Princess Vlaron

Princess Vlaron
kemarahan sang Princess



Lucas menghentikan mobil nya tepat di depan Princess lalu beranjak turun di ikuti oleh Lucifer di belakang nya


" Baby ". ucap Lucas menghampiri Princess sedangkan Princess hanya menatap tajam pada mereka seolah olah ingin menerkam nya


" Sudah puas bermain nya ?". ketus Princess dan di balas cengiran oleh Lucas


" Itu Lucifer yang mengajak ku ". ucap Lucas menunjuk ke arah Lucifer yang tengah bersandar di kap mobil


" Hey bung kenapa kau menuduh ku ? bukankah kau yang mengajak ku ". geram Lucifer


" Tapi kau yang menyuruh ku menghentikan mobil kan ". ketus Lucas


" Kembali lah ke markas kalian merusak mood ku ". ketus Princess hendak berbalik badan tapi di tahan oleh Lucas


" Ayoklah Baby kami tau kami salah ". ucap nya dengan wajah memelas


" Apa kau sengaja menunjukkan diri di hadapan King B ? bagaimana kalau dia curiga ". jelas Princess


" Tidak akan kami memakai masker tadi " . celetuk Lucifer


" Apa kau pikir Justin sebodoh itu hahh? kalian benar benar bodoh ". geram Princess


" Pulang lah kalian mengacaukan hari ku ". ucap Princess berlalu meninggalkan mereka


Lucas dan Lucifer saling lirik kemudian masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat itu


" Ini semua karena kau Lucifer ". ucap Lucas


" Aku kenapa aku ?". tunjuk Lucifer ke diri nya sendiri


" Tentu saja kau !!! andai kau tak menyuruh ku berhenti kita tak akan di marahi seperti tadi". ketus Lucas


" Cihh kau pun semangat tadi jadi jangan menyalahkan aku saja ". cibir Lucas


_______


" Siapa para tikus itu ? sepertinya mereka bukan orang professional mereka sangat lemah". ucap Kevin


" Mereka suruhan Jeremy ". ucap Justin


" Tua bangka itu lagi ? Cihhh tak habis pikir apa dia bosan hidup ingin sekali aku membunuhnya ". geram Kevin mengepalkan tangan nya


" Dia ingin membunuh Nona Muda karena tak ingin jika Nona Muda yang akan menjadi pewaris Citrus ''. jelas Justin


" Lalu kenapa dia menyerang kita ? kenapa tidak ke Nona Muda saja ? ". tanya Kevin


" Karena aku yang menjaga Nona Muda jadi dia ingin menyingkirkan aku terlebih dahulu ". ucap Justin berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil 2 kaleng minuman dan melemparkan nya pada Kevin


" Lalu kedua Pria tadi siapa mereka ?". tanya Kevin membuka minuman kaleng itu


" Entah , dia bilang kita akan bertemu lagi dengan nya ". ucap Justin berjalan keluar ruangan itu


' Hey kau mau kemana ?". teriak Kevin


" Tidur". jawab enteng Justin


Pagi menjelang


Terlihat mobil Justin berhenti tepat di depan mansion smith lalu dia beranjak turun dan masuk ke dalam mansion.


Sedangkan Princess tengah bersiap siap karena hari ini dia akan pergi ke mall untuk berbelanja kebutuhan nya untuk kuliah


" Kak Justin kau sudah datang ". seru Princess menuruni anak tangga dengan permen lolipop di tangan kanan nya


'' Iya Nona Muda , sekarang kita hendak kemana ?". tanya Justin


" Kita ke mall kak aku ingin membeli beberapa pakaian ". ucap Princess sembari tersenyum


" Baiklah Nona Muda ". ucap Justin semangat


Mobil mereka meninggalkan mansion smith dan beberapa menit kemudian sampailah mereka di mall


" Ummm ini kak sabuk pengaman nya macet ". ucap Princess sambil memegang sabuk pengaman nya


Justin menoleh dan mendekat untuk membantu membukakan sabuk pengaman itu jarak mereka sangat dekat Princess dapat mencium bau mint dari nafas Justin . begitu pun dengan Justin mata nya terus menatap bibir tipis berwarna merah muda itu jarak mereka semakin mendekat


Princess menutup mata nya dengan keadaan seperti sekarang


Hap


Princess memasukan permen lolipop itu ke dalam mulut Justin dan membuat Justin kaget hingga memundurkan tubuhnya


" Maaf kak aku tak sengaja ". ucap nya


aisss kenapa dengan ku permen itu artinya ciuman ku ahhhhh. batin Princess


Sedangkan Justin tersenyum dan mengecap permen lolipop itu


" Manis ". ucap nya


" Hahh kenapa kak ?". tanya Princess


" Permen nya rasa coklat manis ". ucap nya beranjak turun dan membuka pintu sebelah kiri


" Nah sudah terbuka turun lah ". ucap Justin setelah membantu membukakan sabuk pengaman itu


" Ummm kak itu permen nya ". ucap gugup Princess


" Ini mau lagi ?". ucap Justin mengeluarkan permen lolipop itu dari mulut nya dan menyodorkan nya ke depan Princess


