
Beberapa hari berlalu sangat cepat . Kini sudah saat nya Princess kembali ke Singapura sedangkan Kai dia ikut ke Korea bersama dengan Lee dan Kim untuk perawatan lebih lanjut nya
Princess turun dari dalam pesawat dengan gaya cool nya walaupun dia seorang wanita . Kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya topi hitam di atas kepalanya , jaket jeans hitam di padukan kaos berwarna putih serta celana Jeans hitam sepatu bermerek membalut telapak kaki nya di tangan kanan nya dia memegang ponsel yang berlogo ular berkepala tiga. Lalu di mana kah koper sang Princess ? tentu saja dia tak membawa koper ! dia adalah Sang Princess semua barang nya hanya sekali pakai , hehe
Princess berdiri di pinggir jalan dia menyingsing kan jaket nya melihat jam di tangan nya " Pria bodoh itu membuat ku harus menunggu !".geram Princess
Princess mencoba untuk menghubungi nya tapi panggilan nya terus tak terhubung tidak ada pilihan lain selain mencari taksi . Princess menyetop taksi yang lewat " Jalan xxxx pak !". ucap Princess saat sudah berada di dalam mobil
" Baik Nona ". ucap sang Supir
Mobil mereka melaju meninggalkan Bandara menuju ke alamat yang di sebutkan Princess . Beberapa saat kemudian mereka sampai Princess turun setelah membayar nya
" Awas saja kau !". geram Princess berjalan masuk saat pintu pagar sudah terbuka oleh dua penjaga di sana. Princess menatap sekeliling di mana mobil pria yang sudah membuat nya menunggu masih terparkir cantik di sana dengan amarah nya Princess masuk ke dalam rumah mewah itu dia bergegas menaiki anak tangga dengan cepat nya
Brakkk
Princess membuka pintu kamar dengan sangat kasar nya dia melihat pria tampan itu tak bergeming akibat suara pintu yang lumayan keras . Princess mendekat melihat pria itu dengan kesal nya dia meraih selimut nya lalu membuang nya asal
" Rion !!!!! ". teriak Princess . Ya pria itu adalah Rion
Rion tak mendengar teriakan Princess dia malah semakin nyenyak tidur nya tanpa merasa terganggu akhirnya Princess mengambil segelas air di atas nakas lalu menyiram kan nya pada wajah tampan Rion
Byurrr
" Banjirr,,, tolong !". kata Rion tegap duduk di atas ranjang nya sedangkan Princess dia berdiri dengan kedua tangan nya melipat di depan dada
Rion menetralkan pengelihatan nya dia menatap gadis di depan nya " Astaga hanya mimpi !". gumam Rion nyengir kemudian kembali menjatuhkan tubuh nya ke ranjang tapi sebelum itu dia kembali mendengar teriakan
" Apa kau ingin aku membuat mu untuk tidur selama-lama nya hahh ?". bentak Princess membuat Rion tersadar kalau ini bukan mimpi . Rion melototkan mata nya menatap gadis di hadapan nya dia beranjak bangkit lalu berdiri di hadapan Princess
" Kau sudah di sini?". polos Rion
" Kau berani sekali kau membuat ku harus menunggu!". Princess menarik telinga Rion dengan keras nya
" Hey hey maafkan aku ! aku tertidur tadi !". mohon Rion sambil berusaha melepaskan tangan Princess dari telinga nya tapi Princess semakin menarik nya hingga benar-benar merah
" Apa kerja mu hanya tidur saja hahh ?". Princess melepaskan telinga Rion lalu mendorong nya menyebabkan Rion terjungkal ke ranjang
" Hey aku sangat kelelahan ! kau memberikan aku tugas sangat banyak sampai akhirnya aku harus lembur dan aku baru saja dapat istirahat!" .kata Rion membela dirinya sambil mengelus-elus telinga nya yang merah akibat Princess
