Princess Vlaron

Princess Vlaron
04 Aku siapa ?



Perlahan tapi pasti kedua mata itu perlahan terbuka mengedarkan pandangan nya menelisik setiap sudut mencoba mengingat apa yang sudah terjadi


" sudah bangun ". tanya wanita paruh baya itu kepada gadis di hadapan nya


Gadis itu masih melihat sekeliling , satu hal yang bisa di pastikan bahwa sekarang diri nya tengah berada di dalam pesawat , gadis itu kembali menatap wanita paruh baya " siapa kau". tanya gadis itu sambil menaikkan salah satu alis nya


" apa kau melupakan aku hahhh ,,, dasar bocah tengil bisa bisa nya kau pergi meninggalkan aku huhh". cibir wanita paruh baya itu


" siapa kau ". tanya lagi gadis itu


wanita paruh baya itu kemudian mendekat dan memeluk tubuh gadis itu sedang kan yang di peluk hanya diam tanpa berniat membalas pelukan wanita itu , sekian lama akhirnya wanita itu melepaskan pelukan nya kemudian menjitak kepala gadis itu


" huhhhh bocah tengil , apa kau benar benar tidak ingat aku hahh?". tanya nya lagi


" aku nenek mu bocah tengil , Yasmin Vlarious itu lah nama ku ". kata nya lagi sambil memandang sinis gadis itu


" aku bukan cucu mu nenek tua dan aku tidak mengenal diri mu". kata Putri sembari bangkit dari tempat tidur nya


" dan kenapa kau menculik ku hahhh?". tanya nya lagi dengan sedikit kesal


" aku tidak menculik mu , tapi aku membawa mu ketempat yang seharus nya kau datangi ". cibirnya lagi


ya dia adalah Yasmin Vlarious wanita paruh baya itu merupakan nenek dari Sivanya Smith Afandi , entah kenapa wanita itu menculik gadis yang entah ada hubungan apa dengan diri nya , kemarin diri nya mendapat kan kabar bahwa gadis yang di cari nya berada di sebuah hotel oleh sebab itu dia menyuruh beberapa bawahan nya untuk menculik gadis itu


flashback on


malam itu Nenek Yasmin mendapatkan kabar dari bawahan nya mengenai gadis yang sedang dia cari


" gunakan cara halus jangan sampai dia terluka seujung kuku pun". ucap Nenek Yasmin kepada seseorang di seberang sana


" baik Nyonya ". ucap orang di seberang sana


tuttt panggilan terputus sepihak


" bagaimana ". tanya seorang pria pada teman nya itu


" ayok". tanpa menjawab pertanyaan teman nya pria itu berjalan pergi dan teman nya itu hanya berjalan mengikuti


kini mereka telah sampai di sebuah hotel di mana gadis yang di incar oleh Nyonya mereka berada mereka hanya mengawasi saja melihat sekeliling tiada yang mencurigakan


" apa ". tanya pria 1


" kembali ke mobil". jawab pria 2


mereka pun kembali ke dalam mobil dan masih terus memantau hotel itu dari jarak yang sedikit jauh , setelah di dalam mobil pria 2 merogoh benda pipih persegi panjang dari saku nya kemudian memain kan nya


tuttt tutttt


" Halo". Ucap nya


"kenapa kau menghubungi ku malam malam begini". tanya seorang wanita di seberang sana


" aku perlu bantuan mu Hotel xxxx kamar 621 seorang gadis , besok pagi akan ku bawa ". ucap nya lagi dan memutuskan sambungan telpon secara sepihak tanpa menunggu jawaban di seberang sana


" cihh pria aneh". cibir wanita di seberang sana dia sangat kesal karena sambungan telpon nya terputus


ke esokan hari wanita itu menjalankan rencana nya , berpakaian ala pelayan hotel kemudian berjalan menuju kamar sang gadis dengan membawa nampan berisi makanan , setelah memastikan sang gadis sudah tertidur karena obat tidur yang sudah dia campur ke makanan nya , kemudian wanita itu menelpon seseorang beberapa saat kemudian dua pria datang , pria 1 mengendong gadis itu menuju mobil sedang kan pria 2 membawa tas yang berisi barang barang dari gadis itu, sebelum pergi pria 2 berkata " kerja bagus , bayaran mu akan ku transfer ". ucap nya lalu pergi meninggal kan kamar itu.


setelah sampai di dalam mobil mereka bergegas meninggalkan hotel menuju bandara hanya dalam waktu 20 menit mereka sudah sampai di bandara , seorang wanita paruh baya menghampiri mereka kemudian menatap gadis itu


