Princess Vlaron

Princess Vlaron
Jet itu juga milikku



" Wahhh benar benar mengagum kan ". celetuk Lucas matanya tetap fokus mengarah ke hadapan jet itu lalu dia berjalan memutari jet itu beberapa kali


" Apa kau merancang ulang jet ini George?". tanya Princess sembari mengitari jet itu


" Kau !!!! bisakah sopan sedikit


saja gadis nakal ". geram George menunjuk wajah Princess


" Tochh tochh aku bukan tipe yang mudah untuk bersikap sopan dengan seseorang jadi aku menunjukkan jati diri ku di hadapan mu !! jadi kau harus bangga dengan itu pak tua ". tekan Princess


" Bangga untuk apa ? bangga melihat sikap bar bar mu kepada orang yang lebih tua ?". ketus George


Sedangkan Lucas , Peter dan Lucifer menjadi penonton yang baik berdiri di pojokan dan menyenderkan bahu mereka di tembok .


" Sudahlah sekarang katakan apa kau merancang ulang jet ini ?". tanya Princess


" Iya aku mendisain ulang jet ini sesuai perubahan zaman umurnya sudah tua tapi kemampuan jet ini tak dapat di ragukan sudah 20 tahun aku mengembangkan jet ini ". Ucap George bangga


" Ya aku menyukai kejeniusan Ayah mu serta kecerdasan mu pak tua". ucap Princess


" Tapi apa kau yakin mengingikan jet ini ?". tanya George lagi kesekian kali dia bertanya seperti itu


" Ya tentu !! keluarkan jet ini ". ucap Princess


" Untuk apa ?". tanya George


" Keluarkan saja ". ucap Princess berjalan menuju landasan pacu di depan gedung . Sedangkan George meminta sang pilot untuk mengeluarkan jet itu.


" Bisa kah kau jelaskan spesifikasi jet ini ? ". tanya Princess saat jet itu sudah di luar ruangan


" Jet ini bermesin dan berkursi ganda kecepatan maksimal 3.017 km / jam dengan panjang 22 meter memiliki jarak tempuh 3.530 km dengan berat 20.300 kg , Jet ini dapat bertempur jarak dekat maupun jarak jauh. banyak senjata yang bisa di pasangkan dalam jet ini di mulai dari misil udara , misil darat hingga bom dengan berat 250 hingga 1.800 kg dengan fitur laser juga di lengkapi dengan sistem smart censor". jelas George


" Waooo keren ". ucap Lucas bertepuk tangan


" Kau turun lah ". ucap Princess menunjuk sang pilot yang masih di atas jet itu dan sang pilot hanya menurut dan akhirnya dia turun


" Apa kau mau mencoba nya ? biarkan pilot itu yang akan mengemudikan jet nya ". ucap George


" Tidak perlu aku sendiri yang akan menerbangkan nya ". ketus Princess


" Hahhh ". ucap kompak mereka


" Kenapa ?". tanya Princess menatap mereka semua


" Hahaha Nona Muda apa kau yakin bisa menerbangkan burung besi itu ?". ketawa Lucifer sambil menunjuk ke arah jet yang terparkir cantik itu


" Aku sering menerbangkan nya". ucap Princess enteng


" Kapan Baby aku tak pernah tau ". ucap Lucas


" Dalam game ". seru Princess


" Hahaha hahaha !!! kau bercanda gadis nakal ini di dunia nyata bukan dunia game aku tak ingin karya ayah ku akan hancur di tangan gadis nakal seperti diri mu". ucap George dengan tawa nya


" Sudah cukup tertawa nya sekarang siapa yang ingin ikut dengan ku mencoba jet ini ?". tanya Princess


" Tochh tochh apa kau seyakin itu jangan sampai jet itu nanti nya tak bergerak setelah kau naiki ". gela tawa Lucifer


Princess menatap mereka semua dengan tajam nya dan tatapan itu membuat mereka yang tadi nya tertawa akhirnya diam . tatapan yang di berikan Princess seolah mengintimidasi sehingga mereka semua menunduk dan tak berani menatap mata sang Princess.


