Princess Vlaron

Princess Vlaron
Nyawa di balas dengan nyawa



Gela tawa terdengar begitu merdu di ruang tamu Mansion Smith Jeremy dkk sedang merayakan kemenangan mereka tanpa sadar bahwa maut sudah di depan mata


" Hahahaha aku sangat bahagia hari ini sekali mendayung dua pulau terlampaui ". seru Yura menyesap segelas wine di tangan nya


" Kau benar penghalang kita selama ini sudah tiada". gela tawa Jeremy mengema di seluruh mansion


Di belakang Mansion Smith terlihat seorang Pria tengah bercakap via telpon dengan seseorang di seberang sana


" Tuan besar situasi di sini kurang terkendali !!! dia pasti akan mengamuk setelah ini ". ucap Pria itu


" Lakukan yang terbaik selamatkan yang bisa di selamat kan tanpa membuatnya curiga ". ucap pria paruh baya di seberang sana


" Baik Tuan ". ucap Pria itu lalu memutuskan sambungan telponnya lalu dia beranjak pergi


" Kau benar Dad , para tua bangka itu sudah tenang di akhirat sana hahahaha". tawa Gery


Lisa dan Rendy saling lirik kemudian mereka tersenyum smrik


" Sebentar lagi kau akan menjadi CEO Citrus sayang". ucap Monica pada Gery suami nya


" Kau benar sayang". ucap Gery


Mereka pun tertawa bersama tanpa rasa takut sama sekali atas perbuatan mereka sedangkan dewi kematian sekarang tengah berjalan menuju ke arah mereka


Brakkkk


Pintu ruang utama di dobrak dengan keras nya . Jeremy dkk menoleh ke arah pintu utama. Princess berjalan masuk dengan raut wajah yang tak terbaca sorot mata nya penuh kebencian dan amarah kedua tangan nya mengepal erat rahang nya mengeras terdengar gertakan gigi di sela langkah nya


" Ho ho ho lihat ini siapa yang datang ". Jeremy bangkit berdiri dan menatap Princess dengan senyum sinis


" Apa kalian sedang berpesta ? toch tochh kalian sama sekali tak terlihat berkabung atas kematian anggota keluarga kalian ". ucap Princess dengan dingin nya


" Keluarga ? siapa ? hahahaha". Gery tertawa begitu keras nya


" Kau masih punya muka datang ke sini gadis kampung !! kau tak tahu di mana tempat mu hahh?". sinis Lisa menatap tak suka pada Princess


" Hahahaha !!!! kalian benar benar menjijikan rendahan dan tak tau malu ". tawa Princess mengema di ruang tamu dengan seringai tipis dari bibirnya


Jeremy dkk merasa bahwa di depan nya kini bukan Princess yang mereka kenal karena aura nya sungguh berbeda apalagi sekarang Princess tak memakai kacamata atau pun soflens sepertinya biasanya


" SELURUH PENGHUNI MANSION INI HARAP BERKUMPUL DI RUANG TAMU SEKARANG JUGA" teriak Princess mengema dan sontak saja pelayan dan penjaga langsung berlarian menuju ke ruang tamu . Mereka langsung berbaris menunduk memberi hormat . Princess menatap mereka satu persatu penuh selidik


" Kenapa kau mengumpulkan mereka di sini ?". Jeremy menaikkan sebelah alis nya


" Apa kau ingin berpamitan dengan mereka ?". sinis Yura


" Hahahaha !! kalian memang cocok gadis kampung dengan pelayan derajat kalian sama ". ucap Monica tersenyum mengejek


" Aku ? kalian membahas derajat di depan ku ? lalu kalian tau apa tentang arti keluarga bahkan karena harta kalian membunuh keluarga kalian sendiri. Aku selama ini diam bukan berarti aku tak tau perbuatan kalian ! sudah berapa banyak pembunuh bayaran yang kalian bayar untuk membunuh ku ? tapi apakah itu berhasil tidak bukan . lalu kau Lisa kau terus saja menggangu ku kau bahkan menghina ku tapi aku diam . Kau Rendy kau bahkan pernah hampir melecehkan ku tapi aku tetap diam dan tidak melaporkan mu kepada polisi karena aku ingin melihat kalian bisa merubah sikap kalian tapi apa kalian sama sekali tak berubah tapi malah semakin tertingkah !! kalian tak lebih dari benalu di keluarga ini kalian sampah sungguh menjijikan ". ucap Princess mengeluarkan seluruh amarah nya yang selama ini terpendam


