
" Kalau kau tau soal keluarga Vlaron seharusnya kau juga mengetahui soal diriku". tekan Princess menatap George
" Gadis nakal kemari kau ". geram George menarik paksa tangan Princess dan itu membuat Princess memberontak untuk di lepaskan
" Lepaskan tangan mu pak tua ". Ucap Lucas mendekati Princess
" Aku ingin bicara serius dengan Nona Muda mu !! jadi jangan ganggu aku ". geram George menarik Princess berlalu meninggalkan mereka semua
'' Jangan ada yang menyentuh barang barang ku camkan itu". ucap George berbalik
'" Apa yang bisa aku sentuh pak tua lihatlah semua barang mu hancur ". Cibir Lucas dan membuat George menatap sekeliling
" Kau harus ganti rugi Nona ". tekan George semakin menarik Princess
" Apa yang harus aku ganti pak tua ? bukankah kau sendiri yang menghancurkan barang mu dengan tongkat mu itu ". ketus Princess masih berusaha memberontak tapi tenaga nya tak cukup kuat untuk tubuh sebesar George
George menarik paksa Princess sampai akhirnya mereka tiba di ruang kerja George .
" Kau mau apa pak tua !!". ketus Princess saat ini mereka sudah berada di ruang kerja milik George. Tapi George tak mendengar kan nya dia hanya fokus pada benda pipih persegi panjang yang sedang ia gengam
Tutttt tutttt
" Kenapa kau menelpon ku malam malam begini?". ketus wanita paruh baya di seberang sana
Princess mengenyitkan dahi nya seperti tak asing dengan suara itu.
" Kau lihat ini ". kata George merangkul Princess dan menampilkan wajah mereka di layar benda pipih itu sekarang mereka sedang melakukan video call
" Kau gadis nakal !!!! kenapa kau bermain sangat jauhh hahhh " . kesal Oma Yasmin
Ya yang di telpon George adalah Oma Yasmin
" Berisik !!!". ucap Princess melepaskan rangkulan tangan George dan berjalan menuju sofa dan menjatuhkan tubuhnya di sana
" Kau mengenal gadis itu Yasmin?". tanya George
" Ya dia cucu angkat ku ". ketus Yasmin
" Kau masih sama seperi dulu Yasmin kau tak berubah !!! Tochh tochhh bagaimana bisa si Albert menikahi wanita bar bar seperti dirimu ". cibir George berjalan mendekati Princess dan duduk di hadapan nya
" Lupakan ituu!! sekarang katakan kenapa gadis nakal itu berada di dalam gubuk mu hahh" ketus Yasmin menatap teman nya lewat layar ponsel nya
" Cihh gubuk katamu ! kau tau Castil ku ini hanya ada satu di dunia dan hanya keluarga Kennef yang memiliki nya". geram George
". Bisakah hentikan drama kalian ". celetuk Princess
" Kau gadis nakal cepatlah pulang aku tak tau lagi harus memberikan alasan apa kepada Justin". tekan Oma Yasmin
" Ya ya setelah aku mengambil mainan ku ". ucap Princess
" Baiklah Yasmin lain kali aku akan menelpon mu lagi ". ucap George dan memutuskan sambungan telpon nya.
" Ceritakan kenapa kau bisa menjadi cucu dari nenek tua itu ?". tanya George
" Kau tanyakan saja dengan teman mu itu ". ketus Princess
" Cihh cucu dan nenek nya sama saja! sama sama bermulut pedas". cibir George
" Lupakan dan berikan saja Jet itu kau dengar tadi kan waktu ku tidak banyak jadi jangan membuang buang waktu berharga ku ". ketus Princess menatap George
" Sebenarnya apa tujuan mu dengan jet itu ? apa kau memberontak pada suatu negara atau mungkin menghancurkan sebuah pulau ?". tanya George menaikkan sebelah alisnya
" Ummmm seperti menghancurkan sebuah pulau itu tidak buruk". ucap Princess seraya mencoba berpikir
" Kau !!". Geram George menunjuk wajah Princess
" Aku salah menilai mu gadis tengik ! kau lebih licik dari yang aku duga ". cebik George
'' Jadi ? di mana jet itu ?". tanya Princess
" Besok saja kita kesana kau istirahat lah ". ucap George berdiri dan berjalan keluar ruangan di ikuti oleh Princess
" Kalian istirahat lah di lantai 3 Castil ini pilih kamar yang kalian sukai dan jangan mencoba menyentuh barang barang ku di lantai 2 atau kalian akan ku beri pelajaran". ucap George menunjuk ke arah Lucas dkk
" Kami lapar ". celetuk Lucifer
" Masak saja sendiri dapur nya di sana aku mau istirahat tulang ku remuk gara gara gadis sialan itu ". tunjuk George dan beralih menatap Princess
