
Sementara di Singapura , Justin terlihat sangat kesal entah kenapa pagi ini mood-nya menjadi kurang bagus . Dia menatap tumpukan dokumen itu dengan tatapan jengah mengambil nya dengan kasar kemudian membacanya
Ceklekk
Pintu terbuka seorang gadis masuk dengan gaya modis serta pakaian ketat yang membalut tubuh molek nya . Dress merah menyala selutut tanpa lengan menampilkan pundak mulus serta belahan gunung kembar itu terpampang nyata tas branded di tangan kanan nya menambah kesan kalau dia begitu terlihat sempurna bak model berjalan dengan melenggok-lenggok kan bentuk tubuhnya dia menghampiri Justin yang tengah menatap sinis kearah nya
" Sayang !". ucap nya manja
" Untuk apa lagi kau kemari hahh ?". ketus Justin bangkit berdiri
" Sudah aku katakan aku ingin kau memberikan aku kesempatan kedua !". rengek nya menghampiri Justin dan hendak menyentuh tangan nya tapi langsung di tepis kasar oleh Justin
" Pergi !! aku muak melihat wajah mu !". kata Justin membuang wajahnya ke sembarangan arah tapi Oca tak kehabisan akal dia terus saja merenggek manja pada Justin
" Maafkan aku yang dulu , aku khilaf !". ucapnya
" Pergi dari sini sebelum aku bersikap kasar pada mu !". tunjuk Justin pada wajah Oca
Oca mengepalkan kedua tangan nya erat dia sudah bersusah payah bisa masuk ke dalam ruangan Justin tapi rencana nya tetap gagal
" Aku mohon berikan aku kesempatan kedua hiksss .... hiksss !". ucapnya menghambur ke pelukan Justin dengan tangisan palsu nya
Justin melepaskan paksa pelukan Oca lalu mendorong nya hingga jatuh ke lantai . Wanita itu meringgis kesakitan setelah bokong nya berbenturan dengan lantai keramik itu
" Nick !! ". teriak Justin
Oca bangkit berdiri mengibas-ngibas nya dress nya dia menatap jengah ke arah Justin
Nick datang dengan cepatnya setelah Justin memanggil nya " Ada apa ?". tanya nya
" Kenapa kau membiarkan wanita ini untuk masuk ke ruangan ku ?". geram Justin. Nick pun melirik Oca yang tidak jauh dari Justin , Nick menghembuskan nafasnya kasar
" Maaf tadi aku sedang ada rapat !". ucapnya
" Justin aku mohon maafkan aku !". seru Oca
" Seret dia keluar Nick dan pastikan dia tak akan datang ke sini lagi !". kata Justin membelakangi mereka berdua
Nick yang paham dengan situasi saat ini dia segera menarik paksa Oca keluar dari ruangan Justin
" Lepaskan aku !". geram Oca saat Nick menarik kasar tangan nya
" Diam !!! ". bentak Nick
" Justin tolong aku ! kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini , aku mohon tolong aku !". teriak Oca meminta pertolongan pada Justin tapi Justin menulikan telinga nya tak menghiraukan teriakan Oca
Nick terus menyeret Oca hingga sampai di lobi di saat yang bersamaan Lucas datang dan melihat Nick sedang menarik Oca keluar dari dalam kantor
" Ulat bulu kita bertemu lagi !". seringai Lucas
" Lepas !". teriak Oca menghempaskan tangan Nick kasar
" Pergi dari sini sebelum aku lupa kalau aku sedang berhadapan dengan seorang wanita !". geram Nick menunjuk wajah Oca
" Kau tak menjawab sapaan ku Nona ulat bulu !". kata Lucas . Oca melirik ke arah nya dengan tatapan tak suka
" Aku bukan ulat bulu !". geram nya
" Mana mungkin maling mengaku ". ledek Lucas
" Akupun bukan maling !". desis Oca berniat kembali masuk tapi langsung di hadang oleh Lucas