" bawa dia ". ucap nya kemudian berjalan masuk ke dalam pesawat


pria 1 dengan sigap mengendong gadis itu sampai ke dalam pesawat di letakkan nya secara perlahan di atas ranjang kemudian pria itu pergi setelah memberi hormat kepada wanita paruh baya itu


flashback off


" jadi apa tujuan mu nenek tua" . tanya Putri melirik sinis wanita paruh baya itu sedangkan yang di tanya hanya diam tanpa sepatah kata


perlahan tapi pasti sekarang mereka telah tiba di sebuah pulau yang di kelilingi laut semua sisi pulau itu adalah laut , Putri menatap kagum akan keindahan pulau itu sambil berjalan mengikuti wanita paruh baya yang mengaku nenek nya , setelah berjalan cukup jauh tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan wanita paruh baya itu kemudian dia masuk ke dalam mobil


" masuk lah perjalanan masing jauh ". kata Nenek Yasmin


Putri hanya menurut saja tanpa bertanya kemana dia akan di bawa setelah beberapa saat perlahan mobil itu masuk ke dalam sebuah bangunan lebih mirip benteng dari pada di sebut dengan rumah , bangunan dengan pagar dinding setinggi 5 meter itu cukup menyeram kan jika di lihat dari luar , Nenek Yasmin beranjak turun dari mobil dan di ikuti oleh Putri


" Ayok masuk ". ucap nya


lagi dan lagi Putri hanya menurut saja tanpa ingin membantah toh nanti juga dia akan tau kemana dia akan di bawa,


setelah masuk ke bangunan itu lebih tepat nya benteng , Putri dapat melihat dengan jelas betapa mewah bangunan itu jika di lihat dari dalam barang barang bernilai fantastic tentu saja dia tau itu


" duduk nya anggap rumah sendiri ". kata Nenek Yasmin sambil menunjuk arah sofa di sudut bangunan itu


"Ck ,,, sofa di sudut ruangan lebih mirip tempat persembuyian ". cibir nya kemudian berjalan menuju sofa itu dan mendudukkan bokong nya di sana


Bagaimana tidak seperti tempat persembuyian sofa itu berbeda dari yang lain tinggi semua sisi nya hampir 1 meter serta warna hitam di semua sisi tentu saja jika duduk disana bisa tertelan


sedang kan Nenek Yura menghampiri teman nya di taman belakang


" kau sudah datang". ucap pria paruh baya itu


" apa tujuan mu kemari , sudah lama semenjak kau membawa Vanya pergi dari sini kau tak pernah ke sini lagi". ucap pria paruh baya itu lagi


" kau tentu tau aku bukan ? tapi sekarang tujuan ku masih ada hubungan nya dengan Vanya cucuku". lirih Nenek Yasmin memandang pria di hadapan nya itu


" sudah lah semua sudah terjadi , sudah takdir , tak ada yang bisa merubah nya". ucap nya lagi


" aku tau itu Mogo ". ucap Nenek Yasmin


Ya pria paruh baya itu adalah Professor Mogo , dokter sekaligus peneliti yang sangat berpengaruh hampir di semua negara dokter bedah serta keahlian nya dalam meracik racun membuat nya sangat terkenal banyak orang yang mengincar diri nya untuk bekerjasama baik ilegal maupun legal tapi selalu di tolak nya sehingga dia memutuskan mengasingkan diri di pulau pribadi milik nya


" lalu apa tujuan nya mu". tanya professor Mogo


" ikutlah ". ucap Nenek Yasmin sambil beranjak bangun duduk nya dan berjalan masuk ke dalam bangunan itu


setelah sampai di dalam Nenek Yasmin menunjuk ke salah satu sudut bangunan itu , Professor Mogo hanya mengikuti arah yang di tunjuk oleh Nenek Yasmin dan terlihat lah gadis cantik itu sedang duduk sambil menaikkan salah satu kaki nya


" siapa dia". tanya Professor Mogo


" cucu ku ". jawab Nenek Yasmin


" hahhhh ? apa kau tidak waras kau hanya memiliki satu cucu yaitu Vanya dan sekarang Vanya sudah tiada , lalu cucu siapa yang kau bawa itu ". kata Professor Mogo sambil berjalan mendekati gadis itu dan duduk di hadapan gadis itu , Professor Mogo menatap tajam gadis itu menelisik setiap bagian tubuhnya


" siapa nama mu Nona Muda ". tanya Professor Mogo kepada gadis di depan nya


" Putri Wulandari , Panggil saja Putri ". ucap nya sambil tersenyum


" kau berasal dari Indonesia ". tanya Professor Mogo


" umm iyaa". jawab Putri


kemudian Professor Mogo bangun dari duduk nya mendekati Nenek Yasmin dan menarik tangan nya sedikit menjauh dari ruang tamu


