
Princess masih menatap pria di depan nya . Entah apa yang sekarang dia pikirkan
" Jadi bisa kau ceritakan apa maksudnya ini ?". tanya Princess
"Aku bekerja dengan Oma Yasmin sudah 10 tahun , aku bekerja di belakang layar di ZeeLo Company . Perusahaan yang di bangun oleh Oma Yasmin dari nol aku sudah menjalankan nya selama 10 tahun pada saat aku berusia 10 tahun". kata Kai
" Perusahaan ? ZeeLo Company ? ". tanya Princess
" Ya! Perusahaan milik Oma Yasmin!". kata Kai
Princess yang mendengar nya pun langsung memijit pelipis nya tiba- tiba saja dia menjadi sangat pusing . Berapa perusahaan yang harus dia awasi sudah cukup Vlaron , Citrus dan Starlight sekarang di tambah lagi dengan ZeeLo .
Princess pun hanya menghembuskan nafasnya nya kasar sungguh membuat dirinya bingung saat ini
" Kau bilang kau bekerja dari umur 10 tahun ?". tanya Princess
" Ya benar! aku sudah menyelesaikan S 2 ku pada saat usia 15 tahun !". kata Kai
" Benarkah? waoo kau sangat hebat ternyata !".puji Princess
" Terimakasih untuk pujian nya ! tapi sepertinya kau jauh lebih hebat dari ku Nona !". kata Kai tersenyum smrik
Princess pun menyeringai di buatnya" Lalu kenapa seorang penerus dari keluarga Kennef bekerja di perusahaan kecil seperti ZeeLo ?". cibir Princess. ZeeLo bukan lah perusahaan kecil melainkan sebuah perusahan besar nomer 1 di Swiss
" Karena aku berhutang nyawa dengan Oma Yasmin , dia dulu menyelamatkan aku dari kematian oleh sebab itu aku berjanji akan membalas jasa nya dengan menuruti semua keinginan nya . sampai pada akhirnya dia meminta ku untuk mengurus perusahaan nya aku pun tak dapat menolak nya ". tutur Kai
" Ooo ". Princess membulatkan bibirnya .
" Wait wait ! tapi kenapa pada saat aku mencari mengenai data mu itu sangat sulit bahkan tak ada sama sekali !". tanya Princess
" Karena aku tak pernah membuat data apapun ! aku hanya mengenal beberapa orang saja di dunia ini yang aku anggap sebagai orang penting dan sisanya hanya lah orang asing . Mama serta Papa ku di Korea dan juga Adik ku , Kakek ku George lalu Oma Yasmin dan asisten ku ". kata Kai mengangkat 5 jari tangan kanan nya serta ibu jari tangan kiri nya
" Selain itu apa kau tak punya teman ?".
" Tidak sama sekali ! ". kata Kai
" Apa kau seorang Sosiopat? ". tanya Princess
" Entahlah! mungkin saja ". Kai mengangkat kedua bahunya. Princess semakin memijit pelipisnya nya sekarang dia benar-benar pusing tujuh keliling
" Oh astaga kepala ku pusing sekali! aku sungguh tak mengerti ini semua". ucap Princess
" Dan maafkan aku ! pada saat pemakaman Oma Yasmin aku tak bisa datang lebih tepatnya di larang ". seru Kai
" Kenapa? siapa yang melarang mu ?". Princess menatap Kai
" Oma sendiri yang melarang ku untuk tidak menginjakkan kaki di Singapura sebelum ada yang menjemput ku ke sini ?". kata Kai
" menjemput ?".
"Ya! seharusnya Nona Sivanya tapi takdir berkata lain sekarang kau yang menjemput ku ". ucap Kai dengan salah satu sudut bibirnya terangkat menampilkan senyum tipisnya
" Huftt!! Baiklah sekarang aku ingin istirahat ! otak kecil ku perlu tidur sebentar". kata Princess
" Baiklah akan aku tunjukan kamar mu ! ". Kai beranjak bangkit lalu berjalan keluar di ikuti Princess
Mereka pun sampai pada sebuah kamar yang sangat besar bahkan hampir sama dengan kamar Princess di Mansion Vlaron.
