" Aku harus menjemput Nona Muda ". kata Justin
" Baiklah semoga lain kali kita bisa berbincang lebih lama lagi ". kata Lucas tersenyum
" Aku pergi ". kata Justin dengan raut wajah yang tak dapat di artikan
Lucas menatap Justin yang menghilang di balik pintu dengan tanda tanya tapi dia tak memperdulikan nya .
Justin keluar dari Citrus Corporation dengan rasa penasaran di benak nya apa mungkin ini hanya kebetulan atau takdir.
Tepat pukul 3 sore mobil Justin sudah berada di kampus Princess.
" Apa kau menunggu terlalu lama kak ?". tanya Princess masuk ke dalam mobil
" Tidak Nona Muda ". ucap Justin menghidupkan mobil nya lalu melajukan nya
" Kak bagaimana kalau kita ke markas ?". tanya Princess
Cittttt
Justin menginjak rem mobil nya secara mendadak hingga membuat tubuh mereka terhuyung ke depan
" Aoo ". ringis Princess saat kepala nya tak sengaja terbentuk bagian depan mobil
" Maaf Nona Muda ". ucap Justin menatap Princess
" Kenapa kau mengerem mendadak kak ?". kata Princess
" Ummn itu tadi ada kucing lewat ". ucap Justin gugup
" Ohh begitu ayok kak lanjutkan perjalanan nya ". ucap Princess seraya membenarkan posisi duduknya dan Justin langsung melajukan mobilnya
" Kak ayok kita ke markas ". seru Princess lagi
" Ummm apa kau yakin Nona ?". tanya Justin yang masih tidak menduga jika Nona Muda nya secepat itu ingin pergi ke markas
" Tentu saja kak ". ceplos Princess dengan mata berbinar nya menatap Justin
" Ahh baiklah ". pasrah Justin sembari tangan kanannya mengaruk kepala nya yang tidak gatal dan tangan kiri nya masih memegang kemudi
Beberapa saat kemudian mobil mereka tiba di markas RB Princess turun dari mobil lalu melihat sekeliling nampak beberapa mafioso berjaga di sekitar markas . Princess berjalan memasuki markas dengan Justin yang menuntun nya setiap mafioso yang melintas memberi hormat pada Justin selaku King B mereka sedangkan kepada Princess mereka seolah bertanya siapa wanita yang tengah bersama King mereka
" Mari Nona ". ucap Justin menunjukkan jalan menuju ruangan yang biasa dia tempati bersama Kevin saat di markas
" Nona Muda ". Seru Kevin saat tak sengaja berpapasan dengan Justin dan Princess
Sedangkan Princess hanya tersenyum melihat Kevin yang sudah berada di depan nya . tatapan nya masih mengarah mengelilingi area markas tak sekali dia menemukan tatapan memangsa dari beberapa mafioso yang ternyata adalah seorang mata mata dari pihak musuh tapi Princess berusaha menampilkan senyum terbaiknya kepada mereka semua
" Mari Nona ". Justin melenggang memasuki ruangan di ikuti Kevin dan Princess di belakang nya
" Nona kau sangat mengemaskan ". celetuk Kevin dengan gaya tengil nya dan mendapatkan lemparan bantal sofa dari Justin yang tengah duduk santai di sofa
" Kau selalu saja melempar ku dengan bantal s* alan itu ". gerutu Kevin lalu memungut bantal itu kemudian menghampiri Justin
" Jadi kau Kevin ?". tanya Princess mendudukan dirinya di sofa
" Ahh benar Nona Kevin Mars ". ucap Kevin menjulurkan tangan nya dan di sambut oleh Princess
" Princess ". ucap Princess dengan tersenyum manis
" Ahh Nona senyum mu sangat manis ". seru Kevin melirik Justin dengan mengedipkan sebelah matanya
" Jangan mengoda Nona Muda Vin ". seru Justin menatap Kevin seperti ingin memukul nya saat ini sedangkan Kevin hanya terkekeh geli
Princess dan Kevin berbincang banyak hal sedangkan Justin terlihat sangat sibuk dengan komputer nya . Princess dapat melihat keseriusan Justin saat berhadapan dengan komputer nya tapi dia tak memperdulikan itu pikiran nya sekarang adalah bagaimana cara mengatasi para tikus kecil yang bernaung di bawah perlindungan RB tanpa sepengetahuan Justin tapi itu terganggu dengan kelakuan sang tangan kanan King B satu ini siapa lagi kalau bukan Kevin si pria tengil yang selalu bertingkah centil saat berhadapan dengan seorang gadis.
