
Princess tersenyum tipis dia terus berjalan maju mendekati ke 6 pria tahanan nya dengan pisau lipat di tangan kanan nya . Ke 6 pria itu berusaha untuk memberontak tapi apalah daya tubuh mereka sudah lemas tak bertenaga . Tangan mereka di ikat ke belakang dan satu orang yang tangan nya sudah putus hanya bisa meringis kesakitan dan terlihat Princess begitu menikmati pemandangan di depannya
" Kalian salah dalam mencari seorang lawan dan inilah konsekuensinya ". ucap Princess berjalan mengelilingi mereka sambil terus memainkan pisau lipat nya
" Berhentilah bermain-main kakak ipar kau bisa langsung membunuh mereka , 2 jam lagi aku ada kelas dan kau pun sama ". kata Vano
" Aisss,, kau merusak kesenangan ku Van ". Princess menatap tajam ke arah Vano dan yang di tatap hanya bisa menelan saliva nya
" Baiklah aku tidak akan bermain-main lagi ". kata Princess menyerigai tajam
Princess memberi kode pada The Black dan mereka tentu saja sangat paham dengan kode tersebut . The Black mendekat ke arah tawanan dan membuka perban di mulut mereka
" Sialan !!". desis salah satu dari ke 6 pria itu
" Hufttt !".
" Kau wanita ibliss ". ucap pria yang tangan nya sudah terpotong
" Hahahahaha ,,, ya aku memang wanita ibliss jadi kenapa kau bermain-main dengan ku ? dan untuk kalian semua hanya kematian yang pantas untuk tikus kecil seperti kalian ". kata Princess
Jlebb
Crasss
" Hentikan !" . teriakan salah satu dari mereka saat melihat Princess dengan santai nya menikam teman nya dan mengorok lehernya
" Berhenti ? benarkah ? tentu saja tidak ". kata Princess melanjutkan aksi nya , mereka sudah pasrah apalagi dewi kematian sudah di depan mata
Princess menunjukkan jati dirinya sebagai seorang psikopat dan Vano yang melihatnya hanya bergidik ngeri
Beberapa pria sudah terkapar dengan tubuh yang sangat mengenaskan . Pisau lipat kesayangan sang Princess mencabik-cabik kulit mereka . Tersisa 4 pria lain nya yang sudah tak berdaya jangan kan untuk melawan untuk berbicara saja sudah tidak mampu
" Keluarkan lidah nya ". titah Princess . Dua The Black mendekat lalu memegang tahanan itu , mengeluarkan lidahnya tanpa basa basi Princess langsung memotong nya kemudian melempar nya ke sembarang arah
Jlebbb Crassss
Princess langsung mencongkel salah satu mata pria itu dan The Black langsung menyingkir . Princess kembali bringass , kedua bola mata itu mengelinding di lantai . Vano yang melihat nya merasa perutnya ingin memuntahkan sesuatu
Di sisi lain The Black nampak terlihat biasa saja karena sudah sering melihat pemandangan di depannya
Cukup lama Princess bermain , beberapa bola mata mengelinding di lantai . Princess berdiri menatap mangsanya yang sudah setengah sadar mati segan hidup pun mereka tak akan mampu . Tubuhnya penuh dengan lukisan karya pisau lipat sang Princess , 4 orang pria itu masih bernafas . Princess menginjak kepala salah satu dari mereka
" Kalian hanyalah parasit dan sudah sepantasnya kalian mati . Bakar mereka dan hilangkan jejak ". titah Princess
" Baik Prin !". ucap The Black
Setelah itu Princess melenggang pergi melewati Vano yang masih terlihat sangat shock
" Ayok pergi atau kau masih ingin berada di sini ?". tanya Princess
" Ahhh iyaa ". Vano tersadar dari lamunannya lalu mengikuti langkah Princess
" Aku yang akan menyetir !". Princess langsung masuk lalu duduk di kursi kemudi . Vano pun masuk ke dalam mobil
" Kau benar-benar psikopat ". ucap Vano sedangkan Princess membalas nya hanya dengan senyuman
" Kau harus mengetahui sisi lain dari diri ku Van dan jangan pernah kaget untuk itu ". kata Princess sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh
Beberapa saat kemudian mereka sampai pada sebuah Mansion . Satpam langsung membukakan pintu gerbang , mobil sang Princess masuk ke dalam Mansion mewah itu . Lalu Princess turun di ikuti oleh Vano
" Ini Mansion siapa ?". tanya Vano
" Ini Mansion ku tapi Roy dan Rion yang menempati nya . Ayo masuk kau bisa membersihkan diri mu di dalam ". kata Princess langsung masuk ke dalam dan Vano langsung mengikuti nya
Beberapa maid berbaris menyambut kedatangan Princess mereka
" Kau bisa memakai kamar itu ".tunjuk Princess
" Baiklah ". kata Vano
" Siapkan mobil ku yang merah ". kata Princess pada salah satu penjaga di sana
" Baik Nona Muda ". ucap nya berlalu pergi
Princess langsung naik menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri
***
" Apa ?!! ". Jerry mengepalkan kedua tangannya saat mendengar berita yang di sampaikan oleh anak buahnya
" Sudah aku duga bahwa gadis itu akan bergerak dan itu merupakan alasan kenapa kita di tahan di sini ". celetuk Kenta
" Siall ,,, ini benar-benar sangat sial ". Jerry berdiri kedua tangannya terus mengepal dia berjalan mondar-mandir
" Jadi apa selanjutnya rencana kita kak ?". rengek Sonia
" Kalian pergilah ". usir Jerry pada anak buahnya dan mereka pun pergi
" Hancur sudah , gadis itu menghancurkan 4 pertahanan kita di Singapura dan kita sudah tidak memiliki akses di Negara itu . Wanita ular dia begitu licik dan cerdas , bahkan Franki sudah lenyap di buatnya setelah ini dia pasti mengincar Casino yang berada di Macau ". kata Jerry
" Itu tidak boleh terjadi Casino itu merupakan ladang uang untuk kita , kalau Casino itu jatuh ke tangan gadis itu maka kita akan melarat ". celetuk Andrew
" Bukan hanya ladang uang tapi Casino itu merupakan pertahanan utama kita di Macau . Aku harus mencari cara agar Casino itu tidak jatuh ke tangan nya ". kata Jerry
" Jadi apa rencana mu ? Bagaimana kalau gadis itu sudah bergerak sebelum kita mendapatkan rencana ?". tanya Kenta
" Kita harus bisa pergi dari sini , aku akan mencari jalan keluar ". geram Andrew bangkit berdiri dan langsung keluar dari ruangan itu
" Kakak bagaimana ini ?". rengek Sonia lagi
"Aghhhh ini menyebalkan ".
Prangggg
Prangggg
Prangggg
Jerry melempar semua barang di atas mejanya. Kemarahannya memuncak . Jerry menyibak rambutnya kasar
'' Dengan menghancurkan semua barang ini tidak akan merubah kenyataan bila sekarang gadis itu sudah menang satu kosong dari kita ". ucap Kenta
" Bantu aku berpikir Kenta jangan hanya diam saja ". bentak Jerry
" Kenapa aku harus bersusah payah untuk berpikir di sini aku rekan kerja mu , aku mematuhi semua perintah mu tapi aku tidak sepenuhnya bergantung kepada mu . Bila usaha mu hancur maka jangan melibatkan aku karena sedari awal kau lah yang mengajak ku untuk bekerjasama ". jelas Kenta langsung pergi meninggalkan Jerry
Jerry menatap kepergian Kenta , dia kembali frustasi rambutnya sudah acak-acakan . Jerry menghembuskan nafasnya kasar lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa
" Kakak bagaimana ini ?". Sonia melipat kedua tangannya di dada sambil menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa
" Pergi dan pikirkan cara agar kita semua bisa pergi dari negara ini ". usir Jerry kepada adiknya
" Issss ,,, sangat menyebalkan ". Sonia berdiri lalu pergi sambil menghentakkan kedua kaki nya
" Arkhhh ,... ini membuat ku gila ". teriak Jerry
****
Markas Red Blood
Terlihat Kevin sedang fokus dengan layar monitor di depan nya , layar itu menampilkan deretan simbol-simbol yang sangat sulit untuk di pecahkan . Di sisi lain terlihat Justin sedang terfokus pada iPad nya jarinya bergerak lincah di atas benda pipih itu
" Siallll!!! ". pekik Kevin
" Ada apa ?". tanya Justin sambil melirik Kevin sekilas