" Istirahatlah Nona dan besok pagi aku harap kau akan berkunjung ke Perusahaan ". kata Kai
" Astaga !!! kenapa aku ?". gerutu Princess
" Karena kau pemilik nya ". ucap enteng Kai
" Tidak bisakah kau yang mengurus nya !". mohon Princess
" Tidak bisa ! karena tugas ku hanya mengawasi saja dan memastikan bahwa semuanya baik- baik saja . Untuk tanda tangan dan lain - lain nya tentu kau sendiri yang harus mengerjakan nya ! ". jelas Kai
Hufft!!
Princess menghembuskan nafasnya kasar " Ya baiklah aku akan ikut besok ke kantor !". cebik Princess
" Baiklah ! ". Kai beranjak pergi . Princess menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan raut wajah tak terbaca nya
********
Singapura
Lucas berjalan cepat dengan mata nya menyapu setiap sudut kantor utama Vlaron tujuan nya sekarang adalah untuk bertemu dengan Justin
" Sepertinya kau sangat sibuk !". seru Lucas berjalan masuk ke ruangan Justin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan membuat Justin yang sedang mengerjakan pekerjaan nya menoleh ke arah nya
" Ada apa kemari ?". tanya Justin tanpa menatap Lucas dia masih fokus dengan dokumen yang dia pegang
Lucas berjalan menuju ke arah sofa lalu menjatuhkan tubuhnya di sana " Kenapa kemarin kau tak pulang?". tanya Lucas
" Aku tidur di markas!". datar Justin
" Pulang lah ! apa kau pikir Princess tak mengawasi mu " . kata Lucas . Justin pun menatap ke arah Lucas dia meletakan dokumen yang dia pegang lalu beranjak bangkit dari kursi kebesaran nya lalu menuju ke tempat di mana Lucas duduk dengan anteng nya
" Aku tau dia mengawasi ku !". seru Justin menjatuhkan tubuhnya di sofa di depan Lucas
" Jadi kau tau ? maka pulang lah ". kata Lucas
" Kenapa ? apa kau kesepian di sana ?". ledek Justin
" Cihhh ,,,,, tidak sama sekali ". elak Lucas
" Lalu kenapa ?".tanya Justin
" Sudah aku katakan bukan kalau Princess pasti mengawasi mu ! Jadi lebih baik kau pulang saja kalau tidak mungkin aku yang akan dapat masalah". ketus Lucas
" Hufttt!! Baiklah nanti aku akan pulang , jadi sekarang kau bisa pergi karena aku sedang sibuk!".kata Justin
Brakkkk
Nick membuka pintu dengan kasar nya membuat Justin dan Lucas yang berada di dalam ruangan menjadi terkejut
" Ada apa Nick?". tanya Justin sedangkan Nick dia masih mengatur nafas nya
" Dia ada di sini !". kata Nick
" Siapa?". Lucas bertanya sambil menatap Nick tajam
" Dia !! Oca " . kata Nick. Justin langsung menatap Nick tak percaya
" Apa kau sedang bercanda Nick ? ini tidak lucu ". Justin beranjak bangkit lalu mendekat ke arah Nick
" Tidakk ...". kata Nick terpotong kala seorang gadis cantik melenggang masuk dengan senyum manis nya . Justin menatap tak suka pada gadis itu dan Lucas pun merasakan nya . Lucas pun menatap gadis yang masih berdiri di depan pintu dengan senyum yang dia tunjukan kepada Justin
" Sayang!". ucap nya berlari menghambur ke pelukan Justin
Justin memblalakan mata nya kemudian melepas kasar pelukan gadis itu lalu mendorong nya hingga gadis itu terjatuh ke lantai
." Auu !".ringis gadis itu kala bokong nya terbentur dengan lantai
" Kenapa kau bisa ada di sini Oca ?". tanya Justin menatap gadis itu seperti ingin membunuh nya