Princess menghembuskan nafasnya kasar " Kau di gaji untuk itu dan gaji mu pun sepadan dengan pekerjaan mu !". kata Princess duduk di pinggir ranjang . Rion langsung duduk bersila menghadap Princess
" Sudah lah yang penting kau sudah di sini dan maafkan aku yaa !". Rion memohon dengan mengatupkan kedua tangan nya
" Ck,,. enak saja kau minta maaf !". kata Princess
" Lalu aku harus apa ?". rengek Rion
Princess menyeringai dan membuat Rion menelan saliva nya " Ikut dengan ku !". Princess menarik kasar tangan Rion alhasil Rion langsung bangkit mengikuti langkah Princess
" Hey ada apa dengan mu Nona Muda?". Rion panik entah apa yang akan di lakukan Princess pada nya . Rion merutuki kebodohan melupakan janji untuk menjemput Princess dan itu merupakan kesalahan yang sangat fatal. Rion masih mengikuti langkah Princess yang terus menyeret nya sedangkan Rion dia hanya pasrah
Brukk
" Nyalakan komputer mu !". Princess mendorong Rion hingga dia duduk di kursi di depan komputer nya . Rion mendongakkan kepalanya dia pikir akan mendapat hukuman
" Pelan-pelan bokong ku sakit !". ringis Rion . Princess menatap nya tajam dan Rion pun menyala kan komputer nya
" Apa kau yakin pria bertopeng itu adalah Kenta ?". tanya Princess to the point
Rion masih fokus pada komputernya kemudian dia memutar kursi nya menghadap ke arah Princess
" Ya dia adalah Kenta Imamotto pemimpin Yakuza ! Jerry bekerjasama dengan nya ". ucap Rion sedangkan Princess hanya menampilkan raut wajah datar nya
" Lalu ?". ucap nya
" Lalu ? hanya lalu ? kau bertanya hanya lalu , Ck,,,, yang benar saja . Aku sangat sulit untuk mencari infomasi nya apalagi dia merupakan seorang Yakuza dan kau hanya bertanya lalu ?". Rion menghembuskan nafasnya pelan
" Lalu apa lagi yang kau dapatkan selain itu?" . tanya Princess datar
Rion memcebikkan bibirnya kemudian dia menjelaskan semuanya yang sudah dia dapat kan beberapa hari ini . Rion sangat bekerja keras untuk itu sampai dia harus begadang dan melupakan janji nya untuk menjemput Princess
" Baiklah ! kerja mu cukup bagus kau akan mendapatkan imbalan yang sepadan !". kata Princess
" Tentu !". bangga Rion
Princess masih sangat kesal dengan Rion . Princess menautkan kedua alis nya seraya berpikir . Rion masih fokus pada komputernya
" Aduhhh !". Princess memegang perut nya sambil mendudukan dirinya di kursi. Rion berbalik lalu beranjak bangkit menghampiri Princess
" Kenapa?". tanya Rion
" Apa kau sibuk ?". tanya Princess
" Eummm,,, tidak !". Rion menaikkan sebelah alisnya
" Bisakah kau pergi ke minimarket dan membelikan aku pembalut !". ucap pelan Princess . Rion memblalakan mata nya saat mendengar ucapan Princess. Rion berpikir sejenak menatap Princess penuh selidik
" Apa kau sedang ,,,, itu ?". tanya nya dan Princess hanya mengangukkan kepalanya
Rion menghembuskan nafasnya kasar sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal " Baiklah ! pergi ke kamar mu dan tunggu aku di sana !". Rion berbalik lalu melesat pergi sedangkan Princess berusaha menahan tawa nya saat melihat raut wajah Rion yang sudah berubah menjadi sangat masam
Rion kembali ke kamar nya sambil terus menggerutu di dalam hati nya . Dia hanya bisa mengumpat Princess di dalam hati nya kalau langsung di hadapan Princess bisa saja nyawa Rion akan melayang apalagi saat ini Princess sedang pms . Rion turun ke bawah dan langsung masuk ke dalam mobil nya dia melaju kan nya menuju ke minimarket yang lumayan jauh sekitar 10 kilometer dari Mansion itu
