
Setelah dari Rumah Sakit Kepolisian New York sekarang Princess menuju ke sebuah Mansion mewah yang terletak di pinggir kota New York. Mobil Princess berhenti tepat di sebuah Mansion Mewah itu dan penjaga di sana langsung membukakan pintu gerbang setelah Princess menurunkan sebelah kaca mobil nya sontak saja membuat penjaga yang melihat nya langsung menunduk memberikan hormat
" Selamat malam Nona Princess ". seru seorang pria mendekat ke arah Princess sedangkan Princess masih diam tak bergeming di dalam mobil nya
" Malam ". ucap Princess datar lalu beranjak keluar dari dalam mobil. Princess menatap sekeliling tampak beberapa penjaga sedang berkeliling di area Mansion
" Mari Nona ". ucap pria itu lagi
Princess melangkah mengikuti pria itu dan berjalan di samping nya " Bagaimana keadaan nya ?". tanya Princess dengan mata fokus ke depan
" Tuan masih belum sadarkan diri tapi kondisi nya sudah lebih baik dari sebelumnya". ucap pria itu
" Aku ingin melihat nya !! oh ya siapkan satu kamar untuk ku karena aku ingin menginap malam ini ". seru Princess
" Baik ". ucap pria itu
Sampai akhirnya Princess sampai pada sebuah kamar di mana seorang pria tampan masih nyenyak dengan tidur nya serta alat alat medis menempel di setiap tubuh nya " Huuhhh!!!!! kapan kau akan sadar ? cepatlah sadar aku bosan melihat mu tertidur ". ucap Princess menatap intens pria itu
" Nona kamar nya sudah siap". ucap pria itu datang menghampiri Princess
" Eummm". Princess beranjak pergi dari dalam kamar itu di ikuti pria tadi untuk memandu Princess menuju ke kamar yang sudah di siapkan
" Silakan Nona ".
" Eummm ! kau boleh pergi ". ucap Princess datar
Pria itu pun menunduk lalu pergi dari hadapan Princess " Benar benar kutub utara ". gumam pria itu menggelengkan kepala nya
Princess menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang beberapa saat kemudian dia akhirnya terlelap
Pagi menjelang
Princess terbangun dari tidur nya dan bergegas menuju ke kamar mandi setelah itu dia bersiap siap untuk kembali ke Jerman . Princess menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa jam masih menunjukkan pukul 7 pagi
'' Nona ! kenapa kau sangat terburu buru ?". seru pria itu melihat Princess dengan tatapan selidik
" Aku harus segera pergi !". ucap Princess lalu mengambil beberapa potong roti dari meja makan dan langsung memakan nya tanpa memperdulikan mereka yang terus menatap nya
" Kau harus menjaga nya dengan baik ". seru Princess berlari menuju ke luar mansion dan langsung masuk ke dalam mobil nya dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi
" Benar benar aneh ! tapi kau istimewa Nona ". ucap pria itu dengan seringai di wajah nya
Beberapa saat kemudian setelah kepergian Princess pria tampan itu mulai menunjukkan kesadaran nya . Beberapa dokter berlari menuju ke kamar nya setelah selesai pemeriksaan para dokter pun keluar dengan senyum merekah di wajah mereka masing masing
'' Bagaimana keadaan mu?". tanya pria itu pada pria yang masih berbaring di atas ranjang . semua alat medis yang tadi menempel di tubuhnya sudah di lepaskan karena menurut nya dia sudah pulih dan tidak memerlukan alat alat itu lagi
" Sangat baik ". seru pria itu menatap tajam pria di hadapan nya . " Lalu kau sendiri apa ada yang serius Louis? ". tanya pria itu lagi
" Aku baik sangat baik malah ". ucap pria yang tidak lain adalah Louis
" Berapa lama aku tertidur?". tanya pria itu beranjak bangkit dari tidur nya
" 3 bulan lebih ". ucap Louis datar
" Ooo ". pria itu hanya membulatkan bibirnya
" Dia datang kemarin malam tapi tadi pagi dia sudah pergi". seru Louis dan pria itu sontak berbalik menatap Louis penuh selidik
" Benarkah ?". seru pria itu menyeringai
" Ya ".