" Hahahaha lalu kau mau apa ? melaporkan aku ke polisi silakan saja". ucap Rendy menyeringai


Di saat yang bersamaan terlihat Justin dan Kevin masuk ke dalam mansion lalu di susul Lee dan Kim dan di belakang mereka ada Lucas dan Lucifer . Princess menoleh sekilas pada mereka lalu berbalik menatap tajam ke arah Rendy . Lee maju mendekat ke arah Princess dengan membawa sebuah map lalu Lee memberikan map itu pada Princess . Princess mengambil nya lalu melemparkan nya pada Jeremy dkk


" Lihat lah perbuatan kalian!!! sudah berapa lama kalian merencanakan semua ini hahhh?". tanya Princess. Jeremy mengambil map itu lalu membacanya kemudian dia tertawa dengan keras nya


" Lalu kau mau apa ? aku memang meracuni nya karena aku membenci nya ". ucap Jeremy meremas map itu kemudian di lemparkan ke sembarangan arah


" Kau harus membayar nya dengan nyawa mu". ucap datar Princess lalu berjalan mendekat ke salah satu pelayan wanita di sudut ruangan sedangkan pelayan itu tampak berjalan mundur hingga mentok di dinding


" Kenapa kau berjalan mundur ? ". tanya Princess santai


" Ti ... Tidak Nona ". ucap nya gugup


Grepphh


Princess mencekik leher wanita itu menyebabkan dia kesulitan bernafas


Uhukkk Uhukkk


" Nona apa yang kau lakukan?". tanya pelayan itu. Princess hanya menampilkan wajar datar nya


" Siapa yang menyuruh mu hahhh?". tanya Princess dengan tangan masih mencekik leher pelayan itu


Pelayan itu nampak gugup dengan kedua tangan nya memegang tangan Princess berusaha melepaskan diri


" Jawab!!!". bentak Princess


'' Nyonya Besar ". ucap Pelayan itu


Jlebbb


Arrggghhh


Brukkk


Pelayan itu jatuh dan tewas seketika saat pisau lipat Princess menancap sempurna di jantung nya


" Kau pembunuh !". teriak Yura. Princess berbalik menatap Yura dengan tajam nya raut wajah Princess yang datar nan dingin membuat Yura jadi gugup begitupun yang lain nya


Justin dan Kevin memblalakan matanya saat melihat Princess mengeluarkan pisau lipat nya " Bukankah itu pisau lipat itu?". bisik Kevin pada Justin


" Ya !!" datar Justin tanpa menoleh pada Kevin


" Aku pembunuh lalu kalian apa hahh?". teriak Princess .


" Nyawa harus di bayar dengan nyawa". ucap Princess mendekat ke arah Yura dan membuat Yura gugup seketika dan langsung berjalan mundur menjauh dari Princess


" Kenapa kau mundur ? mari mendekat lah dan rasakan ketajaman pisau kesayangan ku ini !". ucap Princess dengan seringai nya


" Berhenti kau !!". Jeremy menodongkan pistol nya ke arah Princess sedangkan Princess hanya menyeringai


Justin hendak maju tapi tangan nya di tahan oleh Lucas '' Jangan ikut campur !". ucap Lucas . Justin menoleh pada Lucas tapi Lucas hanya menampilkan wajah dingin nya


" Mari kita bermain !! ". ucap Princess langsung berjalan menuju ke arah Jeremy dengan kecepatan kilat Princess sudah berada didepan Jeremy dan langsung menendang tangan nya dan pistol yang di pegang nya sontak terlempar


'' Kau !!!". geram Jeremy menyerang Princess dan Princess langsung menghindar pukulan demi pukulan mengenai tubuh Jeremy membuat nya jatuh terkulai di lantai. Princess mendekat ke arah Yura dengan pisau di tangan kanan nya


" Jangan mendekat !!". ucap Yura tubuhnya sudah bergetar hebat karena ketakutan


" Berhenti kau !!". Gery menodongkan pistol nya tapi Lee secepat kilat menendang nya dan menyerang Gery


