Princess Vlaron

Princess Vlaron
mengklaim bahwa dia adalah milikku



Suasana di meja makan tampak begitu tenang dan aman terkendali karena semuanya tampak diam menikmati makan malam nya tanpa obrolan apapun setelah selesai makan malam mereka pun bersantai di ruang tamu dengan Lucifer yang masih betah dengan laptop di pangkuan nya


" Kakak tolong buatkan aku susu coklat ". ucap Lucifer menatap Princess dengan suara di buat semanja mungkin serta kedipan maut sebelah mata nya sedangkan Lucas yang melihat nya hanya mengelengkan kepalanya inilah sifat asli Lucifer akan menjadi anak kucing jika ingin meminta sesuatu tapi akan menjadi singa bila tak di turuti


" Iya baiklah". Princess berdiri dan menaruh ponsel nya di atas meja lalu beranjak menuju ke dapur


" Kenapa kau menatap ku begitu ?". sekilas Lucifer melirik Lucas yang tengah menatap diri nya


" Kalau ada mau nya manja banget ". cibir Lucas


" Biarin ". ucap Lucifer cepat sedangkan Justin yang melihatnya hanya menghembuskan nafasnya kasar seperti dugaan bahwa Lucas dan Lucifer selalu bersaing untuk mencari perhatian pada Princess


Drrtttt Drttttt


Bunyi ponsel Princess membuat semua orang menatap ke arah benda pipih persegi panjang yang berada di atas meja di depan mereka


" Baby ponsel mu berdering terus !". teriak Lucas


" Pelan kan suara mu bodoh ". ketus Lucifer


" Apa ?". teriak Princess dari dapur


" Aku angkat yaa ?". kata Lucas lagi lalu mengambil ponsel Princess dan mengangkat nya


" Halo sayang ". ucap pria di seberang sana


" Halo ini siapa ?". tanya Lucas lalu menatap nama kontak nya tapi hanya nomer saja yang terlihat


" Haloo?". tanya Lucas lagi tapi ternyata sambungan telpon nya sudah terputus secara sepihak


Justin menaikkan sebelah alis nya begitupun Lucifer menatap ke arah Lucas


" Siapa ?". tanya Princess berjalan dari dapur dengan segelas susu di tanganya


" Entahlah tapi dia bilang halo sayang ". kata Lucas memberikan ponsel itu pada Princess


Justin beralih menatap Princess yang nampak biasa saja


" Nomer itu bukan kah dari New York? ". tanya Lucas


" Benarkah?". Lucifer bertanya dengan menaikkan sebelah alisnya


" Entahlah!". Princess lalu duduk di samping Lucifer


" Apa kau punya pacar di New York Baby?". tanya Lucas melirik Justin sekilas


" Entah!!". jawab Princess dan membuat Justin menatap nya tajam


"Lalu siapa tadi itu seorang pria kan ?". tanya Lucifer lalu meneguk susu coklat nya


" Iya pria !!". jawab Lucas


" Entahlah !". Princess beranjak berdiri lalu berjalan menaiki anak tangga


Sepeninggal Princess mereka terlihat fokus pada pikiran nya masing masing terutama Justin yang tiba tiba raut wajahnya berubah semenjak tau bila yang menelpon Princess adalah seorang pria


" Hey kau kenapa melamun?". Lucas melambaikan tangan nya di depan wajah Justin


" Tidak!!". jawab Justin lalu beranjak pergi


" Kau lihat dia ? ". Lucas melirik Lucifer


" Entahlah!!". Lucifer mengangkat bahunya acuh


Huffttt!!


Lucas menghembuskan nafasnya kasar lalu kembali fokus pada permainan game nya sedangkan Justin sekarang sudah sampai di kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang


" Pacar ? apa dia punya pacar ? benarkah ? oh astaga apa aku sungguh menyukai nya ?". gumam Justin menatap datar langit langit kamar nya


" Apa aku harus menunjukkan jati diri ku lagi? bagaimana kalau kisah lama terulang kembali ?". gumam nya lagi sampai akhirnya dia terlelap


Keesokan hari


Masih dengan rutinitas yang sama Justin ke Perusahaan Vlaron dan Lucas di Citrus dan satu lagi si bungsu Lucifer tengah menatap 2 laptop kesayangannya serta sang Princess masih berada di ruang perpustakaan dengan wajah super duper kesal nya


" Astaga !!!! sebenarnya ada apa di ruangan ini ". rutuk nya menghentakan kedua kaki nya lalu dia kembali berkeliling di ruangan itu


