Princess Vlaron

Princess Vlaron
Afrika selatan



Sementara di Negara Afrika selatan


" Apa kau yakin ini alamatnya ?". tanya Peter pada Liu


" Menurut ku ini benar sesuai dengan alamat yang di berikan Nona Princess". jawab Liu


" Tapi ini hanya Castil tua !! apa jet itu ada di dalam sana ?". tanya Peter yang masih melihat sekeliling


" Kita harus masuk untuk memastikan nya sendiri ". ucap Liu mengkode mafioso nya


" Ingat mereka bukan musuh jangan dulu membunuh sebelum mereka yang memulai ". tekan Peter


" Sudah ku atur ". ucap Liu berjalan menuju pintu gerbang


Beberapa mafioso Red Fox melempar bom asap di depan Castil itu dan setelah nya penjaga di sana pingsan tak sadarkan diri . Liu dan Peter langsung memasuki Castil dan beberapa mafioso berjaga di luar Castil


" Castil ini sangat sepi di mana penghuni nya ". kata Peter melihat sekeliling tak ada penjaga dalam Castil lalu Mereka naik menuju ke atas


" Liu periksa semua ruangan di sini ". perintah Peter


" Baik". ucap nya berlalu pergi


Tap


Tap


Tap


Derap langkah kaki dengan sepatu Vantopel mengema di sisi kiri Castil seorang Pria paruh baya berjalan mendekati Peter dan Peter yang melihatnya menodongkan pistol nya ke arah Pria itu


" Siapa kau ?". tanya Peter


" Kau bertamu ke Castil ku tapi tak tau nama ku". tekan Pria itu


" Kau George Kennef ". ucap Peter menurunkan pistol nya dan berjalan mendekat ke arah pria paruh baya yang bernama George Kennef


" Ternyata kau sudah cukup tua ". cibir Peter setelah sampai di hadapan George


" Apa tujuan mu ke sini ? sepertinya kau bukan orang sembarangan ". ucap George mengelilingi tubuh Peter


" Aku mengingikan jet tempur rancangan pertama buatan ayah mu ". tekan Peter berbalik menatap George


" Hahhhh !!!! tau dari mana kau tentang jet tempur itu ?". ucap nya


" Kau tak perlu tau , aku hanya mengingikan nya aku akan membayar berapa pun yang kau mau". ucap Peter


" Apa kau kira aku orang miskin ? aku tidak membutuhkan uang". ucap George


" Kau bukan musuh ku bahkan kita baru pertama kali bertemu jadi bekerjasamalah sebelum aku berubah pikiran dan merobohkan Castil tua mu ini ". tekan Peter


" Cihhh kau mencoba mengancam diriku ?". tanya George


" Aku hanya memperingati diri mu ". ucap Peter


Liu datang menghampiri mereka dan beberapa mafioso di belakang nya. George menoleh melihat siapa yang datang setelah itu dia hanya menatap mereka tanpa bertanya.


" Aku katakan sekali lagi aku mengingikan jet tempur itu ! kau akan memberikan nya secara halus atau akan ku paksa ". tekan Peter


" Lakukan apa mau mu aku tak peduli ". ucap nya meninggalkan mereka menuju lantai bawah


" Hey kakek tua ". geram Peter mengikuti George turun ke bawah begitupun dengan Liu dan beberapa mafioso lain nya


________


Kembali ke sisi Princess


pagi menjelang


Hari ini hari pertama Princess kuliah dengan pakaian serba hitam nya dia menuruni anak tangga


" Pagi Oma Opa ". teriak nya berlari menuju meja makan


" Pagi sayang". ucap Oma Yasmin sedangkan Opa Albert hanya tersenyum


Princess menarik kursi di sebelah Oma nya lalu melirik Jeremy di hadapan nya .


sarapan pagi berjalan dengan lancar tanpa ada pembicaran begitupun dengan Princess sedari tadi hanya melirik mereka satu persatu.


" Oma ,Opa , Princess berangkat ya ". ucap nya berlalu pergi dari meja makan


Sesampai nya di depan sudah ada Justin bersandar di samping mobil nya . Princess bergegas masuk ke dalam mobil begitupun Justin.


Beberapa saat kemudian mobil mereka telah sampai di sebuah Universitas management Singapura .