" Apa kau ingin ikut ?". tunjuk Princess ke arah Lucas


" Ahhh tidak Baby ". ucap Lucas kedua tangan nya bergerak melambai


" Dan kau ?". tunjuk Princess ke arah Lucifer


" Aku tak ingin mati muda aku belum menjadi raja dunia bawah ". ketus Lucifer


" Kau ". tunjuk Princess ke arah Peter


" Ahhh tidak tidak aku masih belum menikah". ucap Peter melambaikan tangan nya tapi Princess malah mendekati nya


" Kau ikut dengan ku ". ucap Princess menarik tangan Peter


'' Hey hey apa apaan kau ini aku tak mau ikut kalau kau mau mati mati saja sendiri jangan mengajak ku aku masih ingin hidup usia ku masih 27 tahun aku belum menikah dan punya anak ". ucap Peter tanpa jeda tapi Princess tetap menarik tangan nya sampai di bawah pintu jet


" Cepat naik bagaimana mungkin seorang King mafia nomer 1 di dunia takut naik jet ?". ucap Princess


" Hey kalau bukan kau yang mengemudikan nya aku berani tapi ini kau bahkan tak pernah menaiki jet sekarang sok sok an mau mengemudikan nya ". ucap Peter yang masih berusaha memberontak tapi tangan nya di cengkram erat oleh Princess


" Jangan banyak omong masuk lah ". ucap Princess mendorong Peter agar menaiki anak tangga penghubung ke pintu jet itu dan Peter pun hanya pasrah sampai akhirnya dia naik dan duduk di kursi belakang sedangkan Princess duduk di kursi depan.


" Mari kita bermain sayang ku '. ucap Princess setelah mendapatkan posisi sempurna untuk menerbangkan burung besi itu


" Apa gadis itu bisa menerbangkan nya ? atau jet itu akan jatuh nanti nya ! Tochhh tochhh awas saja gadis itu kalau membuat ku mengalami kerugian ". gerutu George menatap Princess yang tengah bersiap menerbangkan jet itu


" Sabar lah pak tua kalau pun jet itu jatuh kau bisa membuat nya kembali ". celetuk Lucifer


" Kauu !!! bocah tengil kau mendoakan jet itu agar jatuh hahh!". geram Lucas


" Tidak ". ucap Lucifer enteng


" Kauu!". marah Lucas menunjuk Lucifer


" Aisss tenang lah dan lihat apa yang akan di lakukan gadis itu ". ucap George dan kedua makhluk itu berhenti beradu dan menatap ke arah jet di mana terdapat dua manusia di dalam nya.


Sedangkan Princess tampak sangat senang keinginan nya sudah terpehuni . Dia menekan tombol ON dan terdengar bunyi mesin jet berarti jet itu siap untuk terbang secara perlahan roda jet itu bergerak memutar lurus ke depan dengan pelan dan semakin lama semakin cepat sampai akhirnya jet itu murni lepas landas.


" Dia benar benar mengemudikan nya ". cengo Lucifer


" Gadis itu benar benar tak dapat di remeh kan ". ucap George mengacak rambut nya


Setelah jet mengudara Princess menerbangkan dengan cara membalikkan jet itu kemudian berputar 360 ° menukik tajam ke bawah kemudian kembali ke atas sampai akhirnya dia mencoba meluncurkan beberapa senjata hingga menimbulkan ledakan di atas ketinggian laut begitu pun seterusnya sampai terlihat jet itu kembali ke arah landasan pacu dan akhirnya mendarat dengan mulus.


Princess membuka penutup kaca dan pelayan di sana dengan sigap membawa kan tangga sebagai alat pijakan untuk turun dari jet.


Princess turun dengan senyum mengembang dari bibir nya tapi berbeda dengan Peter yang kelihatan seperti orang ling lung


Uekkk uekkkk uekkkk


Brukk


Peter terjatuh bersimpuh di atas rerumputan dan membuat Princess berbalik lalu menatap nya dan yang lain nya menghampiri Peter


" Uncle kau tak apa ?". panik Lucifer menepuk pundak Peter


Uekkk uekkk uekkk Peter tak henti hentinya muntah hingga dia terlihat sangat pucat dan dengan sigap Lucas dan Lucifer memapah nya sampai ke dalam gedung dan mendudukannya di sofa seorang pelayan datang membawakan air putih hangat dan Peter langsung meneguk nya hingga tandas


" Kau ingin membunuh ku hahhh !!". geram Peter menunjuk wajah Princess yang duduk di depan nya


" Tapi kau belum mati ". ucap Princess


" Nona kau sangat hebat ". celetuk sang pilot dengan mengacungkan kedua ibu jari nya dan hanya di balas senyuman oleh Princess


" Bagaimana kau bisa mengemudikan jet seperti itu?? kau seperti si Pilot Gila ( sebutan pilot negara Rusia ) ". ketus George


" Memang aku gila dan kau sangat payah bagaimana mungkin kau mabuk udara ! Tochhh tochhh King mafia payah ". cibir Princess menunjuk Peter


" Aku tidak hanya mabuk udara tapi kau mengemudikan jet itu seperti kerasukan setan ". ketus Peter menyandarkan tubuh nya di sofa


" Bahahahahaha akan terbit sebuah kabar baru di sebuah artikel ' King Mafia nomer 1 di dunia mabuk udara' ". tawa Lucas dan di balas dengan lemparan bantal sofa oleh Peter