Markas RB


" Hey kau kenapa kesini ? tak bekerja kah ?". sindir Kevin saat melihat Justin duduk dengan anteng nya di atas sofa


Justin mengendorkan dasi nya lalu mengulung lengan kemeja nya " Ayok kita berlatih ". kata Justin


" Hahhhhh? ah tidak aku sedang tidak berniat berlatih sekarang aku sangat capek sekali ". tolak Kevin sehalus mungkin


Justin menaikkan sebelah alisnya " Capek kenapa? bukankah kau hanya duduk di depan komputer mu saja ". kata Justin


" Ah iya aku baru ingat Lucky bilang dia akan kesini jadi kau bisa berlatih dengan nya ". kata Kevin tersenyum tentu saja dia menolak nya berlatih dengan Justin sama saja cari mati kalau tidak babar belur Justin tak akan berhenti berlatih


" Benarkah?".


" Ya tentu kau tunggu saja ". kata Kevin


Sementara di luar ruangan Lucky mendengar semuanya niat nya ingin masuk tapi di tahan karena mendengar bahwa Justin ingin latihan lalu dia berbalik dan pergi meninggalkan markas secara diam diam tentu saja dia sangat menghindari berlatih dengan Justin itu sama saja menantang monster


" Kenapa lama sekali ? apa kau sedang menipu ku ?". tanya Justin


" Sebentar aku akan menelpon nya !". ucap Kevin


" Haloo kak kau jadi ke markas kan ? ". tanya Kevin


" Aku ada urusan mendadak lain kali saja ". kata Lucky di seberang sana dengan menahan tawa nya


" Ah iya baiklah !". lesu Kevin menutup telpon nya lalu menatap Justin sambil menelan saliva nya karena tatapan Justin benar benar menusuk ke arah nya


" Ayokk!!!". Justin berdiri lalu menarik tangan Kevin menuju ke ruang latihan


" Hey kau !! lain kali saja oke sekarang aku sedang tak ingin berlatih". tolak Kevin berusaha melarikan diri dari Justin


" Tidak bisa !". datar Justin sedangkan Kevin terus meronta minta di lepaskan di sepanjang perjalanan nampak beberapa mafioso yang melihat mereka nampak menggelengkan kepalanya nya sudah tradisi bila acara latihan bersama Justin pasti di tolak mentah mentah oleh para mafioso atau para petinggi lain nya menurut mereka berlatih dengan Justin atau King B mereka sama saja dengan cari mati hehe,


Sementara di Mansion Vlaron Lucifer masih fokus dengan kedua laptop nya serta earphone di telinga kanan nya


" Pastikan semuanya aman Uncle ". ucap nya


" Baik tuan muda ". sahut Peter di seberang sana


" Fiuhhhh!!! akhirnya selesai kita tunggu saja apa yang akan terjadi ". kata Lucifer lalu beranjak bangkit berdiri


" Hossss hossss ! Apa kau gila ? apa kau ingin membunuh ku hahh ?". kesal Kevin karena dirinya sekarang sudah babar belur karena perbuatan Justin


" Astaga apa kau ada masalah huhh? ayoklah ceritakan padaku kita ini sahabat ". kata Kevin beranjak bangkit dari tidur nya dan duduk di samping Justin


Justin masih terlentang di atas matras dengan mata terpejam " Apa aku sungguh menyukai nya ?". tanya nya


" Bodoh!!! jadi ini semua karena Nona Muda? ". tanya Kevin


" Eummm!".


" Oh ayoklah kau seorang pria sejati kan ? maka tunjukkan jati diri mu !". ucap Kevin


" Haruskah ? bagaimana kalau masa lalu terulang kembali ?". Justin bangkit dan duduk di hadapan Kevin


" Jangan samakan Nona Muda dengan Oca mereka berbeda ingat itu berbeda !". kata Kevin menatap Justin


" Eummm! aku paham". kata Justin kembali menjatuhkan tubuhnya di atas matras


"Hey Nona Muda di mana kau hahh?". Lucifer berjalan masuk ke ruang perpustakaan mencari keberadaan Princess


" Disini !!". teriak Princess mengangkat sebelah tangan nya karena dirinya sedang tengkurap di lantai sambil membaca beberapa buku dongeng


Lucifer mendekat ke arah nya lalu mengelengkan kepalanya pelan tak habis pikir tumpukan buku mengunung di samping kanan dan kiri nya lalu Lucifer duduk di samping Princess " Sebenarnya apa yang kau cari ? kau tidak berniat belajar sama sekali aku tau itu". ucap Lucifer mengambil beberapa buku di sana