" Dia memang berbeda ! aku ingin melihat nya lewat CCTV ". seru pria itu lagi
" Oke ! ". ucap Louis beranjak pergi begitupun pria itu mengikuti Louis
Sedangkan Princess saat ini sudah sampai di Jerman dan langsung menuju ke rumah sakit di mana Lucifer di rawat
Ceklekk
Pintu kamar terbuka Princess berjalan masuk dengan tatapan menyapu setiap sudut ruangan
" Bagaimana keadaan mu Lc?". seru Princess . Lucifer menoleh saat mendengar pintu ruangan nya terbuka
" Baik sangat baik ". ucap Lucifer tersenyum manis
" Dimana yang lain ? kenapa mereka tak menjaga mu ?". tanya Princess karena tidak melihat yang lain nya
" Mereka sedang keluar nanti juga kembali ". ucap Lucifer
" Kau sudah kembali Baby?". Lucas berjalan masuk dengan plastik hitam yang berisi makanan di kedua tangan nya
" Darimana saja kau hahhh? kau membiarkan Lc sendirian di sini ? ". Princess menatap tajam ke arah Lucas sedangkan Lucas hanya nyengir kuda lalu berjalan menuju sofa dan menaruh plastik makanan itu di atas meja
" Aku membeli makanan tadi ! aku sangat lapar ". ucap Lucas tanpa dosa langsung memakan makanan nya
" Cihhhh!! lalu di mana Peter?". tanya Princess berjalan menuju ke arah Lucas dan duduk di sebelah nya
" Entah lah ". Lucas mengangkat kedua bahunya
" Lc apa kau sudah makan ?". tanya Princess menatap Lucifer
" Sudah ! ". jawab datar Lucifer
" Sudah minum obat ?".
" Sudah !". jawab Lucifer melirik sekilas Princess kemudian kembali fokus pada ponsel nya
" Kau sudah kembali ". Lee berjalan masuk bersama Kim
" Eummm". datar Princess
" Cihhh!! masih saja dingin". sinis Lee
" Apa kau baik baik saja Lee ?". Princess menaikkan sebelah alis nya menatap Lee
" Aku ? baik !". Lee Menunjuk ke arah diri nya sendiri
" Tapi sepertinya keadaan di markas mu tidak baik". seru Princess santai dan Lee langsung menatap Princess selidik begitupun dengan Kim dia langsung mengambil ponselnya untuk memastikan keadaan di markas nya
" Apa maksud mu ?". ketus Lee
Peter dan Liu masuk ke dalam ruangan dan melihat kalau Lee sedang marah menunjuk ke arah Princess
" Maksud ku adalah apa kau sudah mengetahui bahwa di markas mu ada tikus tikus kecil sedang berkeliaran ". ucap Princess terdengar santai tapi sebenarnya dia menyindir Lee karena tidak tanggap sama sekali
" Benar ada beberapa orang yang menyusup masuk kedalam markas tapi mereka sangat hebat bahkan tidak seorang pun mengenali mereka sebagai musuh ". celetuk Kim dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lee
" Jangan bertindak gegabah Lee ". seru Princess mendahului sebelum Lee memarahi Kim karena keteledoran nya
" Huhhhh!!! jadi apa ? si Jerry tengik itu sudah berani menyusup kan orang nya ke dalam markas ku . Aku tak bisa tinggal diam aku ingin sekali mencincang tubuh nya itu ". geram Lee mengepalkan kedua tangan nya
" Mereka tak akan melakukan apa pun karena kau tak ada di sana tugas mereka hanya untuk mengawasi dan melaporkan situasi dari markas mu ". seru Princess
" Dari mana kau mengetahui itu semua Baby ? apa kau menyusupkan mata mata di Mafia nya Lee ?". tanya Lucas menatap Princess selidik
" Kau!!!!". Lee menunjuk ke arah Princess dengan tangan kanan nya sedangkan Princess hanya menyeringai
" Astaga Baby kau benar benar jenius ". tawa renyah dari Lucas membuat mereka semua menatap ke arah diri nya
" Jadi kau memasukan orang mu di dalam Mafia ku ?". tanya Lee mode serius
" Untuk mengawasi saja ". ucap Princess enteng
" Apa kau juga melakukan hal yang sama pada Mafia ku ?". celetuk Peter
" Ya!". datar Princess
Peter tampak biasa saja karena dia sudah menduga sebelum nya bila Princess pasti memasukan orang kepercayaan nya untuk mengawasi Red Fox " Terserah kau saja ". ucap Peter pasrah
" Hahahaha King Mafia macam apa kau ini ". tawa Lucas membuat mereka hanya menghembuskan nafas nya kasar
