
Sementara di Singapura Justin dan Lucas terlihat berjalan dengan tergesa-gesa lalu mereka bergegas masuk ke dalam mobil . Justin melajukan mobil nya meninggal Mansion Vlaron
" Hey sebenarnya kau mau membawa ku kemana hahh ? tidak bisakah kau membiarkan aku bersantai sejenak saja ". cecar Lucas menatap Justin di sebelahnya yang tengah fokus menyetir
" Ssttt diam lah ! nanti kau juga akan tau ".kata Justin
" Ckk,,,, aku meninggalkan game kesayangannya ku karena kau! ". geram Lucas
Justin menoleh sekilas melihat Lucas yang terus mengerutu kesal di sebelahnya kemudian dia kembali fokus menyetir tanpa memperdulikan Lucas yang terus mengomel seperti emak-emak di kampung sebelah , hehe
Beberapa saat kemudian mobil mereka sampai pada sebuah Restauran mewah . Justin beranjak turun di ikuti oleh Lucas
" Ayok !". Justin berjalan masuk meninggalkan Lucas yang masih menatap kesal ke arah nya . Akhirnya Lucas pun itu masuk ke dalam Restauran
" Maaf aku terlambat!". kata Justin berjalan masuk ke salah satu ruangan VVIP di dalam Restauran dan membuat 5 pasang mata di dalam sana sontak menoleh ke arah nya
Lucas berdiri di samping Justin " Ternyata ini toh !". bisik Lucas sambil tersenyum mengejek
" Tidak masalah , kalian duduk lah ". kata seorang pria paruh baya di sana yang tak lain adalah Jonathan
Justin dan Lucas pun berjalan mendekat lalu duduk di sana. Justin menatap malas seorang wanita di hadapan nya begitupun dengan Lucas dia hanya memutar kedua bola mata nya dengan sangat malas
" Jadi ini putra mu Jo ? ". tanya pria paruh paya itu
" Ya! dia putra sulung ku dan di sebelah nya pasti kau sudah tau bukan ?". kata Jonathan
" Ahh iya tentu ! aku sangat tau , bahkan Perusahaan ku bekerjasama dengan Perusahaan nya ". kata pria itu tersenyum ke arah Lucas
" Bagaimana kabar mu , Tuan Adam ?". tanya ramah Lucas pada pria paruh baya itu
" Seperti yang kau lihat aku sangat baik sekali , lalu kau sendiri bagaimana Tuan Alexander ?". tanya pria itu
" Aku pun sangat baik !". ucap Lucas
" Jadi apa tujuan kalian menyuruh ku datang kemari?". tanya Justin datar menatap kedua orang tua nya
Jonathan dan Sherin saling lirik
" Kami hanya ingin mengenalkan mu pada teman lama Daddy ! ini Om Adam Elajar dan istri nya Yhuna Felicia serta putri nya Rebecca Roselina ". jelas Jonathan
" Ooo!". Justin hanya membulatkan bibirnya saja
" Kenapa boy ? apa kau sekarang sedang sibuk ? !". tanya Sherin menatap putra nya
" Sedikit!". datar Justin
" Jadi dia putra sulung mu ? lalu di mana putra bungsu mu , Jo ?". tanya pria itu
" Ahh iya aku melupakan bocah itu! mungkin dalam perjalanan ". ucap Jonathan . " Kita bisa memulai acara makan malam nya tanpa perlu menunggu nya ". kata Jonathan lagi
" Ah iya !".
Mereka pun terlihat menikmati makanan yang sudah tersedia di atas meja makan . Rebecca atau Oca terus saja menatap Justin di depan nya dengan senyum terpancar dari wajah cantik nya itu pun tak luput dari pengelihatan semua pasang mata di sana
" Ekmmmm". dehem Lucas membuyarkan lamunan Oca
Adam Elajar dan Yhuna Felicia merupakan orang tua dari Rebecca Roselina atau Oca . Adam Elajar merupakan teman lama dari Jonathan ayah dari Justin sekaligus pemilik dari G'One Company . Mereka kembali bertemu setelah sekian lama sampai akhirnya mereka membahas mengenai bisnis lalu berujung mengenai putra dan putri mereka berdua . Mereka pun sepakat mengenalkan keluarga masing-masing sampai akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam bersama di sebuah restauran
" Jadi apa pekerjaan mu Justin ?". tanya Adam basa basi walaupun sebenarnya dia sudah tau kalau Justin merupakan CEO dari Vlaron
" Aku tidak bekerja !". datar Justin. Jonathan melirik istrinya di sebelahnya
" Dia bekerja di Vlaron Group ". kata Jonathan
" Oh benarkah ?".
