
Suasana di dalam ruangan mendadak menjadi begitu mencekam kala Princess menatap nyalang ke arah mereka semua di sana . Tatapan datar nan dingin itu membuat mereka yang ada di sana saling lirik tapi tak ada yang berani untuk membuka suara . Mereka hanya diam bak patung bahkan mereka pun seakan sulit untuk bernafas saat ini bahkan Roy dan Rion pun tampak menelan saliva nya sendiri.
" Baby!". seru Justin mengengam tangan Princess yang berada di sebelahnya. Princess menoleh sekilas dengan senyum tipisnya lalu kembali fokus ke depan
" Apa kalian kesulitan untuk bernafas?". tanya Princess menaikkan sebelah alisnya
" Bukan hanya kesulitan untuk bernafas tapi mereka bahkan tak dapat bernafas saat ini ". geli Lucas menatap mereka semua
Princess melirik Lucas di sebelah nya " Yaakk kau ini ! apa aku begitu menakutkan hahh?". seru Princess berubah menjadi mode anak kecil nya
" Tidak bukan begitu maksud ku !'. Lucas tersenyum mengejek dengan kedua tangan di lambaian kan di depan dada nya
" Apa aku menakutkan ?". tanya Princess dengan mengembungkan kedua pipi nya dan itu membuat Justin semakin gemas di buat nya
" Baby !". seru Justin pelan
" Tenang lah kak ! aku tak akan memakan kalian sekarang hahaha". tawa Princess dan sontak membuat suasana di dalam ruangan kembali hangat . Mereka tampak menghembuskan nafasnya kasar karena perubahan sikap Princess benar-benar tak bisa di tebak
" Huhhh!! Roy menyenderkan tubuhnya di kursi sambil mengelus dada nya sedangkan Princess hanya terkekeh geli melihat mereka semua
" Apa kalian tau ? aku tak pernah mengangap kalian itu adalah bawahan ku tapi sebaliknya aku mengangap kalian sebagai teman dan rekan kerja ku . Jadi kalian jangan terlalu takut pada ku aku bukan monster ? hehehe". kata Princess membuat mereka yang di sana tersenyum kecut
Bukan monster katanya lalu apa ? iblis begitu ! . batin Cleo
" Kapan aku akan berangkat ?" . celetuk Lucifer karena sejak tadi dia hanya diam saja
" Oh astaga aku melupakan mu Lc , hehe ! kau bisa berangkat sekarang". kata Princess
" Eumm!". Lucifer bangkit begitupun Peter dan Liu
" Jangan sampai ada darah yang keluar dari tubuhmu Lc atau Uncle mu akan menanggung akibat nya ". kata Princess berisi peringatan di dalam nya sedangkan Peter dia langsung menelan saliva nya saat mendengar ucapan Princess
" Aku pasti akan menjaga nya !". tegas Peter
" Ya! sekarang kalian bisa berangkat ". kata Princess . Lucifer menatap Princess sejenak seolah mereka berbicara lewat sorot mata dan Princess hanya mengangukkan kepalanya . Lucifer pun beranjak keluar di ikuti Peter dan Liu di belakangnya . Princess menatap kepergian mereka dengan raut wajah datarnya
" Mark bersiap lah ! ". kata Princess menoleh pada Mark di sisi kirinya
" Kemana?". Mark menaikkan sebelah alisnya
'' Kau akan pergi ke Korea ! Lee membutuhkan mu sekarang ". kata Princess
" Benarkah ? oke! ". kata Mark beranjak berdiri
" Jaga diri mu Mark jangan sampai kau terluka ". kata Princess sedangkan Mark langsung menatap Princess untuk meminta penjelasan bukankah dia hanya akan membantu Lee , lalu kenapa harus menjaga diri nya jangan sampai terluka . Mark tampak diam sejenak seraya berpikir
" Oke! aku akan pergi sekarang ". Mark beranjak pergi . Cleo menatap kepergian Mark dengan raut wajah yang sangat sulit di artikan dan itu pun tak luput dari perhatian Princess
" Apa kau ingin ikut dengan nya ?". Princess menatap Cleo di depan nya . Cleo langsung menoleh pada Princess karena sejak tadi dia memandang punggung Mark yang sudah menghilang di balik pintu
" Ahhh ,,, tidakk!". gugup Cleo tersenyum kecut
Kevin tampak diam tak bersuara begitupun Justin yang merasa bahwa gadis di sebelah nya bukan seperti gadis yang dia kenal sebelum nya . Perubahan sikap Princess memang sangat cepat bahkan tak dapat di tebak
Cleo pun tampak diam bahkan sekarang dia menelan saliva nya karena tatapan tajam dari Princess
Sedangkan duo R , Roy dan Rion melirik ke kanan dan kiri mereka dengan kedua bola mata nya yang penting tak bertatapan langsung dengan mata Princess sedangkan Lucas yang melihatnya hanya terkekeh geli