Rion bergegas turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam minimarket di dalam sana Rion melirik kiri dan kanan nya sekarang dia benar-benar bingung harus mencari yang seperti apa ? Rion mendekat ke arah karyawan minimarket
" Bisa tolong saya !". Rion sedikit berbisik menarik tangan karyawan itu sedikit menjauh dan karyawan wanita itu sedikit kaget di buatnya
" Apa yang bisa saya bantu ?". ucap karyawan itu sebisa mungkin menahan amarah nya karena Rion sudah menarik tangan nya tadi
Rion hanya nyengir sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal " Ahhh itu ,,,, anu ! Eummmm ...... di mana letak pembalut di sini ?". bisik Rion sambil mata nya melirik kanan dan kiri
Karyawan wanita itu menahan tawa nya " Mari ikuti saya !". ucapnya . Rion pun mengikuti karyawan wanita itu
" Ini Tuan ! Anda bisa memilih nya ". karyawan wanita itu menunjuk ke jejeran pembalut wanita yang sangat banyak merek dan model nya . Rion mengambil nya lalu membolak-balikan nya dia binggung harus memilih yang mana
" Bisa tolong bantu saya sekali lagi ?". Rion menahan rasa malu nya hanya demi sang Princess
" Iya ?".
" Ini kenapa ukuran nya berbeda?". tanya polos Rion memegang dua bungkus pembalut berbeda ukuran
Karyawan itu menahan senyum nya " Iya Tuan semua nya memang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing !". ucap karyawan itu
" Lalu aku harus memilih yang mana ?". Rion mengambil sembarang pembalut lalu mengecek ukurann nya kembali
" Untuk istri nya ?". tanya karyawan itu lagi
" Ahhh ,,,,, iyaaa !". jawab Rion
" Sejak kapan kau punya istri?". seorang pria menghampiri Rion dan membuat Rion menoleh
" Kau ?". Rion menahan malu nya saat Lucas berjalan mendekati nya . Karyawan itu pun pergi dari sana dengan senyum di bibir nya
" Kapan kau menikah ?". tanya Lucas
" Dua hari yang lalu!". acuh Rion dengan wajah merah padam nya
Sialll kenapa harus bertemu dengan master !". batin Rion
Rion berbalik lalu mengambil asal pembalut itu lalu memasukan nya ke dalam troli .Lucas hanya memperhatikan nya saja
" Apa yang kau lakukan ?". Justin menghampiri Lucas karena dari tadi Lucas sangat lama hingga membuat Justin mencari nya ke dalam minimarket
Rion memblalakan matanya saat mendengar suara yang sangat dia kenali . Rion berbalik lalu melihat Justin sudah berada di samping Lucas
" Apa yang kau lakukan dengan pembalut itu Rion ?". tanya Justin memicingkan mata nya sedangkan Rion dia hanya mampu menelan saliva nya wajahnya sudah merah padam karena malu dia berbalik tanpa memperdulikan pertanyaan Justin
Lucas menyenggol lengan Justin mengkode dengan mata nya . Rion masih memasukan bungkusan pembalut itu sampai keranjang troli nya penuh
" Sebenarnya kau ini kenapa ?". Lucas menepuk pundak Rion
" Tidak apa ! aku duluan !". Rion melepas tangan Lucas di pundak nya lalu berlalu menuju ke meja kasir
Justin dan Lucas saling lirik kemudian mereka mengikuti Rion
Rion menunggu sambil menghembuskan nafasnya pelan . Karyawan di meja kasir itu tak memudarkan senyum mereka saat melihat raut wajah merah padam milik Rion . Di belakang Rion nampak Justin dan Lucas menunggu antrian