" Iya hanya membantu saja ". kata Jonathan
Adam melirik istrinya di sebelahnya tampak Yhuna pun melirik ke arah nya kemudian kembali fokus memakan makanan nya
" Aku dengar kau menjabat sebagai CEO Vlaron!". kata Adam
Justin menghentikan acara makan nya lalu menatap Adam di depan nya " Kalau kau sudah tau lalu kenapa kau harus bertanya ?". tanya nya
" Justin !! bersikap lah yang lebih sopan pada orang tua ". geram Jonathan
Justin hanya melirik malas ke arah Daddy nya
" Sudahlah Jo ! tak perlu di besarkan ". kata Adam
" Pria tampan seperti mu apa sudah memiliki kekasih ?". celetuk Yhuna
" Dia sudah memiliki calon istri " . bukan Justin atau Lucas yang menjawab melainkan seorang pria yang tengah berjalan masuk dengan kedua tangan di masukan di dalam saku celana nya
Mereka pun menghentikan acara makan nya lalu menoleh ke sumber suara
" Kau terlambat!". cibir Jonathan menatap putra bungsu nya
" Aku tidak terlambat tapi kalian yang terlalu awal datang ". kata Vano acuh lalu duduk di sebelah Lucas
" Ahh iya ! kenalkan dia putra bungsu ku Devano William!". kata Jonathan
" Ah benarkah? kau memiliki dua putra yang sangat tampan !" ucap Adam
" Kau bisa saja ! putri mu pun sangat cantik!". kata Jonathan
" Cantik ? benarkah? seperti ulat bulu ". cecar Vano melirik malas ke arah Oca
mereka di sana saling lirik mendengar ucapan Vano sedangkan Justin dan Lucas hanya tersenyum smrik. Kartus as mereka sudah datang jadi Justin dan Lucas hanya akan menjadi penonton saja
" Apa maksud mu Van ?". tanya Jonathan menatap putra bungsunya
Oca menatap kesal ke arah Vano begitupun dengan Yhuna mereka mengepalkan kedua tangan nya di bawah meja makan
" Apa maksud Daddy dengan acara makan malam ini ? apa hanya reunian dengan teman lama atau kesepakatan bisnis yang hanya menguntungkan sebelah pihak ?". tanya Vano sambil memotong daging steak di atas piring nya
Adam menghentikan acara makan nya begitupun yang lain nya . Kini mereka terfokus pada satu orang yaitu Vano
Justin menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi dengan melipat kedua tangan nya
Lucas masih anteng dengan acara makan nya tanpa memperdulikan perdebatan dua keluarga di depan nya
" Apa maksud mu Van ? Kami memang berencana membangun bisnis bersama apa itu salah? ". tanya Jonathan
" Tidak salah sama sekali Dad , tapi yang menjadi masalah adalah kalau mereka berencana menjodohkan putri mereka dengan kakak kesayangannya ku itu ". Vano melirik Justin di samping kanan nya
" Tidak ada yang berencana menjodohkan mereka ! kami hanya mengenalkan saja bila memang mereka berjodoh itu lebih baik bukan ?". ucap Adam menatap Jonathan
" Ya kau benar ". datar Jonathan
Oca sangat terlihat sangat kesal pada Vano begitupun dengan Adam tapi dia berusaha menahan diri nya untuk saat ini . Yhuna pun menatap geram ke arah Vano . Sherin yang melihat tatapan tak suka yang mereka tujukan pada putra bungsunya itu hanya menghela nafas dengan senyum tipis dari salah satu sudut bibirnya
" Aku tak sudi memiliki kakak ipar seperti diri nya ". cibir Vano memasukan potongan daging steak itu ke dalam mulut nya
" Vano !". geram Jonathan
Vano menaruh pisau dan garpu itu dengan kasar lalu tatapan nya tertuju pada gadis yang bernama Oca itu
Jonathan melirik istrinya kemudian mereka tersenyum tipis bahkan tak ada yang menyadari senyum mereka
" Dad , apa kau tau kalau wanita di hadapan kalian itu tak lebih dari seekor ulat bulu ! sungguh menjijikan ". cibir Vano dengan senyum mengejek
" Apa maksud mu ? aku tak terima bila kau menghina putri kesayangan ku". geram Adam
" Hahahaha ,,, kau tak terima dengan perkataan ku Tuan Adam Elajar yang terhormat". tekan Vano
Justin masih setia menjadi penonton begitupun dengan Lucas yang sudah menyelesaikan acara makan nya
" Tentu saja tidak!!". ucap nya
