Princess Vlaron

Princess Vlaron
Ganti rugi mobil Rion



Princess menaiki anak tangga menuju ke kamar nya di lantai dua Markas utama The CL , di belakangnya Justin senang tiasa mengikuti diri nya. Princess yang menyadari terus di ikuti oleh Justin hanya tersenyum tipis


" Kenapa mengikuti ku , honey?". tanya Princess seraya menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Justin yang masih berdiri di depan pintu


" Berapa banyak hal yang kau sembunyikan dari ku , baby ?".tanya Justin seraya menaik turunkan kedua alis nya serta kedua tangan nya melipat di depan dada


Princess tersenyum smrik lalu dia melangkah mendekati Justin ." Banyak hal honey dan kau sudah pasti tau bukan , berapa banyak hal itu ". kata Princess membuat Justin mengerutkan kedua alis nya menciptakan guratan di dahi nya


" Kau sungguh licik ,baby !". Justin terkekeh pelan seraya menghembuskan nafasnya pelan sedangkan Princess hanya mengulum senyum nya tipis


Princess menyambar jaket jeans hitam nya di atas ranjang kemudian mengambil kunci mobil nya di atas nakas kemudian Princess berbalik menatap Justin di depan nya


" Kita harus kembali ke Mansion Vlaron , honey !". kata Princess


" Baiklah !". Justin pun berbalik dan berjalan beriringan dengan Princess mereka menuruni anak tangga . Sampai di bawah sudah ada Lucifer dan Lucas berdiri tegap mereka sedang menunggu penjelasan dari sang Princess


" Mansion Vlaron , sekarang !". tekan Princess mendahului sebelum Lucas angkat bicara


" Aisss menyebalkan sekali !". keluh Lucas mengerucut kan bibir nya sedangkan Princess hanya bergidik geli melihat raut wajah Lucas


Mereka pun menaiki mobil dan Justin sebagai kemudi di samping nya Princess duduk dengan cantik dan di belakang terdapat dua L . Mobil mereka pun meninggalkan Markas The CL . Hanya keheningan yang terasa , Justin hanya fokus pada jalanan sedangkan Princess lebih fokus pada ponsel nya dan duo L tengah asik bermain game . Beberapa menit kemudian mereka sampai di Mansion Vlaron . Mereka pun turun dari dalam mobil


Princess menyapu area Mansion Vlaron memastikan semua nya aman terkendali . Pandangan nya terfokus pada sebuah mobil Buggati Divo warna hitam terparkir cantik di sana , Princess tersenyum tipis tanpa berkata dia langsung masuk ke dalam Mansion


Justin menyandarkan tubuhnya di kap mobil . Lucas hanya menggelengkan kepalanya


" Mobil itu lagi ?". seru Lucas menatap intens mobil Buggati Divo itu


" Seperti mobil Rion yang sudah hancur itu bukan ? ". tanya Lucifer


" Yaa dan tentu nya gadis itu tak akan ketinggalan berita bila sudah mengenai tentang mobil ". kata Lucas


" Kalian pun sama bila sudah berurusan dengan motor !". celetuk Justin angkat bicara dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua masuk ke dalam Mansion


" Siapkan makan siang untuk kami !". titah Princess


" Baik Nona Muda !". ucap kepala pelayan itu kemudian berlalu pergi


Princess menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan mata terpejam pikiran nya berkelana jauh di sana . Derap langkah kaki mendekat semakin terdengar Princess membuka mata nya . Lucas dan Lucifer sudah duduk di sebelah nya sedangkan Justin terlihat sedang menerima telpon


" Apa ?". ketus Princess menatap Lucas dengan jengah karena Lucas menatap Princess dengan intes


" Apa kau sedang pms ?". heran Lucas padahal dia hanya diam saja tapi sepertinya mood sang Princess tengah tidak stabil


" Kau menatap ku seperti aku adalah seorang tersangka ". kata Princess


"Oh ayolah , sebenarnya kalian ini kenapa ?". tanya Lucifer entah dia benar tidak tau atau hanya berpura-pura tidak tau dengan wajah polos nya dia hanya nyengir saat Princess dan Lucas menatap nya tajam


" Aku hanya bercanda !". Lucifer mengangkat kedua jari nya di udara , peace


" Apa otak kecil mu sudah tidak berfungsi dengan benar Lc ?". geram Princess


" Tentu saja itu berfungsi dengan baik !". kesal Lucifer menatap jengah Princess sedangkan Lucas hanya terkekeh geli