" Jika kau ingin hidup mu tenang maka menjauh lah sebelum aku membuat mu menghilang dari dunia ini !". tegas Lucas pada Oca
" Memang nya kau siapa hahh ? apa kau pikir aku takut pada mu ? ". Oca seolah menantang Lucas di hadapan nya
Dua security datang dan langsung memegang kedua tangan Oca
" Jangan biarkan wanita ulat bulu ini berada di sekitar sini lagi atau kalian akan aku pecat !". kata Nick pada dua security itu
" Baik tuan !". kata mereka
Oca terus memberontak tapi tenaga nya tak cukup untuk melawan security itu . Sampai akhirnya Oca sudah berada di samping mobil nya dua security itu melepaskan nya lalu mendorong nya masuk ke dalam mobil nya
" Pergilah Nona dan jangan pernah datang ke sini lagi !". geram security itu
Oca mendengus kesal dia menghidupkan mesin mobil nya lalu melajukan nya meninggalkan Perusahaan Vlaron
Sedangkan Lucas dia tengah berjalan menuju ke ruangan Justin
" Wanita itu terus jadi penguntit apa kau tak merasa risih sama sekali?". Lucas berbicara sambil berjalan masuk . Justin pun berbalik menatap Lucas yang sudah berdiri di depan nya . Raut wajah Justin tiba-tiba berubah menjadi sangat kesal dan Lucas pun menyadari nya
" Aku pun ingin menyingkirkan wanita itu !". geram nya
" Cepatlah bertindak sebelum gadis itu kembali atau tidak kau bisa saja menyakiti nya dan aku tak akan tinggal diam kalau kau menyakiti kesayangan ku !". kata Lucas menjatuhkan tubuhnya di atas sofa
" Arkhhhh ini membuat ku sangat kesal !". geram Justin mengacak rambutnya kasar . Justin pun tau siapa keluarga Oca apalagi ayah nya punya hubungan baik dengan Kepolisian Singapura oleh sebab itu Justin tak ingin bertindak gegabah
Lucas hanya menghembuskan nafasnya pelan dia menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa dengan mata nya terus menatap ke arah Justin di depan nya . Justin mendekat lalu duduk di hadapan Lucas raut wajahnya kembali datar
" Apa Roy dan Rion sudah kembali ?" . tanya nya
" Jadi kau tau kalau mereka pergi ke China ? Cihhh,,,,, gadis itu bahkan menghubungi duo R tapi kenapa dia melarang kita untuk menghubungi nya ? ". kesal Lucas
" Dia pasti punya alasan ! ". kata Justin
" Jadi kau pun tau kalau Jerry menyerang Red Fox !". tanya Lucas
" Ya!".
" Cihhh ,,,,,, manusia jenis apa yang aku hadapi saat ini ?". Lucas menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Dia pun baru tau setelah menyadari kalau duo R sudah tak berada di Singapura . Princess menutup rapat kepergian mereka bahkan dari Lucas begitupun dengan duo R tak memberitau kepergian mereka pada Lucas
Justin hanya menatap datar ke arah Lucas di depan nya . Dia sudah tau sebelum nya bila Jerry menargetkan Red Fox tapi dia hanya diam tanpa ingin ikut campur kalau bukan Princess yang meminta nya
" Jadi sebenarnya di mana gadis itu? apa kau sungguh tak tau ?". tanya Lucas
" Tidak ! aku tak tau dan tidak berusaha untuk mencari tau !". datar Justin
" Benarkah? kekasih macam apa kau ini ? bagaimana mungkin kau bisa setenang ini , bagaimana keadaan gadis itu apa dia sudah makan apa dia baik-baik saja dan kau tak tau sama sekali ?". Lucas mengelengkan kepalanya tak habis pikir
" Aku sangat percaya pada nya dia pasti punya alasan kenapa dia melarang kita untuk menghubungi nya atau melacak keberadaan nya!". datar Justin
" Yayaya terserah!". kata Lucas
" Apa kau senggang hari ini ? ". tanya Justin
" Memang nya kenapa ?".