" Total nya xxxxx Tuan !". ucap kasir itu sambil menyerahkan dua kantong plastik berukuran besar yang isi nya hanya pembalut saja . Rion menerima nya lalu mengeluarkan kartu black card nya dan memberikan nya pada petugas kasir itu
Justin melirik Lucas di sebelah nya mereka tak heran Rion bisa memiliki kartu itu karena Rion bekerja pada sang Princess
" Maaf tapi kartu nya tak bisa di gesek Tuan !"? kata kasir itu
" Benarkah ? tapi kenapa ?". Rion mengambil nya lalu membolak-balikan nya
" Coba yang ini !". Rion kembali mengeluarkan satu lagi black card nya
" Tetap tidak bisa Tuan !". ucap kasir itu mengembalikan kartu milik Rion
" Hanya membeli pembalut saja kau sampai mengeluarkan black card !". sindir Lucas menyerahkan beberapa uang tunai pada petugas kasir
" Aku lupa membawa uang tunai !". kata Rion
" Ini kembalian nya!". petugas kasir itu memberikan struck belanjaan nya serta uang kembalian nya
" Aku akan menganti uang mu nanti!''. kata Rion memasukkan dua kartu milik nya ke dalam saku nya lalu mengambil dua kantong plastik besar itu lalu melenggang pergi
Lucas berbalik menatap punggung Rion penuh selidik
" Ayok!!'. Justin melenggang pergi setelah membayar belanjaan nya
" Apa ada yang kau sembunyikan dari ku ? ". Lucas dengan nada dingin nya bertanya
" Tidak !". acuh Rion masuk ke dalam mobilnya lalu melesat pergi meninggalkan mereka
Justin pun masuk ke dalam mobil nya dengan Lucas di kursi kemudi
" Dia bersikap aneh ?". kata Lucas
" Biarkan saja !". acuh Justin fokus dengan ponsel nya berharap bahwa Princess akan menghubungi nya tapi hasilnya nihil
Lucas menghidupkan mesin mobil nya lalu melajukan nya dia mengikuti mobil milik Rion yang tengah melaju dengan sangat cepat nya di kegelapan malam
" Kenapa kita mengikuti bocah itu ?". Justin menyadari kalau ini bukan jalan ke Mansion Vlaron
" Diam lah !". kata Lucas menambah kecepatan mobil nya
" Astaga kenapa mereka terus mengikuti ku ?". Rion menggerutu kesal sambil menambah kecepatan mobil nya
" Sialll !! sangat sulit untuk melawan Rion bila sudah berurusan dengan mobil !". Lucas memukul stirnya karena kesal. Rion memang terkenal dengan keahlian nya dalam mengemudikan mobil sedangkan untuk Lucas dia sendiri lebih jago dalam mengemudikan motor
" Kenapa kau begitu penasaran dengan nya ?". tanya Justin
" Ahhh sudah lah ! tapi ini bukan jalan ke Markas lalu kemana bocah itu?". Lucas menghentikan mobil nya lalu membuka kaca mobil nya
" Kau benar ini sangat jauh dari Markas The CL !". seru Justin
Lucas menghembuskan nafasnya kasar dia semakin yakin jika Rion menyembunyikan sesuatu. Lucas pun melanjutan kan perjalanan nya menuju ke Markas The CL
Mobil Rion berhenti di pelataran Mansion . Rion segera turun dari mobil nya lalu mengambil dua bungkus kantong plastic itu dari bagasi nya . Dengan kesal nya Rion bergegas masuk dan langsung menuju ke kamar Princess
Sedangkan Princess saat ini masih berusaha menahan tawa nya saat melihat raut wajah merah padam milik Rion . Princess memang menyuruh beberapa The One untuk mengawasi Rion dan melaporkan setiap pergerakan nya dan satu video ini cukup mengelitik perut Princess bahkan Princess tak mampu menghentikan tawa nya
Rion berjalan masuk dengan raut wajah datar nya dia melihat Princess sedang tertawa dengan keras nya " Ada apa ?". Rion bertanya sambil menaruh dua kantong plastic itu di atas meja di sudut kamar Princess
