Princess Vlaron

Princess Vlaron
Bermain dengan ku ?



Di dalam pesawat milik Kenta , Jerry terbaring dengan luka di sekujur tubuhnya darah terus keluar mengucur dari lengan kanan nya kedua kaki nya serta perut sebelah kanan nya . Sonia menangis histeris saat melihat kondisi kakak nya . Andrew tengah di obati oleh beberapa dokter . Sonia pun mendekat ke arah kakak nya di mana Jerry saat ini tengah di kerumumi oleh beberapa dokter


" Kakak !". ucap Sonia sendu


" Kakak baik- baik saja !" . ucap Jerry tenang berusaha untuk tidak membuat Sonia tambah khawatir


" Aku akan membunuh mereka kak !". kata Sonia mengepalkan kedua tangan nya. Jerry tersenyum tipis saat mendengar kan ucapan sang adik


" Sekarang kau istirahat lah bukan kah kaki mu juga terluka ? ". ucap Jerry menahan sakit saat peluru-peluru itu di keluarkan dari dalam tubuhnya


" Eummm ! Kakak aku menyayangi mu !". Sonia mencium kening kakak nya lalu melesat pergi menuju ke arah kekasih nya


" Apa ini sakit ?". Sonia menyentuh lengan Andrew yang sudah terbungkus oleh perban putih


" Tidak sama sekali !". raut wajah Andrew datar dan sulit di tebak . Andrew melirik ke arah Kenta yang tengah sibuk dengan ponsel di tangan nya di lihat nya tubuh Kenta tak terluka sama sekali hanya luka memar di wajah nya saja dan itu pun tak seberapa menurut nya . Sonia pun ikut melirik ke arah Kenta


" Kenapa?". tanya Sonia


" Pria itu semakin aneh !" Andrew memalingkan wajah nya saat melihat Kenta menoleh ke arah nya


" Kita harus berhati-hati dengan nya sepertinya pria itu punya maksud tersembunyi tapi kakak begitu percaya pada nya !".bisik Sonia. Andrew menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti


Kenta bangkit dari duduk nya lalu melesat pergi menuju ke dalam kamar nya yang berada di dalam pesawat. Kenta tersenyum tipis dengan raut wajah sulit di baca dia menatap ke arah luar jendela di mana hanya kegelapan malam yang terlihat " Ini semakin menarik saja !". gumam nya bersidekap dada


...*****...


Pagi hari di China situasi sudah mulai kondusif . Mark dan Cleo sudah kembali ke Singapura begitupun dengan Erick dia sudah kembali ke Swiss bersama pasukan nya yang tersisa dari pertempuran kemarin malam . Lucifer terlihat sedang berlatih dari tadi pagi dia terus berlatih mengasah kemampuan nya . Roy bersidekap dada menyenderkan tubuhnya di sudut ruangan dia terus memperhatikan apa yang di lakukan oleh Lucifer setelah kejadian kemarin malam Lucifer bertekad untuk mengasah kemampuan nya agar kakak nya tidak terus over pada nya sampai-sampai mengirimkan orang kepercayaan nya untuk melindungi dirinya . Kelemahan Lucifer hanya satu yaitu bipolar nya kemarahan Lucifer yang tak terkendali itu lah yang di takut kan oleh Princess


" Sudah cukup ! apa kau tak lelah ?". Roy mendekat dengan sebotol air mineral di tangan nya dan memberikan nya pada Lucifer


" Aku tak ingin terlihat lemah apalagi harus terus di lindungi oleh seorang wanita !". ucap nya


" Dia menyayangi mu oleh sebab itu dia over pada mu !". kata Roy


" Aku tau tapi tetap saja aku harus membuktikan kalau aku bisa menjadi yang terkuat !". Lucifer meneguk air mineral itu hingga tandas


" Aku akan membantu mu! tapi sekarang bersihkan tubuhmu dulu aku akan memasakkan makanan kesukaan mu !". Roy beranjak keluar


" Tunggu".


Roy berbalik menatap Lucifer " Kenapa ?". tanya nya


" Apa kau tak bosan bersama ku ? dengan sikap kekanak-kanakan ku ? setiap saat kau memasak untuk ku apa kau tak jenuh atau bosan ? aku begitu payah sampai tak bisa mengurus diri ku sendiri !". kata Lucifer


Roy mendekat lalu memeluk Lucifer erat " Tentu saja tidak ! kau adik ku itu akan selalu seperti itu tak masalah bila aku memasakkan makanan untuk mu atau mengurus mu. Sekarang bersihkan diri mu aku akan menunggu mu di meja makan ". Roy melepaskan pelukan nya lalu mengacak gemas rambut Lucifer lalu melesat pergi Lucifer hanya tersenyum tipis dia menatap punggung Roy yang sudah menghilang di balik pintu


...*******...