"Shhhhhhh kau tau aku sangat pusing sekali aku pun tak tau apa yang sedang aku cari lucu bukan ?". Princess meletakkan kepalanya di pangkuan Lucifer sedangkan Lucifer langsung men selonjorkan kaki nya agar Princess nyaman tidur di pangkuan nya


" Jadi apa ini ada hubungan nya dengan Oma ? apa dia yang meminta mu mencari sesuatu di sini ?". tanya Lucifer menunduk menatap wajah Princess


" Ya kau benar ". Princess mendongak menatap Lucifer yang sedang menatap nya


" Apa sudah menemukan nya ? ". tanya Lucifer


" Aku tak tau apa yang di maksud oleh nya jadi apa yang harus aku cari ? ini benar benar menyebalkan akhhhh ". geram Princess dengan kedua tangan mengepal gemas serta kedua kaki nya terangkat ke atas seperti ingin menendang sesuatu sedangkan Lucifer hanya terkekeh geli melihatnya


" Lalu apa yang bisa aku bantu ? sepertinya tidak ada hehehe". cengir Lucifer menampilkan gigi putih nya


" Fiuhhhh!!!! benar benar menyebalkan tak ada tombol rahasia di sini atau pintu rahasia atau ruang tanah rahasia pokoknya semuanya rahasia aku jadi pusing karena terus memikirkan nya ". geram Princess bangkit berdiri lalu duduk bersila dengan kedua tangan di lipat di depan dada


" Ckckck lalu aku harus apa ?". Lucifer terkekeh mengangkat kedua bahunya


" Oh ya apa kau sudah menjalankan rencana kedua ? ". Princess menatap selidik ke arah Lucifer sedangkan Lucifer hanya tersenyum smrik


" Sudah rencana ketiga !!". ucap Lucifer menyeringai


" Bagus itu baru adik ku !". Princess mengacung kan kedua jempol nya tepat di depan wajah Lucifer


" Kalian sedang apa ? ". Justin berjalan masuk dengan pakaian kantor nya yang sedikit acak acakan dan sontak membuat Princess maupun Lucifer menoleh ke arah Justin


" Bermain ". jawab Lucifer asal


Justin menaikkan sebelas alis nya dengan tatapan penuh arti kepada Lucifer " Pergi lah Lc aku ingin bicara serius dengan nya !". usir Justin pada Lucifer sedangkan Lucifer langsung menatap Justin penuh selidik


" Apa yang ingin kau bahas ? ". intonasi Lucifer sedikit berbeda dengan tatapan tajam ke arah Justin


" Hal yang sangat penting". ucap Justin . Princess menatap Justin dari ujung rambut sampai ujung kaki ada yang aneh dari nya pikir Princess


" Oke !". Lucifer beranjak berdiri lalu melenggang pergi begitupun Princess dia langsung bangkit berdiri dan tepat berhadapan dengan Justin


" Apa ada hal yang penting?". Princess mode serius tapi tidak dengan Justin raut wajah nya berbeda aura nya pun berbeda tiba tiba udara di sekitar nya menjadi panas Princess menelan saliva nya karena tatapan menusuk dari Justin tepat di kedua matanya


"Hal yang sangat penting". kata Justin semakin mendekati Princess sedangkan Princess sedikit demi sedikit berjalan mundur sedangkan Justin menyeringai kala melihat Princess terus berjalan mundur


Grepphh


" Apa yang kau lakukan ?". panik Princess kala tangan kekar Justin merengkuh pinggang nya dan menghimpit tubuh Princess ke dinding


" Aku melakukan hal yang benar !". kata Justin tersenyum smrik dengan tangan kanan nya masih berada di pinggang Princess jarak mereka hampir tak ada sama sekali bahkan hidung Justin tepat berada di atas pucuk kepala Princess lalu Justin menundukkan kepalanya lalu tangan kirinya memegang tengkuk Princess membuat nya mendongak ke atas agar mata mereka saling bertemu


Degg


Jantung Princess seakan mau keluar detakan nya sungguh cepat seperti habis lari maraton tatapan mata Justin membuat Princess menelan saliva nya begitu menusuk Princess tau betul sekarang Justin sedang menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya dan Princess juga mengetahui bagaimana sifat asli dari Justin kalau sudah seperti ini