Princess menoleh lalu menghentikan tawa nya dia langsung menaruh ponsel nya di atas nakas " Tidak ada apa-apa aku hanya menonton video lucu !". kata Princess
" Ini barang yang kau minta !". ucap Rion
" Semua itu ?". Princess menaikkan sebelah alisnya melihat begitu banyak nya pembalut di dalam kantong plastic itu
" Untuk persediaan saja ! ". sinis Rion tersenyum kecut
" Apa kau tak ikhlas membantu ku ?". tanya Princess
" Bukan tak ikhlas tapi aku sangat malu !". Rion berbalik hendak pergi
" Rion aku lapar !". ucap Princess menghentikan langkah Rion
Rion berbalik menatap Princess sedangkan Princess sedang menampilkan wajah cemberut nya dengan mengembungkan kedua pipi nya dan itu terlihat sangat mengemaskan untuk Rion " Kau ingin makan apa ?". Rion pun pasrah
" Apapun yang kau masak aku akan memakan nya !". senyum Princess
" Baiklah !". hembusan nafas pelan keluar dari mulut Rion dia segera pergi dari kamar Princess
Princess menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sambil tertawa cekikikan wajah Rion yang merah padam itu masih membayang di otak nya " Ini cukup membuatku terhibur siapa suruh berani membuat seorang Princess menunggu !". gumam Princess lalu dia bangkit mengambil kantong plastic itu dan memasukan nya ke dalam lemari setelah itu dia beranjak turun ke bawah
Di dapur Rion sudah siap dengan celemek di tubuhnya serta bahan makanan di hadapan nya dia mulai mengambil beberapa potong daging ayam lalu menggoreng nya dia juga sudah menyiapkan bumbu lain nya , sungguh malang nasib Rion kalau sudah berurusan dengan Princess . Berulang kali Rion menghembuskan nafasnya kasar biasanya dia lah yang akan merengek kelaparan pada Roy maka Roy akan langsung memasakkan makanan untuk nya tapi saat ini gadis itu yang merengek pada nya
" Ini merupakan hari sial untuk ku !". gumam Rion sambil memotong wortel . Rion terus saja menggerutu kesal nampak dari kejauhan Princess berdiri dengan tangan di lipat di depan dada . Dia memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh Rion , Princess hanya tersenyum tipis saat melihat Rion terus menggerutu kesal pada nya
Di Markas The CL
" Di mana Rion ?". Lee berjalan masuk lalu menghampiri Mark
" Rion ? sudah empat hari ini dia tak ke Markas ". kata Mark
Lucas melirik Justin di sebelahnya " Lalu di mana bocah itu ?". Lucas menjatuhkan tubuhnya di sofa
" Entahlah !". Mark mengangkat kedua bahunya
Justin pun ikut duduk di sofa dia tak ingin tau kemana Rion atau dia kenapa . Di pikiran Justin saat ini hanya lah Princess
Cleo datang menghampiri mereka lalu duduk di sebelah Mark
" Kenapa ?". tanya Cleo
" Apa kau tau di mana Rion ?". tanya Lucas
" Tidak !! memang nya kenapa kau mencari nya ?". tanya Cleo
" Dia sangat aneh tadi aku bertemu dengan nya di minimarket dan dia membeli beberapa pembalut wanita !". kata Lucas
" Hahhhh !". kaget Cleo dan Mark
" Benarkah ? Rion membeli pembalut ? ". tanya Mark . Lucas mengangukkan kepalanya
" Tidak mungkin pria seperti Rion menjatuhkan harga diri nya dengan membeli pembalut wanita ?". ucap Cleo tak habis pikir . Dia pun kenal Rion merupakan tipe yang perfectionis dia tak mungkin percaya jika Rion membeli pembalut wanita
" Apa kau lihat kalau aku sedang berbohong ?". geram Lucas
Mark dan Cleo melirik satu sama lain
