
Dua hari berlalu sejak kejadian di Bar . Justin semakin menaruh curiga kepada Princess sampai sampai dia mengirim kan orang kepercayaan nya untuk memantau segala kegiatan Princess tapi itu tak berpengaruh untuk sang Princess dia selalu bisa menghindar dari mata mata yang di kirim nya oleh Justin
" Nona Muda tunggu ". teriak Vano setengah berlari menghampiri Princess
Princess yang mendengar ada yang memanggil nama nya sontak berbalik" kenapa kak ? ". tanya Princess saat melihata Vano sudah di depan nya
" Ahhh ituu ,,,,, ummmm apa dua hari yang lalu kau pergi ke Bar ?". tanya Vano lirih
" Tidak kak untuk apa aku pergi ke Bar ". kata Princess seolah meyakinkan Vano
" Ahh benarkah apa aku salah lihat , hehehe". cengir Vano mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal
" Kau". Vano merentangkan tangan kiri nya ke atas untuk menghentikan langkah seorang pria yang ingin melewati mereka dan sontak membuat pria itu berhenti kemudian menatap Princess dan Vano bergantian
" Kenapa ?". tanya nya
" Dua hari yang lalu kita bertemu di Bar kan ?". tanya Vano menatap tajam ke arah Lucifer . Ya pria itu adalah Lucifer yang di hadang oleh Vano
" Aku tak ingat ". ketus Lucifer menepis kasar tangan Vano sehingga membuat Vano terhuyung ke belakang lalu Lucifer berlalu melewati mereka begitu saja tanpa memperdulikan umpatan dari Vano
" Ummm kak aku harus masuk ke dalam kelas ". ucap Princess langsung meninggalkan Vano seorang diri
Dari kejauhan nampak Lisa mengepalkan tangan nya erat "Awas kau gadis kampung ". ucap nya lalu pergi
*******
" Aisss kenapa Nona Muda selalu bisa menghindar dari mata mata yang aku kirim ". kesal Justin berjalan mondar mandir di depan Kevin sedangkan Kevin masih fokus memakan kacang kesukaan nya
" Bisakah kau berhenti mondar mandir begitu hahh!! mata ku sakit melihatnya ". seru Kevin melempar kulit kacang ke arah Justin
" Kenapa kau bersikap tenang seperti itu hahh" . geram Justin menatap Kevin
" Lalu aku harus bagaimana ? mondar mandir seperti mu begitu? Cihhhh ,,,, kau begitu khawatir kenapa Nona Muda ?". ucap Kevin
" Aku tidak khawatir hanya saja aku curiga kalau Nona Muda menyembunyikan sesuatu dari kita ". kata Justin menjatuhkan tubuhnya di sofa
" Sudahlah nanti juga Nona Muda membuka jati dirinya jadi kau jangan terlalu memikirkan nya ". ucap Kevin melemparkan minuman kaleng ke arah Justin dan Justin sigap menangkap nya lalu meneguk nya
" Ummm baiklah ". pasrah Justin
*****
Di sebuah gudang tua
" Kak Lisa apa yang kau lakukan ". teriak Princess saat ini dia tengah di ikat di sebuah kursi dan di depan nya Lisa tengah memainkan sebuah pisau
" Bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk jangan mendekati Vano ku ". geram Lisa mencengkram erat kedua pipi Princess dengan tangan kiri nya serta tangan kanan nya memainkan pisau di pipi kanan Princess
" Aku tidak mendekati kak Vano sungguh". tangis Princess tapi di balik itu dia tersenyum menyerigai
" Apa kau pikir aku percaya hah !!!! bagaimana kalau aku melukai pipi mu yang ini dan ini , tochh tochh nanti wajahmu tambah jelek dan Vano tak akan mau lagi dengan mu gadis kampung ". kata Lisa menunjuk pipi kanan dan kiri Princess dengan pisau nya kemudian menarik rambut Princess sampai beberapa helai terlepas dari tempat nya
Argggghhhhh
