
Pukul 12 malam
Di mana manusia pada umumnya akan mengistirahatkan dirinya setelah pekerjaan mereka di siang hari tapi berbeda dengan Sang Princess tak ada waktu untuk sekedar istirahat walaupun sejenak karena waktu sangat berharga untuk diri nya. Perkataan tak sesuai dengan tindakan yang dia lakukan sehabis makan malam dia pergi meninggalkan markas The CL tanpa seorang pun yang mengetahui nya.
Di sini lah sekarang di depan gedung tua mobil di parkir agak jauh agar tak di dengar oleh musuh derap langkah kaki nya senyap bahkan tak bersuara sedikit pun hanya suara jangkrik dan hembusan angin malam yang menemani setiap langkah nya. Semakin dia menaiki anak tangga semakin jelas pula terdengar suara gelak tawa dari seseorang di dalam gedung Princess hanya tersenyum tipis dan melanjutkan langkah kaki nya.
Prok
Prok
Prok
Princess berjalan dengan bertepuk tangan membuat 5 orang pria yang tengah duduk bersama itu menoleh dan bangkit dari duduk nya salah satu di antara mereka mematikan rokok yang sudah habis di hisapnya dengan cara menekuk nya di atas meja dan puntung nya di buang ke sembarangan tempat
" Nona Muda ". ucap seorang pria terdengar seperti menghormati tapi sebenarnya tersembunyi maksud lain
" Ckk ,,, jangan memanggil ku dengan mulut kotor mu ". sinis Princess semakin mendekat ke arah mereka dan mereka tampak biasa saja dengan kehadiran Princess tanpa sadar bahwa di depan nya sekarang adalah dewi kematian untuk mereka
" Hahahaha ternyata kau tak sebodoh yang aku kira Nona Muda". tekan salah satu di antara mereka kemudian di ikuti gelak tawa dari pria lain nya
Huft!
Princess menghembuskan nafas kasar dari mulut nya sembari mengeluarkan pisau lipat kesayangannya dari balik jaket kulit yang dia kenakan dan memainkan nya di depan mereka
" Apa kalian tau ? aku bukan lah King B kalian itu ! aku tak suka peraturan hukum atau apalah namanya menurut ku peraturan di buat untuk di langgar ". kata Princess terdengar santai tapi sebenarnya punya maksud tertentu di dalam nya
Kelima pria itu saling lirik seperti memberi kode pada teman nya yang lain " Jadi apa tujuan mu kemarin Nona Muda ?". tanya salah satu di antara mereka dengan tersenyum mengejek
" Tentu saja mengingikan nyawa kalian !!kalian semua hanyalah tikus keparat yang bernaung di bawah perlindungan Red Blood ". cibir Princess dengan santainya
" Nona kau!!! "
" Apa ? kalian tidak terima dengan perkataan ku hahh!! ". sarkas Princess tak kalah sangar nafas nya kian memburu amarah yang terpendam selama ini harus segera terlampiaskan
" Nona seperti nya kau menyerahkan nyawa mu lebih cepat dari yang kami duga ". kata salah satu di antara mereka yang sudah siap dengan senjata di tangan nya
" Maju lah dan akan ku kirim kalian ke akhirat". geram Princess langsung menyerang mereka berlima
Kelima pria itu dengan senjata mereka siap menerjang Princess tapi kemampuan mereka tak ada apa apa nya di bandingkan Princess
Bughhh
Duaghh
Bughhh
Krekkk
Brukkk
Brakkk
Huft!!
Hanya dalam waktu 2 menit kelima pria itu terkapar tidak berdaya mereka terkulai lemas di lantai tak bisa bangkit kemungkinan kaki dan tangan mereka telah patah. Princess berjalan mendekat dengan pisau yang sudah berlumuran darah baju hitam yang dia kenakan terlihat basah dengan keringat yang terus mengalir dari tubuhnya nafas nya kian memburu ingin melenyapkan nyawa para musuh yang tidak ada arti nya
Argggghhhhh
" Hentikan ".
Tak
Tak
Tak
Argggghhh
" Cukup!!".
