Princess Vlaron

Princess Vlaron
Lucifer membaik



Peter dan Liu berlari di lorong rumah sakit dengan tergesa-gesa setelah mendengar kabar bahwa Lucifer akan di operasi , mereka segera meluncur dari China menuju ke Jerman dengan jet darurat.


" Bagaimana ? apa operasi nya berhasil ?". tanya Peter ketika sudah berhadapan dengan Lucas


" Belum ". jawab Lucas seadanya


Peter mengedarkan pandangan nya seperti sedang mencari seseorang " Dimana Princess?". tanya Peter kemudian duduk di kursi panjang di samping Lucas


" Entah sejak tadi aku tak melihat nya ". ucap Lucas lalu beranjak berdiri dengan kedua tangan di lipat di dada sesekali dia berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi


Sementara di dalam ruang operasi Princess masih menatap tajam apa yang di lakukan Lee dan rekan nya . Princess masih tak bergeming dari tempatnya dengan kedua tangan di lipat di depan dada pikiran nya jauh nerawang entah kemana yang pasti dia hanya berharap bahwa operasi nya akan berhasil kalau tidak , tidak dapat di pastikan apa yang akan terjadi pada Lee dan ke empat rekan nya itu


5 Jam berlalu tapi belum ada tanda tanda bahwa operasi nya akan selesai . Princess hanya menghembuskan nafasnya kasar lalu beralih menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tatapan masih tertuju pada Lucifer


*****


" Bagaimana ? apa kalian menemukan sinyal dari Princess?". Oma Yasmin bertanya sambil terus berjalan mondar-mandir dengan ponsel di tangan kanan nya


" Belum Oma ! sangat susah mendeteksi keberadaan Princess ". ucap Justin yang masih fokus pada komputernya


" Hufttt ,,,, bermain di mana lagi gadis nakal itu ?". ucap Oma Yasmin memijit pelipis nya


" Apa Nona Muda tidak memberitau kemana dia akan pergi Oma ?". seru Kevin


" Tidak !! Huhhhh". Oma Yasmin menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan tangan nya masih terus bergerak di atas layar ponsel nya


" Bagaimana ? ". Kevin mendekat ke arah Justin lalu ikut menatap layar monitor di depan nya dan Justin hanya mengeleng kan kepalanya bahwa dia tak dapat menemukan keberadaan Princess


" Seperti ada sesuatu yang menutupi sinyal lokasi Nona Muda ! tapi apa dan siapa? ". ucap Kevin duduk di sebelah Justin


" Gadis itu benar benar !!!! di negara mana lagi gadis itu bermain?". geram Oma Yasmin bangkit berdiri dari duduknya . Justin berbalik dan menatap Oma Yasmin , Kevin pun ikut berbalik dan bangkit dari kursi nya


" Oma harus kembali !! kalian teruskan cari di mana gadis nakal itu berada". titah Oma Yasmin lalu beranjak pergi sebelum itu dia mengambil tas yang dia letakkan sebelumnya di atas meja dengan kasar


Hufttt!


Justin menghembuskan nafasnya kasar kemudian berjalan menuju lemari pendingin di sudut ruangan dan mengambil minuman kaleng lalu membuka dan langsung meneguk nya hingga tandas " Di mana gadis itu sebenarnya ". ucapnya


" Entahlah sangat sulit mendeteksi nya bahkan satelit Vlaron tak mampu menembus nya ! Sebenarnya apa yang di lakukan Nona Muda mu itu ?". seru Kevin menggelengkan kepalanya


" Huhhh ,,,,, aku terlalu mengangap remeh gadis kecil itu ! ". ucap Justin tersenyum tipis sangat tipis bahkan Kevin tak menyadari nya


********


Lampu di depan ruang operasi berubah warna yang tadi nya berwarna merah sekarang menjadi hijau lalu mati.