" Hentikan Kak kau menyakiti ku ". pinta Princess dengan sendu
" Tak akan pernah sebelum kau mati ". kata Lisa menatap Princess dengan tatapan membunuh
Bughh
Duagh
Bughh
Duagh
Brukkk
Salah seorang pria terjatuh di depan pintu gudang dan sontak membuat Lisa menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani menganggu acaranya
" Kau apa yang kau lakukan hahh!!". bentak Lisa pada pria itu
" Maaf Nona tapi di depan ada ... ". kata pria itu terpotong karena seorang pria muda memasuki gudang
" Kau siapa ?". tunjuk Lisa kepada pria muda itu
" Kau tak perlu tau siapa aku ". ucap pria itu santai lalu berjalan mendekati Lisa
" Jangan mendekat ". kata Lisa kepada pria itu
" Kalian kenapa diam saja serang dia ". perintah Lisa pada anak buah nya
" Maaf Nona kami tak ingin babar belur lagi ". kata mereka dan langsung meninggalkan gudang
" Hey kalian b* debah tidak berguna ". teriak Lisa kemudian beralih menatap pria itu
'' Kau kenapa kau ikut campur hahh!!!". bentak Lisa menyerang pria itu tapi dengan sigap pria itu menghindar dari serangan Lisa
" Lumayan ". cibir pria itu
" Br*ngsek ". geram Lisa semakin menyerang pria itu membabi buta tapi karena tak ingin terlalu bermain pria itu langsung menendang Lisa sampai dia terbentuk dinding dan jatuh ke lantai
" Kau bukan lawan ku ". cibir pria itu lagi dan berjalan mendekati Princess untuk membuka tali ikatan nya
" Lc ". kata Princess menyunggingkan senyum tipis nya
Ya pria itu adalah Lucifer dia tak sengaja mendengar rencana Lisa untuk menculik Princess jadi Lucifer mengikuti Lisa
" Kau tak apa ? harusnya kau melawan nya ". ucap Lucifer tersenyum mengejek
" Seharusnya kau tak datang karena aku ingin bermain main dulu ". kata Princess
Lisa yang melihat adegan itu semakin naik darah dia langsung berdiri dan menyerang Lucifer dari arah belakang
Jlebb
Argggghhhhh
Lisa yang niat nya ingin menusuk Lucifer kaget karena melihat Princess lah yang terkena tusukan itu
Sedangkan Princess yang melihat Lisa ingin menyerang Lucifer langsung menarik tangan Lucifer dan memutar tubuhnya dengan Lucifer sehingga dia lah yang tertusuk akhirnya
" Tidak tidak ". ucap Lisa tangan nya gemetaran
" Kau ingin menyakiti kesayangannya ku hahh!!!". geram Princess mencabut pisau yang telah menancap sempurna di perut nya
" Kau tak apa ?". panik Lucifer melihat darah terus mengalir dari perut Princess tapi Princess tak memperdulikan nya dia masih menatap Lisa dengan tajam
" Aku tak sengaja ". panik Lisa langsung lari meninggalkan gudang
" Aku tak apa ". kata Princess dengan santai seolah tak terjadi apa apa
" Kenapa kau melakukan ini ?". tanya Lucifer
" Aku tak ingin kesayangannya ku terluka ". kata Princess
Degg
" Kesayangan ?". Lucifer menaikkan sebelah alisnya
" Karena aku mengangap mu sebagai adik ku aku tak ingin bila kau terluka berjanji lah bahwa kau tak akan membiarkan seseorang melukai mu atau aku yang akan membuat luka mu semakin parah ". jelas Princess kemudian terjatuh dengan sigap Lucifer menangkap nya sebelum tubuh Princess terjatuh ke lantai
" Hey bangun lah ". panik Lucifer mengendong Princess dan membawa nya meninggalkan gudang menuju markas The CL
Lucifer mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh sampai akhirnya mereka tiba di markas . Lucifer dengan sigap mengendong Princess sampai ke kamar nya.