" Bukan kah besok Lucifer bisa pulang ?". tanya Princess menatap Lee tapi Lee tampak diam tak bergeming atau menghiraukan keadaan sekitar nya
" Hey kau ". Lucas melempar bantal sofa ke arah Lee dan membuat Lee tersadar dari lamunan nya
" Kau !!! berani nya ". ucap Lee menatap tajam ke arah Lucas sedangkan Lucas nampak biasa saja karena menurut nya lebih menakutkan tatapan Princess daripada Lee
" Bukankah besok Lc sudah boleh pulang Lee ". kata Princess penuh dengan tekanan
" Ahhh iya sudah boleh ". ucap Lee
" Apa lebih baik bila Tuan Muda ikut saya pergi ke China ?". celetuk Peter dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Princess
" Kau ingin membahayakan nyawa adik ku Peter? apa kau yakin bisa menjaganya di sana saat situasi seperti sekarang di mana Jerry masih berkeliaran dengan bebas di China. Aku tak ingin kecolongan lagi Peter lebih baik kau perkuat Mafia mu dulu dan pastikan kau bisa mengendalikan nya sebelum membawa Lc ku kembali ke China". sarkas Princess dengan penuh penekanan pada Peter
Setelah ucapan Princess yang penuh penekanan pada Peter keadaan di ruangan itu mendadak hening hanya hembusan nafas yang terdengar mereka pun saling lirik tak berani berbicara pada saat Princess sedang mode on nya
" Uncle aku baik baik saja ! kau bisa kembali ke China tanpa aku ". ucap Lucifer dan Peter langsung menatap ke arah Tuan Muda nya
" Baiklah Tuan Muda ". ucap Peter
" Maafkan aku Peter aku tak bermaksud untuk menyinggung mu atau meremehkan kemampuan mu tapi ini demi kebaikan Lucifer aku sudah gagal menjaga nya sekali dan aku tak ingin bila terjadi untuk kedua kali nya dan kau juga harus memahami situasi saat ini ". ucap Princess
" Aku tau dan kau tak perlu merasa bersalah ". kata Peter
" Baiklah jadi semuanya sudah beres dan besok pagi kita akan kembali ke Singapura". kata Princess
" Ya kau benar Baby aku sangat merindukan tempat tidur ku di sini aku tak dapat tidur dengan nyenyak ". ceplos Lucas tanpa melihat situasi
" Yang ada di pikiran mu hanya tidur saja". sinis Lucifer memutar kedua bola matanya malas
" Biarkan saja ". seru Lucas santai
" Kau pun harus kembali ke China Peter dan kau pun sama Lee ". kata Princess
" Ya!". datar Lee
" Tapi apa tidak sebaik nya kita kembali sekarang karena ada beberapa masalah di sana ". celetuk Kim
" Apa itu penting?". Lee menaikkan sebelah alis nya
" Ini!" Kim memberikan i-pad nya pada Lee dan Lee langsung mengambil nya
" B*debah s*alan !!! Kita berangkat 2 jam lagi Kim ". seru Lee beranjak berdiri lalu pergi di ikuti Kim di belakang nya
" Aku tau ". datar Princess menatap Lee dan Kim yang sudah menghilang di balik pintu
" Aku pun sepertinya harus segera kembali ". ucap Peter beranjak berdiri
Princess menatap Peter penuh selidik seolah bertanya kenapa ? tapi Princess membiarkan nya saja karena itu juga hak Peter " Baiklah ! kau bisa pergi dan aku akan memastikan bahwa Lc akan aman bersama ku ". seru Princess
" Eummm!! aku tau kau pasti akan menjaga nya". seru Peter
" Uncle kau harus berhati hati ". ucap Lucifer menatap Peter
" Pasti dan cepat lah pulih agar kau bisa kembali ke China dan mengambil alih singasana ku ". ucap Peter tersenyum mengejek ke arah Lucifer
" Sudah pasti ". ucap Lucifer menyeringai
" Aku harus pergi ". kata Peter berjalan keluar di ikuti Liu di belakangnya
sekarang hanya tinggal mereka bertiga di sana nampak hening beberapa saat sampai Lucas membuka suara nya " Apa kau tak ingin menjenguk nya Lc ?". tanya Lucas
Lucifer yang paham akan maksud dari Lucas hanya tersenyum" Besok sebelum kembali ke Singapura aku akan menjenguk nya ". ucap Lucifer
" Eummm! Baiklah besok kita akan ke makam Jems dan sekalian menjenguk anak anak panti". seru Princess
" Oke !".