Justin pun mendekat dan duduk di depan Princess dengan raut wajah sulit di baca tapi tidak dengan Princess dia sudah tau apa yang sudah terjadi . Princess pun hanya diam saja


" Ada apa ?". tanya Lucas pada Justin


" Apa kau sudah tau , baby ?". tanya Justin pada Princess tanpa menjawab pertanyaan Lucas


" Cihhh ! ". decih Lucas saat dia tak di hiraukan


" Aku tau dan aku sudah menduga bila Jerry akan bergerak cepat !". kata Princess


Hufft


Justin menghembuskan nafasnya kasar saat mendengar ucapan Princess


" Makan siang nya sudah siap Nona Muda !". Kepala pelayan itu menghampiri mereka semua dengan sedikit menunduk kan kepalanya


" Selesai kan itu nanti lebih baik sekarang kita makan siang dulu !". titah Princess bangkit berdiri lalu menuju ke meja makan dan di ikuti oleh yang lain nya


Sementara itu di Jerman


Jerry tengah mengamuk semua barang-barang di dalam ruang kerja nya hancur berantakan . Di pojok ruangan Kenta tengah asik menyesap batang rokok nya di atas sofa Andrew dan Sonia duduk dengan anteng nya di antara mereka tak ada yang berani menghentikan kemarahan Jerry


" Apa dengan menghancurkan semua barang mu kau akan bisa keluar dari negara ini ?". celetuk Kenta


" Argghhhhh ...... Gadis sialan itu benar-benar menyebalkan ! Kenapa dia harus mengurung kita di sini ?". geram Jerry masih melempar semua barang nya


" Sepertinya gadis itu punya rencana lain !". seru Andrew


Princess sudah memblokir semua akses jalan keluar dari negara Jerman untuk Jerry, Kenta , Andrew dan Sonia . Baik darat laut maupun udara mereka tak akan bisa meninggalkan negara Jerman


" Sepertinya rencana gadis itu di luar jangkauan kita ". sambung Sonia


" Apapun rencana nya aku harus tetap bisa mengalahkan gadis itu dan membuat nya bertekuk lutut di hadapan ku ". geram Jerry menjatuhkan tubuhnya di atas sofa


Kenta menghembuskan asap rokok itu di udara kemudian dia menekan sisa rokok nya di atas meja dan membuang puntungnya ke sembarangan arah kemudian dia berjalan mendekat ke arah Jerry dan duduk di depan nya


" Lalu apa rencana mu ? aku tak ingin terkurung di sini dalam jangka waktu yang panjang ".ucap Kenta


" Arggghh .... biarkan aku berpikir dulu !". desa'h Jerry mengacak rambutnya kasar sedangkan Kenta nampak tersenyum tipis bahkan tak ada yang menyadari nya


Tiba-tiba saja suasana di dalam sana menjadi hening . Andrew melirik Sonia sekilas di sebelah nya kemudian dia melirik Kenta di depan nya tapi Kenta nampak acuh saja sedangkan Sonia melirik tak suka ke arah Kenta itu pun di sadari oleh Kenta sendiri


" Kenapa kau menatap ku seperti itu ?". ucapan Kenta membuat Sonia kaget


" Tidak !! ". elak Sonia membuang wajahnya ke sembarang arah


Jerry yang melihat nya hanya menggeleng kecil . Jerry masih nampak sedang berpikir memikirkan rencana untuk bisa keluar dari negara Jerman tapi itu semua pasti akan sia- sia karena Princess tidak akan memberikan celah sedikitpun untuk Jerry bisa pergi


Di saat yang bersamaan anak buah Jerry datang dan menghampiri Jerry


" Boss , mereka sudah tertangkap dan semua senjata itu sudah di ambil kembali oleh King B ". lapor seorang pria dengan tubuh sedikit bergetar


Jerry menampilkan raut wajah dingin nya dia sudah menduga bahwa rencananya sudah terendus oleh King B maupun Princess


" Pergi lah !". Jerry mengibaskan sebelah tangan nya mengusir pria itu dan pria itu pun pergi


" Jadi rencana mu gagal total ?". seru Kenta


" Ckkk,,,, gadis itu membuat ku semakin ingin memiliki nya dia sangat cerdas dan licik seperti nya lawan ku saat ini memang selevel ". kata Jerry tersenyum smrik