" Sudahlah ! lihat mereka . Kondisi kan
wajah kalian duo R kalian membuatku ingin tertawa". kata Lucas menahan tawa nya sedangkan duo R langsung menampilkan wajah masam nya
" Baiklah aku akan serius ! untuk mu Cleo kau akan tetap berada di markas tapi kau juga bisa keluar dari sini , aku sudah menyiapkan apartment untuk mu di sekitar perusahan Citrus ". kata Princess
" Benarkah?". Cleo menatap Princess tak percaya
" Apa wajah ku terlihat sedang bercanda ?". tanya Princess . Cleo pun menggelengkan kepalanya
" Aku akan pergi ! kalian harus menjaga diri kalian dan tetap lah waspada . Musuh pasti sudah menargetkan siapa sasaran selanjutnya jadi kalian harus lebih berhati-hati ". kata Princess . Justin langsung menoleh ke arah Princess di sebelahnya
" Kau akan kemana Baby ?". ucap Justin
" Aku harus mencari sesuatu ! selama aku pergi kau pun harus ikut mengontrol markas The CL ". kata Princess menatap Justin
" Berapa lama kau akan pergi ?". tanya Lucas
" Entah lah aku tak tau tapi sebelum aku kembali jangan bertindak gegabah ! apa kalian mengerti?". tanya Princess
" Eummm! aku paham". seru Justin
" Tapi kau akan pergi kemana Nona Muda ?". tanya Kevin
" Aku tak bisa memberitau kalian tapi yang jelas aku akan pergi ! dan jangan pernah mencoba untuk melacak keberadaan ku karena itu akan membuat kalian atau aku dalam bahaya". seru Princess . Mereka pun saling lirik seolah tak mengerti dengan ucapan Princess
" Jadi kapan kau akan pergi , baby ? ". Justin masih mengengam tangan kiri Princess
" Secepatnya ! saat aku sudah tak berada di sekitar kalian berarti aku sudah pergi ". kata Princess
" Aku paham!". datar Lucas
" Bisakah kalian tinggal kan aku dan duo R saja di sini?". pinta Princess
Justin pun langsung menatap datar ke arah duo R tapi mereka terlihat biasa saja begitupun Cleo dia langsung menoleh pada duo R di samping kanan nya
" Baik lah ! aku akan pergi ". Justin beranjak bangkit di ikuti oleh Kevin lalu mereka pun keluar dari ruangan
Lucas pun berdiri lalu Cleo dan mereka pun ikut pergi dari dalam ruangan . Sekarang hanya tersisa Princess dan duo R di sana
" Apa semuanya sudah siap ?". tanya Princess
" Sudah ! ". kata Roy singkat . Roy memang tipe datar dan cuek berbanding terbalik dengan Rion yang cenderung hangat dan cerewet
" Jaga dia selama aku pergi , aku percayakan pada kalian berdua !". kata Princess beranjak berdiri
" Kami akan menjaga nya !". seru Rion
" Tapi jangan sampai dia curiga !". kata Princess
" Eummm! aku paham ". ucap Rion
Princess pun keluar dari dalam ruangan di ikuti Roy dan Rion di belakangnya
Sedangkan Justin dan Kevin saat ini mereka tengah duduk dengan santai di ruang tamu yang berada di markas . Lucas dan Cleo pun menghampiri mereka dan ikut duduk di sana
" Kau Justin William?". tanya Cleo menunjuk wajah Justin
" Ya!". datar Justin tanpa menatap Cleo
Dingin tapi aku suka . batin Cleo
" Kenapa kau menatap nya seperti itu ? apa kau menyukai nya ?". seru Lucas melirik Cleo di samping nya yang terus menatap Justin seperti singa yang kelaparan
" Ahhh tidakk!" sarkas Cleo sedangkan Justin hanya melirik nya sekilas lalu kembali fokus pada ponselnnya
" Tempat ini benar-benar keren ". celetuk Kevin menatap seluruh bangunan markas
" Tentu saja !" kata Lucas
Roy dan Rion berjalan menghampiri mereka lalu ikut duduk di sana
" Di mana Princess?". tanya Lucas
" Sudah berangkat !". kata Roy
" Hahh ? kapan , di mana ?". terkejut Justin langsung menatap Roy dan Rion bergantian
Dari atas markas terdengar deru mesin helicopter menjauh . Justin pun berlari keluar dari markas dan melihat sebuah helicopter sudah terbang menjauhi markas
" Bahkan dia tak berpamitan langsung pada ku ". gumam Justin dengan wajah masam nya
" Sudahlah aku yakin dia punya alasan !". Kevin menepuk pundak Justin