" Hentikan bualan mu Vin Nona Muda tak akan tertarik dengan mu ". ketus Justin menghampiri mereka yang masih sibuk berbincang di sofa
" Astaga kau ini ! aku kan sedang berusaha ". cengir Kevin
" Nona Muda mari hari sudah mulai gelap ". ucap Justin seraya mengambil jas nya yang di letakkan di pinggir sofa
" Emmmnn ,,,, kak Kevin aku harus pulang lain kali kita akan ngobrol lagi ". seru Princess berdiri di ikuti oleh Kevin
" Baiklah Nona Muda dan kau jagalah Nona Muda dengan baik ". ucap Kevin menepuk pundak Justin lalu pergi meninggalkan mereka
Princess dan Justin meninggalkan markas RB beberapa saat kemudian mobil mereka sampai di mansion Smith
" Terimakasih untuk hari ini kak ". kata Princess seraya turun dari mobil
" Sama sama Nona Muda ". ucap Justin lalu melajukan mobilnya setelah pintu nya di tutup oleh Princess
Princess berjalan menuju ke kamarnya tapi di tengah jalan dia berpapasan dengan Lisa
Brukkk
Lisa mendorong Princess hingga terbentuk tembok " Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan jika kau masih mendekati Vano ku ". tekan Lisa menunjuk Princess dengan jari telunjuknya
" Eummm ". gumam Princess menatap Lisa yang sudah pergi dari hadapan nya
Princess melanjutkan langkahnya sampai di kamarnya di jatuhkan tubuh mungil nya di atas ranjang empuk itu beberapa saat kemudian dia terlelap
Malam hari
Princess terbangun lalu mengambil ponselnya dan menemukan pesan dari Lucifer setelah itu dia kembali menaruh ponsel nya di atas nakas
Sementara di tempat lain di sebuah pabrik senjata terdengar suara tembakan dan beberapa orang tengah berkelahi
" Hanya segini kemampuan RB ". ledek salah satu pemimpin dari pasukan musuh yang sudah melawan setengah penjaga pabrik
" Bos mereka datang ". lapor teman nya Kemudian pria itu menoleh dan nampak lah Justin dan Kevin tengah berjalan dengan santai ke arah nya seperti tidak terjadi apa apa
" Hahahaha lihat lah siapa yang datang ! Tochh...... tochhhh tuan rumah kau sangat terlambat ". seru nya dengan nada mengejek
" Terlambat ? aku terlambat ?". tunjuk Justin ke diri nya sendiri
" B*debah kalian !!! serang mereka". perintah pemimpin dari pasukan Shinwa
Pertarungan tak dapat di hindari Justin dan Kevin melawan pihak musuh dengan membabi buta begitupun dengan mafioso RB yang lain nya .
****
" Apa kau menemukan sesuatu ?". tanya Princess menepuk pundak Lucifer yang tengah duduk santai di depan meja bartender
" Tidak !! mereka hanya orang biasa tak ada yang mencurigakan". jelas Lucifer mengangkat tangan nya
" Anggur 1984". ucap Lucifer pada sang bartender
" Satu untukku ". pinta Princess
Sang bartender memberikan 2 gelas anggur 1984 Princess langsung meneguknya hingga tandas begitupun dengan Lucifer. Cukup lama mereka di Bar itu tak terasa sudah tengah malam bahkan Princess hampir kehilangan kesadaran karena mabuk.
Brukkk
" Ahh maaf maaf". ucap Seorang pria yang tak sengaja menabrak Princess dan sontak membuat Princess berbalik badan untuk melihat nya
Deg
Princess sangat terkejut melihat pria itu ternyata adalah Vano
" Nona Muda kau kah itu ?". ucap Vano menunjuk wajah Princess dengan sigap Lucifer menarik Princess kedekapan nya lalu menyembunyikan wajah Princess
" Menjauh dari wanita ku ". ketus Lucifer membawa Princess keluar dari bar setelah membayar minuman yang tadi mereka minum
" Aahhh aku sangat pusing tapi itu seperti Nona Muda ". gumam Vano yang hampir terjatuh karena sudah setengah mabuk
" Pulang lah !! aku harus menyelesaikan sesuatu". titah Lucifer mendorong Princess masuk ke dalam mobil nya
" Eummm jangan terlalu menghilang kan jejak nanti mereka curiga". ucap Princess seolah mengerti apa yang tengah di pikirkan oleh Lucifer
" Ummmmm" . gumam Lucifer tapi masih terdengar oleh Princess
Princess mengemudikan mobil nya ke suatu tempat hingga sampai di tempat tujuan dia memarkirkan mobil nya agak jauh dan berjalan mengendap-endap bersembunyi di balik pohon untuk melihat siaran langsung yang terjadi di depan nya.
