
Satu tahun kemudian
Waktu cepat berlalu banyak yang sudah berubah tapi pihak musuh belum juga menampakkan diri tapi Princess tak tinggal diam dia harus memastikan bahwa pasukan nya kuat untuk menyambut para musuh yang akan datang nanti.
Perubahan yang sangat signifikan terjadi pada pasukan The CL perekrutan anggota baru di adakan secara besar besaran banyak yang gagal dalam tes banyak juga yang lulus . Kemampuan mereka terus di tempa agar kuat Princess selalu mengontrol kegiatan mereka memberikan semangat dan dukungan agar terus berlatih memang benar usaha tak menghianati hasil setelah setahun berlalu kekuatan The CL sudah tak bisa di pandang sebelah mata. Pembentukan 3 squad The CL membuktikan bahwa kemampuan mereka tak dapat di ragukan di mulai dari :
The One pasukan pengintai terlatih milik The CL pasukan khusus yang di tugas kan untuk terjun langsung di lapangan sebagai mata mata khusus walaupun hanya pasukan pengintai tapi kemampuan mereka setingkat dengan agen rahasia kemiliteran di bekali dengan kemampuan bela diri serta keahlian menembak jarak jauh atau jarak dekat 1 anggota The One setara dengan kemampuan 20 orang biasa
The Blue merupakan pasukan peretas tingkat dewa kemampuan mereka tidak dapat di remeh kan di bawah kendali dari Lucifer pasukan peretas milik The CL merupakan peretas ter- ungul dari yang pernah ada di bekali dengan kemampuan beladiri kamuflase manipulasi serta sniper handal 1 anggota The Blue setara dengan 20 anggota The One
The Black atau biasa di sebut dengan squad bayangan merupakan pasukan khusus dan rahasia milik The CL di bawah kendali Lucas The Black adalah Iblis dari The CL mempunyai kemampuan paling kuat di antara ketiga squad 1 anggota The Black mampu bertindak sebagai pengintai peretas manipulasi kamuflase serta sniper handal bukan hanya sampai di situ tapi kemampuan bertarung mereka merupakan yang paling hebat baik darat laut serta udara mereka terlatih sebagai tubuh baja yang kebal akan segala senjata karena mereka merupakan tameng utama The CL di medan perang nanti kemampuan 1 anggota The Black setara dengan 50 anggota The Blue oleh sebab itu sebutan Iblis pantas di sematkan untuk The Black
Berbeda dengan Mafia Red Blood yang sejak awal memang sudah punya pasukan rahasia di bawah kendali Justin tapi sampai saat ini pasukan rahasia milik RB belum pernah muncul di hadapan publik karena memang tidak di butuhkan berbeda jika nanti di butuhkan mereka akan siap mengorbankan nyawa demi Red Blood
*****
" Huuu"
" Lexi"
" Lexi "
" Semangat " Huuu"
Teriakan dan sorakan menggema di lapangan basket nampak di sudut kanan atas Princess tengah duduk santai sesekali tangan nya mengambil snack kacang dan di masukan ke dalam mulut nya sambil terus menonton pertandingan basket yang sedang berlangsung tatapan nya berfokus pada pria keturunan China siapa lagi kalau bukan adik angkat kesayangannya Lucifer
" Apa!!! ". ketus seorang pria mendorong Lucifer dengan tangan kanan nya menyebabkan Lucifer yang belum siap terhuyung ke belakang
" Apa !!!". Lucifer menatap tajam ke arah pria yang mendorongnya
" Kalau tidak bisa bermain jangan bermain !! ". seru nya tersenyum mengejek
" Aku bisa bermain tapi kau bermain curang ". ketus Lucifer menunjuk wajah pria itu
Para menonton nampak berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi tapi Princess nampak duduk dengan tenang di atas sana tapi mata nya masih fokus melihat ke lapangan basket yang sudah di pehuni sebagian mahasiswa yang penasaran dengan keributan yang terjadi
" Kau mengatakan kalau aku curang ? begitu hahh!! geram pria yang tak lain adalah Lexi . Lexi merupakan idola kampus selain tampan dia juga ketua tim basket tapi dia mempunyai sikap yang arogan
" Kau curang !!". geram Lucifer
" Kau !!"