" Apa ada dengan wajah kalian ? sungguh masam seperti mangga muda " . cibir Lucas terkekeh sedangkan Roy dan Rion hanya menatap datar ke arah Master mereka yaitu Lucas . Bila Lucifer bermulut pedas maka Lucas pun sama dia bahkan lebih pedas dari Lucifer apalagi soal mencibir Lucas adalah jago nya mulut nya benar-benar lemes
" Kami akan pergi !". Justin berjalan menuju ke arah mereka lalu mengambil ponsel nya yang tadi dia letakkan di atas meja
" Pergi lah! ". datar Lucas . Justin menatap sekilas pada Lucas lalu dia berbalik kemudian beranjak pergi
Cleo menatap kepergian Justin seolah tak ingin bila dia pergi
Roy dan Rion pun saling lirik mereka juga menyadari bila Cleo menatap Justin seperti memiliki ketertarikan pada nya
" Jangan menatap nya seperti itu , atau aku akan mengeluarkan kedua bola mata mu ". geram Rion menatap Cleo
'' Kenapa ?". sahut Cleo
Lucas tersenyum smrik " Kalau kau ingin hidup dengan aman maka jaga lah mata mu Nona Cleo atau aku tak akan segan mencongkel kedua bola mata mu itu ". kata Lucas lalu menyeringai. Cleo pun menelan saliva nya saat melihat seringai dari Lucas
" Itu terserah pada ku !". ketus Cleo lalu beranjak bangkit dan pergi
" Nama yang bagus !". seru Lucas terkekeh
" Apa nya yang bagus ? sikap nya seperti itu , ingin sekali aku mencakar wajah nya ". kata Roy
" Sabar lah duo R kalian terlalu emosi ". kata Lucas
" Apa kami saja yang emosi ? kau pun sama !". cibir Rion beranjak berdiri lalu pergi
" Hey kau berani sekali mencibir ku". kata Lucas
" Sudahlah !". Roy berdiri lalu pergi meninggalkan Lucas seorang diri
" Ckck,,, sepi juga kalau tak ada Lucifer ". gumam Lucas menyandarkan tubuhnya di kepala sofa
Sedangkan Princess saat ini tengah dalam perjalanan menuju ke Swiss dimana tujuan nya adalah mencari alamat yang tertulis di dalam secarik kertas yang dia temukan di ruang bawah tanah di perpustakaan
*****
Irlandia
Seorang gadis cantik tengah duduk dengan santai nya di atas sofa dengan tangan kanan nya mengoyangkan sebuah gelas yang berisikan wine di dalam nya kemudian gadis itu meminum nya sedikit demi sedikit hingga wine itu habis
Seorang Pria berjalan menghampiri nya dengan tersenyum mengoda " Hari ini kau sangat cantik sayang ". ucap pria itu yang tak lain adalah Andrew Benedict
" Kau pun selalu tampan sayang ". ucap gadis itu meletakan gelas yang sudah kosong di atas meja
'' Kenapa tiba- tiba kakak mu ingin kita pergi Jerman ?". tanya Andrew
" Entah lah aku pun tak tau !". kata gadis itu yang tak lain adalah Sonia Horison Cartolius adik dari Jerry Horison Cartolius
" Sayang aku ingin bermain !". kata Andrew menyeringai lalu duduk di sebelah Sonia
" Aku pun ingin sayang ". kata Sonia lalu duduk di pangkuan Andrew dengan kedua kaki nya melingkar di pinggang Andrew
Andrew pun tersenyum tentu saja dia tau apa maksud dari Sonia tanpa menunggu lama Andrew menautkan bibirnya dengan bibir Sonia , mereka saling berpangutan lidah mereka membelit satu sama lain tangan Andrew tak tinggal diam salah satu tangan nya memegang tengkuk Sonia untuk memperdalam ciumannya lalu tangan satu nya menelusup masuk ke dalam baju Sonia meremas salah satu gunung kembar yang cukup besar itu . Andrew menyudahi pangutan itu kala dia merasa pasokan oksigen nya mulai berkurang tanpa menunggu lama Andrew melanjutkan menyesap leher jenjang putih milik Sonia dan meninggalkan cap kepemilikan di sana . Sonia pun meremang di buatnya walaupun sudah sering melakukan nya tapi dia tetap saja merasakan ngelenyar hebat di dalam diri nya . Tangan Andrew bergerak cepat bahkan sekarang tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun , Andrew langsung menindih Sonia dan menyesap salah satu gunung kembar nya dengan rakus bak seorang bayi yang tengah kelaparan sedangkan tangan satu nya meremas kuat gunung di sebelah nya dan itu membuat Sonia mengeluarkan suara merdunya . Andrew semakin mengila kala mendengar suara merdu milik Sonia , satu jari tengah nya pun masuk di bawah sana memaju mundurkan nya membuat Sonia semakin keras mengeluarkan suara merdunya hingga sesuatu di bawah sana tumpah . Andrew bangkit berdiri menatap Sonia yang sudah tak berdaya di bawah sana dan langsung saja Andrew mengendong Sonia membawa nya ke kamar agar lebih leluasa mereka bermain