" Kau bisa mengunjugi ku di saat jam kerja seperti ini ?". kata Justin
" Tentu saja aku punya seseorang yang bisa aku andalkan !". bangga Lucas sedangkan Justin hanya tersenyum kecut
" Gadis itu pasti akan menghajar mu bila dia tau kalau kau hanya memanfaatkan nya !". sinis Justin
" Biarkan saja , dia selalu membuat ku kesal dengan mulut cempreng nya jadi sesekali aku memberikan dia hadiah !" . Lucas terkekeh membayangkan Gladis sekretaris nya sedang mengumpat serapahi diri nya karena seluruh pekerjaan nya di limpahkan ke pada nya
" Awas saja kalau kau jatuh cinta kepada nya !". ledek Justin bangkit berdiri
" Aku dengan nya ? Ckk,,,,, Mustahil!". elak Lucas
" Pergi lah aku sedang sibuk !". usir Justin
" Apa kau mengusir ku ?". Lucas seolah tak terima jika dia di usir
" Apa kau melihat tumpukan dokumen ini ? apa kau ingin membantu ku untuk menyingkirkan mereka dari hadapan ku ?". Justin menunjuk ke arah meja kerja nya sedangkan Lucas dia langsung berdiri setelah mengerti maksud dari ucapan Justin
" Yayaya aku akan pergi!". Lucas melesat keluar dari ruangan Justin sedangkan Justin hanya memutar kedua bola mata nya dengan sangat malas
" Ck,,, aku pergi dari kantor ku karena bosan dengan tumpukan kertas itu tapi dia malah meminta ku untuk membantunya ! enak saja mana mau aku !". gumam Lucas di dalam lift
*******
Mobil yang di kemudikan oleh Lucifer memasuki pelataran Mansion Dominic dia turun dengan raut wajah masam nya . Dia cukup lelah untuk hari ini di mana pagi hari dia kuliah sedangkan di siang hari dia harus bekerja di perusahaan nya . Lucifer sudah pindah kuliah sejak dia kembali ke China . Dia pun harus mengelola Perusahaan ayah nya Dominic Group sedangkan Peter dia pun mengelola Perusahaan nya sendiri tapi kadang-kadang Peter pun membantu Lucifer di saat dia senggang
Lucifer memasuki Mansion nya dengan wajah masam nya tampak setelan kantor itu sedikit acak-acakan di tubuhnya . Dia melempar tas nya di sofa lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan mata terpejam
" Sudah pulang?".
Degg
" Kau ? kenapa kau masih di sini ? bukankah tadi pagi kau bilang akan pergi ke Singapura ?". tanya Lucifer pada Roy di depan nya sedangkan Roy dia hanya tersenyum tipis
" Apa kau mengusir ku ? baiklah aku akan pergi!". Roy berbalik lalu melangkah keluar
" Tunggu!". tahan Lucifer
" Apa lagi ? bukankah kau tak suka jika aku berada di sini ?". tanya Roy membelakangi Lucifer
" Apa maksud mu Roy ? lalu di mana Rion ? ". tanya Lucifer balik
" Dia sudah kembali ke Singapura!". datar Roy
" Sendiri an tanpa kau ?". tanya nya
" Yaa!!".
" Jadi ? apa gadis itu ?". tanya nya lagi
" Yaa!". kata Roy lagi
" Sungguh dia memberikan kau ijin untuk tinggal bersama ku ?". tanya Lucifer mendekat ke arah Roy
" Mungkin ! tapi sepertinya kau tak menyukai hal itu oleh sebab itu aku akan kembali ke Singapura sekarang!". kata Roy tetap membelakangi Lucifer dan berjalan meninggalkan nya
" Tunggu ! bukan begitu maksud ku ,, hey tunggu !". Lucifer berlari kecil dan langsung menaiki punggung Roy sekarang dia berada di gendongan Roy layak nya anak kecil
" Hey bung kenapa kau sangat sensitif hari ini ?". Lucifer memukul kepala Roy pelan sedangkan Roy dia memegang kaki Lucifer yang melingkar di pinggang nya . Saat ini Lucifer seperti anak kecil dan Roy pun memaklumi nya
" Turun lah bodoh kau berat sekali !". gerutu Roy
" Aku tidak berat !". kesal Lucifer masih di gendongan Roy entah kenapa dia sekarang menjadi sangat bahagia . Saat ini diri nya bukan lah seorang King Mafia tapi seorang adik yang sangat mengingikan sosok seorang kakak di hidup nya
" Turun atau aku akan menjatuhkan mu !". ancam Roy
" Yayaya!". Lucifer pun turun dari punggung Roy. Nampak Roy meregangkan otot nya
" Hey aku tak seberat itu!". decak Lucifer berdecak pinggang
" Memang nya berat badan mu berapa huhh ? punggung ku rasa nya mau patah !". keluh Roy
" Entah !".