" Kau tau putri mu hanya lah seorang wanita yang gila akan harta !! dulu dia pergi meninggalkan kakak ku demi pria kaya yang entah dari mana asalnya karena dia berpikir kalau kakak ku hanya lah orang biasa ! kau tau kakak ku sungguh menderita karena perbuatan putri mu itu ". cecar Vano
" Dan sekarang dengan mudah nya dia ingin kembali masuk ke dalam hidup kakak ku setelah mengetahui jati diri nya !! Cihhh ,,,,, kau tak lebih dari seorang j*lang murahan ". kata Vano dengan nafas mengebu kala teringat dulu kakak nya hampir gila karena di tinggalkan Oca
" Cukup! itu sudah masalalu dan aku pun sudah menyesali nya , aku ingin memperbaiki semuanya ". kata Oca memulai membuka suara
" Memperbaiki apa yang kau maksud? ". datar Justin
" Dulu aku memang salah dan aku sungguh menyesal telah pergi meninggalkan mu ! tapi bisakah aku menebus nya sekarang , tolong berikan aku kesempatan kedua !". kata Oca memelas
" Tidak akan ! aku tak akan membiarkan wanita rendahan seperti mu masuk ke dalam keluarga ku ". geram Vano bangkit berdiri menunjuk ke arah Oca
" Vano hentikan !". kata Jonathan menenangkan putra bungsunya
Vano memiliki sifat terbalik dari Justin bila Justin lebih terlihat santai dan kalem tapi sebenarnya sangat dingin dan datar , tapi berbeda dengan Vano dia hangat dan humoris tapi bila sudah berkata-kata maka tak akan ada yang bisa menghentikan Vano karena dia jago nya dalam merangkai kata untuk menjatuhkan lawan nya
" Hahahaha ,,,, aku mengetahui trik lama seperti ini Tuan Adam ! kau mengunakan pertemanan mu dengan Daddy ku untuk keuntungan mu semata dan juga putri mu itu kan yang meminta mu untuk melakukan ini ? aku tidak bodoh Tuan Adam yang terhormat!". tekan Vano dengan gela tawa nya
" Cukup ! aku muak dengan semua ini ". kata Justin lalu bangkit
" Apa kau sudah menghubungi kesayangannya ku ? kapan dia akan kembali ?". Lucas memanasi
" Kesayangan? siapa?" tanya Oca
" Tentu saja calon kakak ipar ku !". bangga Vano tersenyum mengejek
" Beberapa hari lagi dia akan Kembali !". kata Justin
Lucas menatap ke arah Tuan Adam dengan tatapan yang sulit di artikan lalu tatapan nya berakhir pada Oca " Bila kau ingin hidup mu tenang maka jauhi dia karena dia sudah menjadi milik dari adik kesayangannya ku ". tekan Lucas menunjuk ke arah Oca
'' Adik ? ". kata Adam
" Ya! adik kecil kesayangannya ku ! calon Nyonya Justin William !". kata Lucas menyeringai
Oca mengepalkan kedua tangan nya erat menahan amarah nya
Jonathan tersenyum smrik begitupun dengan Sherin di sebelahnya
'' Kesempatan mu sudah tidak ada ! jadi jangan pernah berharap bisa masuk ke dalam keluarga ku lagi ". cecar Vano
" Jo , apa maksud dari semua ini ? kenapa kau hanya diam saja saat kedua putra mu mempermalukan putri ku ?". tanya Adam
" Aku tak ingin ikut campur dengan masalah mereka ! jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi". jawab santai Jonathan
" Tak akan ada yang membela mu Tuan Adam ! kau pun sama busuk nya dengan putri mu itu ". kata Vano lagi menyulut emosi Adam
" Hentikan! cukup aku tak bisa menerima semua ini !". kata Adam bangkit berdiri di ikuti oleh Hyuna lalu Oca
" Lalu kau mau apa ? menuntut ku ? kau lupa siapa keluarga ku ". kata Vano langsung membungkam Adam di depan nya
Adam sudah pasti tau bila keluarga William merupakan keluarga pengacara terhandal di negara Singapura sangat tak mungkin untuk dia menuntut keluarga William bisa saja dia sendiri lah yang akan mendapatkan masalah karena kesalahan putri nya di masalalu
Adam mengepalkan tangan nya erat mencoba menahan emosi nya begitu pun dengan Oca tatapan nya tajam mengarah ke Vano
'' Tak bisakah kau memberikan aku kesempatan Justin ! aku sungguh menyesali nya ". pinta Oca
" Tidakk!" datar Justin membuang wajah nya ke sembarangan arah
" Aku tak ingin ikut campur untuk masalah anak - anak kita Adam ! biarkan mereka menyelesaikan nya sendiri" .kata Jonathan bangkit dari duduk nya
