Princess Vlaron

Princess Vlaron
Lucifer terluka



Princess berjalan menyusuri lorong untuk sampai di kelasnya tapi di tengah jalan dia berpapasan dengan Lucifer . Princess menatap tajam ke arah Lucifer , pria itu nampak semakin kurus dan wajahnya sedikit pucat tapi tidak mengurangi kadar ketampanan nya , Lucifer berjalan menjauh Princess berbalik dan menatap punggung Lucifer yang menghilang di ujung lorong.


Princess berbalik lalu melanjutkan langkah nya menuju kelas pikirannya masih tertuju pada Lucifer " Mungkin dia hanya kelelahan ". gumam Princess di sela langkah nya


Setelah pelajaran selesai Princess membereskan buku di atas meja nya lalu memasukkan nya ke dalam tas kemudian Princess beranjak keluar dari dalam kelas


Tin


Tin


Tin


Justin mengklakson mobilnya di depan Princess dan Princess yang melihatnya hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil


" Langsung pulang ?". tanya Justin


" Iya kak , aku masih banyak tugas jadi langsung pulang saja". ucap Princess dia memang sedang bersiap untuk ujian jadi tugas nya bertambah banyak


Mobil Justin berhenti tepat di depan gerbang Mansion Smith . Princess langsung turun dari mobil tanpa berucap apapun pada Justin sedangkan Justin langsung melajukan mobilnya meninggalkan Mansion Smith


Huft!!


Princess menghembuskan nafasnya kasar kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang .


Waktu berlalu sangat cepat malam pun tiba tapi Princess masih berkutat dengan laptop dan buku nya terlihat Princess sangat serius menatap laptop nya sesekali jari nya bergerak lincah di atas keyboard


******


Brummm


Brummm


Brummm


Suara motor sport terdengar membelah jalanan di malam hari dengan lincah nya menyalib kendaraan di depan nya


Cittttt


Decitan ban motor bergesek dengan aspal terdengar begitu ngilu di telingga . Lucifer mengerem motor nya secara mendadak saat melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan nya bahkan nyaris tak ada jarak antara motor dan mobil itu , tiga orang pria keluar dari dalam mobil . Lucifer melepaskan helm nya kemudian turun dari motor ketiga pria itu mendekat ke arahnya begitupun dengan Lucifer mereka berhadapan tatapan mereka bertemu Lucifer nampak tenang dengan situasi saat ini


" Kita bertemu lagi dan malam ini kau akan habis di tangan ku !!". ucap pria itu sembari mengepalkan kedua tangan nya


" Kau terlalu percaya diri ". sinis Lucifer menatap Lexi tajam


Pria itu adalah Lexi dengan 2 orang teman nya


" Kau!!! serang dia ". titah Lexi pada teman nya


Lucifer nampak tenang saat melawan mereka jalanan juga nampak sepi tak ada kendaraan lewat apalagi jalanan itu merupakan jalan tikus yang hanya beberapa orang saja yang lewat sana. Lucifer dan Lexi masih saling serang


Bughh


Bughh


Lucifer terhempas mengenai motornya dan jatuh


" Lemah". cibir Lexi menyeringai


" Kau !!!!". geram Lucifer bangkit berdiri langsung menerjang Lexi


Pertarungan sengit di antara mereka 3 lawan 1 cukup menguras tenaga Lucifer apalagi Lexi lumayan kuat cukup lama pertarungan itu hampir 20 menit belum bisa di pastikan siapa yang akan menang


Jlebbb


Argggghhh


Lucifer jatuh berlutut memegangi perutnya akibat luka tusukan dari pisau yang di pegang Lexi


" Lemah ". cibir Lexi lagi


Lucifer bangkit berdiri dengan memegang luka di perut nya dan masih berusaha untuk melawan Lexi


Bughh


Duaghh


Brukkk


Lucifer terhempas jatuh menimpa motor nya akibat pukulan Lexi sampai akhirnya dia pingsan tak sadarkan diri