'' Hey kenapa dia ?". panik Lucas menghampiri Lucifer
" Aku di sini!! kenapa kau mencari ku hahh". tanya Lee berjalan mendekati mereka di ikuti oleh Kim di belakang nya
" Cepat obati luka nya ". kata Lucifer menatap Lee dan Lee hanya menatap Princess yang tengah berbaring di atas ranjang dengan tersenyum sinis
" Kenapa kau hanya diam cepat obati kesayangan ku ". bentak Lucas kepada Lee
" Kim ambilkan peralatan ku ". perintah Lee dan Kim langsung melakukan perintah King nya. beberapa saat kemudian Kim kembali dengan peralatan medis milik Lee dan Lee langsung mengobati luka Princess
" Selesai ". ucap Lee dengan santai nya
" Tapi kenapa dia belum sadar juga ?". panik Lucifer
" Baby sadar lah eumm ,,,, Baby ayok lah buka mata mu jangan buat aku khawatir". kata Lucas memegang tangan Princess
" Cihhh berhenti lah khawatir berlebihan seperti itu ". cibir Lee merapikan peralatan nya
" Kenapa dia belum sadar juga ?". gerutu Lucifer berjalan mondar mandir di depan ranjang Princess
" Sebenarnya apa yang terjadi Lucifer". bentak Lucas mengangkat kerah kemeja Lucifer dan Lucifer langsung menepis nya secara kasar
" Seharusnya aku yang terluka tapi dia menyelamatkan aku .... bla bla ". jelas Lucifer menjelaskan
" Jadi wanita ular itu pelaku nya " . geram Lucas mengepalkan kedua tangan nya sedangkan Lucifer hanya menatap Princess penuh arti
Akupun menyanyangi mu seperti kakak ku tapi aku tak tau bagaimana caranya menunjukkan rasa sayangku , cepatlah sadar aku akan menuruti semua perintah mu . batin Lucifer
" Hey Nona Muda bangun lah dan hentikan sandiwara konyol mu ". sinis Lee menatap Princess
" Sandiwara ". kata Lucas menatap Lee kemudian beralih menatap Princess
" Berisik!!!! biarkan aku tidur sebentar ". ketus Princess dengan mata terpejam
" Baby kau sadar eumm". ucap Lucas mendudukan dirinya di samping Princess
" Cihhh sudah ku katakan jangan khawatir berlebihan dia tak akan mati karena pisau murahan itu ". cibir Lee
" Aisss kalian keluarlah aku ingin tidur". usir Princess
" Baiklah Baby kami akan keluar kau istirahat lah ". kata Lucas lalu mencium kening Princess setelah itu dia pergi dari kamar Princess di ikuti Lee dan Kim sedangkan Lucifer masih menatap tajam ke arah Princess tanpa mau bergerak sedikit pun
" Pergilah Lc ". usir Princess kepada Lucifer tanpa menatap nya
Lucifer menghembuskan nafasnya kasar setelah itu dia pergi meninggalkan Princess seorang diri setelah kepergian Lucifer , Princess beranjak bangun dari tidurnya untuk mengambil ponselnya dari dalam tas setelah itu dia menghubungi seseorang beberapa saat kemudian Princess mematikan ponselnya setelah itu dia segera kembali ke atas ranjang nya sampai akhirnya dia terlelap
Malam hari
Mereka semua tengah menikmati makan malam bersama dan sesekali terdengar suara canda tawa dari meja makan
" Setelah ini ikutlah dengan ku ada yang ingin aku bahas ". kata Princess
" Baiklah ". ucap Kompak mereka
Princess terlebih dahulu meninggalkan meja makan dia berjalan menuju ruangan pribadi nya . Nampak Princess berpikir keras tentang apa yang sudah terjadi beberapa hari ini tapi semua pikiran buruk itu dia tepis karena belum terbukti kebenaran nya.
Sekarang mereka semua telah berkumpul di ruang rahasia Princess
" Jadi apa kabar terbaru yang kau dapatkan Lee ?". tanya Princess sembari jari telunjuknya mengetuk ngetuk meja di depan nya
" Ini lihatlah ". Lee menyerahkan sebutir peluru berwarna silver kepada Princess
" Ini ? Apa maksudnya?". tanya Princess memperhatikan peluru itu
" Peluru itu saya temukan di tempat jenazah Nona Vanya di temukan tapi letak nya agak jauh dari gedung . setelah saya mencari tau tentang mengenai peluru itu tak banyak yang saya temukan bahkan pabrik pembuat nya pun tak dapat saya temukan hanya satu petunjuk yang saya temukan bahwa peluru itu adalah milik anggota Black Fire karena ada huruf B berwarna hitam terukir di peluru itu ". jelas Kim menjelaskan perihal peluru yang sedang di amati oleh Princess
" Jadi ? maksud nya adalah di balik pembunuhan Vanya adalah Black Fire ? bukankah Black Fire itu Gangster ?". tanya Princess menekuk kedua alisnya
" Itu benar tapi ... ". kata Lee terpotong
" Tapi apa ?". bentak Princess
"Black Fire sudah lenyap 15 tahun yang lalu walaupun mereka hanyalah Gangster tapi kelompok mereka sangat banyak dan daerah kekuasaan mereka sangat luas sehingga menyebalkan peperangan antar kelompok pada masanya ". jelas Lee memijit pelipisnya dengan tangan kanan nya
" Tapi itu mungkin benar karena yang saya tau bahwa Leader Black Fire pada saat itu mempunyai seorang putra dan putri kalaupun mereka selamat mungkin saja mereka akan balas dendam ". tambah Kim
Princess nampak diam tanpa ekspresi tatapannya terlihat tajam bak elang sedang mengintai mangsanya.