" Kenapa ? apa salah aku menemui pacar ku sendiri?". ucap nya secara bangkit berdiri lalu kembali mendekat ke arah Justin
" Aku merindukan mu sayang!". ucap nya lembut
" Pergi lah ! aku sudah melupakan mu jadi jangan pernah muncul di hadapan ku lagi ". bentak Justin
Lucas berdiri lalu menghampiri mereka . Nick masih berdiri di pojokan menyenderkan sebelah bahu nya di tembok. Lucas semakin mendekat dan sampai di depan mereka Lucas menatap tajam ke arah gadis yang bernama Oca itu tatapan tak suka sungguh terlihat dari mata Lucas
" Aku akan pergi ! suasana di sini tiba- tiba menjadi sangat panas . Ayo Nick kita pergi , aku akan mentraktir mu minum kopi ". ajak Lucas mengkode Nick dan Nick pun mengangukkan kepalanya
" Ahh iyaa ,,,, ayoo!". Nick mengikuti Lucas yang sudah keluar dari dalam ruangan Justin
Oca menatap tajam ke arah Lucas dan Nick lalu dia kembali menatap Justin di depan nya . Senyum manis kembali menghiasi wajah cantik nya
" Apa kau sungguh sudah melupakan aku sayang ?". ucap manja Oca
" Pergi!". bentak Justin menunjuk pintu keluar dengan tangan nya
" Tak akan ! aku masih ingin di sini . Kenapa dulu kau tak memberitahu aku kalau kau bermarga William? kau menyembunyikan nya dari ku ". Oca menuju ke arah sofa lalu duduk di sana . Justin mengepalkan kedua tangan nya melihat gadis di depan nya tak menurut
" Pergi dari sini !". kata Justin
" Sudah aku katakan tidak!". kekeh Oca
" Kenapa kau kembali lagi huhh? apa pria itu sudah jatuh miskin ? hingga kau mencari mangsa yang baru ". cibir Justin
" Bukan begitu ! aku baru menyadari kalau aku memang mencintai mu aku menyesal telah pergi meninggalkan mu pada saat itu ". kata Oca
" Benarkah? lalu kenapa kau mempermasalah bila aku menyembunyikan marga ku ? apa kau berpikir untuk kembali pada ku setelah tau kalau aku merupakan orang kaya ? begitukah? kau memang benar wanita matrealistis Oca!". kata Justin
"Ahh itu ,, bukan begitu ! kau juga tau setiap wanita itu pasti matrealistis , mereka memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan nya ". elak Oca
'' Begitu kah ? tapi sayang nya aku sudah melupakan mu Oca , jadi jangan pernah berharap bahwa aku akan kembali padamu !'. kata Justin beranjak pergi
" Tidak ! Justin tunggu aku". teriak Oca berlari mengejar Justin
" Justin tunggu !". teriak Oca mengema
Semua karyawan Vlaron Group menoleh ke arah nya . Tatapan mereka seolah tak suka akan kehadiran gadis itu . bisik- bisik pun terdengar dari mereka
Oca terus berlari mengejar Justin sampai akhirnya dia berhenti di lobi
" Justin tunggu ! aku sungguh mencintai mu , jangan tinggal kan aku !". teriak Oca kala melihat Justin sudah masuk ke dalam mobil nya lalu melajukan nya meninggalkan Perusahaan Vlaron
" Tunggu saja ! kau akan kembali padaku ". gumam Oca menyeringai lalu dia pun pergi dari sana
" Hufttt!!! akhirnya dia pergi!" . ucap Nick menatap layar monitor di depan nya yang menampilkan seluruh rekaman CCTV di area kantor
Sedangkan Justin mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Pikiran nya kalang kabut , emosi nya kian memuncak saat mengingat dulu Oca pergi meninggalkan nya demi seorang pria yang lebih kaya dari nya.