" Hentikan !!!! Argggghhh
Ringisan rintihan dan tangisan terdengar begitu pilu tapi tidak untuk Princess menurut nya suara itu begitu merdu di telinga sang Princess tak hanya menggores tapi memotong jari mereka merupakan kesenangan tersendiri untuknya
" Kau pergi lah ke neraka!". kata Princess menancap kan pisau lipat nya tepat di jantung pria itu dan membuat nya tewas seketika begitu pun ke empat teman nya mereka tewas dengan sangat mengenaskan tubuh mereka tak berbentuk hanya bagian wajah saja yang masih utuh dengan bentuk nya
"Sshh ahhh ". Princess bangkit berdiri sembari menjilati sisa darah yang menempel di pisau nya , dia menoleh pada sekitar cahaya lampu 5 watt membuat gedung itu nampak semakin suram .
Drrtttt Drrrtttt
Princess mencari asal suara ponsel yang terus berbunyi sampai akhirnya sebuah ponsel di temukan di laci meja di sudut ruangan itu dia melihat nama kontak bertuliskan ' Bos ' tanpa sungkan atau meminta ijin dari sang pemilik ponsel Princess menggeser tombol hijau itu ke samping kanan nya
" Halo ". sapa Princess
Tutttt
Panggilan di tutup sepihak Princess hanya tersenyum smrik lalu memasukkan ponsel itu ke dalam saku nya dan bergegas pergi meninggalkan gedung
***
Pagi menjelang
Princess terbangun dengan senyum mengembang di wajah cantik nya. Bersamaan dengan itu deru suara mesin pesawat terdengar di luar area markas utama Princess langsung berlari untuk menyambut burung besi miliknya.
" Akhirnya ". ucap Princess dengan mata berbinar menatap burung besi nya yang sudah terparkir cantik di pelataran markas
Sang pilot bergegas turun dari dalam jet setelah beberapa penjaga membawakan tangga sebagai pijakan " Nona Muda ". hormat sang pilot menundukkan kepala saat sudah turun dari jet dan langsung berhadapan dengan Princess
" Kau tau apa tugas mu setelah ini kan ?". tanya Princess
" Saya tau Nona ". ucap sang Pilot
" Pergilah ". usir Princess dan sang pilot menundukkan kepalanya lalu pergi
" Jadi ini tohh tujuan landasan pacu ada di markas ini". celetuk Lucas menatap Princess
" Lalu kau pikir apa hahh!!". tanya Princess lalu beralih menatap Peter yang sudah berada di depan nya
" Aku menepati janji ku Nona". ucap nya dengan tersenyum
" Tidak ku sangka kita akan bertemu Peter". kata Lee menatap Peter
" Ya dunia terlalu sempit untuk kita ". jawab Peter tersenyum sinis kearah Lee
" Hentikan !! Jika kalian memiliki masalah antar mafia kalian maka selesaikan di tempat lain jangan sampai ada keributan di markas ku , apa kalian mengerti hahhh!". sarkas Princess yang sudah mengerti situasi saat ini
" Eummm".
" Iya".
" Kita bicara di ruangan ku ada hal penting yang ingin aku bahas ". kata Princess melenggang pergi di ikuti oleh Lucas sedang kan Peter dan Lee masih terdiam di tempat
*****
" Apa ini ? Psikopat !!!". Kaget Kevin melihat 5 mayat pria yang sudah tidak berbentuk lagi sedangkan Justin nampak tenang menatap mayat itu
Seorang Perwira polisi berjalan menghampiri Justin lalu memberikan hormat kepadanya setelah itu dia kembali melakukan pekerjaan nya . Bunyi ambulance terdengar keluar dari area gedung garis polisi melintang memanjang dari ujung gedung ke ujung lain nya . Nampak Justin menyandarkan tubuhnya di kap mobil sembari menatap gedung tua di depan matanya
" Siapa?". tanya Kevin yang ikut bersandar di kap mobil
" Dia ". jawab Justin dengan mata terpejam kedua tangan nya menyibak rambut nya kasar terdengar ******* kekesalan dari mulut nya
" Kau yakin ?". tanya Kevin mode serius seolah tak percaya dengan sang pelaku kecuali melihat nya secara langsung
" Ayo kembali ". ucap Justin membuka pintu mobil dan di ikuti oleh Kevin yang duduk di kursi kemudi
" Astaga aku tak yakin kalau tak melihatnya secara langsung". ucap Kevin frustasi kemudian menyalakan mesin mobil nya dan mereka meninggalkan gedung tua itu
" Ckk,,, siapa pelaku nya ? benar benar psikopat gila ". ucap Polisi 1
" Kau benar sungguh mengerikan ". ucap Polisi 2 bergidik ngeri