" Lalu bagaimana cara mu akan membawa jet itu sampai ke Singapura ?". tanya George dengan mode serius nya


" Bawa jet itu ke Macau saja dulu dan kau akan mengatur nya ". ucap Princess menunjuk Peter


" Hahhhh kenapa aku ?". tunjuk Peter pada diri nya sendiri


" Bukankah Macau masih menjadi wilayah kekuasaan mu ? ". tanya Princess


" Iya tapi kenapa harus kesana ? bagaimana kalau aku tak mau setelah apa yang kau lakukan barusan aku hampir saja mati karena itu ". cibir Peter


" Tapi kau harus melakukan nya secara sukarela atau paksa!! bukankah Tuan Muda mu berada di tangan ku ". ucap Princess menyeringai kemudian menatap Lucifer


" Kau menjadikan aku sandera begitu ? Cihhhh cara lama !". cibir Lucifer


" Terserah ". ketus Princess


" Baiklah !! aku akan mengatur semuanya". ucap Peter pasrah


" Lalu di mana saudara kecil dari jet itu pak tua ?". tanya Princess


" Saudara kecil ?". tanya Lucas menaikkan sebelah alisnya begitupun dengan Peter


" Cihhh bukankah kau mengatakan bahwa kau bukan orang miskin jadi di mana letak kesalahan ku ?". tanya Princess


" Ikutlah ". titah George


Mereka semua mengikuti kemana George pergi sampai akhirnya mereka kembali menemukan sebuah ruangan seperti kubah besar yang di dalam nya terdapat beberapa pesawat nirawak yang sudah jadi maupun masih tahap penyempurnaan .


" Aku hanya punya 2 ini saja ". ucap George menunjuk ke arah 2 pesawat nirawak berwarna silver dan gold


" Lumayan ". cibir Princess


" Lumayan katamu ini maha karya ku aku tak memberikannya secara cuma cuma kepada mu ". ucap George


" Berikan satu untuk ku dan satu untuk Peter suatu saat akan sangat berguna untuk ku ". ucap Princess menunjuk ke arah Peter


" Aku sudah punya yang seperti itu ". celetuk Peter


" Tapi ini berbeda dari yang kau punya". ucap Princess


" Baiklah teserah padamu ". ucap Peter


" Baiklah pak tua kirim semua itu ke Macau terlebih dahulu baru setelah itu aku yang akan mengatur nya aku harus segera kembali ke Singapura kalau tidak Nenek tua itu bisa mengutukku". ucap Princess penuh penekanan


" Cihhh jadi kau takut dengan Nenek tua itu ?". tanya George


" Aku tidak takut hanya saja aku tak mau terkena omelan dari mulut pedas nya itu ". ucap Princess bergidik ngeri


" Kalian kan memang sama sama bermulut pedas ". celetuk George lagi


" Baiklah ayok kita kembali hari sudah menjelang sore " ucap Lucas dan di angguki oleh Lucifer


" Dan aku pun sudah lapar ". rengek Lucifer


'' Kau dasar tukang makan ". ucap Lucas


" Baiklah kita akan makan di Castil ku saja dan kau menginap lah lagi sehari ada hal penting yang ingin aku beritahu". ucap George menatap Princess


" Baiklah ayok ". ucap Princess dan mereka pun meninggalkan pulau itu kembali ke Castil Kennef


Beberapa saat kemudian sore menjelang mereka melewatkan makan siang yang di ganti hanya dengan beberapa cemilan di pulau itu. Mereka sampai di Castil sang mentari sudah kembali ke ufuk barat . Mereka membersihkan diri lalu setelah itu makan malam bersama tanpa adanya obrolan karena terlalu lelah sampai akhirnya makan malam selesai dan mereka kembali ke kamar masing masing untuk istirahat.


Pagi menjelang mereka sarapan bersama di meja makan.


" Setelah ini kau ikut lah dengan ku ada hal penting yang ingin aku katakan ". ucap George menatap Princess


"Ummm ". ucap Princess di sela makan nya


" Hal penting apa yang ingin kau beritahu kepadaku?". tanya Princess saat ini mereka tengah berada di ruang rahasia milik George


" Kemarikan tangan mu ". ucap George menarik tangan Princess dan menempelkan di dinding setelah itu terdengar bunyi Klek lemari besi itu terbuka


" Apa maksud semua ini ?". tanya Princess menarik tangan nya


" Ini ". ucap George memberikan Princess selembar foto yang di ambil dari lemari itu


" Siapa dia ?". tanya Princess menaikkan sebelah alis nya


" Kau akan bertemu dengan nya nanti dan kau harus menjaga nya sebagai imbalan atas barang yang aku berikan pada mu". ucap George mendudukan dirinya di sofa


" Tapi dia siapa dan kenapa aku harus menjaga nya ? dan tentang sidik jari itu ?". tanya Princess