" Katakan siapa yang menyuruhmu ?". tekan Justin yang menodongkan pistol nya tepat di depan kepala sang pemimpin
" Aku tak akan memberitau mu ". ketus pemimpin itu walaupun tubuhnya setengah bergetar
" Begitukah ? bagaimana kalau peluru ini menembus isi kepala mu hahh". tekan Justin semakin menekan pistol itu
" Tidak akan ". teriak nya
Dor
Dor
Dua timah panas bersarang di kepala pimpiman musuh itu dan membuat nya tewas seketika
" Hey kenapa kau membunuh nya ". tanya Kevin
" Kalau pun membiarkannya hidup dia tak akan membuka mulut nya aku tak ingin membuang buang waktu berharga ku ". pungkas Justin mengedarkan pandangan nya
" Cari di mana letak markas mereka dan ratakan dengan tanah ". titah Justin lalu pergi meninggalkan pabrik senjata itu
" Huhhhh ". Kevin menghembuskan nafas nya kasar
" Bereskan mereka semua jangan meninggalkan jejak ". perintah Kevin pada semua mafioso RB
Princess tersenyum menyerigai di balik persembuyian nya" Kau menunjukkan diri mu sekarang ". ucap Princess meninggalkan tempat itu
Pagi hari
Mansion Smith berhubung sekarang hari minggu Princess terlihat belum terbangun dari tidur nyenyak nya dia mengeliat ke kiri dan ke kanan tapi semakin nyenyak pula tidur nya
Mansion Keluarga William
Terlihat semua anggota keluarga tengah berada di meja untuk sarapan
" Kau kemarin pulang jam berapa Van ?". tanya Jonathan
" Jam 11 kok Dad ". cengir nya
" Jam 11 apanya !!! Mommy bangun jam 2 tapi mobil mu belum berada di garasi ". celetuk Sherin menunjuk wajah Vano dengan garpu yang sedang dia pegang
Jonathan menatap tajam ke arah Putra bungsu nya itu dia sangat berbeda dengan kakak nya
" Kak kemarin aku melihat Nona Muda berada di Bar ". seru Vano
Hukkkk hukkkk
Justin yang tengah memakan roti nya tersedak setelah mendengar ucapan sang adik
" Apa kau tak salah lihat ?". tanya Justin meminum air yang di berikan oleh Mommy nya
" Aku memang setengah mabuk tapi aku sangat yakin itu Nona Muda tapi dia bersama seorang pria ,,,,, ummmm siapa ya nama nya dia mahasiswa baru di kampus ku ". ungkap Vano setengah berpikir dan justin menatap nya tajam
" Lucifer iya itu namanya mahasiswa asal China !!! baru pertama kali masuk kuliah dia sudah menjadi idola kaum hawa ". seru Vano mengingat nama pria itu
" Lucifer seperti tak asing ". gumam Justin
" Apa kau yakin Van ? tak mungkin Nona Muda malam malam pergi ke Bar ". tanya Jonathan
" Aku sangat yakin Dad ". kekeh Vano
Justin langsung berdiri lalu meninggalkan meja makan menuju ke kamar nya sedangkan mereka yang berada di meja makan mengangkat bahu nya acuh
" Kau mau kemana kak ?". tanya Vano melihat sang kakak sudah berpakaian rapi
" Ada urusan ". ucap nya melewati mereka semua yang tengah menatap ke arah nya
" Buka komputer mu Vin retas CCTV di Bar xxxx pukul 11 malam ". ucap Justin
" Ada apa ?". tanya Kevin yang tengah asik bermain game di ponsel nya
" Lakukan cepat ". bentak Justin dan Kevin yang kaget karena di bentak pun segera melakukan apa yang di inginkan oleh King nya
" Sudah ". jawab cepat Kevin lalu Justin mendekat ke arah nya
" Ini !!! Zoom yang ini ". tunjuk Justin
" Pria ini bukankah dia ". gumam Justin
" Ada apa sebenarnya?". bingung Kevin yang belum mengerti situasi
" Apa ini terlihat mirip dengan Nona Muda ?". tanya Justin kepada Kevin dan Kevin langsung memperhatikan rekaman CCTV itu
" Itu adik mu kan !!! ah tidak itu bukan Nona Muda lihat nya dia terlihat pendek dan gemuk serta dia tak memakai kacamata kotak nya". seru Kevin yang masih menatap layar monitor itu
" Benarkah ?". Justin menekuk kedua alisnya memperlihatkan kerutan di dahi nya
" Iya ". kata Kevin
Sedangkan Justin nampak berpikir keras bahwa ada sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi saat ini .
****
" Huahemmm ". Princess terbangun dari tidur nya pukul 11 pagi dia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya
" Di mana gadis nakal itu ?". Oma Yasmin memasuki kamar Princess tapi tak menemukan seseorang lalu dia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi
Ceklekk
Pintu kamar mandi terbuka Princess berjalan keluar dari kamar mandi lalu dia melihat bahwa ada seseorang yang menatap nya dengan tatapan tajam
" Kenapa ?". ketus Princess melewati Oma Yasmin
" Kau gadis tengil kenapa kau pergi ke Bar hahh ?". tanya Oma Yasmin
Princess menaikkan sebelah alisnya dia tak kaget darimana Oma nya bisa mengetahui kalo dirinya tadi malam ke Bar
" Aku hanya bersenang senang ". ucap nya menyeringai