Princess Vlaron

Princess Vlaron
05 Mustahil



" kenapa gadis ini Mogo?". tanya Nenek Yasmin dengan panik nya


Professor Mogo tidak menjawab pertanyaan dari Nenek Yasmin dia malah berlari menuju dapur setelah sampai di dapur dia melihat botol cairan itu sudah tergeletak di lantai dengan panik nya dia mengambil alat kedokteran nya dan berlari menuju gadis itu


" baringkan dia akan ku periksa ". titah Professor Mogo


Nenek Yasmin melepas kan rangkulan nya dan membaringkan Putri di sofa itu perlahan Professor Mogo mengecek detak jantung gadis itu dengan stetoskop nya kemudian beralih pada pergelangan tangan gadis itu dia kaget bukan kepalang bagaimana bisa


gadis itu baik baik saja setelah meminun cairan racun itu


" Mustahil , ini benar benar mustahil ". ucap Professor Mogo sembari menggelengkan kepala nya


" kenapa Mogo?". Tanya Nenek Yasmin sambil menaikkan salah satu alis nya


" apa yang kau rasakan sekarang Putri?". tanya Professor Mogo kepada gadis itu


" ummm tidak berasa apa ". ucap nya


" ini minum lah air ini ". kata Professor Mogo sembari memberikan segelas air seperti air putih pada umumnya


"ummm". ucap Putri lirih


Setelah itu Professor Mogo duduk di sofa sembari sebelah tangan nya memijit pelipis nya tidak masuk akal gadis di depan nya ini bisa selamat dari racun mematikan yang selama ini dia teliti


Tiba tiba terdengar suara helikopter di luar bangunan itu Professor Mogo bangkit dari duduk nya berjalan menuju halaman belakang tentu saja dia tau siapa yang datang setelah sampai di halaman belakang dia bisa melihat seorang pemuda turun dari helikopter dengan gaya tengil nya


" Ck,,,, kakek tua apa kau sangat merindukan aku sehingga tumben sekali kau menyambut kedatangan ku ". ucap pemuda itu seraya memeluk Professor Mogo


" Ckk,,,,, bocah ingusan ". ucap Professor Mogo sembari membalas pelukan pemuda itu


" apa kabar mu kakek tua?". tanya pemuda itu yang tak lain adalah Lee Hong-bin cucu dari Professor Mogo


Lee Hong-bin merupakan cucu dari Professor Mogo memiliki sifat yang sama dengan sang kakek menjadikan diri nya bayangan dari sang kakek , Lee sendiri berprofesi sebagai dokter bedah di rumah sakit milik keluarga nya selain sebagai dokter bedah dirinya juga mengikuti jejak sang kakek sebagai peneliti atau lebih tepat rutinitas nya adalah meracik sebuah racun , Lee merupakan King mafia yang cukup terkenal di Korea siapa yang tidak mengenal diri nya dengan julukan " psikopat gila" ya dia memiliki kegilaan akan membunuh seseorang haus akan darah musuh nya bisa di katakan dia membunuh musuh nya dengan profesi nya sebagai dokter


" kabar ku baik bocah nakal ,ayok masuk lah ada Nenek mu di dalam". ucap Professor Mogo sambil merangkul pundak cucu nya itu


setelah sampai di ruang tamu Lee bisa melihat Nenek Yasmin sedang duduk di sofa dan di depan nya terbaring seorang gadis perlahan dia mendekat dan langsung memeluk Nenek Yasmin yang sudah dia anggap sebagai Nenek nya sendiri


" aku merindukan mu Nek". ucap Lee sambil memeluk Nenek Yasmin


Nenek Yasmin yang merasa ada yang memeluk nya tentu saja berbalik dan tersenyum ketika melihat siapa yang sedang memeluk nya itu


" kau bocah tengik ". ucap nya sembari membalas pelukan dari pemuda itu


kemudian dia beralih menunjuk kepada gadis yang sedang terbaring itu


" dia siapa Nek ". tanya Lee


" cucu ku " jawab Nenek Yasmin


" hahhhh ". ucap Lee


" kenapa ?". tanya Nenek Yasmin


" ummmm tidak tapi bukahkan cucu mu hanya satu dan dia sudah tiada ". ucap lirih Lee menatap Nenek Yasmin


" benar tapi dia juga cucu ku". ucap Nenek Yasmin lagi


perlahan Putri bangkit dari tidur nya dan menatap pemuda di depan nya itu dia menyeringai penuh makna dan Lee menyadari itu


" kenapa ?". tanya nya kepada gadis itu


" kau melupakan sahabat mu Obin? " . tanya Putri


Lee memblalakan mata nya karena kaget bagaimana mungkin gadis di depan nya ini tau nama masa kecil nya tidak ada yang tau kecuali kakek dan Vanya sahabat nya itu


" hahhh darimana kau tau nama itu?". tanya Lee


" bukankah kau yang memberitau aku dulu Obin". ucap gadis itu


" hahhhh , apa ini siapa dia sebenarnya ? ". tanya Lee menatap Nenek Yasmin dan Professor Mogo yang dari tadi hanya melihat adengan itu