" Lalu apa rencana mu selanjutnya kak ?". giliran Sonia angkat bicara


" Akan aku pikirkan nanti !". seru Jerry bangkit berdiri lalu melenggang pergi . Kenta menatap kepergian Jerry dengan raut wajah sulit di artikan sedangkan Andrew dan Sonia lebih fokus memperhatikan Kenta


Kenta tanpa berucap pun bangkit dan ikut pergi dari sana menyisakan Andrew dan Sonia di sana


" Aku semakin curiga dengan pria itu ". decak Sonia


" Tapi kakak sangat percaya pada nya ". kata Sonia lagi


" Kita akan mencari bukti bila pria itu adalah lawan bukan kawan ". kata Andrew menatap Sonia intens dan Sonia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju


Kembali ke Singapura


Pukul 7 malam


Terdengar deru mesin mobil berhenti di pelataran Mansion Vlaron dan keluarlah dua pria tampan dari dalam mobil itu yang tidak lain adalah Duo R


Roy dan Rion berjalan masuk ke dalam Mansion sedangkan di dalam sana Princess dkk sudah menunggu mereka di meja makan dan langsung saja Roy dan Rion bergabung di meja makan


Princess menatap intens tubuh Roy dan Rion dari ujung rambut sampai ujung kaki memastikan bahwa mereka pulang tidak membawa luka sedikitpun


" Apa semuanya sudah beres ?". tanya Princess


" Sudah !". jawab Roy


" Belum !". jawab Rion


Princess menaik turun kan kedua alis nya setelah mendengar jawaban yang berbeda dari Duo R begitu pun yang lain nya mereka menatap Roy dan Rion secara tajam


" Baiklah selesai kan malam ini . Hal apapun itu aku ingin malam ini harus sudah selesai karena akan ada hal baru di keesokan hari , sekarang makan lah !". jelas Princess sambil melirik Justin sekilas sedangkan Justin dia hanya diam saja dan mulai mengambil makanan nya begitu pun yang lain nya


Ucapan sang Princess terdengar begitu enteng tapi sebenarnya itu berisi penekanan bila dia ingin masalah ini secepatnya di selesaikan dan waktu nya hanya lah malam ini


Mereka makan dengan nikmat serta hanya ada keheningan tak ada yang mengeluarkan suara hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar . Mereka saling melirik satu sama lain tapi sekejap kemudian mereka saling acuh dan kembali fokus pada makanan nya


Beberapa saat kemudian mereka sudah menyelesaikan acara makan malam nya . Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu . Princess masih fokus pada ponsel nya , jam menunjukkan pukul 9 malam


" Rion !". panggil Princess tapi mata sang Princess masih tetap fokus pada ponsel nya


" Ada apa ?".


" Tangkap !". Princess melempar sesuatu ke arah Rion dan di tangkap secara sempurna oleh Rion


" Apa ini ?". tanya Rion membolak-balikkan kunci mobil yang baru saja di lempar oleh sang Princess


" Ganti rugi untuk mobil mu !". jelas Princess tanpa melihat ke arah Rion dia masih fokus pada ponsel nya


" Cihhh,,,,, kau beruntung sekali !". kata Lucas melirik Rion


" Dia pantas untuk itu !". kata Lucifer membela Rion


" Benarkah mobil ini ?". tanya Rion tak percaya karena itu merupakan mobil terbaru yang baru saja di beli oleh Princess


" Tentu saja !". kata Princess bangkit berdiri . " Pergi dan selesai kan jangan kembali membawa luka atau kalian akan tau akibatnya , dan satu lagi jangan ganggu aku karena aku ingin istirahat ". kata Princess lagi , setelah mengucapkan hal itu Princess melesat pergi lalu menaiki anak tangga menuju ke lantai atas


Kelima pria itu masih diam tak bergeming , Justin menyandarkan tubuhnya di sofa dengan mata terpejam begitupun dengan Lucas


" Baiklah aku harus pergi !". Rion bangkit lalu melesat pergi


" Pergi lah ". acuh Lucifer yang masih asik bermain game


" Aku ingin istirahat ". ucap Roy bangkit berdiri lalu melenggang pergi menuju ke kamar nya


Sekarang hanya tinggal 3 orang di sana . Justin membuka mata nya lalu dia bangkit berdiri ". Aku juga harus pergi!". ucap nya


" Yayaya pulang nya sebelum hari esok ". seru Lucas dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Justin bagaimana pun Justin paham akan maksud terselubung dari perkataan Lucas