Di Singapura lebih tepat nya di Kantor utama Vlaron terlihat beberapa orang sedang berada di ruang rapat . Nampak Justin serta Lucas berada di sana dan juga para direksi serta inventor dari berbagai pihak . Setelah peninjauan lebih jauh mereka menemukan suatu hal yang ganjil dalam pembangunan hotel yang di gadang-gadang akan menjadi hotel termewah sepanjang masa . Uang para investor tak langsung di pergunakan dalam proyek tapi masuk ke rekening pribadi seseorang. Adam Elajar dengan raut wajah kesal nya sangat jelas terlihat di sebelah nya Rebecca tak mengerti mengenai kondisi saat ini dia melirik Papa nya di sebelahnya . Tatapan mata semua orang tertuju pada nya . Adam menelan saliva nya dengan susah payah


" Jadi apa yang harus kita lakukan Tuan Adam ? semua bukti sudah mengarah kepada mu jadi kau harus menganti uang yang sudah masuk ke dalam rekening mu serta membayar royal finalti karena kebusukan mu itu bermain gelap sungguh menjijikan untuk sekelas Perusahan besar seperti G'ONE Company !". kata salah satu Investor di sana


Tentu saja mereka sangat murka . Uang yang di gelontorkan pihak investor tidak lah sedikit begitupun dengan Vlaron dan Citrus mereka mengalami kerugian yang sangat hanyak . Justin menampilkan raut wajah dingin dan datar nya . Lucas menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi. Perdebatan masih terjadi . Adam sama sekali tak mengakui kejahatan nya dan itu membuat para investor menjadi geram karena Adam selalu mengelak dari kenyataan


Princess turun dari mobil nya begitupun dengan Rion . Entah kapan pria itu kembali tak ada yang tau ! Princess menatap gedung di hadapan nya kantor utama Vlaron Group berlantai 97 sangat mencolok di banding gedung yang lain apalagi gedung milik Vlaron itu berada di pusat kota Changi Bay. Princess melesat masuk melewati beberapa karyawan tak ada yang berani menghentikan sang Princess bukan karena mengetahui siapa Princess tapi mereka tak ingin ikut campur dengan urusan orang lain . Satu peraturan di Vlaron Group ' jangan ikut campur urusan orang lain ' cukup aneh memang tapi itu lah peraturan di Vlaron Group entah siapa yang dulu membuat nya tapi itu cukup membantu bagi Princess . Princess melesat menuju ke arah lift . Lift khusus CEO dengan telapak tangan nya Princess dapat membuka lift khusus itu , Princess bergegas masuk begitupun dengan Rion setelah itu mereka menuju ke lantai 95 di mana rapat saat ini tengah berlangsung . setelah kepergian Princess dan Rion nampak beberapa karyawan berkerumun melihat dari jauh siapa gadis itu yang bisa masuk ke dalam lift khusus bahkan hanya dengan menempel kan telapak tangan nya


Pintu ruangan terbuka . Ucapan seseorang di dalam sana terjeda. Princess melenggang masuk dengan Rion di belakang nya semua mata tertuju pada Princess dan Rion saat ini . Justin hanya tersenyum tipis begitupun dengan Lucas . Rion menarik sebuah kursi lalu Princess duduk di sana sedangkan Rion berdiri tegap di belakang Princess bak bodyguard


Para dewan direksi saling lirik seolah bertanya siapa Princess . Adam menatap Princess tajam. Rebecca pun sama dia menatap tak suka ke arah Princess . Princess masih diam tak mengeluarkan suara nya dia menatap setiap makhluk yang ada di dalam sana dengan raut wajah datar nya kedua siku nya bertumpu pada meja tangan nya mengatup sembari mata nya terpejam kemudian dia menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi dengan kedua tangan melihat di depan dada


" Siapa kau Nona ?". salah satu dari mereka bertanya


" Aku ? ". Princess menunjuk dirinya sendiri kemudian dia tersenyum smrik khas di wajah cantik nya tiba-tiba suhu di dalam ruangan menjadi begitu mencekam dingin dan panas menjadi satu tatapan mata Princess menyapu mereka semua


" Iya ! siapa kau kenapa kau bisa masuk kemari?".


