
" Bagaimana ?". tanya Lucas
" Hancur rata dengan tanah !". kata Justin
" Gadis itu benar-benar bergerak cepat !". Lucas hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mobil mereka berhenti pada sebuah Mansion mewah . Lucas membunyikan klakson mobil nya sambil menurunkan sebelah kaca mobil nya . Dua penjaga di sana langsung mengenali Lucas dan mereka pun membukakan pintu gerbang nya dengan cepat
" Apa ini rumah nya ?". Justin turun dari mobil langsung mengedarkan pandangan nya menyapu setiap sudut rumah
" Iyaa !! Ckkk ,,,,, gadis itu terlalu liar untuk hidup seorang diri !". kata Lucas langsung masuk ke dalam rumah itu . Justin pun mengikuti langkah kaki Lucas hingga mereka sampai di dalam Mansion mewah itu
Rion nampak sedang berkutat dengan alat-alat dapur nya , celemek yang membalut tubuhnya menambah kesan dia merupakan pria idaman para wanita yang tak bisa memasak , hehe
" Apa yang kau lakukan Rion ?".
Degg
Rion memblalakan mata nya saat mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya dengan perlahan Rion berbalik dan langsung menatap dua pria tampan yang sangat dia kenali. Justin dan Lucas berdiri di ujung dapur dengan mata tajam nya mengarah ke arah Rion seperti ingin menenggelam kan Rion ke dasar bumi yang paling dalam . Tapi atas dasar apa ? apakah kesalahan Rion ? entahlah
" Apa yang kau lakukan ?". Lucas bertanya dengan dingin nya dan begitu bodoh nya pula ! sudah jelas-jelas Rion berada di dapur dan sedang memakai celemek sudah pasti dia sedang memasak dan Lucas malah bertanya hal paling bodoh itu
" Aku sedang memasak !". kata Rion berusaha menghidari tatapan mata dari Justin dan Lucas yang terus mengarah ke arah nya
" Di mana dia ?". tanya Justin , mata nya terus menatap Rion penuh selidik dari ujung rambut hingga ujung kaki entah kenapa Justin selalu tak menyukai Rion maupun Roy , pria-pria itu selalu menempel pada Princess seperti perangko saja
" Kamar utama di lantai 3 !". kata Rion
" Pergi lah !". Lucas melirik ke arah Justin sedangkan diri nya mendekat ke arah Rion yang masih asik menggoreng ikan di dapur. Justin pun beranjak pergi naik ke lantai atas melalui lift
Lucas mendekat dan mencium aroma harum dari masakan Rion " Kau masak apa ?". tanya nya
" Nona Muda , ingin makan makanan Indonesia jadi aku buatkan dia rendang , sayur bacem serta soto !". jawab Rion
" Benarkah ? wahhhh ,,,, terlihat sangat enak !". Lucas langsung mencicipi rendang yang sudah tertata di atas meja . Rion hanya tersenyum tipis dia pikir akan mendapatkan hukuman tapi sepertinya tidak untuk hari ini
" Bisa tolong ambilkan aku piring itu ?". pinta Rion . Lucas pun patuh dia mengambil kan piring yang di tunjuk oleh Rion dan langsung memberikan nya pada Rion
" Terimakasih !". kata Rion tersenyum tipis dia yakin kalau Lucas mau menuruti nya hanya demi Princess
Justin berjalan mencari di mana letak kamar utama . Di lantai tiga terdapat 2 kamar utama , Justin berdiri di kamar kedua sekarang ini dengan perlahan dia membuka pintu kamar itu di lihatnya wanita kesayangannya sedang tertidur dengan nyenyak nya seluruh tubuhnya tertutup selimut yang tebal
Justin berjalan semakin mendekat dengan senyum terukir di salah satu sudut bibir nya dia menuju ke arah ranjang Princess
" Baby !". Justin mengelus lembut pipi mulus Princess tapi Princess tak merespon nya . Justin mendudukkan diri nya di samping Princess sambil terus memandang wajah cantik Princess. Bulu mata lentik hidung mancung bibir merah merona seperti buah cery pipi putih mulus tak ternoda sungguh ciptaan yang sangat sempurna
" Baby , bangunlah ! apa kau tak bosan hanya tidur saja ?". Justin mengelus pipi Princess lagi dan Princess merespon nya dia memegang tangan kekar Justin yang terus menyentuh pipi nya . Dengan perlahan Princess membuka mata nya dan yang pertama di lihatnya adalah pria yang sangat dia rindukan . Princess tersenyum sangat manis dia masih memegang tangan Justin
" Aku sangat mengantuk kak !". rengek nya
"Setelah selesai bermain kau pasti sangat kelelahan bukan ?". tanya Justin tapi sebenarnya berisi sindiran di dalam nya . Princess terdiam dengan senyum smrik khas nya dia tentu tau maksud dari ucapan Justin
" Ahhh ituu ,,,,, ! bukan aku tapi Rion yang bermain !". elak Princess bangkit lalu duduk dia langsung berhadapan dengan Justin
" Benarkah ? hanya Rion ? lalu kau tak ikut bermain ?". tanya Justin beruntun dengan senyum licik nya
" Ahhh ituu .... aku hanya bermain sedikit tapi aku bermain dengan sangat lembut aku tak menyakiti mereka !". kata Princess nyengir
" Bermain lembut dengan membakar mereka hidup-hidup ?". Justin menaikkan sebelah alisnya
" Ayok lah ! jangan seperti ini kenapa kau selalu memojokkan aku !". cebik Princess dengan wajah cemberut nya
" Aku tak memojokkan mu sayang tapi aku tak suka bila kau bermain seorang diri tanpa diri ku !". Justin mencubit gemas hidung Princess