" Lampu nya sudah mati itu artinya operasi nya sudah selesai!". seru Liu menunjuk ke arah lampu di atas ruang operasi dan yang lain nya pun ikut menoleh ke arah sana


Di dalam ruang operasi Princess masih menampilkan wajah datar nan dingin dengan tatapan mengintimidasi ke arah dokter yang baru saja menyelesaikan operasi nya " Bagaimana?". tanya Princess mendekat ke arah ranjang Lucifer


" Berhasil !! tapi dia sudah meninggal ". ucap Lee dan menunjuk ke arah samping di mana ranjang Jems berada


" Hufttt!! aku akan mengurus nya segera pindah kan Lucifer ke ruang rawat !". ucap Princess datar lalu beranjak pergi


Setelah kepergian Princess , Lee membereskan peralatan nya begitupun dengan ke empat rekan nya


" Aku tak ingin berurusan dengan gadis itu lagi ". seru salah satu dokter yang merupakan rekan Lee


" Ya kau benar!! aku pun tak ingin berada di dekat nya dia seperti monster apalagi wajah dingin nya itu membuat ku merinding ". seru yang lain nya


" Sudah sudah ini yang pertama dan yang terakhir ! cepat bereskan apa kalian mau kalau gadis itu kembali ke sini ?". ucap Lee


" Eumm".


Mereka pun melanjutkan membereskan alat alat yang tadi mereka gunakan untuk operasi


Di luar ruang operasi Princess keluar dengan wajah dingin nya dia mengedarkan pandangan nya sampai akhirnya menemukan Lucas dan yang lain nya tengah duduk di kursi panjang samping ruang operasi


" Baby kau berada di dalam ruang operasi?". tanya Lucas mendekat ke arah Princess lalu beralih menatap pakaian yang Princess kenakan


" Eummm! aku hanya mengawasi mereka saja ". ucap Princess


" Operasi nya berjalan lancar kan ?" . celetuk Peter yang masih setia duduk di kursi


" Ya tapi pria itu sudah meninggal ". ucap Princess


" Aku akan mengurus pemakaman nya ". ucap Peter beranjak berdiri


" Roy , Rion kalian pergi lah ke panti asuhan itu !! beli lahan di sekitar nya aku ingin merenovasi nya dan carikan lahan untuk sekolah mereka . Kita akan menjadi donatur utama panti asuhan itu sebagai balas jasa atas pengorbanan Jems". ucap Princess


" Baik". seru Roy dan Rion kompak


" Aku pun akan menjadi donatur dari panti itu". seru Peter yang masih berada di samping Lucas . " Ayo Liu kita persiapkan segala sesuatu untuk pemakaman Jems ". ucap Peter berlalu pergi di ikuti Liu di belakang nya


Lucifer di pindahkan ke ruang rawat tentu saja ruang VVIP sesuai perintah Princess sedangkan Peter dan Liu mengurus segala keperluan untuk pemakaman Jems . Roy dan Rion pun sudah berangkat ke panti asuhan dan sekarang mereka sedang melakukan transaksi jual beli lahan di sekitar area panti . Sedangkan Princess dan Lucas dalam perjalanan menuju ke tempat pemakaman Jems , Liu dan Peter sudah berada di sana termasuk Roy dan Rion serta anak anak panti


Princess menatap gundukan tanah di depan nya dia berjongkok memegang batu nisan bertuliskan Jems Fredi pria yang sudah mendonorkan tulang sumsum nya untuk adik kesayangannya Lucifer. " Aku akan menepati janji ku ! kau tenang lah di alam sana dan Terimakasih banyak ". ucap Princess lalu beranjak berdiri . Princess menatap anak anak panti yang berjumlah sekitar 50 orang dia merasa sangat kasian pada mereka di usia belia mereka sudah menjadi anak yatim


" Roy , Rion antar kan anak anak kembali ke panti dan hubungi orang kepercayaan ku untuk mengurus mereka di panti setelah itu kalian kembali lah ke rumah sakit ". titah Princess


Roy dan Rion langsung membawa anak anak panti pergi dari area pemakaman . Sekarang tinggal mereka berempat di sana Lucas , Princess , Peter dan Liu


" Kita kembali ke rumah sakit". ucap Princess dengan dingin nya dan mereka pun pergi dari area pemakaman menuju ke rumah sakit


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah sakit . Princess segera menuju ke ruang rawat Lucifer di sana terlihat Lee sedang memeriksa kondisi Lucifer


" Bagaimana ?". tanya Princess berjalan masuk di ikuti yang lain nya


" Beberapa jam lagi dia akan sadar ". ucap Lee


Hufttt!!


Princess menghembuskan nafasnya kasar " Berapa lama? aku ingin dia sadar sekarang ! sekarang juga aku merindukan nya sungguh aku merindukan mu ". ucap Princess mengelus lembut wajah Lucifer


" Dia akan sadar sebentar lagi eumm! kau sabar lah ". ucap Lucas menghampiri Princess .