" Tentu saja aku bisa masuk karena ini adalah kantor ku !" . ucap enteng Princess


" Kantor mu ?". Adam menautkan kedua alis nya


" Tentu !!! apa kalian tidak tau siapa aku ? toch tochh sangat payah !". Princess berdiri lalu kedua tangan nya menumpu di atas meja


" Adik ku tersayang kau harus lebih lembut sedikit kepada mereka !". ucap Lucas tersenyum mengejek pada Princess entah apa maksud nya hanya dia dan Princess yang tau


" Adik ?". cengo mereka


" Ya dia adik ku !". kata Lucas membenarkan


" Princess Casora Vlarious atau lebih jelas nya adalah Princess Vlaron pewaris dari Vlaron Group ". kata Princess menyeringai lalu kembali duduk di kursi nya


" Hahhhh !! ". kaget mereka dengan mulut terbuka lebar sedangkan Princess hanya memutar kedua bola mata nya dengan sangat malas ini lah yang tidak di sukai Princess berada di sekitar orang asing sungguh membuat nya muak


" Kau Princess dari Vlaron ? sungguh ? ". kata salah satu dari mereka


" Apa wajah ku terlihat sedang bercanda ?". Princess menaik turun kan alis nya


" Tapi apa bukti nya ? kau mungkin hanya mengada-ngada saja Nona ?". Adam berucap dengan sinis nya . Princess menatap Adam dengan salah satu sudut bibirnya terangkat mengukir senyuman tipis di sana


Princess tak menjawab dia malah berdiri lalu meletakkan telapak tangan kanan nya di atas meja memutar nya secara perlahan sampai menimbulkan bunyi dari sana


Titt


Titt


Titt


Tiga kali bunyi . Meja itu menampilkan hologram di tengah-tengah nya . Para Investor maupun dewan direksi serta Lucas dan Justin terkejut bukan main . Mereka kira meja itu hanya lah meja kayu biasa tapi ternyata mereka sangat salah . Meja itu merupakan alat electronic lebih tepat nya komputer layar datar yang sudah di rancang sedemikian rupa sampai bisa menyerupai meja kayu hingga membuat berbagai pihak tertipu


Mereka semua fokus dengan apa yang di tampilkan di sana . Sebagian dari mereka hanya bengong dengan rasa kagum sebagian lagi mengangkat dokumen yang tadi mereka letakan di atas meja itu . Princess masih anteng di sana jari tangan nya bergerak lincah . Slide demi slide bermunculan menampilkan bukti tindak kejahatan yang di lakukan oleh Adam serta rekan - rekan nya . Adam menatap tak percaya kebohongan yang sudah dia susun dengan sangat epik nya sekarang terbongkar sempurna di depan mata nya


" Tidak mungkin itu pasti salah !! itu tidak benar !". sarkas Adam bangkit berdiri


" Apa yang tidak mungkin Tuan Adam ? sudah jelas-jelas semua bukti mengarah pada mu apa kau tak mau mengakui kejahatan mu sendiri? ". salah satu investor berdiri lalu menunjuk ke arah Adam


" Apa kau buta ? mata mu berfungsi dengan baik bukan ? apa kau tak melihat dengan jelas layar di depan mu ini menampilkan apa ? ". Princess tersenyum smrik


" Tidakk !!! ini bohong ". Adam terus mengelak dengan raut wajah nya sudah merah menahan amarah


" Kau benar kita sangat beruntung hari ini bisa bertemu dengan Nona Muda dari Vlaron !". tambah yang lain nya


Puji memuji pun terjadi . Princess hanya menanggapi nya dengan senyum nya saja . Princess kembali duduk tampak para investor terus memojokkan Adam serta putri nya itu tapi Adam masih berusaha untuk mengelak . Princess memijit pelipis yang mulai pening karena terlalu lama mendengarkan ocehan yang tak bermutu itu


" Cukup!". Princess bangkit menggebrak meja itu . Semua mata menoleh pada nya . Justin pun berdiri begitupun dengan Lucas . Justin merangkul pinggang Princess dengan mesra untuk menunjukkan bahwa Princess adalah milik nya . Justin sudah sangat kesal sedari tadi beberapa pihak investor yang cenderung masih muda terus memperhatikan Princess dengan intens dan itu membuat Justin sangat kesal