" Pergi dan bersihkan tubuh mu aku sudah masak makanan kesukaaan mu !". kata Roy
" Siap komandan !". Lucifer memberikan hormat dengan tangan kanan nya di pelipis kanan nya
" Pergilah !". kata Roy dia berjalan menuju ke arah dapur sedangkan Lucifer dia hanya menatap punggung Roy sejenak kemudian dia berbalik menaiki anak tangga menuju ke kamarnya
Setelah sampai di kamarnya dia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit-langit kamar nya . Dia merogoh saku nya lalu mengambil ponsel nya dia menekan nomer seseorang lalu menghubungi nya
Panggilan pertama tidak ada jawaban
Panggilan kedua langsung di angkat oleh pemilik nya
" Apa kau bahagia adik ku sayang ?". tanya seorang wanita di seberang sana
" Ya aku sangat bahagia ! Terimakasih banyak kau sungguh mengerti dengan keinginan ku !". kata Lucifer pada Princess di seberang sana
" Apa pun untuk adik kesayangan ku ! jaga diri mu baik-baik Lc aku mempunyai firasat buruk , pasti Jerry akan menyusun rencana lagi setelah kegagalan nya !". kata Princess
" Ya aku akan berhati-hati kau pun harus menjaga diri mu !". kata Lucifer
" Baiklah aku tutup dulu , aku akan menghubungi mu nanti !". kata Princess
" Oke !". kata Lucifer
Tutttt
panggilan terputus
Lucifer beranjak lalu masuk ke dalam kamar mandi beberapa saat kemudian dia keluar dengan wajah segar nya dia berjalan menuju arah ruang ganti untuk mengambil baju nya setelah itu dia segera turun ke bawah
Roy menyajikan makanan di atas meja makan. Dia sekarang berperan sebagian orang tua serta seorang kakak bagi Lucifer. Tadi pagi dia berpikir dengan sangat keras sampai akhirnya dia melaporkan nya pada Princess dan Princess pun menyuruh Roy atau Rion agar tetap bersama dengan Lucifer . Setelah diskusi yang cukup lama akhirnya Roy yang di pilih untuk tetap bersama Lucifer sedangkan Rion dia kembali menjalankan tugas nya di Singapura . Sebenarnya Roy tidak memilih iya atau tidak tapi Rion lah menunjuk nya karena menurut Rion hanya Roy yang mampu bersikap sabar untuk menghandapi sikap Lucifer yang kadang kekanak-kanakan . Sampai akhirnya Roy pun setuju dia bersedia tinggal bersama Lucifer di China serta menjaga nya sesuai keinginan sang Princess
" Wahhh kelihatan nya sangat enak !". kata Lucifer membuyarkan lamunan Roy
" Tentu saja setiap hari kau akan makan dengan enak !'. kata Roy
" Kalian memang yang terbaik!". Lucifer mengacungkan kedua ibu jari nya . Roy paham dengan maksud dari kalimat Lucifer yang di maksud oleh kalian adalah Princess dan diri nya. Roy hanya tersenyum tipis menatap sosok pria remaja di hadapan nya . Mereka pun makan bersama dengan tenang nya dan untuk Lucifer dia merasa sangat senang dan bahagia sekarang dia mempunyai teman di Mansion nya . Dia memang tinggal sendiri di sana tapi sesekali Peter dan Liu mengujungi nya dan menginap di Mansion Dominic
******
Rion menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya " Huhhh aku kehilangan saudara kembar ku !". gumam Rion kemudian dia bangkit berdiri lalu mengambil kunci mobil nya dia melesat turun ke bawah menuju ke garasi di mana semua koleksi mobil nya berada. Setelah memilih mobil nya dia segera melajukan nya menuju ke Markas , tak perlu menunggu lama 20 menit kemudian dia sampai di Markas tanpa menunggu lama dia pun bergegas masuk ke dalam Markas