" Arkhhhh kenapa dia harus kembali !". geram Justin memukul stir mobil nya
******
Swiss
Princess menatap jengah pria di hadapannya itu . Tumpukan dokumen terus menumpuk di atas meja nya seperti gunung yang menjulang tinggi ke angkasa. Princess menghembuskan nafas nya kasar menyenderkan tubuhnya di kursi kebesaran nya tangan kanan nya memijit pelipisnya yang sejak kemarin terus berdenyut tak karuan
" Apa kau tak bekerja selama ini Kai ?". geram Princess menatap Kai yang duduk di hadapan nya dengan santai
" Aku tentu bekerja ! tapi untuk semua dokumen ini biasanya Oma yang akan menghandle nya tapi semenjak kepergian Oma , semuanya menumpuk dan sekarang kau yang harus mengerjakan nya ". jelas Kai
" Cihh ,,,,, menyusahkan saja ". cibir Princess
" Baiklah!". ucap Kai beranjak bangkit lalu pergi
Princess menatap punggung Kai yang menghilang di balik pintu . Princess menghembuskan nafasnya kasar untuk kesekian kali nya sudah cukup tadi pagi dia dapat infomasi kalau Oca menemui Justin dan itu membuat Princess sangat kesal dan sekarang di tambah tumpukan dokumen ini benar- benar membuat Princess sangat dongkol
Princess mengambil kasar dokumen itu lalu membacanya dengan teliti . Cukup memakan waktu mengerjakan tumpukan dokumen itu hingga 1 jam kemudian Princess sudah menyelesaikan nya
" Huhhhh! selesai". ucap nya bangkit berdiri meregangkan otot tangan nya
Kai berjalan masuk dengan dua cup kopi hangat di tangan nya" Sudah selesai ?". tanya nya
" Ya! ". datar Princess berjalan menuju ke sofa lalu duduk di sana
" Ini minum lah ! ". Kai meletakkan dua cup kopi di atas meja dan dia pun ikut duduk di sana
" Eummm!".
" Apa begitu melelahkan menyelesaikan tumpukan dokumen yang sangat sedikit itu ?". ejek Kai
" Yakkk!! apa kau bilang sedikit ? itu kau bilang sedikit ? lalu yang banyak bagaimana hahh ?". gerutu Princess melirik sinis ke arah Kai
" Oh ayoklah Nona Muda , aku tau suasana hati mu sedang tak baik . Jadi jangan kau salahkan tumpukan dokumen itu ". geli Kai
" Apa kau cenayang huhh?". kata Princess
" Aku hanya menebak nya saja ". datar Kai
Princess mengambil satu cup kopi itu lalu meminum nya secara perlahan dengan masih menatap ke arah Kai
''Kau belum menceritakan mengenai pertemuan mu dengan Oma ?". kata Princess
'' Oma menyelamatkan aku pada saat aku mengalami kecelakaan waktu usia ku 5 tahun dan Oma juga yang mendonorkan darah nya untuk ku oleh sebab itu aku berhutang nyawa dengan nya ". jelas Kai
" Oo !". Princess membulatkan bibirnya
" Lalu bukan kah kau hanya mengenal 6 orang ? papa , mama , adik , kakek mu , oma lalu asisten mu ! selain itu apa kau tak punya teman atau sahabat?". tanya Princess
" Tidak!". datar Kai
" Kenapa ?".