" Ck ,,,, sebenarnya siapa gadis itu? dia berasal dari Indonesia bukahkan kau tidak punya saudara di sana ?". tanya Professor Mogo


" apa kau pernah mendenger sebuah legenda Mogo ? satu tubuh dua jiwa ?". tanya Nenek Yasmin tanpa mau menjawab pertanyaan yang di berikan Professor Mogo


" Hahhhh ,,,, apa maksudnya itu ". jawab Professor Mogo dengan wajah bingung nya


" seseorang yang sudah tiada tapi jiwa nya belom tiada dia akan mencari tubuh yang bisa dia pengaruhi atau merebut tubuh seseorang ". jelas Nenek Yasmin


" hahahaha kau bercanda Yasmin kita hidup di zaman modern tidak ada yang seperti itu ". kata Professor Mogo


" dari mana kau tau itu semua Yasmin buku mana yang kau baca hah atau siapa orang bodoh yang bercerita seperti itu kepadamu ". Ucap Professor Mogo sambil tertawa


" Vanya muncul dalam mimpi ku dan ada gadis itu di sana ". jawab Nenek Yasmin lagi


" hanya mimpi Yasmin lagi pula apa hubungan gadis itu dan Vanya , setahu ku Vanya tidak pernah ke Indonesia sebelum nya lalu di mana dia mengenal gadis itu". kata Professor Mogo sambil menunjuk ke arah Putri yang tengah sibuk mengamati setiap sudut bangunan itu


" sudah ku katakan nya Mogo dia ada bersama Vanya dalam mimpi itu , Vanya berkata akan balas dendam ". ucap Yasmin lagi dengan sedikit berteriak


" tapi itu hanya mimpi dan ...". Professor Mogo menjeda perkataan nya itu sambil melirik Putri


" kau bilang satu tubuh dua jiwa " . ucap Professor Mogo


" yaa". kata Nenek Yasmin


" tapi itu mustahil aku ingat sekarang aku tau tentang hal itu tapi aku tak percaya bagaimana mungkin bisa ". ucap Professor Mogo


sejenak mereka berdua saling pandang dan mengangkat bahu bersamaan tanda tak ada yang tahu pasti apa yang semesta rencanakan


Di sisi lain Putri merasa bosan dia beranjak bangun dari duduk nya berjalan mengitari bangunan itu menelisik ke setiap sudut sampai di sebuah tempat yang mirip dengan laboratorium atau memang laboratarium sungguhan tapi dia tak peduli dan melangkah pergi sampai lah di sebuah ruangan lebih mirip dapur tapi tak ada peralatan masak yang ada hanya kompor dan kulkas dia melirik sebuah jus di salah meja di sana perlahan dia mendekat


Drrtttt drtttt terdengar bunyi handphone dia merogoh saku nya melihat benda pipih itu bergetar lalu menggeser warna hijau itu


" halo ". ucap nya sembari mengambil botol minuman itu dan meneguk nya


" kak aku rindu ". ucap bocah sd itu yang tak lain adalah adik bungsu nya Andika


" cihh kakak mu ini baru pergi beberapa hari saja kau sudah rindu apalagi bertahun tahun aku pergi nya ".kata Putri lagi


" tapi tetep rindu kakak , kita video call yuk kak ". kata Andika


" ummm nanti aja ya kakak lagi sibuk soal nya". ucap Putri sembari mengusap hidung nya yang mengeluarkan darah


" nanti kakak telpon lagi ya , bye adik ku sayang". ucap Putri lagi dan memutuskan sambungan telpon nya


" Arrrrgggghhhhh ". teriak nya


Di sisi lain bangunan itu Professor Mogo dan Nenek Yasmin yang mendengar ada yang berteriak segera berlari menuju ke tempat orang yang berteriak itu , sampai di sana mereka di kejutkan dengan Putri yang sudah duduk di lantai dan mengusap- usap hidung nya yang terus mengeluarkan darah , Professor mogo membantu memapah Putri menuju sofa kemudian merebahkan tubuh nya


" kenapa bisa begini apa kau punya penyakit serius ". tanya professor Mogo


Putri hanya menggeleng kan kepala nya , Professor Mogo mengambil sapu tangan dari saku nya dan mendekat untuk membersihkan darah yang mengalir dari hidung gadis itu sepintas aroma yang dia kenali tercium dari nafas gadis itu seketika dia memblalakan matanya


" Tidak mungkin ". ucap nya


" kenapa Mogo" panik Nenek Yasmin melihat gadis di depan nya itu