" Iya kau benar ! mereka sudah besar sudah tau mana yang benar dan yang salah jadi biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri ". tambah Sherin ikut berdiri membela ucapan suami nya Jonathan
" Aku kira acara makan malam ini akan berjalan dengan lancar tapi hal di luar dugaan terjadi dan aku sangat menyayangkan akan hal itu !!!". hardiks Adam menatap Jonathan
" Pelan kan intonasi suara mu Tuan Adam yang terhormat !! kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa ?". Vano menumpu kedua tangan nya di meja makan menatap Adam di depan nya dengan tatapan membunuh
" Kauu!!". geram Adam menunjuk wajah Vano
" Jangan pernah menunjuk adik ku seperti itu !". geram Justin
" Cihhh!!". Adam membuang wajah nya ke sembarangan arah
" Ayok kita pergi ! tidak ada guna nya kita berada di sini !". kata Adam kasar pada istri serta anak nya
" Yaya pergi lah dan menjauh dari keluarga ku ! kalian sungguh tak pantas bersanding dengan keluarga William !" .cecar Vano lagi
" Pa!". tahan Oca
" Cukup Oca ! hentikan semua ini mereka tak mengharapkan kehadiran mu ". bentak Adam
" Hahahaha ,,,, lihatlah keluarga ini sungguh menyedihkan sekali bukan ". sindir Vano menatap sinis ke arah mereka
" Sudahlah Van ". kata Jonathan
Adam masih menatap Vano dengan tajam nya
" Kak bisakah kau membeli restauran ini ?". tanya Vano melirik Lucas
" Tentu saja! apapun untuk calon adik ipar ku!". kata Lucas tersenyum menyerigai. Adam langsung melihat ke arah mereka berdua
" Aku ingin membakar restauran ini ! karena mungkin saja para pengunjung di sini akan gatal- gatal karena kehadiran ulat bulu itu di sini!". sindir Vano melirik Oca
" Aku akan membeli nya untuk mu !" kata Lucas
" Kau !!". Tunjuk Oca pada Vano
" Hahahaha kenapa Nona Rebecca yang terhormat ? kenapa kau sangat marah ? apa kau sungguh merasa seperti ulat bulu huhh ?". Vano tersenyum mengejek
" Ayok !" . Adam menarik tangan Oca agar keluar dari dalam sana . Yhuna pun mengikuti langkah suami dan anak nya
Jonathan melirik Sherin istrinya mereka hanya mengangkat bahu nya acuh
" Sungguh menjijikan !" . cibir Vano menjatuhkan tubuhnya di kursi
Justin hanya menatap nya datar lalu beranjak pergi
Lucas masih menatap Vano dengan mengacungkan satu ibu jari nya sedangkan Vano hanya tersenyum tipis. Lucas menundukkan kepalanya pada Jonathan dan Sherin lalu melangkah pergi keluar dari dalam sana
" Kau patut di acungin jempol Van !". Jonathan terkekeh melirik putra nya
" Kau memang anak nakal !". Sherin pun terkekeh di buat nya
" Aku ingin melenyapkan keluarga s*alan itu !".geram Vano
" Sudahlah kakak mu pasti punya rencana lain". tepuk Jonathan pada pundak Vano
Hufft!!
Vano menghembuskan nafasnya kasar lalu bangkit dan beranjak pergi meninggalkan kedua orang tua nya di sana
Di kediaman Elajar
Oca menatap kesal ke arah Papa nya
" Pa , kenapa kau hanya diam saja tadi !". geram Oca
" Hentikan Oca ! sudah cukup! Papa tak ingin berurusan dengan mereka !". kata Adam
" Ini salah Papa !! kalau dulu papa tidak menyuruh ku untuk meninggalkan Justin pasti sekarang aku bisa menjadi Nyonya William!" . kata Oca menyalahkan papa nya
" Cukup !!! itu juga salah mu kenapa kau tak mencari tau mengenai identitas Justin dulu ". kata Adam
" Aku akan mendapatkan kembali Justin dengan apapun caranya !". tekad Oca
'' Jangan bertindak gegabah Oca ! kau tidak tau berurusan dengan siapa jangan sampai karena kau bisnis Papa hancur ! , bukan kah mereka sudah mengatakan kalau Justin sudah memiliki calon istri dan dia adalah adik dari Lucas Alexander ". kata Adam
" Aku tak perduli !! aku akan menyingkirkan wanita s*alan itu ". kata Oca berlalu menaiki anak tangga
" Argggghhh ,,,!!!! kenapa jadi seperti ini !". Adam mengacar kasar rambutnya
" Kau harus membantu Oca bagaimana pun caranya !". Yhuna berjalan melewati suami nya begitu saja