" Ahhhh tidak tidak ". ucap Princess berjalan meninggalkan Justin


" Manis ". gumam Justin tersenyum


Kemudian menyusul Princess ke dalam mall setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju Princess langsung memilih pakaian yang dia sukai


" Nona apa kau sangat menyukai warna hitam ?''. tanya justin karena dari tadi Princess hanya mengambil pakaian yang berwarna hitam saja


" Iya kak aku sangat menyukai warna hitam ". ucap nya sambil membenarkan kacamatanya


" Nona apa anda tidak risih memakai kacamata itu ? anda bisa memakai lensa kontak saja ". ucap Justin


" Tidak usah kak ini sudah nyaman kok ". ucap Princess


aku kan emang sudah pakai lensa kontak . batin Princess


Sekian lama mereka mengelilingi mall itu sampai akhirnya Princess sudah menemukan semua kebutuhan nya


'' Kak gimana kalau kita cari makan ?". tanya Princess


" Kita makan di rumah saja Nona ". jawab Justin


" Tapi kenapa kak ? ". tanya Princess


" Itu demi keamanan anda Nona ". jelas Justin dan Princess hanya menganguk pasrah . mereka pun pergi meninggalkan mall menuju ke mansion.


"Mari saya bantu membawakan barang nya Nona". ucap Justin menghampiri Princess yang tengah menurunkan barang dari bagasi mobil


" Tidak usah kak aku bisa sendiri ". ucap Princess tersenyum


" Sini biar Kakak bantu ". ucap Justin mengambil beberapa paper bag itu


Mereka masuk ke dalam mansion dan Princess langsung menuju ke kamar nya di ikuti oleh Justin


". Ini Nona , saya taruh di atas meja ". ucap Justin


" Baiklah dan terimakasih kak ". ucap Princess


" Sama sama Nona kalau begitu saya permisi ". ucap nya


" Tunggu kak ! bisakah Kakak jangan memanggil ku dengan sebutan Nona Muda itu terlalu berlebihan kakak bisa memanggil nama ku saja ". jelas Princess


" Maaf Nona Muda untuk itu saya tidak bisa kalau begitu saya pamit undur diri ". kata Justin meninggalkan kamar Princess


-------------


Sementara itu


Prangg


Prangg


Prangg


Jeremy membanting semua barang di ruang kerja nya


" Kenapa sangat susah menyingkirkan asisten sialan itu ". Geram Jeremy


" Dad kau tenang lah ini baru percobaan masih ada hari lain kita pasti bisa menyingkirkan mereka semua ". ucap Gerry menatap Daddy nya


" Bodoh !!!! semuanya bodoh tak berguna , Arrggghhhh !". geram Jeremy mengacak rambut nya kasar


Kembali ke sisi Princess


Setelah kepergian Justin, Princess menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang menatap langit langit kamar nya


" Sampai kapan sandiwara gila ini berakhir ". gumam nya


Lalu dia bangkit dari tidur nya dan berjalan keluar kamar menuju kamar Oma Yasmin


Brakkkkk


Princess mendobrak pintu kamar Oma Yasmin dan terlihat lah Oma Yasmin sedang berdiri di balkom menatap ke arah luar mansion.


" Apa yang kau pikirkan Nenek ". tekan Princess berjalan mendekati Oma Yasmin


" Tidak ada ". ucap nya


" Di mana Opa ? ". tanya Princess karena sejak pagi dia tidak melihat Opa Albert


" Opa ke kantor ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan". ucap Oma Yasmin


" Kakek tua itu tak bisa diam !! harusnya dia istirahat saja dan biarkan orang kepercayaan nya yang mengurus semuanya ". ketus Princess berdiri di samping Oma Yasmin


" Ada beberapa hal yang tidak bisa di lakukan oleh orang lain dan sangat sulit menemukan orang yang benar benar bisa di percaya ! sebagian Dewan Direksi di pengaruhi oleh Jeremy maka oleh itu Opa mu itu tak boleh bertindak gegabah ". ucap Oma Yasmin


" Baiklah serahkan padaku , aku tau siapa yang pantas memimpin Citrus". ucap Princess


Oma Yasmin berbalik menatap Princess


" Siapa ?". tanya Oma Yasmin


" Orang kepercayaan ku , katakan pada Opa kalau besok orang ku akan datang ke kantor ". ucap Princess dan di angguki oleh Oma Yasmin


" Aku akan pergi dan pastikan Justin tidak mengikuti ku ". ucap Princess meninggalkan Oma Yasmin sedangkan Oma Yasmin hanya menatap punggung cucu angkat nya itu yang menghilang di balik pintu


Princess kembali ke kamar nya menganti pakaian nya dengan serba hitam , celana jeans hitam kaos hitam polos tak lupa jaket hitam serta topi dan masker yang menutupi wajah cantik nya tapi dia masih memakai kacamata kotak nya dia berjalan menuruni anak tangga itu melihat ke kiri dan ke kanan memastikan situasi aman


" Kau mau kemana ? ". tanya Rendy berdiri tidak jauh dari Princess


" Aku mau keluar sebentar kak ". ucap nya


" Dengan pakaian serba hitam begini ? apa kau mau melayat ". tanya Rendy menaikkan sebelah alis nya


" Iya kak ". ucap nya lagi


Rendy berjalan mendekati Princess dan masih menatap nya tajam


" Kau tau gadis kampung ! kau tak seharusnya ada di sini ". kata Rendy menunjuk wajah Princess


" Aku harus pergi kak ". ucap Princess menunduk tapi tangan nya di tarik oleh Rendy sehingga menabrak dada bidang nya kemudian dia membisikkan sesuatu ke telinga Princess " Kau akan tamat ". ucap nya menghempaskan tubuh Princess secara kasar dan Rendy pergi meninggalkan Princess .