Rion menatap sekeliling " Cloii di mana kau hahh?". teriak nya
Para anggota The CL yang sedang bertugas berjaga hanya bisa menutup telinga nya sudah menjadi kebiasaan bila Rion selalu berteriak
" Cloi!". teriak nya lagi
" Hey nama ku Cleo bukan Cloi !" . kata Cleo menghampiri nya
Rion berbalik menatap Cleo di belakangnya ada Mark yang terlihat baru selesai latihan
"Aku tak perduli Cloi kah , Cleo kah atau ikan koi kah !! ". kata Rion
" Kenapa kau memanggil ku ?". Cleo memicingkan mata nya
" Aku lapar !". polos Rion
" Makan !". sahut Mark
" Aku ingin makan makanan Korea bisa kau masakan untuk ku !". Rion mengedipkan sebelah mata nya pada Cleo
" Ck,,, masak saja sendiri ! aku bukan koki pribadi mu !". ketus Cleo
" Tolong lah aku sangat kelaparan apa kau tak kasihan pada ku ! aku sudah kehilangan saudara kembar tak seiras ku jadi bisakah kau menghibur ku !". rengek Rion dengan wajah memelas nya
" Ck,,, bodoh !". decak Mark
" Yakk kau !! apa katamu , apa kau mengatakan kalau aku itu bodoh hahh ?". geram Rion
" Ya!". datar Mark
" Hey bung sini kau akan ku beri pelajaran mulut lemes mu itu !". kata Rion mulai mengejar Mark
Kejar-kejaran pun terjadi di dalam Markas The CL . Para anggota The CL hanya bisa tersenyum sambil mengelengkan kepalanya tak habis pikir dengan dua pria dewasa itu yang bertingkah layak nya bocah sd. Mereka tidak terlihat menakutkan seperti rumor yang beredar malah sekarang mereka terlihat bak anak sd yang tengah menikmati waktu bermain nya
Hoshh
Hoshh
Rion memegang dada nya mengatur nafasnya lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa begitupun dengan Mark
Cleo menatap malas ke arah mereka berdua " Sudah puas ?". tanya nya
" Kenapa kau masih di sini ? ". tanya Rion
" Lalu aku harus kemana ?". polos Cleo
" Ke dapur dan masak kan aku makanan aku sangat kelaparan!". kata Rion
" Aku pun !". seru Mark
" Masak saja sendiri!". Cleo masih anteng memainkan ponselnya
'' Ayoklah aku sangat lapar !". Rion tak kehabisan akal dia berjongkok di depan Cleo . Cleo menatap pria di hadapannya dengan sangat kesal dia menghempaskan kasar tangan Rion yang berusaha menyentuh nya
" Yayaya baiklah!". kata Cleo bangkit berdiri
" Kau memang yang terbaik !". kata Rion terkekeh sedangkan Cleo hanya membalas nya dengan tersenyum kecut . Cleo pun berjalan menuju ke arah dapur dengan perasaan dongkol tidak ada Roy maka Cleo lah korban dari kejailan Rion
Mark dan Rion tertawa cekikikan saat melihat raut wajah masam Cleo
" Kita bermain saja sambil menunggu Nona galak itu selesai memasak !". tawar Rion
" Baiklah kita akan bermain!". seru Mark mengeluarkan ponsel nya . Mereka pun asik bermain game sedangkan Cleo dia sekarang sedang berkutat di dapur dengan perasaan dongkol nya serta mengumpat serapah pada dua pria itu . Tapi walaupun begitu Cleo tetap memasakkan makanan Korea keinginan Rion . Cleo sudah mengangap mereka sebagai sahabat nya , ajaran sang Princess sungguh membantu Cleo saat ini dari nya Cleo belajar banyak hal . Cleo pun sangat bersyukur bisa bertemu dan kenal dengan Princess