" Hoammm!! aku mengantuk sekali aku ingin tidur ". Lucas membaringkan tubuh nya di sofa lalu tertidur dengan nyenyak nya . Princess yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir kalau Lucas bisa tidur secepat itu lalu tatapan Princess beralih pada Lucifer yang masih fokus pada ponselnnya
" Apa yang sedang kau rencanakan Lc?". Princess seolah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Lucifer. Lucifer melirik Princess dengan senyum tipis dari salah satu sudut bibir nya dengan kode mata Princess sudah mengerti dan langsung menggangukkan kepalanya tanda mengerti
" Baiklah aku ingin istirahat aku sangat lelah ". ucap Princess beranjak berdiri dan menuju ke ranjang di samping ranjang Lucifer lalu merebahkan diri nya di sana
Keesokan harinya
Lucas , Lucifer dan Princess sudah berada di makam Jems sedangkan Roy dan Rion sudah berada di panti asuhan karena perintah Princess untuk mengantarkan makanan untuk anak anak panti
" Kak terimakasih banyak kau sudah memberikan aku kehidupan baru aku tak akan melupakan jasa mu dan aku berjanji akan menjaga anak anak panti dengan baik ". ucap Lucifer memegang batu nisan itu dan menaruh sebuket bunga di depan nya
" Dia sudah tenang di sana ! Kita harus kembali ". seru Princess menepuk pundak Lucifer .
" Eummm".
Mereka pun pergi dari sana menuju ke panti asuhan . Tampak Roy dan Rion sudah membagikan kotak yang berisi makanan pada anak anak panti
" Bagaimana?". tanya Princess menghampiri Roy dan Roy hanya tersenyum
" Eummm!".
Mereka cukup lama berada di panti asuhan dan terlihat Lucifer begitu akrab dengan anak anak panti bahkan Lucifer terlihat sangat bahagia saat bermain dengan mereka sedangkan Princess yang melihatnya hanya tersenyum tipis. Princess menatap sekeliling tampak renovasi panti sedang berlangsung beberapa pondasi untuk bangunan baru sudah terlihat.
" Untuk sekolah mereka aku kau sudah mengurus nya?". tanya Princess pada Roy dan Rion
" Sudah ! lahan nya sudah ada tapi untuk design nya belum di tentukan karena menunggu designer kita untuk mendesign nya sesuai dengan kondisi di sini". ucap Roy
" Lahan nya cukup luas dan itu mampu menampung sekitar 5000 siswa . Rencana pembangunan akan di mulai bulan depan setelah para arsitek melihat lahan nya ". tambah Rion
" Lakukan yang terbaik aku percayakan pada kalian ". ucap Princess
" Aku akan mengurus sisanya ".seru Lucifer menghampiri mereka sedangkan Lucas masih mengangkat telpon
" Pesawat kita sudah siap ". seru Lucas berjalan menghampiri mereka sambil memasukan ponsel nya ke dalam saku
" Ayokk!". seru Princess dan mereka pun meninggalkan panti asuhan menuju ke Bandara
Sementara di Singapura
Justin dan Kevin sedang menuju ke markas cabang yang berada di luar kota Changi Bay
" Cepatlah". seru Justin pada Kevin yang tengah mengemudikan mobil nya
" Shhhh berisik!". ucap Kevin lalu menambah kecepatan mobil nya
Dor
Dor
Dor
" Hahahaha di mana King B kalian hahhh ? dasar pecundang ". seru seorang pemimpin Gangster yang saat ini tengah melawan beberapa mafioso di markas cabang RB
Serangan secara mendadak membuat mereka kewalahan karena pihak musuh membawa banyak sekali orang bahkan mencapai 1000 orang . Pihak markas cabang segera melaporkan pada King B mereka karena serangan mendadak ini
" Habisi mereka semua !!". seru pemimpin itu
Bakk ,, Buggg ,,,,, Bakkk ,,, Buggg
suara perkelahian yang cukup sengit tapi pihak RB tak dengan mudah bisa di kalah kan apalagi King B selalu melatih mereka hingga kemampuan mereka tak terkalah kan
Tap
Tap
Tap
Deru langkah kaki terdengar mendekat ke area markas
Prokk
Prokk
Prokk
" Sepertinya sangat seru ". Justin bertepuk tangan sambil berjalan mendekat ke arah pimpinan lawan
" Hahahaha lihat ini siapa yang datang ". tawa pemimpin itu menatap intens pada Justin
" Cihhhh kalian sungguh rendahan ". cibir Justin menyeringai
" Aku rendahan ? ". tunjuk pemimpin itu pada diri nya sendiri . " Lalu kau apa hahhh? kita sama sama berada di dunia bawah tapi kau belagak sok suci tak mau bekerjasama dengan ku karena kelompok ku merupakan pengedar narkoba ! kau memang menjijikan King ". cibir Pemimpin itu