" Aku tak tau tapi aku sangat sulit beradaftasi dengan seseorang ". jelas Kai
Seorang pria datang menghampiri mereka " Bos ada yang perlu saya sampaikan !". ucap nya
Princess menatap ke arah pria itu lalu beralih pada Kai di depan nya " Dia memanggil mu Bos ?". tanya Princess
" Ya! ". kata Kai lalu beralih menatap pria itu
" Ada apa Rick ?". tanya Kai
" Mereka sudah sampai dan saat ini mereka sedang melakukan transaksi ". kata pria itu
" Awasi saja jangan melakukan pergerakan apa pun". kata Kai
" Oke ! aku akan pergi!". sahut pria itu
" Tunggu ". tahan Kai dan pria itu pun berbalik
" Kenalkan dia Erick asisten ku ". kata Kai menatap Princess
" Apa hanya asisten ? aku bukan orang bodoh Kai ! dia memanggil mu dengan sebutan Bos ? aku tau negara ini tidak sembarangan orang menyebut Tuan mereka dengan sebutan Bos kecuali ...". Princess mengantung ucapan nya menatap ke arah Kai
" Ya kau benar ". kata Kai kemudian kembali menatap Erick ." Kau bisa pergi sekarang!". kata Kai
Erick pun berbalik lalu berjalan keluar
" Kau Leader Halilintar ". kata Princess sedangkan Kai hanya tersenyum smrik khas dirinya Princess yang melihatnya pun menyeringai
" Kau benar sekali Nona Muda!" ucap nya
" Tochh tochhh ,,,,,, dunia begitu sempit hahaha". tawa Princess garing
" Apa itu lucu Nona ?". tanya Kai
" Cihhh ,,, bisakah jangan memanggil ku dengan sebutan itu ! aku sungguh tak pantas untuk itu". kata Princess
" Kau pantas Nona dan sangat pantas". kata Kai
Princess menatap tajam ke arah Kai tatapan yang sangat sulit di artikan . Kai pun merasakan tatapan tak biasa dari Princess dan itu membuat nya jadi merinding
" Sejak kapan kau membangun geng mu ?". tanya Princess
" Pada saat aku berusia 14 tahun . Aku membangun nya untuk berjaga-jaga bagaimana pun pekerjaan di dunia bisnis tak dapat di tebak semua orang pasti berusaha menyingkirkan lawan nya dengan segala macam cara ". kata Kai
" Ya kau benar ! dunia atas atau dunia bawah tak ada bedanya ! Aku pun pernah mendengar Gangster Halilintar cukup di takuti di Swiss tapi aku tak pernah tau siapa Leader nya dan sekarang kau ada di hadapan ku sebagai Leader dari Halilintar bukankah ini cukup lucu ". kata Princess menggelengkan kepalanya
" Ya kau benar Nona !".
'' Kau!! berhenti memanggil ku dengan sebutan itu ". geram Princess
" Lalu aku harus memanggil mu apa ? ".
" Nama ku saja ! kau panggil aku Princess". datar Princess
" Itu tak mungkin karena kau adalah Nona Muda ku ".
" Baiklah bisakah kita menjadi teman saja ! dan jangan mengangap aku adalah atasan mu ". kata Princess menawarkan
" Tidak ! ". datar Kai
" Oke! kita akan menjadi sahabat!". deal Princess menjulurkan tangan nya
" Tidak juga".
" Lalu apa ? ". Princess bangkit lalu duduk di sebelah Kai
Aku harus bisa mengendalikan nya kalau tidak suatu saat nanti dia bisa menjadi lawan untuk ku. batin Princess
" Apa yang kau lakukan?". Kai bergeser menghindari Princess tapi Princess semakin mendekat lalu memegang tangan Kai
'' Kita akan menjadi teman oke!". kata Princess menjabat tangan Kai secara paksa
Kai melototkan matanya ke arah Princess lalu dia mengatur nafas secara perlahan " Lepaskan ". kasar Kai menghempaskan tangan Princess
Princess menatap Kai bingung " Kau kenapa ? apa ada yang salah ?". tanya nya
Kai masih terlihat shock dia mengedipkan mata nya berulang kali lalu menatap kedua tangan nya lalu meraba pipi nya sendiri " Tak mungkin ". ucap nya
" Kenapa kau ini ?". Princess semakin bingung di buat nya sedangkan Kai langsung menatap Princess kemudian menangkup pipi Princess dengan kedua tangan nya . Princess memblalakan mata nya kaget atas perlakuan Kai
" Apa yang kau lakukan?". Princess melepaskan tangan Kai yang menempel di pipi nya
" Astaga ini tak mungkin! aku bisa memegang mu dan jantung ku tak berdetak kencang atau tangan ku menjadi merah ". kata Kai
" Apa maksud mu Kai ? apa selama ini kau tak pernah menyentuh seorang wanita ?'. tanya Princess sedangkan Kai langsung mengelengkan kepalanya
" Hahhh ? benarkah? apa kau penyuka sesama jenis ?". tuduh Princess
" Hey kau !! aku masih normal aku pun tertarik pada lawan jenis tapi ..". kata Kai terpotong
" Apa ?".