" kalian semua ikut lah ke ruang kerja ku". kata Professor Mogo kemudian beranjak meninggalkan mereka yang masih terdiam di ruang tamu


Disini lah sekarang mereka di ruang kerja Professor Mogo hening tiada bunyi apa pun hanya ada hembusan nafas masing masing orang yang ada di ruangan itu


" Lee dia meminum seperempat gelas racun yang kita teliti beberapa tahun belakangan ini". kata Professor Mogo sambil menunjuk ke arah gadis itu dan yang di tunjuk hanya menampilkan wajah polos tak berdosa nya


" hahhhhh itu tak mungkin kek , kau pasti bercanda kan kalau pun dia meminum nya pasti dia sudah bertemu dengan dewi kematian tapi apa ini dia sekarang duduk di hadapan ku dengan wajah polos nya itu". kata Lee sambil menunjuk arah Putri


" tapi dia memang meminum nya Lee apa kau lihat wajah ku ini sedang bercanda hahh". bentak Professor Mogo kepada cucu nya itu


" tapi itu mustahil kek ". ucap Lee


Arrrrgghhhh Lee mengusar kasar rambut nya kemudian bangkit dari duduk nya berjalan mondar mandir dan kedua tangan nya di lipat di depan dada


brakkkkkk


Lee menggebrak meja itu " kau pasti bercanda kan ". ucap nya lagi


" buat apa aku bercanda bodoh apa untung nya untuk ku ? ". tanya Professor Mogo melirik sinis cucu nya itu


" dan kau darimana kau tau nama kecil ku hahh?" tanya Lee menunjuk Putri


" tentu saja dia tau di dalam tubuh gadis ini ada jiwa Vanya sahabat mu Lee ". kata Nenek Yasmin


" hahhhh lelucon apa itu Nek , sudah lah kenapa kalian dari tadi bercanda dengan ku ohh bulan apa sekarang apa sekarang tanggal 1 april ? ". ucap nya sembari tertawa


" bocah tengik kau lihat wajah ku ini apa aku sedang bercanda hahh". kata Nenek Yasmin sambil menunjuk wajah nya sendiri


Lee menatap Nenek Yasmin kemudian beralih pada sang kakek lalu gadis itu tatapan tajam menelisik pada gadis itu lalu dia kembali duduk di kursi nya


" jelaskan Nek? ". ucap nya lagi


" kau pernah mendengar legenda satu tubuh dua jiwa ? ". tanya Nenek Yasmin kepada Lee


" hahhhh ummm seperti nya aku pernah dengar ". jawab Lee


" di dalam tubuh gadis ini ada jiwa nya Vanya sahabat mu ". ucap Nenek Yasmin sambil Menunjuk Putri


" dia ?". tanya Lee


" ya". jawab Nenek Yasmin


" Putri ceritakan sesuatu kepada kami semua ". kata Nenek Yasmin sambil menatap Putri


Flashback on


di sebuah taman seorang gadis tengah melihat kupu kupu yang sedang berterbangan tiba tiba datang lah seorang wanita yang berpakaian compang camping dengan wajah penuh luka sayatan


" siapa kau ". tanya gadis yang tak lain adalah Putri


"aku mengingikan diri mu ". balas nya


" aku tapi kenapa aku ". kata Putri sambil menunjuk diri nya


" ayok kita bekerja sama ". ucap nya


" hahhh pergi lah jangan menggangu ku ". kata Putri sambil berjalan menjauhi wanita itu


" bukahkan kau mengingikan kebebasan aku bisa memberikan apa pun yang kau ingin kan". ucap nya lagi dengan sedikit berteriak


Putri menghentikan langkah nya dan berbalik menatap wanita itu "apa yang kau inginkan dari ku ". tanya Putri


" setengah tubuh mu , jabat tangan ku berarti kau menerima tawaran ku ". ucap nya sembari berjalan mendekati Putri


" tapi kenapa kau memerlukan setengah tubuh ku". tanya Putri lagi


" untuk balas dendam ". ucap wanita itu


" apa imbalan untuk ku kalau aku membantu mu ?". tanya Putri


" apa pun Harta Tahta bisa kau miliki kebebasan sepenuhnya kau miliki tapi aku tak bisa memberikan cinta kepada mu karena hanya akan ada balas dendam dalam hati mu " ucap wanita itu


Putri menatap selidik wanita di hadapannya itu matanya mengatakan kejujuran tersirat luka mendalam di dalam sorot mata nya tanpa sadar Putri Menjabat tangan wanita itu " kau bisa sepenuhnya memakai tubuh ku ". ucap nya


wanita itu tersenyum menyambut uluran tangan Putri " kau tak akan menyesal ? ". tanya nya lagi


'' Ck,,,,, seperti nya tidak ". ucap Putri sambil tertawa


" Vanya panggil aku Vanya dan aku akan berada dalam tubuh mu sampai kau tiada nanti". ucap nya lagi