Princess menatap tajam punggung pria itu tak terasa dia menyunggingkan senyum tipisnya .


" Huhh mobil mana yang harus ku pakai". ucap nya melihat deretan mobil terparkir cantik di garasi belakang mansion akhir nya keputusan jatuh pada Lamborghini warna hitam dia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan mansion Smith


Jalanan cukup ramai apalagi hari sudah sore di mana jam kerja telah usai banyak mobil lalu lalang kiri dan kanan nya . Princess terus mengerutu di dalam hati nya . jalanan nya benar benar macet beberapa saat kemudian kemacetan sedikit berkurang di rasa mendapat kesempatan menyalip dia langsung menambah kecepatan mobil nya


Beberapa saat kemudian mobil itu telah sampai di markas The CL pintu gerbang terbuka otomatis dia langsung masuk dan menghentikan mobil nya tepat di pintu masuk markas


" Di mana mereka ? sepi sekali ". ucap nya beranjak turun dari mobil


Princess berjalan masuk ke dalam markas menatap sekeliling tujuan nya sekarang ruang latihan dan benar saja di lihat nya mereka semua tengah berkumpul di sana


Bughh


Bughh


" Hahhhh kenapa kau cuma menangkis serangan ku saja ". ucap Lucifer menatap lawan nya yang tidak lain adalah Lucas


" Kau benar benar hebat aku tak sanggup lagi ". ucap nya memegang dadanya


Bughh


Princess menendang perut Lucifer secara mendadak dan membuat Lucifer kaget tapi dia tersenyum setidak nya lawan nya sekarang setara dengan diri nya


" Mari bermain Lc ". ucap Princess menyeringai


" Baiklah Nona Muda". ucap Lucifer berjalan maju menyerang Princess .


Princess tak tinggal diam dia memukul menendang bagian tubuh Lucifer sekarang dia benar benar mengeluarkan emosi nya


Bughhhh karena lenggah Princess berhasil menendang dada Lucifer dan membuat Lucifer mundur beberapa langkah tapi itu tak membuat Lucifer gentar dia semakin membabi buta menyerang Princess


Bughh


Bughhh


Brakkk


Brukkk


Princess terpental ke arah dinding dan jatuh ke lantai tapi dia bangkit kembali sambil mengusap ujung bibir nya yang mengeluarkan darah dengan ibu jari kanan nya kemudian menjilati darahnya sendiri


" Ckkk lemah ". cibirnya kepada diri nya sendiri


Dia berlari menenjang Lucifer dengan kedua kaki nya dan membuat Lucifer terpental lumayan jauh . pertarungan itu semakin sengit tak ada yang mau mengalah atau mengakui ke kalahan 1 jam berlalu mereka terbaring di atas matras dengan nafas ngos ngosan


" Kau hebat Nona Muda ". ucap Lucifer mengangkat ke dua kaki nya ke atas berbentuk lilin terbalik


" Masih lemah ". ucap nya


Huhhhh Lucifer bangkit berdiri dan menjulurkan tangan nya dan di sambut oleh tangan Princess


" Kalian memang hebat ". ucap Lucas mengacung kedua ibu jari nya


" Kau harus lebih berlatih Lucas !! apa kau tidak malu di kalahkan oleh seorang bocah ". ucap Princess melirik Lucifer


" Hey kau apa pernah melihat bocah membuat orang dewasa babak belur ". cibir Lucifer lalu beranjak pergi dari ruang latihan


" Jadi ada apa kenapa kau ke sini Baby?". tanya Lucas memberikan sebotol air mineral kepada Princess


" Besok datang lah ke perusahan Citrus ". ucap Princess menengak air mineral itu hingga habis


" Untuk apa ?". ucap Lucas


" CEO ". ucap Princess


" Hahhh kau yakin ? ". jelas Lucas menatap Princess


" Tentu itu akan membantu kita menemukan musuh yang bersembunyi apalagi si tua bangka Jeremy dia ingin menyingkirkan ku secepatnya ". jelas Princess


" Baiklah Baby ". ucap Lucas mengedipkan sebelah mata nya


" Apa mata mu kelilipan ? ". tanya Princess


" Aisss kau sungguh tak pekka ". cengir Lucas


" Apa yang kau rencana kan tanpa memberitau aku ? ". tanya Princess


" Kita lihat nanti Baby sekarang bersihkan diri mu ". ucap Lucas meninggalkan ruang latihan dan di ikuti oleh Princess