" Kau harus mati Nenek tua !!" Grepphh !!! hahahaha kau harus mati " tawa Princess mengema di seluruh Mansion . mereka yang mendengar nya sungguh mengerikan bahkan tubuh mereka gemetaran karena gela tawa Princess


" Jawab aku siapa Mr. Zo ?" . bentak Princess mencekik leher Yura


" Tak akan ". ketus Yura


Brukkk


Princess menghempaskan tubuh Yura hingga terbentur meja dan terjatuh . Princess mendekat ke arah Yura menyetarakan tingginya " Jawab siapa Mr. Zo ?". tanya Princess lagi


" Sudah aku bilang aku tak akan memberitau mu ". ketus Yura masih kekeh dengan pendirian nya. Princess mendekat lebih dekat lalu mengangkat pisau nya di udara tapi setelah itu dia menurunkan kembali lalu berjalan menjauh dari Yura . Jeremy sudah terkulai lemas dan hampir tak sadar kan diri sedangkan Gery sudah di hajar oleh Lee sedangkan Rendy masih terlihat bertarung dengan Lee


Lee yang melihat Princess menjauh menghentikan pukulan nya dan di sana Rendy sudah babak belur sedang kan Monica mendekap Lisa dengan erat tubuh mereka bergetar hebat karena ketakutan


Princess terus berjalan mundur kedua tangan nya di angkat ke atas seolah tanda menyerah tapi sebenarnya tidak sama sekali . Lee berjalan mendekati Princess " Kenapa ?". Lee menaikkan sebelah alis nya


" Kenapa apa kau takut hahhhh? ". Gery bangkit berdiri tertatih berjalan menuju ke arah Monica dan Lisa


" Hahahaha tidak sama sekali " .tawa Princess terus mengema di seluruh Mansion


Jeremy dkk saling lirik . Princess membalikkan tubuhnya dengan kedua tangan nya masih di atas


Boommmm


Boommmm


" Argggghhh tidak !!!! Daddy Mommy !!!". Teriak histeris Gery melihat kedua orang tua nya


Darah tercecer begitupun potongan tubuh dari Jeremy dan Yura . Para pelayan masih dalam posisi jongkok dengan kedua tangan nya di telinga masing masing begitupun yang lain nya mereka memblalakan mata saat tubuh Jeremy dan Yura meledak . Princess menyeringai kemudian tertawa terbahak bahak membuat mereka semua menoleh ke arah nya


" B*jingan kau pembunuh ". geram Gery menunjuk Princess sedangkan diri nya terhuyung kebelakang karena syok berat


Justin dkk saling lirik. Lee hendak maju tapi di tahan oleh Lucas dan Lucas menggelengkan kepalanya tanda jangan ikut campur


" Hahahaha kalian begitu bodoh percaya dengan Mr. Zo dan lihat lah sekarang akibat nya ". tawa Princess


" Sial mereka memasang peledak dalam tubuh mereka !". ucap Lee


" Peledak dan penyadap itu lah yang berada dalam tubuh mereka ". seringai Princess


Gery masih shock begitupun Monica langsung terkulai lemas Lisa masih menangis sedangkan Rendy menatap tajam ke arah Princess


" Kau harus mati". geram Rendy bangkit berdiri dan mengambil pistol yang tergeletak di lantai


Princess langsung maju menyerang Rendy kaki jenjang Princess mendarat sempurna di dada bidang Rendy hingga dia menabrak meja di belakangnya


Dor


Dor


Dua timah panas bersarang di kepalanya sedangkan Princess tertawa tanpa dosa dan langsung beralih pada Gery yang masih berlutut itu. Gery yang melihatnya sontak bangkit tapi ada daya Princess lebih dulu di depan nya tak membiarkan sedikit celah untuk diri nya bangkit atau kabur


Sreettt


Justin saling lirik dengan yang lain nya tapi tak ada yang berani menghentikan Princess pada saat mode on nya


" Kau pembunuh ". Monica menyerang Princess tapi Princess langsung menghindar . Monica cukup lincah dalam menghindari serangan Princess


Jlebbb


"Baby!!! ". teriak Lucas hendak mendekat tapi tangan nya langsung di tahan oleh Lee