" Kau memang sudah tua pak tua ". cibir Princess tapi George tak peduli dia tetap melanjutkan langkah nya
" Jadi ?". ucap Princess mendekati Peter
" Umm apa bukankah aku sudah berbuat yang benar?". ucap polos Peter
" Kau hanya mengurus kakek tua seperti itu saja tak mampu ". ketus Princess duduk di hadapan Lucifer
" Dia kakek tua yang licik dia pura pura lemah di hadapan ku supaya aku tak membunuh nya !! ". ucap Peter
" Lalu kau apa ada yang akan kau ceritakan Lc ?". tanya Princess menatap Lucifer
"Dia uncle ku ". ucap Lucifer menatap Peter
" Kenapa kau memanggil nya Lucifer Nona ?". tanya Peter menatap Princess
" Aku menganti nama nya apa kau keberatan?". tanya Princess
" Ummm tidak tidak ". kata Peter
" Ceritakan kenapa bisa dia menjadi paman mu ? sedangkan aku sudah mencari secara detail tentang keluarga mu ! kau tak punya hubungan dengan Red Fox ". tanya Princess
" Itu adalah ramalan Nona bahwa kelahiran seorang putra dari kelurga Dominic akan menjadi ..". kata Peter terpotong karena mulutnya di bekap oleh Lucifer
" Kenapa Lucifer apa kau tak ingin menceritakan nya ?". tanya Princess menatap Lucifer
" Ummm Baiklah akan aku ceritakan ". kata Lucifer menatap Peter dan Peter yang mengerti tatapan itu pun mengkode para mafioso agar pergi dari ruangan itu
" Jadi ". ucap Princess
" Kau tak sabar sekali Nona Muda ". ucap Peter
" Aku memang tak ada hubungan dengan Red Fox tapi kakek ku pernah membuat perjanjian dengan King pertama Red Fox .... bla bla bla ". jelas Lucifer
" Jadi pisau itu seharusnya milik mu begitu ?" tanya Princess yang masih menatap Lucifer
" Ya tapi aku sudah tak mengingikan nya ! aku tak menerima barang bekas". cibir Lucifer
" Kau !! tak apa tapi sekarang pisau ini milikku dan akan tetap menjadi milikku". tekan Princess
" Dan kau melelang pisau ini karena mengira bahwa Alvaro sudah tewas begitu ?". tanya Princess menunjuk Peter dengan pisau lipatnya
" Ya aku tak ada pilihan lain , tuan dari pisau itu di nyatakan telah tewas jadi aku tak mau menanggung resiko tapi ujung ujung nya karena mu aku bisa kembali bertemu dengan Tua Muda Varo ". ucap Peter
" Ya aku memang dewi keberuntungan ". ucap Princess berbangga diri
" Kalau kalian ingin makan masaklah bukankah tadi sudah di tunjukan dapur nya di sana ". tunjuk Princess
"Apa di sini tak ada pelayan ? Ohh ayok lah perutku ". ucap Lucifer berdiri dan menatap Peter
" Uncle apa kau bisa memasak ?". cengir Lucifer
" Ahhh itu umm anu Tuan Muda ". gugup Peter
" Aisss kalian ayoklah kita lihat ada apa saja di dapur pak tua itu ". ketus Lucas beranjak berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju dapur
" Kau bisa memasak ?". tanya Peter
" Jangan meremehkan diri ku ! Baby apa kau juga lapar ? ". kata Lucas menatap Princess
" Tidak !! selesai makan kalian istirahat lah aku ingin tidur sekarang rasanya mengantuk sekali ". ucap Princess beranjak berdiri menuju ke atas
" Baiklah ". kata Lucas
____________
" Kau tumben jam segini kemari ?". tanya Kevin
" Apa aku tak boleh kemari hahh?". ketus Justin
" Aku kira kau sedang bersama Nona Muda ". ucap Kevin yang masih fokus dengan laptop nya
" Kata Oma , Nona Muda kembali ke Indonesia untuk mengambil barang nya ". ucap Justin menuju sofa lalu duduk di sana
" Ohhh ". ucap Kevin berbalik
" Kau !! lebih baik kau pakai baju mu , Ciihhh merusak mata suci ku saja". ketus Justin menunjuk Kevin
" Kenapa aku terbiasa tak pakai baju ". ucap enteng Kevin
" Lihat lah tanda di leher mu bodoh ". geram Justin menatap Kevin yang di tubuhnya terdapat bekas cap bibir wanita di luaran sana
" Ohhh !!! nanti juga kau merasakan nya sendiri atau malah kau yang ketagihan ". ucap Kevin terkekeh geli kemudian mengambil kaos nya lalu memakai nya
Plukkk
Justin melemparkan bantal sofa ke arah Kevin yang sedang terkekeh itu dan sontak di tangkis oleh Kevin
" Sudahlah bagaimana kalau malam ini kita ke bar ". ucap Kevin memungut bantal sofa yang terjatuh di sebelah nya lalu mendekat ke arah Justin