" Nanti jemput aku jam 2 ya kak ". ucap nya beranjak turun dari mobil


" Baik Nona Muda ". ucap Justin lalu melajukan mobil nya menuju perusahan Citrus


Beberapa saat kemudian dia sampai di Citrus Corporation Justin langsung masuk dan menemui Opa Albert


" Ada apa Opa ? kenapa menyuruh ku ke sini". tanya Justin yang sudah berada di ruang kerja Opa Albert


Di saat yang bersamaan Lucas masuk ke dalam ruangan itu bersama Oma Yasmin


" Kau sudah di sini Justin ?". tanya Oma Yasmin


" Iya Oma ". ucap Justin menatap pria di sebelah Oma nya


" Lucas Alexander ". ucap Lucas menjulurkan tangan nya di hadapan Justin


" Justin William ". ucap Justin menyambut uluran tangan Lucas


" Lucas akan mengantikan Opa sebagai CEO Citrus ". ucap Opa Albert


Justin menaikkan sebelah alisnya lalu kembali menatap Lucas


" Apa kita pernah bertemu sebelum nya ?". tanya Justin


" Sepertinya tidak aku baru datang dari China ". ucap Lucas


" Baiklah lanjutkan pembicaran kalian Opa dan Oma akan kembali ke mansion ". ucap Opa Albert


" Baik Opa ". ucap mereka kompak


Oma Yasmin dan Opa Albert berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dan membiarkan mereka untuk berbicara berdua


" Jadi kau berasal dari China ?". tanya Justin berjalan menuju sofa dan menjatuhkan tubuhnya di sana


" Iya begitu ". ucap Lucas menuju sofa


" Kau yakin kita tak pernah bertemu sebelum nya ? . tanya Justin


" Iya aku sangat yakin ". ucap Lucas


Mereka melanjutkan pembicaraan mengenai bisnis baik Justin dan Lucas sama sama paham benar dengan dunia bisnis . Banyak hal yang mereka bahas sehingga tak terasa 2 jam sudah berlalu .


" Baiklah lain kali kita akan melanjutkan pembicaraan ini , aku harus menjemput Nona Muda setelah ini ". ucap Justin beranjak berdiri


" Oke kalau begitu ". ucap Lucas dan ikut berdiri


Justin meninggalkan perusahaan Citrus menuju ke perusahaan Vlaron masih ada beberapa jam lagi untuk menjemput Nona Muda nya.


" Ada apa Nick ? kenapa kau menyuruh ku ke sini ? ". tanya Justin mendudukkan bokongnya di sofa ruang kerja Nick


Nick Sandreas berasal dari keluarga Sandreas sekaligus sepupu dari Justin William dia menjabat sebagai Wakil CEO Vlaron Group


" Aku dengar Opa mengangkat seseorang untuk mengantikan nya di Citrus?". tanya Nick to the point


" Ya kau benar nama nya Lucas Alexander dia berasal dari China ". jawab Justin


" Apa kau mengenalnya ?". tanya Nick berjalan mendekati Justin


" Aku tidak yakin tapi sepertinya aku pernah bertemu dengan nya ". jawab Justin


" Apa kau tak curiga ? ". tanya Nick menatap Justin


" Curiga kenapa ?". jawab Justin menaikkan sebelah alisnya


" Opa mengangkat orang asing sebagai CEO ?". tanya Nick


" Aku percaya Opa punya maksud tersendiri". ucap Justin


" Baiklah , lalu bagaimana dengan Nona Muda kapan dia akan berkunjung ke sini?". ucap Nick


" Ahhhh iya aku melupakan nya ! aku harus menjemput nya ". ucap Justin beranjak berdiri


" Lain kali aku akan mengajak nya kesini ". ucap Justin berlalu pergi meninggalkan Nick


Princess berdiri di depan pagar mata nya menatap sekeliling nampak beberapa anggota The CL mengawasi nya dari kejauhan .


Tiinnn


Tinnnn


Justin mengklakson mobilnya tepat di depan Princess dan Princess langsung masuk ke dalam mobil


" Bagaimana hari pertama mu Nona ?". tanya Justin


" Biasa saja kak ". ucap nya


Drrrttt Drrrtttt


Princess merasa ada getaran di saku nya dan dia langsung mengambil benda pipih persegi panjang itu lalu menggeser warna hijau nya


" Halo ". ucap Princes


" Aku sudah menemukan orang nya tapi tidak dengan jet nya , dia meminta mu untuk kemari kalau tidak dia tak akan memberi tau di mana tempat jet itu berada ". ketus Peter di seberang sana


" Ummm ". ucap Princess


Princess mematikan sepihak panggilan itu


Justin menatap Princess karena sejak mengangkat telpon nya rauh wajah Princess berubah


" Nona apa kau baik baik saja ?". tanya Justin


" Iya kak hanya ssdikit tak enak badan ". ucap nya lesu


" Apa perlu kita ke dokter Nona ? ". tanya Justin


" Ahh tidak kita langsung ke mansion saja kak ". ucap Princess


Mobil mereka telah sampai di mansion Smith Princess turun dari mobil begitupun dengan Justin


" Nona apakah anda benar tidak apa apa ?". tanya Justin


" Tidak kak hanya kelelahan saja , aku masuk dulu ya kak". ucap Princess meninggalkan Justin


Sedangkan Justin hanya menatap nya binggung dan langsung masuk ke dalam mobil melajukan nya menuju markas nya


Sedangkan Princess langsung menuju ke dalam kamar nya mengemas beberapa pakaian nya .