" Hacker mana lagi yang membuat deretan teka teki sialan seperti ini . Mata ku sudah sangat sakit dari tadi harus bermain dengan angka-angka ini ". keluh Kevin
" Sabar dan lanjutkan usaha mu karena usaha tidak akan menghiati hasil ". ucap Justin
" Kau hanya bisa berbicara saja tapi aku yang berpikir keras untuk ini . Apa kau tak curiga bila situs ini di kendalikan oleh robot ?". tanya Kevin dan membuat Justin langsung menatap nya
" Robot ? kalau pun iya tentu saja otak kecil mu pasti lebih jenius di bandingkan dengan robot itu ". Justin tersenyum mengejek kepada Kevin
" Shittttt !!!'. pekik Kevin lalu kembali fokus pada kegiatan nya . Mouse itu bergerak kesana-kemari , bunyi dari ketikan di papan keyboard itu terdengar begitu merdu. Mata elang milik Kevin begitu teliti melihat penampakan di layar monitor nya
Justin menghentikan kegiatan nya , dia bangkit berdiri lalu menghampirinya Kevin. Mata Justin awas meneliti setiap angka yang di tampilkan oleh layar monitor itu
" Cukup sulit ". kata Justin
Di saat yang bersamaan Lucas berjalan masuk dan langsung menghampiri Justin dan Kevin
" Kau tidak bekerja dan malah asik bermain tanpa mengajakku ". ucap Lucas sambil berdecak pinggang. Justin pun melirik nya sekilas lalu kembali fokus pada layar monitor di depannya
" Aku tau kau sangat sibuk oleh sebab itu aku tidak mengajak mu ". ucap Justin
" Tapi Rion dan Kai juga pergi bermain dan Gadis mu itu pergi bersama dengan adik mu dan mereka juga bermain . Kalian sudah tidak adil dengan ku ". rengek Lucas mencebikkan bibir nya dan Justin hanya memutar kedua bola matanya dengan sangat malas
" Kau sangat berisik lebih baik kau membantuku untuk memecahkan teka-teki sialan ini ". ketus Kevin
Lucas mendekat bahkan dia menyenggol Justin agar lebih bisa memperhatikan layar monitor itu . Justin reflek mundur dan membiarkan Lucas berdiri di samping Kevin
"Huruf dan angka itu !". Lucas mulai menampilkan wajah serius
" Apa kau tau ?". Kevin berbalik menatap Lucas
" Bisa di pastikan mereka orang Eropa dan mereka bukanlah hacker amatir sudah pasti mereka sangat professional . Kita tidak bisa sembarang masuk ke situs mereka akan sangat bahaya karena identitas kita akan menjadi taruhannya , walaupun kau mengunci semua identitas mu tapi mereka pasti dengan mudah untuk mengakses nya karena kita akan masuk ke situs mereka ". jelas Lucas
" Jadi bagaimana caranya agar aku bisa masuk ke dalam data analisis mereka ?". tanya Kevin
" Siapkan dua komputer baru kita akan masuk sebagai penyusup bukan peretas , mereka tidak akan tau bahwa kita masuk ke dalam database nya ". kata Lucas
" Eumm aku paham ". Kevin lalu bangkit dari duduk nya untuk segera mempersiapkan dua komputer baru yang akan mereka gunakan
" Sepertinya kau sangat paham dengan sandi morse seperti itu ". tanya Justin
" Apa kau kira kita sedang berada di Indonesia dan kita sedang dalam pelatihan Pramuka ?". ketus Lucas
"Tapi itu sangat mirip dengan sandi morse ". ucap Justin lagi
" Jangan berpura pura bodoh Justin , kebodohan mu itu tak akan berpengaruh kepada ku . Kau tentu saja bisa masuk dengan mudah ke dalam situs itu tanpa di ketahui tapi kenapa kau menyuruh Kevin untuk melakukan nya ?". Lucas menatap Justin di depannya
" Itu untuk mengasah kemampuan berpikirnya lagipula angka-angka itu tidak terlalu rumit sampai kau membutuhkan dua komputer ?''. Justin menaik turun kan kedua alisnya
" Kau pasti mengerti untuk apa dua komputer itu ". Lucas menyeringai tajam
" Kau memang licik !". Justin terkekeh pelan lalu Justin berlalu meninggalkan Lucas menuju ke sofa dan Justin kembali menjatuhkan bokongnya di sofa empuk itu