" Aisss tidak untuk lain kali ! aku berjanjii !". Princess mengangkat dua jari nya di udara dengan senyum manis nya
" Gadis nakal !". Justin mengacak gemas rambut Princess
"Biarkan saja ! tapi kau tetap menyayangi ku bukan , kak ?". tanya Princess langsung memeluk Justin dan Justin membalas pelukan Princess
" Baby ! ". panggil Justin
" Bisakah kau jangan memanggil ku dengan sebutan kakak ?". tanya Justin
Princess melepaskan pelukan nya lalu menatap Justin penuh selidik " Kenapa? bukan kah kau lebih tua dari ku jadi sudah sepantas nya aku memanggil mu dengan sebutan kakak ". ucap Princess
" Tapi aku ingin kau mengangap ku sebagai seorang pria ! kau wanita ku dan aku pria mu , bisakah seperti itu ? aku bukan lah kakak mu baby aku bukan Lucas yang mengangap mu sebagai adik nya tapi aku seorang pria yang mengangap mu sebagai wanita ku !". jelas Justin
Princess memicingkan mata nya hari ini Justin nampak bersikap aneh " Baiklah apapun untuk mu ! jadi aku harus memanggil mu apa ? honey atau hubby atau bee atau apa ? menurut ku bagaimana kalau honey !". Princess mengganguk-anggukan kepalanya
Justin tersenyum manis " Apapun panggilan itu baby aku akan menerima nya asalkan kau tidak memanggil ku dengan sebutan kakak !". kata Justin
" Baiklah honey !". Princess mengedipkan sebelah mata nya . Justin mengacak gemas rambut Princess dan langsung membawa Princess ke dalam dekapan nya
" Honey aku lapar !". rengek Princess
" Ayo turun seperti nya Rion sudah selesai masak !". Justin melepaskan pelukan nya
" Gendong aku !". manja Princess sedangkan Justin hanya tersenyum dia berbalik dan berjongkok di depan Princess dan Princess langsung naik ke punggung Justin
"Ayokkk !".
Justin bangkit sambil memegang erat Princess agar tak jatuh dari gendongan nya mereka menuruni anak tangga sampai akhirnya sampai di lantai bawah ! kenapa tidak naik lift saja ? entahlah haha,
Di meja makan nampak Rion dan Lucas sudah duduk dengan anteng nya . Justin pun mendekat dengan Princess masih di gendongan nya
" Ckk,,,,, gadis nakal kau pulang bahkan tak memberitahu ku !". cibir Lucas sedangkan Princess hanya nyengir saja . Princess turun dari gendongan Justin dan langsung duduk di sana begitu pun dengan Justin
" Maaf !". hanya itu yang terlontar dari bibir Princess
" Shhhhh !". desis Lucas
" Apa kau sudah mempersiapkan semuanya Rion ?". tanya Princess
" Sudah ! aku akan berangkat tiga jam lagi !". kata Rion
" Baiklah !".
" Baby ?". Justin melirik Princess seolah meminta penjelasan
" Nanti akan aku ceritakan honey !". kata Princess
Lucas dan Rion saling lirik saat mendengar ucapan Princess
" Menggelikan sekali panggilan itu !". geli Lucas
" Yakkk kau !!". Princess menunjuk Lucas dengan sendok nya
" Apa ?". tantang Lucas
" Menyebalkan ". cebik Princess sedangkan Lucas hanya terkekeh geli begitupun dengan Justin dia hanya tersenyum saja melihat sikap Princess
Mereka pun makan siang dengan nikmat
*****
Di China lebih tepat nya di Hongkong . Lucifer tengah bersiap menyambut kakak kesayangan nya yaitu Jerry . Roy pun tengah bersiap dengan senjata laras panjang yang baru saja dia rakit
Peter nampak sedang mengarahkan mafioso nya untuk memposisikan diri mereka pada saat perang nanti . Terlihat Lucifer sedang fokus dengan i-pad nya saat ini , jari tangan nya bergerak cepat di atas layar itu sesekali dia melirik ke arah Roy dan Peter sedangkan untuk Liu , pria itu bertugas mengamankan Markas kedua Red Fox yang berada di Shanghai
Jerry kembali membawa pasukan nya untuk membantai Red Fox . Tidak tangung-tangung Jerry bahkan membawa 10 ribu pasukan dalam penyerangan kali ini . 6 ribu murni pasukan Black Fire dan sisa nya hanya lah pasukan bayaran yang di sewa dari beberapa kelompok lain tentu Jerry tak mau menanggung resiko jika terjadi sesuatu hal yang tak terduga nanti nya
Princess pun bergerak cepat setelah mendapatkan infomasi itu dia segera mengirimkan orang kepercayaan nya untuk melindungi adik angkat nya Lucifer . Tujuan utama Jerry bukan lah untuk membantai Red Fox tapi untuk membunuh Lucifer tentu saja Princess tak tinggal diam bila sudah menyangkut mengenai Lucifer
Layar besar itu terpampang jelas di depan sana . Princess duduk di tengah-tengah saat ini mereka seperti sedang menonton di bioskop . Justin pun sudah mendengar cerita dari Princess begitupun dengan Lucas . Princess membenarkan earphone di telinga kanan nya yang sedang tersambung dengan Roy sedangkan untuk Rion ? pria itu sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah pulau yang di inginkan oleh Princess
Tidak hanya di Singapura ! Di Korea pun demikian tiga pria tampan itu sedang duduk menatap ratusan layar monitor di depan nya . Kai sedang fokus dengan ponsel nya serta earphone di telinga kanan nya sedang Lee dan Kim , kedua pria itu tengah asik memakan cemilan yang ada di depan mereka