" Cuihhhh lemah!". Lexi meludahi wajah Lucifer yang sudah tak sadarkan diri kemudian berlalu pergi bersama kedua teman nya


*****


Pagi menjelang semua orang nampak sudah berkumpul di meja makan


" Bagaimana dengan kuliah mu sayang ?". tanya Oma Yasmin pada Princess yang tengah memakan makanan nya


" Semuanya berjalan lancar Oma ". sahut Princess sambil melirik Lisa di seberang nya seolah tengah menyindirnya karena Lisa terus saja menggangu Princess


" Syukurlah kalau begitu cepat lah selesai kan kuliah mu agar kau bisa memimpin di perusahan". kata Opa Albert


Uhukk uhukkk


Jeremy tersedak setelah mendengar ucapan Albert dan Yura yang melihatnya langsung memberikan segelas air pada suami nya


Princess yang melihat itu hanya tersenyum kecut tiba tiba Princess merasakan dadanya terasa sakit tapi dia berusaha nampak biasa saja walaupun sebenarnya dia merasa khawatir tapi dia tak tahu apa yang tengah dia khawatir kan


*****


" Bagaimana keadaan nya Mark? ". tanya Lucas menatap Mark yang sedang mengobati Lucifer


" Dia baik baik saja hanya luka kecil ". ucap Mark


Mark bukan lah hanya orang kepercayaan Lee yang di berikan pada Princess tapi dia juga berprofesi sebagai dokter sama seperti Lee tapi setidaknya Mark bukanlah Psikopat


" Bagaimana ini bisa terjadi?". tanya Mark karena dia baru saja kembali dari Korea


" Aku pun tak tau tadi malam The One menemukan Lucifer tergeletak di pinggir jalan dengan luka di perutnya ". jelas Lucas


" Apa kau sudah tau pelaku nya ?". tanya Mark lagi


" The One tengah menyelidikinya karena di tempat kejadian tak ada CCTV atau semacamnya bahkan saksi pun tak ada ". frustasi Lucas mengacak rambutnya


" Eummm aku paham ". ucap Mark


" Jangan beritahu Princess dulu karena dia tengah bersiap untuk ujian ". pinta Lucas


" Baik ". kata Mark pergi meninggalkan Lucas yang masih setia menatap Lucifer yang tengah berbaring tak berdaya di atas ranjang


****


Princess nampak lesu setelah mengerjakan soal ujian dia menyusupkan kepalanya di antara tangan nya di atas meja dada nya masih terasa sakit rasa khawatir yang dia rasakan membuat nya tidak tenang tapi dia tak tau khawatir karena apa . Tadi dia sudah menelpon keluarga nya di Indonesia dan mereka memberitahu kalau mereka baik baik saja tapi tetap setelah itu Princess masih merasa cemas


" Kau baik baik saja Nona ?". tanya Justin


" Eumm hanya lelah setelah ujian ". elaknya


" Oo". Justin hanya ber- oria saja dan tetap fokus menyetir mobilnya sampai akhirnya mereka tiba di mansion Smith


*****


Malam hari


" Sebenarnya apa yang terjadi ?". tampak Lucas tengah mengintrogasi Lucifer di depan nya


" Hanya masalah kecil ". ucap Lucifer


" Kecil katanya mu !! kau bahkan mendapatkan 5 jahitan di perut mu ". kata Lucas mengangkat kelima jari nya di udara


" Sudah aku katakan hanya masalah kecil aku tak akan mati karena luka seperti ini ". cibir Lucifer


" Kau memang tak mati tapi kau pingsan tak sadarkan diri". ketus Lucas


" Namanya juga pingsan pasti tak sadarkan diri !". jawab Lucifer


" Kau!!! Argggghhh........ sebenarnya apa yang kau sembunyikan Lucifer tak biasanya kau sampai terluka seperti ini ? ". tanya Lucas lalu duduk di pinggir ranjang dia benar benar merasa bahwa Lucifer tengah menyembunyikan sesuatu


