Princess Vlaron

Princess Vlaron
Permulaan



3 hari kemudian


" Kau harus hati hati Baby kalau terjadi sesuatu kau harus segera mengabariku ". ucap Lucas mengelus rambut Princess sekarang mereka berada tepat di depan gerbang Mansion keluarga Smith


" Baiklah aku harus masuk dulu". ucap Princess meninggalkan Lucas


Princess berjalan melewati pintu gerbang dan di sambut beberapa penjaga di sana mereka menunduk hormat karena sudah mengetahui siapa jati diri Princess yang sebenarnya. Sebelum masuk ke dalam mansion Princess bisa melihat beberapa mobil terparkir berjejer rapi tentu saja bukan mobil murah . Princess terus berjalan hingga memasuki ruang keluarga di sana pesta di langsung kan semua mata memandang ke arahnya dengan tatapan tanda tanya tapi Princess terus berjalan sekali matanya mengamati sekeliling untuk memastikan bahwa pihak musuh mengirimkan mata matanya hingga akhirnya orang yang akan di temui nya sedang berbicara dengan kolega nya.


" Oma Opa ". ucap Princess berjalan mendekati wanita dan pria paruh baya itu


" Princess kau sudah datang sayang? gimana perjalanan kamu , kamu pasti sangat lelah ya ". ucap wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah Nenek Yasmin


Nenek Yasmin berjalan mendekati Princess begitupun dengan Kakek Albert dan langsung memeluk Princes , terdengar bisik bisik dari beberapa orang mengenai siapa sebenarnya gadis yang tengah di peluk Nyonya dan Tuan rumah itu


" Huhhh benar benar capek Oma hehehe tapi itu tak mengapa yang terpenting sekarang Princess sudah sampai dengan selamat dan bertemu dengan Oma yang cantik ini ". ucap Princess mencubit gemas pipi Oma Yasmin


lalu dia beralih menatap Opa Albert


" Opa kau makin tampan saja ". celetuk Princess sembari tersenyum ke arah Opa Albert


" Kau gadis nakal". ucap Opa Albert


" Kemarilah sayang Oma dan Opa akan memperkenalkan dirimu kepada semua orang". ucap Oma Yasmin menarik Princess kedepan panggung


Mereka bertiga berjalan menuju panggung sesekali orang orang di sana bertanya tanya siapa gadis itu tapi mereka hanya diam sampai akhirnya mereka tiba di atas panggung


" Hadirin sekalian , kalian pasti bertanya tanya tentang gadis di sebelah saya ini ? Perkenalkan Namanya adalah Princess Casora Vlarious dia adalah Cucu angkat ku ". Ucap Opa Albert


" Sejak kapan Tuan Albert mempunyai cucu angkat , setahu saya cucu anda hanya Nona Vanya ?". tanya salah satu pria yang merupakan kolega bisnis dari Opa Albert


" Sebenarnya putra saya Arsean yang mengangkatnya sebagai Putri dan selama ini dia tinggal dan sekolah di Korea dan kedatangan nya ke Singapura adalah untuk melanjutkan kuliah nya ". jelas Oma Yasmin


" Dan saya juga akan mengumumkan suatu hal yang penting , Bahwa pewaris Citrus Corporation adalah cucu angkat saya Princess Casora Vlarious ". ucap Opa Albert dan di sambut dengan riuh tepuk tangan


" Baiklah sekian dan terima kasih dan silakan lanjutkan acara nya ". ucap Oma Yasmin


Acara pun berlanjut banyak yang memberikan selamat dan banyak juga yang mencibir kalau Princess tidak pantas menjadi penerus Citrus .