" Aku pasti akan menghukum nya kalau dia sadar nanti ! dia sudah membuat aku khawatir bahkan aku mengeluarkan air mata berharga ku untuk diri nya ". ucap Princess


" Iya kau bisa menghukum nya nanti! tapi sekarang lebih baik kau istirahat saja ya kau pasti capek". ucap Lucas tersenyum


Princess pun berbalik dan berjalan menuju ke sofa di mana Peter dan Liu berada tapi suara dari seseorang yang sangat dia rindukan menghentikan langkah kaki nya


" Jadi kau menyesal sudah mengeluarkan air mata berharga mu untuk ku begitu Nona Muda !". ucap Lucifer dengan mata masih terpejam


Princess berbalik dengan senyum mengembang di bibirnya kemudian berlari mendekati Lucifer dan memegang tangan nya "Kau bocah nakal ! kau sangat senang membuat aku khawatir hahhh! aku hampir saja kehilangan akal sehat karena mu ". oceh Princess dengan senyum terus terpancar dari wajah cantik nya


Peter mendekat ke arah mereka " Kau sudah sadar Tuan Muda? bagaimana apa ada yang sakit ?". tanya Peter


Lucifer membuka matanya dengan perlahan . Orang pertama yang dia lihat adalah Princess di sisi kanan nya dengan senyum terpatri di wajah cantik nya " Uncle aku ingin air ". ucap Lucifer tapi mata nya masih fokus menatap Princess


" Kenapa kau menatap ku begitu ? aku memang cantik aku tau itu ". seru Princess dengan percaya diri sedang kan Lucifer hanya tersenyum manis mendengar nya


" Ini minum lah ". Peter memberikan segelas air pada Lucifer sebelum itu dia lebih dulu membantu Lucifer menyandarkan tubuh nya di ranjang


" Jadi berapa lama aku tertidur ? ". tanya Lucifer


" Sangat lama kau tau itu ! bahkan dia selalu mengamuk pada kami semua karena mu". sinis Lee menatap Princess sedangkan Lucifer hanya tersenyum manis sangat manis membuat Princess mengacak rambut nya karena saking gemas nya


" Hey kau hentikan!! oh astaga rambut ku". keluh Lucifer menepis kasar tangan Princess tapi Princess semakin senang mengoda Lucifer


" Jadi ceritakan bagaimana aku bisa berada di sini ?". tanya Lucifer dan mereka saling lirik kemudian Lucas membuka suara " Akan aku ceritakan ". seru nya


Lucas pun menceritakan semuanya pada Lucifer sedangkan Lucifer yang mendengar nya merasa sangat bersalah karena sudah menutupi penyakit nya itu


" Sudah sudah yang terpenting sekarang kau sudah sehat ! itu lebih dari cukup dan mulai sekarang jangan pernah menyembunyikan apapun dari ku kau paham itu Lc ". kata Princess penuh penekanan pada Lucifer


" Baik dan Maaf ". ucap Lucifer dengan mata berkaca kaca menahan air mata nya


Princess langsung memeluk Lucifer dan menenangkan nya " Sudah ! kau jangan cengeng , masak calon raja penguasa dataran China menangis ". ucap Princess menepuk pundak Lucifer


" Aku tidak menangis ! mata ku kemasukan debu ". elaknya sambil menyeka air mata nya . Princess melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah tampan Lucifer kemudian menyeka air mata yang menetes di pipi nya


" Jangan menangis oke ! ingat lah Lc kau harus menjaga diri mu demi kau aku dan kedua orang tua mu . Kau harus membalas kan kematian mereka oke ! jadi stop jangan cengeng ". ucap Princess sembari tersenyum


" Eummm"


" Istirahatlah lah ini sudah larut ". kata Princess membenarkan selimut Lucifer dan Lucifer langsung membaringkan diri nya lalu memejamkan mata nya


Mereka pun istirahat karena hari sudah sangat larut


Keesokan pagi


Princess lebih dulu bangun lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu dia bersiap siap untuk menyelesaikan tugas kuliah nya karena semenjak Lucifer berada di Jerman Princess mengerjakan tugas nya lewat Kuliah Online


Hoammm


Lucifer terbangun sambil meregangkan otot nya yang kaku lalu beralih menatap Princess yang masih anteng duduk di sofa dengan kaki selonjoran dan laptop di pangkuan nya " Apa yang kau lakukan ?". tanya Lucifer


" Mengerjakan tugas kuliah apa lagi ? semenjak kau berada di sini aku mengerjakan nya lewat Online". ucap Princess dengan mata masih fokus lada laptop nya