" Kita tunggu Peter untuk memastikan nya ". seru Princess memasukan peluru itu ke dalam kotak
" Uncle Peter ? untuk apa , apa dia tau tentang Black Fire ". tanya Lucifer
" Tentu saja dia tau karena dia salah satu mafia yang ikut terlibat dalam pembantaian Black Fire 15 tahun yang lalu ". kata Princess
" Jadi kita menunggu kedatangan nya begitu ?". tanya Lucas dan Princess hanya menganguk saja
" Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintah kan untuk mengacaukan sistem departemen militer Lucas ?". tanya Princess
" Aku sudah melakukan nya ! besok siang jet itu siap untuk di antar tanpa sepengetahuan pihak militer ". jelas Lucas dan Princess hanya tersenyum menyerigai
" Kau benar benar keterlaluan gadis nakal dari dulu aku yang mengingikan jet itu tapi selalu saja kau yang mendapatkan apa yang aku inginkan ". sinis Lee menatap Princess
" Itu namanya keberuntungan ". tekan Princessi
" Cihhhh ". decih Lee menyibak kasar rambut nya
" Baiklah kalian istirahat saja dan aku juga ingin istirahat ". Princess beranjak berdiri
" Apa kau tak pulang ? ". tanya Lee
" Tidak aku sangat lelah aku sudah menelpon Nenek tua itu ". kata Princess berlalu meninggalkan mereka semua yang masih terlihat diam di tempat
" Dia benar benar gadis aneh lihat saja wajah nya benar benar dingin ". cibir Lucas bergidik ngeri
" Kenapa baru sekarang kau berani bicara seperti itu hahh setelah kepergian nya kenapa tidak tadi saja ! apa kau takut ?". cibir Lucifer tersenyum mengejek
" Kau!!!! diam lah ". seru Lucas pergi meninggalkan mereka dan di ikuti oleh yang lain nya mereka pergi ke kamar masing masing untuk istirahat
***
Di tempat lain
Justin terlihat sangat marah setelah mengetahui apa yang sudah terjadi pada Nona Muda nya tapi dia tak bisa berbuat apa apa karena di larang oleh Oma Yasmin.
"Arrggghhhh ". teriak Justin menarik rambutnya kasar dari depan ke belakang
" Berisik ". ketus Kevin
"Kenapa aku selalu memikirkan gadis itu kenapa aku sangat marah ketika orang lain menyakiti nya !!! kenapa !! Argggghhhhh ". geram Justin melempar beberapa barang di ruang kerja nya
" Hey bung apa mungkin kau menyukai Nona Muda?". ceplos Kevin
" Benarkah ?". Justin memegang dadanya yang selalu berdetak kencang saat bersama Nona Muda nya
" Mungkin ! lupakan Oca dan buka lembaran baru ". jelas Kevin memberikan nasehat pada sahabat nya
" Apakah aku mencintai nya ?". tanya Justin menatap Kevin
" Kenapa menatap ku seperti itu hahhh! aku masih normal ". seru Kevin memeluk tubuhnya dengan kedua tangan nya
" Cihhh aku pun masih normal ". sarkas Justin
" Kalau kau menyukai Nona Muda maka perjuangkan dia kalau tidak aku yang akan merebut nya ". ucap Kevin dengan mata berbinar
" Jangan pernah berusaha untuk merebut nya dari ku !!! kau ingat itu ". ketus Justin pergi meninggalkan Kevin
" Cihhh dasar bodoh ". decih Kevin menatap punggung sahabat nya yang menghilang di balik pintu