" Tak ada yang aku sembunyikan ! aku hanya lelah saja ". ucap nya


" Aku akan menganti perban nya ". ucap Mark datang menghampiri mereka


" Eummm ". Lucifer pun berbaring dan Mark langsung menganti perban nya


" Luka nya cukup dalam lebih baik kau jangan terlalu banyak bergerak". Mark memberi saran


" Eummm ". gumam Lucifer dengan nada malas


Tanpa sepengetahuan mereka Princess mendengar semuanya dia berniat ingin pergi ke markas untuk membahas sesuatu yang penting tapi yang dia lihat Lucifer tengah terluka saat ini. Princess mengepalkan kedua tangan nya erat matanya menatap nyalang ke arah Lucas karena dia tidak memberitahukan dirinya mengenai keadaan Lucifer. Princess berbalik dengan langkah tergesa- gesa keluar dari markas tatapan nya tajam bak elang yang siap mengoyak mangsanya.


" Roy , Rion dimana kalian ?". ucap Princess di balik earphone nya


" Dalam perjalanan ke markas ". sahut Roy masuk


" Temui aku di jalan xxxxx ". ucap Princess


" Baik ". seru Roy


Roy dan Rion merupakan duo devil dari The Black awalnya mereka hanyalah pembunuh bayaran yang di sewa oleh Jeremy untuk membunuh Princess tapi semua itu gagal dan Princess mengajak mereka berdua untuk menjadi rekan nya karena kemampuan Roy dan Rion yang sangat hebat dalam menembak sampai akhirnya mereka berdua menjadi orang kepercayaan Princess dan sudah berlangsung selama 8 bulan.


Bugh


Bugh


"Argggghhh... Br*ngsek!!! S*alan !!!kalian harus mati ". Princess mengeram frustasi sambil memukul stir mobilnya. Dia melihat dengan mata nya bahwa Lucifer sedang tidak baik baik saja pada saat melawan Lexi , Lucifer seperti menahan rasa yang amat sakit dalam dirinya tapi dia tepat melawan Lexi sampai akhirnya terkena tusukan dari pisau yang di pegang Lexi


Tin


Tin


Suara mobil berhenti di belakang mobil Princess dua orang pria turun dan langsung menghampiri Princess


" Prin!". hormat mereka seraya menunduk


Princess menurunkan sebelah kaca mobilnya menatap kedua pria yang setengah menunduk di samping mobilnya" Bereskan mereka berdua tanpa menyisakan jejak !!! sisanya biar aku yang urus ". titah Princess langsung menaikkan kaca mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi tanpa menunggu jawaban dari kedua pria tadi


" Ayok!!". Roy dan Rion segera pergi dari tempat itu untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Princess mereka


Princess mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya tiba di tempat tujuan dia menepikan mobilnya lalu dia beranjak turun dan berjalan secara perlahan sesekali dia mengedarkan pandangan nya ke setiap arah. Princess menatap tajam rumah mewah di hadapan nya secara perlahan dia masuk melalui pintu belakang


" Sepi sekali ". gumam Princess setelah berada di dalam rumah mewah itu dia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 1 dini hari. Princess melanjutkan langkahnya menyusuri setiap sudut rumah itu sampai akhirnya dia tiba di dapur , sekian lama Princess berada di dapur lalu dia melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju lantai 2 rumah itu


Ceklekk


Pintu kamar terbuka secara perlahan menampilkan Princess berjalan masuk secara perlahan dia melihat Lexi tengah asik bermain video game di komputernya sedangkan Lexi yang masih fokus bermain game tidak menyadari keberadaan Princess


" Ekmmmm"


Karena mendengar suara Lexi menghentikan aktivitas nya lalu menoleh mencari sumber suara itu