" Apa yang kau pikirkan gadis kecil?". bisik Justin tepat di telinga Princess dan itu membuat Princess bergidik ngeri apalagi bulu bulu halus di sekitar tengkuk nya mulai bangun karena hembusan nafas Justin begitu terdengar di telinga Princess


" A..apa tidak ada yang aku pikirkan!". elak Princess dengan raut wajah panik nya takut takut kalau Justin berbuat yang tidak tidak


" Benarkah ? coba tatap aku sayang !". ucap Justin lembut mengarahkan wajah Princess untuk menatap diri nya lebih dalam lagi dengan tangan kirinya yang masih berada di tengkuk Princess


" Apa sayang ? kenapa kau memanggil ku sayang ?". Princess menatap wajah Justin yang seperti pangeran sungguh sempurna maha ciptaan Tuhan


" Kenapa ? apa tak boleh aku memanggil wanita ku dengan sebutan sayang?". ucap nya menyeringai


Glekk


Lagi lagi Princess menelan saliva nya dalam keadaan seperti ini kenapa otak nya tak bisa berpikir dengan jernih


" Apa maksudnya ini ? bisa kau lepaskan tangan mu ?". kata Princess berusaha melepas tangan Justin yang masih berada di pinggang ramping nya


" No Baby ! ". bisik nya lagi di telinga Princess dan itu membuat Princess meremang seketika wajah nya merah menyala karena malu


" Apa ? apa sebenarnya ini ?" gugup Princess


Justin menatap bola mata hitam pekat milik Princes kemudian tersenyum menyerigai


" Aku akan mengatakan apa yang harus aku katakan ! Aku mengingikan diri mu sungguh sejak pertama kali aku melihat mu aku sudah tertarik pada mu ini bukan obsesi atau ***** semata tapi aku yakini kalau ini cinta . Kau memang bukan cinta pertama ku tapi rasa ini berbeda saat aku bersama mu detak jantung ku begitu cepat saat aku menatap wajah mu aku begitu merindukan mu saat aku jauh dari mu saat Lucas memanggil mu dengan sebutan Baby aku marah aku cemburu aku tak terima bila ada pria lain yang memanggil mu dengan sebutan itu apalagi kedekatan mu dengan Lucifer aku tau dia adik angkat mu tapi aku tetap cemburu pada nya ". jelas Justin menatap Princess


Princess masih tak percaya dengan apa yang dia dengar seolah otak nya berhenti bekerja saat ini


" Dan aku putus kan mulai detik ini bahwa kau adalah milikku seorang . Putri Wulandari adalah milik Justin William sepenuhnya ! seluruh tubuhmu dan hati mu adalah milikku !!". tekan Justin pada Princess mengklaim bahwa Princess adalah milik nya


" Apa apaan kau ini ? kau mengklaim bahwa aku adalah milik mu begitu? ". Princess seolah tak percaya


" Kau benar Baby ! ". kata Justin melepaskan Princess kemudian mundur beberapa langkah


" Apa kau sedang tidak sehat ? kau bicara ngelantur". kata Princess


" Kau pasti tau siapa aku dan bagaimana sifat asli ku saat aku mengingikan sesuatu bukan ? dan aku pun tau bahwa kau juga tertarik pada ku tapi kau tak mau mengakui nya kau menutup perasaan mu padaku karena masih berpikir bahwa aku masih mencintai mantan pacar ku benar begitu bukan?". tanya Justin menaikkan sebelah alisnya


" Eummm itu ". gugup Princess


" Siapa yang ingin kau bohongi ?". ucap Justin


" Kalau iya memang nya kenapa ? aku memang tertarik pada mu tapi aku pun tau bahwa kau belum bisa melupakan Oca sepenuhnya oleh sebab itu aku diam ! aku tak ingin di jadikan pelarian atau pelampiasan mu saja . Kata orang cinta pertama itu sangat susah di lupakan aku pikir itu benar adanya ". kata Princess


" Itu masa lalu ku jadi stop membahas nya !! sekarang mari bahas masa depan kita ". kata Justin


" Hahahaha apa kau pikir aku percaya ? aku ingin bukti bukan omong kosong. Apa kau ingin menjebak gadis polos seperti ku kau tau aku bahkan belum pernah pacaran bahkan tertarik pada lawan jenis mungkin kau cukup beruntung menjadi cinta pertama ku tapi tidak semudah itu untuk mendapatkan diri ku ". kata Princess sedangkan Justin yang mendengar nya hanya tersenyum tipis


" Akan aku buktikan Baby bila aku tak hanya omong kosong" . kata Justin lalu berbalik meninggalkan Princess