Princess yang lengah sampai akhirnya kena tusukan dari pisau yang di pegang Monica


" Hahahaha !!! kau mengeluarkan darah berharga ku ". tawa Princess sungguh mengerikan dengan tangan nya memegang pisau itu dan mencabutnya lalu membuangnya ke sembarangan arah . Princess menekan luka di perut nya dengan tangan kiri nya


" Kau harus mati hahaha ". Princess menyeringai langsung menyerang Monica membabi buta


Bughh


Brukk


Jlebbb


Jlebbb


Monica terhempas terhuyung dan jatuh secepat kilat Princess menikam dada Monica dengan pisau nya dua kali tikamam membuat Monica tewas


Dor


" Argggghhh ". ringis Princess sebuah peluru mendarat sempurna di lengan nya . Princess berbalik melihat Lisa memegang pistol dengan tangan bergetar . Princess menatap tajam ke arah Lisa dan langsung menyerang nya


Dor


satu tembakan mendarat sempurna di perut Lisa menyebabkan dia terjatuh dan pingsan


" Cihhhh payah !". ledek Princess berjalan mendekati Lisa ." Dia masih hidup bawa dia ke markas dan suruh Lucky mengobati nya ". titah Princess


Lucas segera mendekat dan memeluk Princes menyebabkan yang lain nya saling lirik. " Baby kau tak apa ?". tanya Lucas lembut


Justin yang melihatnya mengepalkan tangan nya erat


" Lee !!". panggil Princess seolah mengerti Lee mendekat


" Kim ambilkan peralatan ku ". titah Lee dan Kim langsung pergi mengambil tas Lee di dalam mobil


Lucifer mendekat melewati Justin dan kevin begitu saja " Siapa dia ?". tanya Kevin sedangkan Justin hanya mengangkat bahu nya acuh


Princess duduk di sofa dengan Lucas di sebelah nya memegang lengan nya yang terus mengeluarkan darah


" Cepat Lee ". bentak Lucas


Justin dan Kevin duduk di sofa sedangkan para pelayan dan penjaga masih tak bergeming dari posisi mereka


" Jika kalian ingin hidup kalian aman maka tutup mata telinga dan mulut kalian". teriak Princess menatap semua pelayan dan penjaga di sana


'' Baik Nona Muda ". ucap mereka serempak


" Bereskan mereka aku tak ingin ada noda di Mansion ini ". titah Princess .


Mafioso RB berdatangan karena perintah dari Justin dan mereka langsung membereskan semua nya di sana sedangkan beberapa dari mereka membawa Lisa ke markas


" Berbaring lah ". titah Lee


Lucas membantu Princess berbaring dengan tangan nya masih mendekap erat Princess


" Apa yang akan kau lakukan Lee ?". Lucas menatap tajam ke arah Lee saat tangan nya hendak menyibak baju yang Princess gunakan


" Kau lihat aku sedang apa !!". ketus Lee


" Apa kau ingin kesayangan ku menjadi tontonan ?". geram Lucas


Justin dan Kevin saling lirik


" Cepatlah Lee ". teriak Princess .


" Biarkan dia ". ucap Princess lagi


Lucas pun pasrah membiarkan Lee menyibak kaos yang di kenakan oleh Princess . Perut berotot nan mulus itu membuat Lee menelan saliva nya begitupun yang lain nya bagaimana pun mereka pria normal yang akan tergoda dengan pemandangan di depan nya


Justin tampak terus memperhatikan raut wajah Princess tak terlihat bahwa dia sedang kesakitan


" Astaga!!! aku tak membawa obat bius ". panik Lee


" Apa yang kau katakan dasar bodoh !!". cecar Lucas


" Lakukan tanpa obat bius ". datar Princess


" Kau yakin Baby ?". Lucas menatap Princess


Justin menatap ke arah Lucas yang memanggil Princess dengan sebutan Baby tapi dia tak ingin bertanya dulu


" Lakukan Lee aku tak akan mati karena ini ". ucap Princess lagi


Lee pun melakukan nya tanpa obat bius Lee mulai menjahit luka nya dan mengeluarkan peluru di lengan nya tapi raut wajah Princess semakin datar nan dingin raut wajah yang tak terbaca entah apa yang ada dalam pikiran nya tak ada yang tau