" Aku sangat muak dengan semua ini Tuan Adam yang terhormat. Semua bukti sudah mengarah pada mu . Aku akan memberikan waktu 2 × 24 jam untuk kau mengembalikan uang itu tapi kalau dalam waktu itu kau tak mampu mengembalikan nya maka bersiap lah untuk mendekam di perjara !". sarkas Princess terdengar sangat mematikan untuk mereka. Tatapan Princess sungguh membuat mereka kesulitan untuk bernafas . Princess melirik Rebecca dengan senyum sinis nya . Adam hanya terdiam mulut nya kelu untuk berbicara seakan walaupun dia tetap berbicara tak akan ada guna nya lagi . para investor dan dewan direksi saling lirik kemudian mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju


" Baiklah Tuan Adam ! sesuai dengan perintah Nona Muda kami memberikan kau waktu 2 × 24 jam untuk mengembalikan uang itu serta denda royal finalti ganti rugi atas kejahatan mu itu !". kata salah satu dewan direksi


" Tapi aku yakin kau tak mampu mengembalikan uang itu dengan utuh karena mungkin saja kau sudah memakainya !". sinis Princess melipat kedua tangan nya di depan dada . Justin semakin mengeratkan rangkulan nya . Rebecca sangat tidak menyukai hal itu tapi dia tak mampu berbuat apa - apa saat ini dia hanya mengepalkan kedua tangan nya erat dengan raut wajah kesal nya


" Baiklah Nona Muda sepertinya rapat hari ini sudah cukup kita akan bertemu kembali 3 hari lagi !".


Mereka pun bangkit lalu menunduk sejenak pada Princess . Princess hanya tersenyum kemudian mengangukkan kepalanya . Mereka pun melesat keluar dari ruang rapat itu di mana di dalam sana mereka bahkan sangat sulit untuk bernafas . Aura Princess sungguh mematikan bagi mereka


Rebecca menatap geram ke arah Princess . Adam hanya mendengus kesal tanpa berucap dia keluar dari ruang rapat harga diri nya sudah jatuh lalu hancur berkeping-keping karena ulah nya sendiri. Rebecca berjalan keluar mengikuti Adam raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang sangat kesal


Princess berbalik menatap mereka . Princess hanya tersenyum tipis lalu beralih menatap Justin di sebelahnya Princess melepaskan rangkulan Justin dengan lembut lalu dia kembali duduk di kursi


" Ini membuatku kesal !". geram Princess . Rion mendekat membungkukkan tubuhnya lalu berbisik pada Princess setelah itu Rion kembali menegakkan tubuhnya. Justin melirik ke arah Rion tapi Rion hanya diam saja . Princess bangkit dia berbalik menatap Rion di hadapannya


" Ada apa ?". tanya Lucas tapi Rion hanya diam saja dia masih menatap Princess menunggu tugas selanjutnya


Princess memberikan kode mata . Rion berpikir sejenak lalu kemudian dia merogoh ponsel nya jari tangan nya bergerak cepat setelah itu dia kembali memasukan ponsel itu ke dalam saku nya


" Sebenarnya kalian ini kenapa ?". Lucas menjatuhkan tubuhnya di atas kursi dia masih bingung dengan semua ini . Princess dan Rion seolah bicara lewat telepati dan Lucas tak mampu untuk itu


Princess hanya menatap Rion datar raut wajahnya datar pula . Justin hanya menghembuskan nafasnya pelan " Baby ?". ucap nya


" Tidak ada apa-apa honey !". kata Princess melirik Justin sekilas . Rion masih diam tak bergeming dia menunggu perintah selanjutnya dari Princess


" Pergi lah !". Princess berbalik lalu duduk kembali . Rion melesat pergi . Justin menatap punggung Rion yang sudah menghilang di balik pintu kemudian dia berbalik lalu duduk di sebelah Princess


" Baby ?".