Tanpa berkata Justin langsung pergi dari Mansion Vlaron


" Apa??". tanya Lucas kesal karena Lucifer menatap nya tajam


" Apa kau tidak keterlaluan dengan nya ?". tanya Lucifer


" Jadi kau membela nya ?". kesal Lucas


" Tidak juga !". elak Lucifer lalu bangkit berdiri kemudian pergi meninggalkan Lucas seorang diri di sana


Lucas hanya mendengus kesal kemudian merebahkan tubuhnya di atas sofa


" Bagaimana ? aku akan membantu mu dari sini ". suara Roy terdengar dari balik earphone milik Rion yang baru saja dia pasang


" Tahan dulu sebelum jam 11 malam aku tidak bisa bertindak gegabah karena pihak militer masih berjaga di sana ". jelas Rion sambil menambah kecepatan mobilnya


" Baiklah , aku akan tetap mengawasi mu dari sini !". kata Roy sambil terus fokus pada layar monitor di depan nya


" Pantau terus mereka dan laporkan setiap saat pada ku ". kata Rion


" Akan ku lakukan , kau tenang saja ". kata Roy menyeringai


" Aku percaya kan padamu , mereka hanya lah sekumpulan tikus kecil yang ingin bermain dengan Princess kita , tak akan aku biarkan mereka bisa lolos untuk kali ini ". decak kesal keluar dari mulut Rion


Berbeda dengan Justin , dia saat ini sudah sampai di Markas Red Blood. Kevin yang melihat kedatangan Justin langsung berjalan menghampiri nya


" Di mana mereka ?". to the point Justin saat Kevin sudah di depan nya


" Ruang bawah tanah !". jawab Kevin dan Justin langsung bergegas menuju ke ruang bawah tanah untuk menemui para penghianat itu


Di dalam ruang bawah tanah itu dua orang pria sudah lemah tak berdaya karena ulah Kevin yang sudah memberikan mereka pelajaran


" Jadi mereka yang sudah berani menghianati ku ?". decak Justin berjalan masuk dengan kedua tangan nya di masukan ke dalam saku celananya


Dua pria itu mendongak kala melihat Justin semakin mendekat ke arah mereka . Tubuh kedua pria itu bergetar hebat bisa di bilang mereka sedang ketakutan saat ini . Aura Justin sungguh kuat dan langsung bisa membunuh lawan dengan hanya menatap nya tajam


" Maafkan kami , King !". ucap seorang pria itu menundukkan kepalanya


" Maaf ? yang benar saja kalian meminta maaf setelah berbuat kesalahan yang sangat fatal !". geram Justin mengeluarkan pisau lipat kesayangan dan memainkan nya di udara


" Mohon maafkan saya King , saya khilaf ". mohon kedua pria itu


" Tidak akan !". ucap enteng Justin semakin mendekat


Kedua pria itu semakin ketakutan mereka tak mungkin bisa melarikan diri dari King B apalagi tangan dan kaki mereka di ikat di sebuah kursi serta luka di tubuh mereka yang membuat mereka lemah tak bertenaga


" Maafkan kami, King !". ucap pria itu benar-benar memohon


" Kalian pikir kalian siapa sampai aku harus memaafkan seorang penghianat . Sebelum kalian bertindak di luar batas seharusnya kalian sudah memikirkan segala konsekuensi nya bukan ?". tanya Justin sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan menyetarakan tinggi nya dengan kedua pria itu . Wajah Justin tepat berada di depan kedua pria itu dan membuat kedua pria itu ketakutan setengah mati


" Apa kalian menyesal sekarang ?". tanya Justin lagi


Gubrakkk


Pintu di dobrak secara kasar dan membuat Kevin yang berdiri di depan pintu sangat kaget . Justin menoleh dan di lihat nya pria tampan itu berdiri di depan pintu masuk dengan raut wajah sulit di baca sedangkan Kevin hanya bisa mengelus dada nya sambil berucap sabar


" Apa yang kau lakukan kak ? kau membuang waktu mu dengan berada di sini apalagi bermain dengan penghianat kelas rendahan seperti mereka ". ucap sinis Vano melirik kedua pria itu membuat mereka semakin merinding karena aura Vano sama seperti aura King B kakak nya


Kevin menghembuskan nafasnya kasar dia sudah cukup bermain tadi jadi dia memilih tak ingin ikut campur dan memilih untuk diam di pojokan menyenderkan sebelah bahu nya di dinding dan membiarkan kedua saudara itu menghukum penghianat yang sudah membuat kekacauan di pabrik senjata milik Red Blood