" Aku sudah mengaktifkan sidik jari mu pada brangkas itu bila suatu saat terjadi sesuatu padaku maka kau akan bisa membuka nya ". ucap George menatap Princess penuh harap


" Lalu pria dalam foto ini ?". tanya Princess


" Kau akan tau dia nanti ". ucap George


" Hahahaha apa kau pikir aku akan melakukan sesuatu yang tak menguntungkan diri ku pak tua ? ". ucap Princess tertawa sinis


" Dia seseorang yang berarti untuk ku ". kata George


" Lalu kau percayakan dia kepadaku begitu ? kalau dia sangat berarti kenapa tidak kau saja yang menjaga nya " sinis Princess


" Aku sudah menjaga nya dan setiap detik aku menjaga nya ". ucap George setengah berteriak dan membuat Princess kaget


" Ceritakan kalau tidak aku tak akan menuruti perintah mu". ucap Princess


" Akan ku ceritakan dia adalah ......bla.....bla....bla ". jelas George menjelaskan sedikit mengenai pria dalam foto itu


" Dimana dia sekarang ?". tanya Princess


" Kau akan bertemu dengan nya nanti dan jangan berusaha untuk mencari tau tentang diri nya karena akan ku pastikan kau tak akan menemukan data sekecil pun dari nya ". ucap George


" Baiklah terserah !! aku harus segera kembali ". ucap Princess beranjak berdiri


" Tunggu !". seru George


" Apalagi ". ketus Princess


" Kemarikan foto itu kau tak boleh membawa nya ". ucap George


" Lalu bagaimana cara ku menemukan nya kalau tidak dengan foto ini ". ucap Princess menunjuk foto itu


" Pertajam lah ingatan mu Nona Muda kau tak memerlukan foto ini ". ucap George merampas foto itu secara kasar dari tangan Princess


" Terserah ". ketus Princess meninggalkan George


" Huhhhhh". gumam George


" Apa semua nya sudah siap ?". tanya Princess pada Lucas saat ini mereka tengah berada di ruang tamu


" Sudah Baby kita bisa berangkat sekarang ". ucap Lucas berdiri dari duduknya


" Aku akan langsung menuju Makau ". celetuk Peter


" Baiklah ayok". ucap Princess


" Tunggu !! aku sudah menyiapkan mobil untuk mengantar kalian ke bandara ". ucap George menghampiri mereka


" Baiklah ". ucap Princess


" Ingatlah janji mu Nona Muda ". bisik George yang berjalan di sebelah Princess


" Kalau aku ingat ". ucap nya lalu memasuki mobil


George menatap beberapa mobil yang berjalan keluar dari Castil nya sampai semua mobil itu menghilang di balik pintu gerbang.


Sementara di mansion Smith


" Oma , di mana gadis kampung itu sudah 3 hari aku tak melihatnya ". kata Lisa menghampiri Oma Yura yang tengah berada di kamar nya


" Kau pergi lah dan lakukan semuanya dengan benar ". ucap Yura kepada salah satu pelayan nya


" Oma aku bertanya padamu ". ucap Lisa duduk di pinggir ranjang


" Kau bertanya pada Oma ! lalu Oma harus bertanya pada siapa ? biarkan saja gadis itu kenapa kau sangat peduli padanya?". tanya Oma Yura


" Siapa juga yang perduli dengan gadis kampung itu ". ucap Lisa pergi meninggalkan Oma Yura


" Kemana sebenarnya gadis itu ?". gumam Oma Yura menatap punggung Lisa yang menghilang di balik pintu


Di markas RB


" Apa kau sudah menyelesaikan tugas yang aku berikan ?". tanya Justin menghampiri Kevin yang tengah sibuk dengan laptop nya


" Sudah !! semuanya sudah beres ". ucap Kevin menutup laptop nya lalu menghampiri Justin yang tengah duduk di sofa


" Kau kenapa kau melamun ?". ucap Kevin menepuk pundak Justin dan membuat Justin kembali sadar dari lamunannya


" Ahhhhh tidak kenapa ". ucap Justin membenarkan cara duduk nya


" Apa kau yakin ? apa kau sedang memikirkan Nona Muda mu ". ucap Kevin tersenyum mengejek


" Apa maksud mu ? ". ucap Justin menatap tajam pada Kevin sedangkan Kevin hanya terkekeh


"Selama ini kau terus bertanya kapan Nona Muda kembali apa kau begitu merindukan gadis berkacamata kotak itu ". geli Kevin


" Tidak aku tidak merindukan nya aku hanya khawatir saja pada nya ". elak Justin


" Begitukah ?". ucap Kevin tersenyum mengejek


" Kau !! aku akan pergi kau benar benar membuatku kesal ". kata Justin menatap Kevin lalu pergi meninggalkan nya