Flashback off


aku menerima tawaran nya itu". kata Putri


mereka bertiga menatap tajam gadis muda di hadapan nya itu mencari setitik kebohongan di matanya tapi tak kunjung di temukan juga


" ummm bisakah aku meminta kertas dan pensil ". ucap Putri


" akan ku ambil kan ". kata Lee beranjak bangkit dari duduk nya menuju kamar nya setelah mendapatkan apa yang gadis itu minta dia kembali ke ruang kerja sang kakek


" ini ". ucap Lee sambil menyerahkan kertas dan pensil


Putri menerima kertas itu tangan nya bergerak indah di atas kertas putih itu beberapa saat kemudian sebuah sketsa wajah terlihat


" ini pria bertopeng yang membunuh Vanya". ucap Putri sambil memperlihatkan sketsa wajah pria bertopeng itu


mereka semua menatap sketsa itu melihat nya lebih jelas bentuk wajah mata hidung rambut terlihat jelas walau memakai topeng


" tapi siapa dia apa Vanya memiliki musuh tersendiri" . tanya Nenek Yasmin


" tidak pria itu berkata kalau dia membenci keluarga Vlarious dan Smith" .kata Putri


" hahhh berarti dia tau siapa Vanya sebenarnya ". kata Nenek Yasmin


" iya dan kematian orang tua Vanya masih ada hubungan nya dengan pria bertopeng itu ". ucap nya lagi


" tidak mungkin kasus kecelakaan itu murni tanpa di sengaja aku sendiri yang mengusut kasus itu aku tidak mungkin keliru" . ucap Nenek Yasmin


" tapi itu semua bisa saja benar Yasmin berarti selama ini musuh mu adalah orang terdekat". Kata Professor Mogo


Lee hanya diam tanpa mau ikut berbicara dia merasa sangat konyol dengan apa yang terjadi sekarang ini


" Obin bantu aku mencari identitas pria ini". ucap Putri


Lee hanya menatap gadis itu dengan tajam " apa kau benar Vanya ? ". tanya Lee


" aku Putri tapi jiwa Vanya ada dalam tubuh ku". jawab Putri


" huhhhh baiklah aku percaya , lalu apa yang bisa aku bantu aku sudah berusaha mencari jejak tentang pembunuhan itu tapi hasil nya nihil mereka bekerja sangat bersih sepertinya mereka bukan orang biasa". jelas Lee


" kau benar mereka bukan orang biasa". ucap Putri


"Nek hentikan pengusutan kasus kematian Vanya ". kata Putri


" hahhh apa maksudnya itu , kau meminta bantuan Lee tadi sekarang kau menyuruh ku menghentikan nya ? ". tanya Nenek Yasmin


" maksud ku hentikan pengusutan itu dari pihak RB , semakin kau berusaha mengusut kasus itu semakin sulit untuk menemukan jejak" ucap Putri


" tapi kenapa Red Blood bukan musuh tapi tameng dari Vlaron". kata Nenek Yasmin


" aku tau tapi musuh lebih licik dari itu mereka mengingikan nyawa bukan harta , mereka ingin menghancurkan kita semakin RB bergerak semakin mereka tau kekuatan kita untuk sekarang hentikan pihak RB ". ucap Putri lagi


" baiklah aku mengerti ". paham Nenek Yasmin


" Lee kau harus membantu ku mengerahkan orang orang mu , mereka tak akan curiga kemungkinan kita bisa menemukan sedikit jejak ". kata Putri


" baiklah ". Kata Lee


" tapi soal racun itu , aku masih tak percaya". kata Lee sambil menatap mereka bertiga


" aku salah mengambil minuman itu karena adik ku sedang menelpon ku". jawab Putri


" Yasmin kau harus menutup identitas asli Putri jangan sampai mereka tau kalau tidak keluarga nya pasti akan bahaya ". ucap Professor Mogo


" aku tau Mogo dan aku sudah meminta King B untuk menutup identitas asli nya , nama mu juga akan ku rubah sekarang menjadi Princess Casora Vlarious orang orang hanya akan tau bahwa kau cucu angkat ku ". ucap Nenek Yasmin sambil menunjuk Putri


" nama yang tidak buruk ". ucap nya


" baiklah mulai saat ini nama mu berubah dan jangan pernah membuka jati diri mu kepada orang lain ingat itu'. kata Nenek Yasmin


" oke ". jawab Putri sembari mengacungkan dua ibu jari nya


" 2 minggu lagi adalah hari ulang tahun ku aku punya rencana untuk itu bla bla bla..............". jelas Putri menjelaskan rencana nya mereka bertiga mendengarkan dengan seksama kemudian menganguk pertanda telah mengerti


hari mulai senja mereka menuju kamar masing masing yang sudah di sediakan di bangunan mewah itu perlahan tapi pasti sang mentari kembali tidur dan langit mulai gelap sang bintang mulai menunjukkan senyuman nya perlahan penghuni bangunan mewah itu mulai larut dalam mimpi nya masing masing