" Maaf!". lirih Lucifer


" Tak apa ! lupakan saja ". ucap Princess menatap Lucifer dan memberikan senyum manis nya


Ceklekk


Pintu terbuka menampilkan Lucas berjalan masuk sambil menenteng banyak kantong plastik yang berisi makanan


" Ayok kita makan ! aku sudah membeli banyak makanan ". seru nya dan di saat yang bersamaan Lee dan Peter masuk ke dalam ruangan


" Ayok! aku pun sangat lapar ''. ucap Princess menaruh laptop nya lalu beranjak menuju meja makan di samping sofa


" Kau mau makan apa Lc ?". tanya Princess


" Aku tak ingin makan ! nanti saja kalau sudah lapar ". ucap Lucifer


" Oke ! ". ucap Princess


********


China waktu setempat


" Bagaimana? kapan kita akan memulai rencana mu itu ? ". tanya seorang pria pada teman nya


" Aku harus mencari waktu yang tepat ! sepertinya gadis itu tak dapat di remehkan". ucap pria itu yang tak lain adalah Andrew


" Kau benar! dia benar benar cerdas dan licik pergerakan nya sangat susah di tebak . Aku bahkan tak dapat menembus keamanan nya dan kau tau adik angkat ku sekarang ada bersama nya ". seru pria itu yang tak lain adalah Jerry kakak angkat dari Lucifer


" Jadi adik angkat mu masih hidup ? kenapa kau tak membunuh nya dulu?". tanya Andrew


" Aku sudah meracuni nya tapi entah siapa yang menyelamatkan nya dan membawa dia pergi ". kata Jerry


"Ohh! lalu Black Devil apa sudah kau musnahkan ? ". tanya Andrew lalu meneguk minuman di depan nya


" Sudah !! mereka sudah lenyap sekarang tinggal Red Fox aku tak sabar ingin berhadapan dengan mereka . Aku dengar King nya yang sekarang tidak terlalu kuat jadi mungkin akan sangat mudah untuk menghancurkan Red Fox ". ucap Jerry tersenyum smrik


" Tapi kau harus tetap berhati hati bagaimana pun Peter bukan orang sembarangan ". ucap Andrew


" Aku tau oleh sebab itu aku sudah menyiapkan rencana untuk membantai habis Red Fox ". ucap Jerry


Andrew Benedict merupakan putra semata wayang dari Alfaris Benedict dan Agata Nelson . Andrew sangat membenci ayah nya Alfaris karena ayahnya selalu saja berbuat kasar pada ibu nya Agata . Alfaris sangat mencintai seorang wanita bernama Sherly Afandi yang tidak lain adalah ibu dari Sivanya Smith Afandi tapi Sherly tidak mencintai Alfaris . Cinta bertepuk sebelah tangan membuat Alfaris menerima perjodohan dari orang tua nya dengan wanita bernama Agata Nelson tapi Alfaris tidak pernah mengangap keberadaan Agata dan selalu berbuat kasar pada nya karena Alfaris masih mencintai Sherly.


Andrew yang mengetahui kelakuan kasar ayah nya tanpa pikir panjang langsung membunuh nya dan ibu nya yang mengetahui kalau suami nya di bunuh oleh anak nya sendiri kemudian menjadi gila karena itu Andrew sangat membenci keluarga Smith dan Vlaron dia bertekad untuk menghancurkan kedua keluarga itu di mulai dari kecelakaan orang tua Vanya serta kematian Vanya sendiri


Sedangkan Jerry sendiri merupakan putra pertama dari Ronald Horison dan Rosela Cartolius bernama lengkap Jerry Horison Cartolius dan adik nya Sonia Horison Cartolius kekasih dari Andrew Benedict. Jerry sendiri merupakan Leader Gangster Black Fire dia bersumpah akan membalaskan dendam kematian ayah serta ibu nya akibat pembantaian yang terjadi 15 tahun lalu. Dia dan adik nya Sonia terpisah karena pembantaian itu . Jerry kemudian di angkat sebagai anak oleh Robby Dominic dan Rexa Queenesya seorang pengusaha asal China sedangkan adik nya hilang entah kemana sampai akhirnya mereka kembali bertemu . Andrew dan Jerry bekerja sama untuk menghancurkan seluruh Mafia yang ikut dalam pembantaian keluarga nya . Andrew pun mendapatkan keuntungan karena bantuan dari Jerry kakak dari kekasih nya dia bisa menghancurkan keluarga Smith dan Vlaron