" Princess , kenalkan dia adalah Justin dan dia akan menjadi asisten mu ". ucap Oma Yasmin membawa seorang pria ke kehadapan Princess


" Kenapa harus ada asisten Oma ?". tanya Princess dengan polosnya


" Itu akan membantu mu sayang kau harus belajar banyak dan Justin akan mengajari mu kau tau dia adalah seorang pengacara yang handal ". ucap Opa Albert


" Tapi kan Princess tidak berniat menjadi Pengacara Opa !". dengus Princess memcebikkan bibirnya dan membuat orang orang di dekat mereka tertawa


" Kau tidak akan menjadi seorang pengacara Nona Muda , tapi Justin akan mengajari mu tentang bisnis karena dia sangat pintar dalam dunia bisnis ". ucap seorang pria menghampiri mereka


" Dad kau di sini?". tanya Justin menatap Pria itu


" Tentu saja ". ucap Pria itu yang tidak lain adalah Jonathan William ayah dari Justin


Acara terus berlangsung banyak hal yang mereka bicarakan Princess begitu serius menjalankan perannya sampai tidak sadar bahwa pesta telah usai para tamu undangan sudah pergi meninggalkan mansion smith begitupun Justin dan Daddy nya hanya keluarga smith saja yang tersisa di sana


" Apa maksud semua ini kak?".tanya Jeremy


" Apa ?". ucap Opa Albert


" Semua ini? bagaimana bisa kau mewariskan Citrus kepada pihak luar gadis itu tidak jelas asal usulnya kenapa kau mewariskan Citrus kepadanya? sedangkan aku juga mempunyai cucu yang bisa menjadi pewaris Citrus ". geram Jeremy


" Apa maksud mu Jeremy ? dia gadis yang jelas asal usulnya aku tau itu dan kau tak berhak menilai cucu ku ". kesal Oma Yasmin


" Cucu mu ? dia bukan cucu mu kakak ipar , darah Smith tidak mengalir di tubuhnya ". bentak Jeremy


" Cukup Jeremy kau tak berhak mengatur ku bagaimana pun juga yang akan menjadi pewaris Citrus adalah keturunan ku bukan diri mu !! seharusnya kau sadar posisi mu kau adalah anak pembawa sial aku sudah berbaik hati menerima mu kalau aku seperti Daddy aku pastikan kau akan menjadi gelandangan di luaran sana ". bentak Albert


Princess hanya melihat pertengkaran itu tanpa ingin ikut campur dia masih memikirkan apa yang harus di lakukan selanjutnya karena pihak musuh belum menunjukkan batang hidung nya


" Princess ayok Oma akan mengantarmu ke kamar kau pasti sangat lelah ". ucap Oma Yasmin menarik tanggan Princess menuju lantai atas dan Princess hanya mengikuti saja


" Istirahatlah besok adalah hari yang panjang karena aku akan mengajak mu ke perusahan Citrus ". ucap Oma Yasmin


" Aku tau itu sekarang kau keluarlah Nenek Tua ". cibir Princess merebahkan tubuhnya di atas ranjang


" Kau harus menjaga cara bicaramu itu jangan sampai ada yang mendengar nya". ucap Oma Yasmin


" Yaya pergilah aku sangat lelah aku butuh istirahat ". ucap Princess dan Oma Yasmin meninggalkan kamar itu menuju ke kamarnya


"Bagaimana ?". tanya Oma Yasmin menghampiri Opa Albert yang tengah berada dalam kamarnya


" Aku tak tau sepertinya Jeremy tak akan tinggal diam !". ucap Opa Albert


" Biarkan gadis itu yang memikirkan caranya , otak ku sudah tua tak mampu berpikir lagi ". ucap Oma Yasmin naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut nya


" Mom siapa gadis kampung itu ? kenapa para orang tua itu menjadikan dia pewaris Citrus ? bukankah yang lebih pantas itu kak Rendy ". tanya Lisa menujuk kakaknya Rendy


" Aku tak akan terima kalau gadis itu yang akan menjadi pewaris Citrus ". geram Rendy


" Tua bangka itu membuatku sangat muak ". ucap Oma Yura menghampiri menantu dan cucu nya di ruang keluarga mereka


" Oma lakukan sesuatu ". ucap Lisa


" Biarkan Oma Berpikir Lisa ". bentak Oma Yura


Opa Jeremy dan Gerry datang menghampiri mereka


" Dad lakukan sesuatu apa kau akan diam saja ". ucap Gerry


" Kalian diamlah !!! seharusnya dari dulu aku membunuh Tua bangka itu". geram Jeremy