" Oma Opa ". panggil nya menghampiri Oma dan Opa nya yang tengah berada dalam kamar


" Kenapa ?".tanya Oma Yasmin


" Aku akan pergi mungkin seminggu dan pastikan bahwa kau membuat alasan agar Justin tidak curiga ". ucap Princess menatap Oma nya dan langsung pergi tanpa mendengar jawaban .


" Dia gadis yang aneh". ucap Albert menatap istrinya


'' Begitu lah ". ucap nya


 


" Kita akan kemana Baby ? ". tanya Lucas saat ini Princess sudah berada di markas The CL


" Afrika ". jawab Princess


" Kenapa harus ke Afrika ? apa kau akan menonton piala Afrika ? ummmm seperti nya piala Afrika belom di mulai tahun ini ". kata Lucifer


" Kau ". geram Lucas menatap Lucifer


" Sudah !!! apa kalian ingin ikut atau tidak ". geram Princess meninggalkan mereka menuju helicopter yang sudah menunggu nya di samping markas


" Baby tunggu ". panggil Lucas


" Ah iya iya ". ucap Lucas menuju helicopter


beberapa saat helicopter mereka sampai di Bandara setelah itu Princess langsung menuju jet pribadinya


Beberapa jam berlalu hingga pagi tiba akhirnya mereka sampai di Afrika lebih tepatnya Afrika selatan. Princess turun dari pesawat begitupun Lucas dan Lucifer


" Castil tua ?". tanya Lucas saat taksi yang mereka tumpangi berhenti di sebuah Castil


" Diam lah ". ucap Princess berjalan masuk


Di dalam sana beberapa mafioso Red Fox bersenjata lengkap tengah berjaga . Princess berjalan melewati mereka begitu saja tanpa memperdulikan sapaan mereka tujuan nya hanya satu yaitu bertemu George.


" Kau benar benar tak dapat di andalkan Peter ". geram Princess saat melihat Peter tengah tertidur di atas sofa dan itu membuat Peter reflex terbangun


" Akhirnya kau datang juga ". ucap nya dengan wajah mengantuknya


" Uncle Peter ". teriak Lucifer menghampiri Peter dan langsung memeluk nya sedangkan Peter yang masih setengah sadar belom menyadari bahwa ada yang memeluk nya


" Siapa kau ?". tanya nya melepaskan pelukan Lucifer


" Uncle ". teriak Lucifer mengoyangkan kedua pundak Peter


Princess hanya memutar bola mata nya malas dan beralih menatap segelas air di atas meja dia berjalan menuju meja itu dan mengambil air itu kemudian di siram kan nya ke wajah Peter


" Kau ". geram Lucifer menunjuk Princess


" Astaga ". ucap Peter mengusap kasar wajah nya lalu pandangan nya beralih pada pemuda di samping nya


" Tuan Muda Varo , benarkah itu kau ". ucap nya memegang pundak Lucifer


Sedangkan Princess menaikkan sebelah alisnya tak mengerti dengan semua ini


" Iya Uncle ". jawab Lucifer


Peter langsung memeluk Lucifer begitu pun Lucifer membalas pelukan Uncle nya.


" Hentikan drama kalian dan di mana George ". bentak Princess


" Sabar Baby ". ucap Lucas mendekati Princess


" Itu dia ". tunjuk Peter kepada pria paruh baya yang tengah terikat di sebuah kursi


Princess berjalan mendekat dan melepaskan tali ikatan nya .