" Kalian sedang apa ? kembalilah bekerja ". ucap Sang Kapten mendatangi mereka dan menghentikan acara ngegosip pagi antar sesama polisi
****
Kembali ke sisi Princess
Mereka semua sudah berkumpul di ruang rahasia Princess , Lee, Kim , Peter ,Liu , Lucas dan Lucifer
" Bisa kau jelaskan tentang Black Fire Peter?". tanya Princess to the point
" Hahhh ?". terkejut Peter menatap Princess seolah tak percaya
" Apa pertanyaan ku kurang jelas Peter ?". tekan Princess dengan tatapan tajam ke arah Peter dan Peter yang di tatap seperti itu menjadi kikuk seketika
" Tapi kenapa kau bertanya tentang Black Fire? dari mana kau tau tentang itu ?". Peter masih tidak percaya bahwa masa lalu kembali akan terulang
" Jelaskan saja !!". kata Lucas menengahi dan langsung di tatap tajam oleh Peter
" Black Fire adalah Gangster yang berasal dari Irlandia Leader pertama mereka bernama Ronald Horison , Black Fire merupakan Bandar narkoba terbesar di eropa bukan hanya itu tapi penyelundupan senjata ilegal , penjualan wanita dan anak anak serta organ dalam manusia keberadaan Black Fire sangat meresahkan dunia bawah hingga suatu ketika 5 aliansi Mafia terbesar di dunia bersatu yaitu Red Fox , Black Devil , Demond Blood , King of Devil dan Black Shadow bersatu dan mereka bekerjasama untuk membantai habis Black Fire sehingga pada saat itu , 15 tahun yang lalu pembantaian besar besaran terjadi di Irlandia seluruh anggota Black Fire tewas tak ada yang tersisa ". jelas Peter
" Apa kau yakin tak ada yang selamat dari pembantaian itu ?". tanya Kim
" Aku sangat yakin walaupun pada saat itu usiaku baru 12 tahun tapi aku juga ikut ke Irlandia bersama Ayah ku". kata Peter
" Apa kau tau bahwa Ronald memiliki seorang putra dan putri pada saat itu?". tanya Lee
" Apa ?". terkejut Peter mencoba mengingat kembali kejadian 15 tahun yang lalu
" Apa kau ingat sesuatu ?". Princess bertanya sambil berjalan mondar mandir di depan mereka
" Aku tak ingat tapi sepertinya tidak ada yang selamat ledakan besar itu meluluh lantahkan markas besar Black Fire ". kekeh Peter
Huft!
Princess duduk kembali di kursi nya " Bersiaplah ! buka mata dan telinga kalian perang besar akan menanti di masa yang akan datang". ucap Princess sembari memijit pelipisnya
" Apa maksud dari semua ini ?". tanya Peter menatap semua orang dalam ruangan itu
Plakk
Lucifer melemparkan sebuah map ke tengah tengah meja
" Apa ini ? tak mungkin ? Tuan Muda anda dalam bahaya !". panik Peter
" Aku tau Uncle ". kata Lucifer terdengar santai
" Coba aku lihat". Lee merebut paksa map yang masih berada pada tangan Peter
" Hufttt!!! Apalagi ini ? ". desah Lee menyandarkan tubuhnya di kepala kursi
" Seperti yang di katakan Nona Muda perang besar akan kembali terjadi ". ucap Kim
" Astaga ". kaget Liu membaca isi map itu kemudian melemparkan nya kembali ke tengah tengah meja
Princess bangkit dari duduknya berjalan mondar mandir dengan kedua tangan di lipat di depan dada sesekali dia mendesah frustasi " Ckk,,,,, tapi Red Blood tak pernah punya masalah dengan Black Fire jadi apa hubungan semua ini ?". gerutu Princess terus berjalan kesana kemari
" Sepertinya ada pihak penghubung antara Red Blood dan Black Fire". celetuk Lucifer
" Kau benar Lc , sepertinya ada orang yang bekerja sama dengan Black Fire untuk menghancurkan Red Blood atau ...". ucapan Princess terpotong
" Apa ?". Peter menaikkan sebelah alisnya
" Ini berhubungan dengan keluarga Vlaron atau di balik kematian Vanya ". seru Princess
" Musuh di balik selimut ? begitukah Baby?". celetuk Lucas
" Kau benar Lucas". kata Princess menyeringai
" Jadi apa rencana kita selanjutnya ? Ketiga mafia besar telah hilang tanpa jejak kini hanya 2 mafia besar Red Fox dan Black Devil ". kata Peter
" Persiapkan diri kalian karena seperti nya Black Fire sudah masuk ke ruang lingkup mafia kalian atau sudah berada di bawah perlindungan kalian". jelas Princess
Akh!