" Kita bisa meminta bantuan Mr.zo Dad ". celetuk Rendy


" Ya kau benar sama seperti dulu dia pasti mau membantu kita ". ucap Oma Yura


Tanpa di duga Princess mendengar semua pembicaran mereka


*Flashback on


Princess bangkit dari tidur nya karena merasa haus lalu dia menuju ke dapur tapi di tengah jalan dia melihat bahwa Jeremy dan Gerry memasuki ruang keluarga di mansion belakang jadi dia mengikuti dan mengintip dari balik jendela


Flashback off*


Princess pergi meninggalkan tempat itu menuju kamar nya sesampai nya di dalam kamar dia merogoh saku nya untuk mengambil handphone nya sekian lama dia memainkan nya dan kembali menaruhnya di atas nakas di sebelah tempat tidur kemudian dia istirahat


Keesokan hari nya


Tok


Tok


Tok


" Princess apa kau sudah bangun ? ". tany Oma Yasmin mengetuk pintu kamar Princess


Ceklekk


Pintu terbuka menampilkan wajah Princess yang terbangun dengan wajah lesu nya serta rambut acak acakan khas baru bangun tidur


" Kenapa ?" . tanya nya


" Cepatlah bersiap setelah ini kau harus ikut Oma ke kantor ". ucap Oma Yasmin meninggalkan Princess


Beberapa saat kemudian


Justin berjalan menghampiri Oma Yasmin yang tengah berada di dapur


" Pagi Oma ". sapa nya


" Pagi kau sudah datang Justin ". ucap Oma Yasmin


" Aku kan sudah di sini Oma ". ucap Justin tersenyum


" Baiklah ayok kita sarapan dulu". ucap Oma Yasmin menuju meja makan dan di ikuti oleh Justin setelah mereka sampai di meja makan sudah terlihat semua anggota keluarga menunggu termasuk Princess


" Princess setelah sarapan kau akan ikut Opa ke kantor ". ucap Oma Yasmin


" Dan Justin ? maksud ku kak Justin , dia kan lebih tua dari aku ". ucap Princess sembari membenarkan kaca mata kotaknya


Ya sekarang Princess tengah bersandiwara menjadi gadis lugu nan culun agar lebih mudah memancing pihak musuh agar lebih cepat keluar


" Kau bisa memanggil saya Justin saja Nona Muda ". ucap Justin sembari tersenyum


" Hentikan drama ini aku sangat muak melihatnya". ketus Jeremy meninggalkan meja makan


Sedangkan Princess hanya menunduk dan tersenyum sangat tipis bahkan tak ada yang menyadari nya


" Kau gadis kampung , kau memang pembawa sial ". ucap Lisa meninggalkan meja makan di ikuti oleh kakak nya Rendy


Sedangkan Oma Yura , Monica dan Gerry masih berada di meja makan dan tetap cuek sembari beberapa kali melirik sinis ke arah Princess dan Princess yang menyadari lirikan itu hanya tersenyum sambil melanjutkan acara makannya


Setelah selesai sarapan kini mereka tengah bersiap untuk pergi ke kantor utama Citrus beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai . Opa Albert dan Oma Yasmin meminta agar seluruh karyawan berkumpul di ruang aula untuk memperkenalkan cucu sekaligus pewaris dari Citrus Corporation . Perkenalan itu hanya sebentar karena hanya memperkenalkan saja kemudian beralih Oma Yasmin mengajak Princess mengelilingi gedung itu menunjukkan beberapa hal dalam gedung itu mulai dari pusat kendali ruang rahasia yang hanya di ketahui oleh Opa Albert dan Oma Yasmin . Cukup lama mereka berkeliling banyak hal yang sudah di bahas dan Princess cepat paham akal hal itu. Karena hari sudah sore akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat


Sesampai nya mereka di Mansion Opa Albert dan Oma Yasmin memutuskan untuk beristirahat karena faktor umur sedangkan Princess dan Justin masih berada di teras


" Kak terimakasih sudah mau menemaniku seharian ini ". ucap Princess menunduk


" Tidak usah sungkan Nona Muda itu memang tugas saya". ucap Justin


" Baiklah kak aku masuk dulu ". ucap Princess melambaikan tangan nya ke arah Justin dan di balas senyuman oleh Justin


astaga gadis ini benar benar lugu bagaimana caranya aku harus menjaga nya nanti . batin Justin