" Siapa kau ?". Lexi beranjak bangkit dari duduknya saat melihat Princess berada tepat di belakang nya


" Aku ? malaikat maut mu !!!". seru Princess dengan wajah datarnya


'' Kau !!!! berani nya masuk ke dalam kamar ku !! ". geram Lexi menunjuk wajah Princess


" Aku tak ingin basa basi aku mengingikan nyawanya mu !!". seru Princess mengeluarkan pisau lipat kesayangannya dan langsung menyerang Lexi


Mendapatkan serangan secara mendadak membuat Lexi menjadi geram dan langsung membalas serangan Princess. Pertarungan itu cukup lama karena Lexi juga jago dalam bela diri


Bughhh


Bughhh


Brukkk


Lexi terhempas ke dinding dan jatuh ke lantai , kamar yang awal nya rapi sekarang menjadi seperti kapal pecah " Kau !!!". geram Lexi bangkit berdiri menerjang Princess


Dengan kaki jenjang nya Princess menendang Lexi menyebabkan nya mundur beberapa langkah . Princess mendekat ke arah Lexi dengan memainkan pisau kesayangannya " Kau melukai kesayangannya ku di sebelah mana ?". tanya Princess terdengar santai tapi sebenarnya dia bertanya di bagian tubuh mana aku harus menikam mu , hehe


" Siapa kau sebenarnya ?". gugup Lexi berjalan mundur . Dia seolah mencari celah untuk melarikan diri tapi tak menemukan nya


Princess yang sudah muak langsung menyerang Lexi dan Lexi masih mencoba untuk menangkis semua serangan dari Princess


Jlebbb


Jlebbb


" Argggghhh....". Lexi terjatuh ke lantai setelah mendapatkan 2 tusukan tepat di perut nya . Princess berjalan mendekat menekuk kedua kaki nya menyetarakan tingginya dengan Lexi


" Ini adalah hukuman untuk mu karena sudah menyentuh kesayangan ku !!!".tekan Princess


Jlebbb


Jlebbb


Argggghhhhh


Lexi tewas seketika setelah mendapat 2 tusukan yang tepat mengenai jantung nya. Princess tersenyum menyerigai ketika melihat musuh nya sudah tewas dia menjilati sisa darah yang menempel di pisau nya " Cihhhhh darah nya benar benar hambar ". decih Princess langsung pergi meninggalkan kamar Lexi


Princess menyandarkan tubuhnya di kap mobil sembari menatap rumah mewah itu dari kejauhan


Boommmm


Bommmmm


Bommmmm


Tiga ledakan besar dari dalam rumah mewah itu membuat Princess tersenyum tipis . Bom yang dia lempar keseluruh penjuru rumah serta tabung gas yang sengaja dia bocorkan menyebabkan ledakan itu terjadi dan dapat di pastikan tidak ada yang bisa selamat


Princess masuk ke dalam mobil dan melajukan nya menuju ke markas jam menunjukkan pukul 4 dini hari


" Bagaimana?". tanya Princess di balik earphone nya


'' Beres tanpa menyisakan jejak ". sahut Roy dan Rion kompak


" Kita bertemu di markas ". seru Princess


" Oke ". Roy dan Rion menjawab bersamaan


Mobil Princess berhenti tepat di depan markas utama di ikuti oleh Roy dan Rion di belakang nya. Princess bergegas berjalan masuk ke dalam markas


" Baby ? pagi pagi buta kau datang ke markas ? ". Lucas yang baru saja dari dapur tak sengaja melihat Princess lewat di depan nya


Bughh


Satu pukulan mendarat tepat di perut Lucas menyebabkan dia terhuyung ke belakang


" Itu karena kau tak memberitahu aku soal kondisi Lucifer ". ketus Princess


" Ahhh itu maaf Baby aku tak ingin kau khawatir! aku dengar kau sedang ujian ". elak Lucas sambil menahan rasa sakit akibat pukulan Princess