" Sudah !!". Lee bangkit lalu merapikan peralatan nya


Princess menatap datar ke arah Lee dia bangkit dan duduk dia melihat jam menunjukkan pukul 12 malam lalu dia menatap sekeliling nampak mafioso masih melakukan pekerjaan nya


" Aku ingin istirahat ". ucap datar Princess


" Baby !!! aku akan mengantar mu ". ucap Lucas bangkit berdiri


Justin masih menatap ke arah Lucas dengan tatapan tak suka


" Tidak !!! kalian istirahat lah pilih kamar di mansion ini sesuka hati kalian dan kau Lc kau harus istirahat sekarang juga ". kata Princess menatap Lucifer


" Lc ? sepertinya aku pernah mendengar nya ". seru Kevin melirik Justin


Lucifer menyeringai " Apa kau yakin ?". tanya nya


" Apa kau hanya mengenal Lc tidak dengan Lion ?". seringai Lucas


" Kau!!!!! monster hacker !!". tunjuk Kevin memblalakan mata nya kaget


Lucifer melirik Lucas kemudian menyeringai bersamaan itu pun tak luput dari pengelihatan Justin yang terus menatap mereka sedangkan Lee hanya mengelengkan kepalanya


Princess berdiri lalu beranjak pergi ". Istirahatlah ". titah nya lalu melangkah menaiki anak tangga


" Baby ! apa kau yakin baik baik saja ?". teriak Lucas


" Ya ! datar Princess


Lucas menghempaskan nafas nya kasar lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa begitupun Lucifer duduk di samping Lucas sedangkan Lee tampak sedang mengobrol dengan Kim


" Kenapa kau memanggil nya Baby ?". celetuk Justin membuka suara


" Menurut mu jika seorang pria memanggil wanita nya sebutan Baby itu artinya apa ?". Lucas menyeringai dengan salah satu alis nya terangkat ke atas


" Kau kekasih nya ?". ucap Kevin kaget


Lucas dan Lucifer saling lirik kemudian mengangukkan kepalanya


" Astaga ini benar benar amazing ". ucap Kevin menggelengkan kepalanya


" Kalian si monster hacker dan kau kekasih dari Nona Muda !". ucap Kevin lagi


Justin merubah raut wajah nya setelah mendengar pengakuan dari Lucas tapi dia tak dapat berbuat apa apa hanya bisa pasrah dengan keadaan karena hati tak dapat di paksakan


" Aku akan langsung kembali ke Korea titip kan salam ku pada Princess ". seru Lee menghampiri mereka bersama Kim


" Ya!". datar Lucas


" Lc jaga diri mu dengan baik kalau tidak kepala ku bisa di gantung di alun alun kota oleh nya ". ucap Lee lalu mengambil tas nya di atas meja


" Aku tau !" . datar Lucifer . Lee hanya mengelengkan kepalanya tak habis pikir semua orang di lingkungan Princess semuan nya dingin lalu tatapan Lee beralih pada Justin . Mata mereka bertemu dengan seringai di bibir Lee dia langsung memutuskan kontak mata dan pergi menjauh di ikuti Kim di belakang nya sekarang tinggal lah keempat pria tampan itu di ruang tamu


" Apa ?". tanya Lucas karena Justin terus menatap nya tajam


" Sejak kapan ?". tanya Justin ambigu


Lucas menaikkan sebelah alis nya dengan senyum tipis dari bibir nya " Kenapa kau sangat ingin tau ?". tanya nya


" Hey dia kan hanya bertanya jadi kau jawab saja ". ucap Kevin


" Aku tak ingin membahas nya ". Lucas beranjak berdiri di ikuti oleh Lucifer lalu beranjak naik ke lantai atas


" Apa kau sedang cemburu?". Kevin sedikit terkekeh


" Tidak!!". datar Justin


" Apa kau melihat sorot matanya?". tanya Lucas di sela langkahnya


"Ya !! dan kau sengaja berbohong pada nya ". kata Lucifer


" Kau tau apa alasan ku ". Lucas terkekeh geli saat mengingat perubahan raut wajah dari Justin setelah mendengar bahwa Lucas adalah kekasih dari Princess