" Hanya masalah kecil saja!". ucap Princess dengan tatapan lurus kedepan tanpa menatap Justin


" Kalian memang aneh !!! apa hanya aku dan Justin yang masih waras di sini ?". kata Lucas


"Aku ?". Justin menunjuk dirinya sendiri


" Ya kau dan aku !! sedangkan gadis ini dan duo R mereka seperti bisa berbicara lewat telepati saja !". sinis Lucas


" Ooo !". Baby apa kau baik- baik saja ?". Justin melihat Princess sedang tak baik-baik saja saat ini raut wajahnya datar dengan kilatan amarah dari kedua mata nya


" Aku hanya kelelahan honey , mari kita pulang saja!". Princess bangkit lalu melesat pergi . Justin pun pasrah dia mengikuti langkah Princess sedangkan Lucas dia masih diam tak bergeming . Lucas memeriksa ponsel nya dahi nya mengkerut setelah membaca pesan itu dan Lucas pun tau apa sebab Princess terlihat sangat marah saat ini


" Gadis itu memang sangat liar !". desis Lucas beranjak bangkit lalu melesat pergi meninggalkan ruang rapat


Mobil mereka meninggalkan Kantor Utama Vlaron Group . Princess mengemudikan mobil nya sendiri siku kanan nya menyangga di pintu mobil dengan jari nya terus membenarkan earphone di telinga kanan nya


" Apa kau sangat yakin Chen ?". tanya Princess


" Tentu saja aku sangat yakin !!!". dengan penuh percaya diri Chen berucap di seberang sana


" Baiklah berikan aku selalu infomasi mengenai hal terbaru yang kau temukan !". kata Princess sambil menambah kecepatan mobil nya


" Apapun untuk mu !". kata Chen


Princess memutuskan sambungan telpon nya lalu melepas earphone nya kemudian menaruh nya di dashboard mobil . Princess semakin memacu mobil nya dengan kecepatan penuh. Justin yang berada di belakang mobil Princess hanya menghela nafas . Kemampuan mengemudi Princess memang tak bisa di ragukan lagi


...*****...


" Apa ? apa yang kau katakan ?". Jerry terlihat sangat marah setelah mendengar laporan anak buah nya


" Benar bos semua keluarga Baron sudah lenyap tak tersisa baik di Turki maupun di Irlandia ! semuanya hilang tak meninggalkan jejak sepertinya gadis itu sudah tau siapa identitas asli dari Baron !". kata pria itu


Baron merupakan pria yang memanah Lucifer saat perang di China . Princess membuktikan ucapan nya . Semua orang yang memiliki hubungan darah dengan Baron harus lenyap dari muka bumi


" Argggghhh ....... gadis sialannn !". pekik Jerry menyentakkan telinga anak buah nya


" Pergi dari hadapan ku !". teriak Jerry . Semua anak buah nya pun pergi meninggalkan Jerry di sana . Jerry menghempaskan tubuhnya di atas sofa dengan mata terpejam " Gadis itu bahkan melenyapkan orang kepercayaan ku !". geram Jerry


" Kau di sini ?". Andrew melirik ke arah Kenta


" Aku ingin bertemu dengan Jerry !". Kenta melenggang masuk begitu saja ke dalam Mansion Jerry sedangkan Andrew dia hanya menatap jengah ke arah Kenta


" Ada apa dengan mu ?". Kenta mendudukan dirinya di sofa dia melirik Jerry yang sedang terbaring di sofa


" Gadis itu benar-benar sangat licik seperti kancil akan sangat sulit untuk melawan nya !" . desis Jerry


" Jadi apa kau akan menyerah ?". tanya Kenta


" Tentu saja tidak ! aku akan menaklukan gadis itu apapun caranya !". tekad Jerry sedangkan Kenta hanya tersenyum tipis


" Bosss !". teriak anak buah Jerry


" Ada apa ?". Jerry bangkit di ikuti oleh Kenta


" Dia di sini bos !". kata anak buah Jerry


" Siapa ? bicara yang jelas kalian !". geram Jerry


" King dari Black Dragon , Michael Kendrick !". jelas anak buah Jerry


" Michael ? untuk apa dia kemari ". Jerry melesat menuju ke luar Mansion di ikuti oleh Kenta


Nampak Andrew sedang berbincang dengan Michael serta Alex di sana . Jerry mendekat lalu menjabat tangan Michael karena mereka merupakan teman lama . Michael tersenyum menyeringai begitupun dengan Jerry . Michael merangkul pundak Jerry lalu mereka berjalan masuk tanpa berucap sepatah kata pun meninggalkan Alex di luar sana


" Ayok masuk !". Andrew berkata sambil menuntun Alex untuk masuk


" Ahhh iya !". Alex melirik ke arah Kenta dengan senyum tipisnya


Sungguh menarik ". batin Kenta