" Kau membuang waktu ku Pak tau ". cibir Princess menatap pria itu


" Jadi kau yang mengingikan jet tempur itu Nona ". ucap George tersenyum mengejek


" Kau !!!!!! katakan saja aku akan membayar nya ". geram Princess


" Apa wajahku ini seperti orang miskin ?". geram George berdiri dari kursi itu


" Lalu apa yang kau ingin kan ?". ketus Princess menatap George


Sedangkan George mengambil tongkat Baseball yang berada di dalam lemari kemudian mengayunkan nya di depan Princess


" Baiklah Nona mari kita bermain ". seringai George


" Bermain ?? menarik! baiklah ayok kita bermain apa tulang mu itu masih kuat untuk bermain ?". tanya Princess kemudian tersenyum mengejek


" Hahhh jangan terlalu meremehkan diri ku Nona Muda !! kita akan melihat nya nanti ". Ucap nya berjalan menuju samping lemari dan menekan sebuah tombol sampai akhirnya dinding itu bergeser dan nampak lah kumpulan tempurung kepala manusia berjejer rapi di dinding Castil.


Princess menekuk kedua alisnya tatapan nya tajam ke arah George


'' Jadi kau ingin memamerkan barang koleksi mu Pak Tua ?". cibir Princess


'' Kau benar Nona Muda dan kepala kecil mu itu akan menjadi bagian dari mereka ". Ucap George berbalik badan dan menunjuk dinding itu


" Hahahaha kepala ku ? di sana ? ". tawa Princess mengema di Castil itu


" Mari kita lihat Pak Tua kepala siapa yang akan tergantung di dinding itu ". Seringai Princess


" 119 tempurung kepala di dinding itu !! sebagai hukuman karena berani mengusik diriku ". teka George


" Dan Selanjutnya adalah Kepala mu Pak Tua ". cibir Princess berjalan mendekati George


" Cihhh mari bermain Nona Muda kalau kau mampu mengalahkan aku maka akan ku berikan Jet itu ". kata George


" Dengan senang hati aku akan mengirim mu ke akhirat pak tua ". ucap Princess mengeluarkan pisau lipatnya dan membuat George kaget


" Nyali mu lumayan besar sampai kau berani memegang pisau itu dengan tangan kosong". ucap George berjalan mendekati dengan tongkat Baseball di tangan kanan nya


" Kau tau tentang pisau ini ? tochh tochh ternyata walaupun kau tinggal di wilayah pengasingan kau juga terlihat sangat mengetahui dunia luar ". tekan Princess mengacungkan pisau nya ke depan wajah George


" Aku bukan tinggal di pengasingan Nona Muda hanya saja aku menjauh dari dunia luar ! Cihhh mereka hanya memanfaatkan ke cerdasan ku saja benar benar menjijikan ". cibir nya


" Terserah apa katamu pak tua mari kita bermain ". ucap Princess dan langsung maju menyerang George tapi George menangkis serangan Princess dengan tongkat Baseball nya


" Kau lumayan lincah ". ucap George di sela serangan nya


" Berisik". ketus Princess


mereka kembali bertarung barang barang dalam Castil hancur berantakan terkenal tongkat Baseball milik George sedangkan Princess hanya menyeringai karena niatnya sekarang hanyalah bermain bukan membunuh seseorang


" Kau ". geram George karena serangan nya selalu di tangkis oleh Princess


" Apa kau sudah lelah pak tua ". ucap Princess meloncat naik ke atas meja


Mereka yang berada di sana saling menyingkir memberi ruang pada dua makhluk itu menyelesaikan urusan nya.


" Kau gadis sialan ". kesal George memukul meja itu hingga terbelah dan Princess langsung melompat menghidari pukulan berikut nya


" Tochh tochh mari tangkap aku pak tua ". Ledek Princess berlari mengelilingi ruang tamu Castil itu


" Hahhh hahhh ". ucap George di sela lari nya dan menumpu tubuhnya dengan tongkat Baseball itu


"Kau kelelahan bermain dengan ku pak tau ". cibir Princess mendekat


Bughh


Brakkk


Brukkk


Princess menerjang dada George menyebalkan George mundur beberapa langkah hingga terbentuk dinding dan jatuh ambruk ke lantai


" Hukkk hukkkk kau !!!! ". geram George berusaha bangkit dengan bantuan tongkat Baseball nya


" Princess Casora Vlarious itu lah nama ku ". ucap Princess mendekati George dan menunduk menekuk kedua kaki nya menyetarakan tinggi nya dengan George


Deg


George terpaku tak percaya hingga akhirnya dia jatuh kembali ke lantai sedangkan Princess menaikkan sebelah alisnya menatap ke arah George


" Bagaimana bisa kau bermarga Vlaron gadis sialan ". bentak nya berusaha kembali bangkit


" Kau tau soal keluarga Vlaron ? ". Princess mengenyitkan dahi nya


" Siapa kau sebenarnya ?". tanya nya berjalan terlatih tatih ke hadapan Princess


"