Princess tak mendengar nya dia langsung menuju ke kamar Lucifer


Ceklek


Princess berjalan masuk dia menatap Lucifer yang tengah tertidur wajah nya selalu tampan . Princess berjalan mendekat dan membenarkan selimut nya lalu beranjak pergi


" Dia baik baik saja ". ucap Lucas yang sejak tadi berdiri di depan pintu


" Eummm". Princess berjalan menuju ruang kendali di ikuti oleh Lucas di belakangnya


" Apa kau habis bermain ? dan kau tidak tidur ?". tanya Lucas


" Eummmm". Princess masih kesal dengan Lucas oleh sebab itu dia tak ingin berbicara dengan Lucas


" Baby ! maafkan aku yaa". bujuk Lucas


" Ya ". jawab Princess datar


" Cihhhh ". decih Lucas menatap punggung Princess yang semakin menjauh


" Baby tunggu !". teriak Lucas mengejar Princess


Princess menatap ratusan layar monitor di depan nya yang memperlihatkan seluruh jalanan di negara nya " Pasangkan CCTV di sebelah sini dan di sini ". tunjuk Princess pada layar monitor di depan nya


" Bukankah itu tempat kejadian Lucifer ". tanya Lucas


" Ya aku tak ingin kecolongan lagi ". seru Princess


" Oke ! tenang lah Baby dia baik baik saja eumm !". Lucas mendekat dan memeluk Princes . Lucas sangat paham bahwa saat ini Princess tengah khawatir soal kondisi Lucifer


" Aku gagal menjaga nya ". lirih Princess dalam pelukan Lucas


" Tidak Baby jangan bicara seperti itu !". ucap Lucas sembari mengelus lembut rambut Princess


Brakkkk


Pintu di dobrak secara paksa pelaku adalah Roy " Tu.....Tuan Muda ". kata Roy dengan nafas ngos-ngosan


Princess menatap Lucas dia tau pasti panggilan Tuan Muda di peruntukkan untuk siapa , siapa lagi kalau bukan si bungsu Lucifer dari The CL


" Apa yang terjadi ?". panik Princess langsung berlari menuju ke kamar Lucifer di ikuti Lucas dan Roy di belakangnya


" Apa yang terjadi Mark?". Princess berjalan masuk dan melihat Mark berada di samping Lucifer


" Dia mengigil dan keringat muncul di dahi nya ". seru Mark


Princess mendekat ke arah ranjang Lucifer dan Mark beranjak berdiri lalu menjauh membiarkan Princess berada di dekat Lucifer. Princess dapat melihat bahwa Lucifer tengah mengigil kedinginan walaupun dia memakai selimut tebal serta keringat terus muncul di dahi nya hingga jatuh mengenai pipi nya


" Kenapa bisa seperti ini ? ". Princess menyeka keringat Lucifer dengan sapu tangan nya


" Saya tidak bisa menduga tapi kita harus segera membawanya ke rumah sakit !". seru Mark


" Roy ".


" Baik ". Roy langsung keluar dari dalam kamar karena namanya di panggil dan dia tentu saja tau apa tugas nya


Lucas dan Mark langsung mengotong tubuh Lucifer untuk di bawa ke rumah sakit . Princess lebih dulu masuk ke dalam mobil di ikuti Lucas dan Mark yang membaringkan Lucifer di bangku belakang kemudian Lucas langsung duduk di kursi kemudi dan Mark di samping nya sedangkan Roy dan Rion menyusul dengan mobil yang berbeda


" Kenapa bisa seperti ini Lc ? Apa yang kau sembunyikan selama ini ? ". sendu Princess mengelus kepala Lucifer yang berada di pangkuan nya


" Cepat Lucas ". perintah Princess


" Ini sudah cepat Baby ! tenang lah ". ucap Lucas