"Hanya satu orang yang bisa membuat Rion melakukan itu ! hanya Princess yang mampu !". ceplos Cleo dan membuat mereka menatap diri nya
" Ckk,,,,, apa gadis itu sudah kembali ? tapi kenapa tak memberitahu ku !". geram Lucas
Justin tampak diam saja tapi pikiran nya jauh nerawang ke sana " Ayok kita pergi !". Justin bangkit lalu melesat pergi
" Hey tunggu !" . Lucas bangkit lalu menyusul Justin
" Kenapa mereka?". tanya Cleo
" Entahlah!". jawab Mark
" Seperti nya sangat enak !". Princess menatap makanan di hadapan nya dengan mata berbinar
" Tentu saja karena ini adalah masakan ku !". bangga Rion
" Kau memang yang terbaik !". Princess mengacungkan dua ibu jari nya
" Makan lah !". kata Rion dan Princess pun langsung melahap nya karena Princess memang sangat kelaparan sedangkan Rion hanya tersenyum tipis
" Pelan - pelan saja !". Rion menaruh segelas air di samping Princess
" Eummm !". gumam Princess karena mulut nya penuh dengan makanan
Rion pun duduk dan ikut makan . Jam menunjukkan pukul 9 malam . Mereka menikmati makan malam dengan nikmat selesai makan Princess masih diam tak bergeming dari tempatnya menunggu Rion untuk selesai makan
" Kenapa?". tanya Rion
" Bersiap lah untuk perang yang sesungguh nya jangan pernah terkecoh dengan apapun itu !". kata Princess
" Aku tau dan aku paham !". kata Rion
" Berikan aku selalu infomasi mengenai pergerakan Jerry aku tak ingin bila dia bertindak lebih jauh dan merugikan orang banyak !". kata Princess
" Ya! ".
" Apa kau sudah menemukan pulau yang aku ingin kan ?". tanya Princess
Rion menghentikan acara makan nya dan langsung menatap Princess " Apa kau sangat mengingikan pulau itu ? ". tanya nya
" Iya aku sangat mengingikan nya !". jelas Princess
" Aku sudah menemukan nya !". jawab Rion
" Itu bagus cepat beli pulau itu atas nama ku dan pastikan tak ada orang yang tau !". kata Princess
" Baiklah aku akan berangkat besok , bukankah lebih cepat itu lebih baik ". kata Rion
" Eummmm!".
" Aku akan pergi menggunakan jet terbaru milik mu !". ucap Rion menyeringai
" Kau !!! dari mana kau tau kalau aku membeli jet baru?". tanya Princess dengan tatapan jengah
" Tentu saja aku tau ! ". bangga Rion
Princess menatap Rion penuh selidik . Princess memang baru membeli sebuah jet pribadi dengan harga yang sangat fantastic dan hanya diri nya yang tau " Apa kau juga membeli jet yang sama dengan ku ?". Princess menaikkan sebelah alis nya
Uhukk..... Uhukk
Rion tersedak saat meminum air
" Ahhh itu aku tidak membeli jet pribadi tapi aku memesan sebuah kapal selam di mana kau membeli jet itu !". cengir Rion
" Kapal selam ? untuk apa ? apa untuk itu ,,, kau sudah berpikir ke sana kau sangat hebat Rion aku bangga pada mu !". puji Princess sedangkan Rion hanya tersenyum tipis
" Tentu aku mengikuti ajaran mu ! jadi aku akan berada satu langkah di depan musuh ". kata Rion
" Kau benar ! ". Princess menyeringai ternyata pilihan Princess tak pernah salah . Rion memang sangat cepat belajar dari diri nya
" Baiklah persiapkan semuanya ! aku ingin istirahat ". kata Princess bangkit berdiri
" Besok aku akan mempersiapkan semuanya kau tenang saja dan terima beres !". kata Rion
" Oke !". kata Princess melesat pergi menaiki anak tangga
" Seperti nya kemunculan para iblis akan mencapai kejayaan nya saat ini !". gumam Rion tersenyum smrik khas dari wajah tampan nya