*******
" Ada apa dengan mu ?". Kevin melirik Justin di sebelahnya masih dengan wajah masam nya
" Kenapa dia tak berpamitan pada ku ''. lirih Justin
" Bukankah tadi sudah !". kata Kevin menambah kecepatan mobil nya
" Hufttt !'. Justin menghembuskan nafasnya kasar lalu memejamkan kedua mata nya menyenderkan tubuhnya di kursi mobil dengan kedua tangan berada di belakang kepala sebagai bantal . Kevin melirik Justin di sebelah nya dia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja
******
Swiss
Zurich Airport
09.00
Princess turun dari dalam pesawat dengan gaya modis nya kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya topi hitam di atas kepalanya , celana Jeans hitam baju kaos putih serta sepatu bermerek G*** membalut telapak kaki nya sungguh menampilkan sosok gadis remaja pada umumnya , Tangan kiri nya menarik koper mini sedangkan tangan kanan nya sedang sibuk dengan ponsel nya
Princess berdiri di pinggir jalan menoleh ke kiri dan ke kanan menunggu taksi lewat . Princess melambaikan tangan nya kala sebuah taksi lewat lalu dia masuk ke dalam taksi
" Ke alamat xxxxx pak !". seru Princess pada supir taksi
" Baik Nona ".ucap sang supir
Princess menyandarkan bahu nya di pintu mobil menatap pepohonan yang terlihat bergerak kala mobil melaju . Tatapan nya sungguh datar entah apa yang dia pikirkan sekarang tidak ada yang tau . Cukup lama perjalanan satu jam kemudian mereka sampai pada tempat tujuan
" Sudah sampai Nona!". kata supir taksi
" Ahh iya ! ini uang nya pak ambil aja kembalian nya ". ucap Princess seraya turun dengan menarik koper mini nya
" Terimakasih Nona !". ucap nya sedangkan Princess hanya tersenyum tipis
Princess menatap rumah besar di hadapannya bukan rumah biasa melainkan bak istana " Huhhhhh , rumah siapa lagi ini ?". gumam Princess berjalan mendekat ke pintu pagar
Ting Nong
Princess menekal bel di samping pintu pagar beberapa saat kemudian seorang satpam menghampiri nya
" Ada yang bisa saya bantu Nona !". ucap nya dari dalam pintu pagar . Princess menundukkan tubuhnya menatap celah persegi panjang lalu menatap wajah pak satpam yang terlihat jelas di sana
" Ah iya ! aku ingin bertemu dengan pemilik rumah ini ". kata Princess
" Maaf Nona , tapi Tuan Muda saat ini tidak berada di rumah !". kata satpam itu
" Bisa kau hubungi Tuan mu itu ! aku ingin bertemu secepatnya". kata Princess menatap tajam pria itu
" Akan saya hubungi ! harap anda menunggu Nona !".
" Bisakah aku masuk saja di sini sangat panas " . keluh Princess
" Maaf Nona , tanpa ijin Tuan Muda anda tidak boleh masuk !". kata satpam itu beranjak pergi
Princess menegakkan tubuhnya dengan sedikit mengerutu " Siapa sebenarnya pemilik rumah ini ? berani nya membuat ku menunggu di pinggir jalan seperti ini ". gerutu Princess berbalik ke depan menatap jalanan yang sepi mungkin saat ini karena perumahan itu berada di tempat elite oleh sebab itu jarang ada mobil lewat di sana
Princess berjalan bolak-balik dengan perasaan dongkol dia terus mengumpat serapah sang pemilik rumah yang mereka sebut Tuan Muda nya. Princess berjalan dengan kedua tangan di lipat di depan dada nya dengan nakal nya dia menendang kerikil- kerikil di jalanan ke sembarangan arah untung nya di sana sepi tak ada orang . Cukup lama Princess menunggu hampir 30 menit. Emosi nya sudah memuncak kalau saja dia tak mengingat Oma Yasmin mungkin Princess akan menghancurkan pintu pagar itu agar dia bisa masuk
Sebuah mobil Lamborghini Veneno keluaran terbaru memasuki rumah itu seorang pria turun dari dalam mobil dengan setelan kantor yang sedikit acak-acakan " Di mana gadis itu ?". tanya nya
" Di depan Tuan ". ucap Satpam . Pria itu langsung berjalan menuju ke keluar pintu pagar dia menoleh ke kiri dan kanan nya tampak seorang gadis di sisi kanan nya sedang menendang batu kerikil dengan kesal nya
" Nona ". seru Pria itu saat sudah berada tak jauh dari Princess
Princess berbalik saat mendengar ada yang bersuara
Degg!