"Setiap aku di sentuh oleh seorang wanita jantung ku berdetak sangat cepat , seluruh tubuh ku menjadi merah rasanya sangat berbeda ". jelas Kai . " Aku alergi pada Wanita ". lanjut nya
" Bwahahahaha !! lelucon macam apa itu Kai". tawa Princess
" Aku serius!".
Princess menatap Kai di sebelahnya wajah nya sangat serius " Look at me Kai ". Princess menyentuh wajah Kai lalu membuat nya menatap Princess
" Apa sekarang jantung mu berdetak kencang atau tubuh mu menjadi merah ?". tanya Princess menaikkan sebelah alis nya
Kai mengengam tangan Princess yang masih berada di pipi nya " Tidak ! aku tidak merasakan apapun ". kata Kai melepaskan tangan Princess
" Hufftt!!!! ". Princess menghembuskan nafas nya kasar " Jadi kau sungguh memiliki penyakit itu ?". tanya Princess
" Ya ! karena itu aku menjauh dari dunia luar dan tak ingin mengenal siapa pun lagi ". tutur Kai
" Tapi sekarang kita akan menjadi teman ! apa kau mau ?". Princess menjulurkan tangan nya dan Kai menyambut uluran tangan itu
" Teman ". kata Kai tersenyum
" Baiklah karena kau adalah teman ku sekarang ini , jadi apa kau akan membantu ku?". tanya Princess
" Apa ?".
" Apa yang kau ketahui mengenai Italia? maksud ku mungkin dulu Oma pernah cerita pada mu atau dia punya bisnis di Italia ?". tanya Princess
" Italia? tidak Oma tidak punya bisnis apapun di sana !". jawab Kai
" Benarkah?".
" Ya! tapi kenapa kau tiba-tiba bertanya soal itu ?". tanya Kai
" Sebelum Oma meninggal dia menyuruh ku mencari sesuatu di ruang Perpustakaan hingga pada akhirnya aku menemukan secarik kertas yang berisikan dua alamat , yang pertama berada di Swiss dan yang kedua di Italia ". jelas Princess
" Ooo! sebentar aku dulu pernah mendengar kalau Oma punya sahabat di sana , hanya itu yang aku tau !". kata Kai
'' Benarkah? sahabat? apa Oma ingin aku tetap bersilaturahmi dengan para sahabat nya itu ?".
" Mungkin saja ". kata Kai
" Baiklah kita akan pergi ke Italia hari ini juga , persiapkan semuanya Kai ". titah Princess
" Hari ini ?".
" Ya! aku tak ingin membuang waktu ku . Pekerjaan ku sangat banyak di Singapura aku harus cepat kembali ke sana". jelas Princess
" Baiklah akan aku urus lebih baik kita pulang sekarang . Aku pun perlu bersiap - siap ". kata Kai
" Oke! ". Princess bangkit berdiri
" Aku akan meminta Erick mempersiapkan segala nya ". kata Kai
" Eumm! ayo kita pulang aku pun ingin membersihkan diri disini sangat panas membuat ku berkeringat !". kata Princess
Kai menaikkan sebelah alis nya " AC di sini sedang tidak rusak Nona Muda". tekan Kai bermaksud menyindir Princess
" Aku tau !! ayoklah cepat !". Princess berjalan keluar dengan raut wajah kesal nya sedangkan Kai hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh geli melihat perubahan Nona muda nya