Justin tampak santai " Hahaha kau begitu percaya diri Tuan apa kau tak sadar kau sedang berhadapan dengan siapa ? RB merupakan Mafia legal jangan samakan RB dengan Mafia di luaran sana ". ucap Justin dengan semyum smrik nya
" Tetap saja kau munafik mari kita buktikan seberapa kemampuan mu itu ?". ucap Pemimpin itu langsung menyerang Justin
Justin langsung menghindar dari serangan itu dia begitu lihai menghindari setiap serangan dari pemimpin itu . Cukup lama Justin bermain main sekarang giliran diri nya unjuk aksi dengan membabat habis tanpa menyisakan celah untuk menghindari serangan dari nya
Buggghh
" Argggghhh ". ringis pemimpin itu jatuh tersungkur ke tanah
" Br*ngsek ". geram nya bangkit berdiri langsung menerjang Justin
Di sisi lain Kevin terlihat melawan beberapa orang pihak musuh dengan nafas memburu Kevin membabat habis pihak musuh tanpa sisa " Fiuhhhh!! akhirnya ". ucap Kevin meregangkan otot tangan nya. Kevin berbalik lalu menatap Justin yang sedang melawan musuh nya sungguh iblis Justin terlihat seperti monster bahkan pemimpin itu sudah tak berdaya di buat nya tapi beberapa pihak musuh berusaha melindungi pemimpin nya tapi langsung dihajar oleh Justin. Kevin merinding melihat nya bagaimana Justin melawan pihak musuh tanpa senjata di tangan nya dengan bermodal kan tangan kosong pihak musuh sudah terlihat tergeletak di atas tanah
" Dia benar benar iblis ". ucap Kevin mengidik ngeri lalu berjalan mendekati Justin yang sedang menodongkan pistol nya tepat di kepala sang pemimpin
" Siapa yang menyuruh mu hahhh?". jawab bentak Justin pada pemimpin itu
" Cuihhhh ! tak akan ". ucap Pemimpin itu meludahi wajah Justin
Justin mengusap wajahh nya kasar " Kauu!!! jawab siapa yang menyuruh mu untuk menyerang markas ku hahhh?". Justin mencekik leher pemimpin itu dengan tangan kiri nya
Uhukkk Uhukkk Uhukkk
" Dia BF ". ucap Pemimpin itu gagap
Justin menghempaskan pemimpin itu hingga terjatuh kembali di atas tanah
Dorr
Dorr
dua timah panah bersarang di kepalanya menyebabkan dia tewas seketika. Justin mengepalkan tangan nya erat raut wajah nya tak terbaca entah apa yang ada di dalam pikiran nya tak ada yang tau
" Apa kau baik baik saja ?" . seru Kevin
" Eummm". Justin berjalan mendekat ke area markas . " Apa ada yang tewas ?". tanya Justin pada salah seorang mafioso di sana
" Tidak King hanya luka ringan saja". ucap nya menunduk hormat
" Obati luka kalian ". ucap Justin datar lalu beranjak pergi
" Heyy tunggu !!". Kevin berlari menghampiri Justin dan memeriksa setiap inci dari tubuh Justin
" Kau kena tusukan ". seru Kevin panik . " Ayok cepatlah". Kevin menarik Justin menuju ke dalam mobil nya sedangkan Justin nampak pasrah . Kevin masuk ke dalam mobil lalu melajukan nya menuju ke markas
" Bagaimana keadaan nya ?". seru Kevin pada Lucky kakak nya sekaligus dokter di Mafia nya
" Luka nya tidak cukup dalam sudah aku jahit hanya 5 jahitan ". ucap Lucky santai
" Cihhhh terbuat dari apa tubuh nya itu dia benar benar monster ". ucap Kevin menyandarkan tubuh nya di sofa
" Kau pun sama ". ucap Lucky datar
" Aku berbeda ! jangan kau samakan " ketus Kevin tak terima bila di samakan dengan Justin
" terserah ! kapan kau akan pulang?". tanya Lucky pada adik nya
" Aku lebih senang di sini ". ucap Kevin tanpa menatap Lucky
" Hey kau kenapa bangun hahh ? harusnya kau istirahat saja !". ucap Kevin beranjak berdiri dan menghampiri Justin yang sudah keluar dari kamar nya
" Aku mau pulang !". datar Justin
Lucky dan Kevin saling tatap kemudian Lucky mengangkat kedua bahunya acuh
" Astaga kau masih terluka ". kata Kevin
" Berisik". Justin berlalu meninggalkan mereka
" Dia benar benar Monster ". kata Kevin menggelengkan kepalanya bagaimana tidak luka di tubuh Justin tidaklah sedikit satu tusukan di perut nya serta goresan di kaki dan tangan nya tak di hiraukan nya Menurut nya itu hanya luka kecil saja. Benar benar Monster berjalan
"