Princess menatap tajam pria di depan nya jarak mereka hanya 5 langkah saja tapi Princess sangat mengenali wajah pria tampan itu . Keturunan Rusia-Korea-Jepang membuat pria itu sungguh sedikit tampan
" Nona !". ucap pria itu lagi semakin mendekat ke arah Princess
" Ah iya ! apa kau pemilik rumah ini ?". tanya Princess
Pria itu tersenyum lalu menggelengkan kepalanya " Mari masuk Nona Muda !". ucap pria itu
Princess menaikkan sebelah alis nya " Kenapa memanggil ku dengan sebutan Nona Muda ?". tanya Princess
" Kita bisa berbicara di dalam Nona dan apa kau tidak kepanasan berada di luar sini ?". pria itu menaikkan sebelah alis nya
" Ahh iya baiklah ayo ". Princess berjalan mendahului lalu menyeret koper nya sedikit kasar sedangkan pria itu hanya tersenyum tipis
Pintu tinggi dan besar itu terbuka menampilkan seluruh pelayan dengan seragam mereka membungkukkan tubuhnya saat Princess berjalan masuk . Princess menatap mereka penuh tanya dan pria tadi hanya tersenyum
" Mari Nona !". pria itu mendahului Princess berjalan di depan nya dan Princess pun mengikuti pria itu tanpa bertanya lebih lanjut
Mereka pun sampai pada sebuah ruangan dengan dominasi warna gold menambah kesan elegan pada ruangan itu
" Silakan duduk Nona !".
" Ahh iya !". Princess meletakkan kopernya di samping sofa lalu dia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa
" Silakan di minum ". pria itu menaruh sebuah botol air mineral di atas meja di depan sofa lalu pria itu pun juga duduk di sofa
" Siapa kau sebenarnya?". to the point Princess
" Kim Jong-in ". kata pria itu
" Korea ?". kata Princess
" Benar ! Korea Selatan". ucap pria itu
Princess mengambil botol air mineral dari atas meja , membuka nya lalu meneguk nya
" Kau bisa memanggil ku Kai!". ucap pria itu lagi
" Aku tak yakin kau asli Korea!". tanya Princess
" Kau pun sudah pasti tau siapa aku sebenarnya!". pria itu menyeringai
" Ckk ,,,, ternyata !". gumam nya
" Apa kau tau identitas asli mu ?". tanya Princess
" Aku tau ! Damian Roberto Kennef cucu dari George Kennef !". kata pria yang bernama Kai itu
" Huftt!!! Pak tua itu benar -benar membuat ku pusing!". Princess memijit pelipisnya . George Kennef pernah meminta Princess untuk menjaga seseorang untuk nya dan orang yang di maksud oleh nya adalah cucu nya sendiri yaitu Kai atau Damian Roberto Kennef
Kim Jong-in atau biasa di panggil Kai merupakan cucu kandung dari George Kennef bernama asli Damian Roberto Kennef . Untuk melindungi nyawa sang cucu George menitipkan Kai yang pada saat itu baru lahir kepada sepasang suami istri yang berasal dari Korea . Ibu dan Ayah dari Kai meninggal karena di bunuh sehari setelah melahirkan Kai , George pun berusaha untuk menyelamatkan penerus terakhir dari keluarga Kennef dan sampai akhirnya dia menitipkan Kai pada pasangan Kim Ji Hoon dan Go Eum-mi dari Korea . Selama 5 tahun Kai tinggal di Korea setelah itu orang tua angkat nya memiliki seorang anak yang bernama Kim Soo Hyun . Kai bertemu dengan Oma Yasmin pada saat kunjungan bisnis nya ke Korea semenjak saat itu hingga sekarang Kai bekerja pada Oma Yasmin dengan sebuah alasan yang belum di ketahui