" Kau memang teman tak berguna !! kalau mau tersesat jangan mengajak diriku ". ketus Justin
" Aku bukan tersesat aku hanya menikmati hidup yang cuma sekali ini". ucap Kevin
" Dengan para ****** itu hah ? sudah berapa banyak ****** yang kau tiduri ! rubahlah sikap mu Vin temukan 1 wanita yang benar benar kau cintai ". geram Justin mengepalkan tangan nya karena tidak menyukai sifat teman nya yang satu ini
" Kau juga tau aku melakukan ini karena siapa ". ucap Kevin berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil minuman kaleng lalu meneguknya hingga tandas dan meremukkan nya kemudian membuangnya
" Terserah aku sudah bosan menasehati mu ". ucap Justin meninggalkan Kevin
" Berhenti lah menasehati ku ! kau juga harus move on dari Oca ". teriak Kevin
" Berisik ". ketus Justin yang menghilang di balik pintu
Kembali ke sisi Princess
Pagi hari negara Afrika Selatan
Semua tengah berkumpul untuk sarapan nampak di meja makan sangat ramai tak seperti biasanya . Karena biasanya George hanya sarapan sendiri tapi sekarang ada tamu yang tidak di undang ikut sarapan dengan nya.
" Jadi di mana jet itu ?". celetuk Princess di sela makan nya
" Kau sangat mengingikan jet itu ! sampai kau tak bosan menanyakan nya terus ! Cihh apa semalam kau juga memimpikan jet itu ?". ketus George
" Ya aku sangat mengingikan nya sekarang " . ucap Princess
" Tapi Baby apa memiliki jet itu tidak berbahaya untuk kita ?". tanya Lucas
" Kenapa begitu?". tanya Princess
" Angkatan Militer Singapura tidak memiliki jet itu sedangkan sekarang kita memiliki nya apa itu tidak bahaya lalu bagaimana cara membawa jet itu sampai ke Singapura kalau Angkatan Militer terus mengadakan patroli ". jelas Lucas
" Pikirkan itu nanti yang penting sekarang aku ingin segera melihat jet itu". ucap Princess menatap George
" Selesai kan sarapan kalian setelah itu kita berangkat" ucap George
Mereka melanjutkan sarapan tanpa ada yang berbicara sampai akhirnya mereka telah selesai dan bersiap untuk ke tempat jet itu berada.
" Apa tempat nya jauh hingga kita memakai helicopter?". celetuk Lucifer saat melihat beberapa helicopter terparkir rapi di belakang Castil
" Cepatlah masuk dan jangan banyak tanya " geram George menatap Princess dkk
Mereka pun masuk ke dalam beberapa helicopter itu . perlahan helicopter itu terbang dan kini mereka sedang di atas ketinggian Princess dapat melihat keindahan bentang alam dari atas ketinggian. Sampai akhirnya mata Princess tertuju pada sebuah pulau di tengah laut yang luas . Secara perlahan helicopter itu merendah dan bersiap untuk mendarat.
" Disini ?"? tanya Princess saat keluar dari helicopter matanya menatap sekeliling pulau itu terpencil dan sangat jauh dari dunia luar pandangan terpaku pada beberapa menara kendali di sekitar pulau
" Ya di sini". ucap George
" Apa kau memakai sistem manipulasi untuk pulau ini ?"? tanya Princess
" Tentu dan kau pasti tau siapa pencipta sistem itu bukan?". tanya George berjalan di samping Princess
" Si Psikopat gila itu ". cebik Princess
" Kau benar ". gemas George mengacak lembut rambut Princess lalu berjalan mendahului nya
''Hey pak tua rambut ku ". teriak Princess sambil berlari mengejar George
Akhirnya mereka sampai pada sebuah gedung yang sangat besar dan tinggi pintu masuk itu otomatis terbuka dengan sendiri nya dengan sistem smart control .
" Wahh ini benar benar keren". celetuk Lucas
" Ayok masuk". ucap George
" Tentu saja akan ku anggap sebagai rumah sendiri ". ucap Lucas
Princess memutar bola matanya malas dengan apa yang di lakukan Lucas.
"Di mana burung besi ku berada?" tanya Princess
''Hey Nona itu masih menjadi milikku ". kata George
" Tapi sebentar lagi akan menjadi milik dari Princess Casora Vlarious ". tekan Princess
" Kita sampai ". ucap George setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai pada sebuah kubah besar yang di dalam nya terdapat jet yang di inginkan oleh sang Princess
" Wahhh ini keren ". ucap Princess dengan mata berbinar