Lee terdengar begitu frustasi setelah mendengar kabar bangkit nya Black Fire
" Tuan Muda ". Peter menatap Lucifer penuh rasa khawatir
" Semua akan baik baik saja Uncle tenang lah ". sahut Lucifer mengerti dengan situasi saat ini
Princess masih terlihat berjalan kesana kemari dengan tangan kanan nya menopang dagu serta tangan lain nya menunpu tangan kanan nya.
Huft!
" Kenapa masalah semakin rumit dan sebenarnya apa yang terjadi ?". Princess berpikir keras tentang apa yang terjadi saat ini
" Jadi apa rencana selanjutnya?". Seru Lee menatap Princess
" Tidak ada ". sahut Princess enteng
" Hahhh". kaget Lee menatap Princess seolah tak percaya
" Memang nya apa yang bisa kita lakukan sekarang ! kita lihat saja beberapa bulan atau minggu yang akan datang bisa ku pastikan Black Devil akan hilang tanpa jejak". ucap Princess mendudukan diri nya di sebelah Lee
" Kau sangat yakin bila Black Devil bisa di lumpuh kan dengan mudah ?". Peter masih belum bisa percaya tentang kebangkitan Black Fire
" Black Devil memang sangat kuat oleh sebab itu mereka menempati posisi ke 2 mafia terkuat di dunia tapi itu bukan jaminan bahwa Black Fire tak bisa menghancurkan mereka dari dalam". ucap Princess dengan tenang
" Sungguh tak masuk akal , Argggghhh.. ". geram Peter mengacak rambutnya kasar
" Kembalilah !! pertajam mata dan telinga kalian perkuat pasukan jangan biarkan ada celah sedikit pun sampai pihak musuh bisa masuk " titah Princess
" Kau mengusir ku gadis nakal ?". tanya Lee
" Bisa di katakan begitu semakin lama kau berada di sini maka semakin mudah pihak musuh memasuki Mafia mu begitu pun dengan mu Peter ". kata Princess dengan tenang
" Huftttt , Baiklah Tuan Muda jaga diri mu ". kata Peter beranjak berdiri di ikuti Liu
" Hubungi aku bila terjadi sesuatu Peter musuh kita sekarang bukan lah orang sembarangan ". Princess menatap Peter dengan senyum tersungging di salah satu sudut bibir nya
" Eummm aku mengerti ". paham Peter meninggalkan ruangan itu di ikuti Liu di belakang nya
" Lalu kau ?". Princess menatap Lee di sebelahnya yang masih tak bergeming
" Ckk,,,, Kim ayok kita pergi ". kata Lee beranjak berdiri
" Kau tak ingin lebih lama di sini Kim?". goda Princess menatap Kim
" Jangan menatap Kim seperti itu , ayo kita pergi !! ". Lee langsung menyeret Kim keluar dari dalam ruangan sedangkan Princess hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya
" Baby kau sangat senang sekali mengoda Kim ". Lucas terkekeh dengan apa yang di lakukan Princess
" Lc mulai sekarang kau harus lebih berhati hati ". ucap Princess lalu pergi meninggalkan ruangan itu
" Eumm ". paham Lucifer
" Apa ? ". tanya Lucas saat dirinya di tatap oleh Lucifer
" Tidak ". ucap Lucifer pergi meninggalkan Lucas
" Aneh ". cibir Lucas dan pergi menyusul Lucifer