" Apa !!! memang kau bermain curang tadi kau mendorong ku dengan sengaja". kata Lucifer mengepalkan kedua tangan nya erat
Lexi mendekat ke arah Lucifer mereka berhadapan mata mereka bertemu tersirat tatapan permusuhan di kedua belah pihak" Kalau aku memang mendorong mu lalu kau mau apa ?". bisik Lexi di telinga Lucifer dengan tangan kanan Lexi berada di bahu kiri Lucifer
Bughhh
Satu pukulan mendarat sempurna di perut Lexi menyebabkan dia terdorong beberapa langkah ke belakang
" Lumayan ". cibir Lexi yang masih memegangi perut nya kemudian dia berlari menerjang Lucifer
Perkelahian di antara mereka tak dapat di elakkan dari kejauhan Princess masih setia menjadi penonton . Lucifer dan Lexi masih saling serang tak ada yang berani untuk melerai , mereka malah semakin bersorak kegirangan menikmati perkelahian dua pria itu sampai beberapa saat kemudian seorang dosen datang menghampiri mereka
" Berhenti". teriak Sang Dosen dan seketika mereka menghentikan pukulan nya
Terlihat Lucifer meninju udara di sekitar nya sedangkan Lexi mengusap darah yang keluar dari salah satu sudut bibirnya
" Kalian berdua ikut ke ruangan saya". titah Sang Dosen berlalu pergi dari lapangan basket di ikuti oleh Lucifer dan Lexi di belakang nya
Princess masih setia menatap dari kejauhan kemudian dia beranjak berdiri dan mengikuti mereka ke ruang dosen , jendela kaca sebagai pembatas sisi luar dan sisi dalam ruang dosen Princess dapat melihat Lucifer tengah menelpon seseorang beberapa saat kemudian Lucifer kembali memasukan ponsel nya ke saku celana nya
Sang dosen tampak memijit pelipis nya sesekali dia menatap 2 pria yang tengah berdiri di hadapan nya
" Sebenarnya mau kalian apa hahh!!". geram sang Dosen beranjak dari duduk nya dengan tatapan mata nyalang ke arah Lexi dan Lucifer sedang kan mereka yang di tatap hanya diam tak bergeming
" Jawab mau kalian apa hahh !!! kalian tidak bosan setiap hari berkelahi saya di sini bosan melihat wajah kalian terus berada di ruangan saya ". bentak sang Dosen amarah nya sudah sampai di ubun ubun
" Maaf ada apa ini ?". seorang pria dewasa masuk ke ruangan Dosen tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan membuat mereka menoleh untuk melihat siapa yang datang
" Papa ". panggil Lexi dengan senyum mengembang di bibirnya
" Tuan Costra ". sapa sang Dosen menatap pria yang tak lain adalah Geraldin Costra donatur terbesar di kampus nya
" Ada apa ini ? kamu kenapa Lexi kenapa babak belur begini ?". tanya beruntun dari Tuan Costra menatap putra nya Lexi
" Karena dia Pa ". tunjuk Lexi pada Lucifer
" Apa yang sudah kau lakukan pada Putra ku hahh!! kau tidak tau siapa aku , aku bisa saja menendang mu keluar dari kampus ini". geram Tuan Costra mencengkram erat kerah baju Lucifer
Princess yang masih setia melihat dari luar ruangan dia dapat melihat amarah dari mata Lucifer tapi dia mencoba untuk menahan nya
" Kenapa kau hanya diam hahhh !!! aku bukan lah orang senggang yang tidak punya kerjaan pekerjaan ku sangat banyak kau tau itu ". Tuan Costra menghempaskan Lucifer dengan kasar menyebabkan dia mundur beberapa langkah
" Keluar kan dia dari kampus ini". titah Tuan Costra pada sang Dosen
" Tunggu ". suara bariton nan berat terdengar dari luar ruangan
Tap
Tap
Tap
Suara sepatu pantovel mengema di dalam ruangan seorang pria dewasa berjalan masuk dengan penuh wibawa kacamata hitam bertengger di atas hidung mancung nya serta jas mahal yang membalut tubuh nya
" Kau bilang tak punya waktu senggang ? lalu kau pikir aku punya waktu senggang begitu ?". tanya pria itu sambil melepas kacamata hitam nya
Tuan Costra yang merasa familiar dengan suara itu kemudian berbalik untuk melihat pria itu
Deg
" Tuan Alexander ". gugup Tuan Costra saat melihat pria yang tak lain adalah Lucas Alexander
Princess tersenyum menyerigai ketika melihat kedatangan Lucas kemudian dia beranjak pergi dari sana
" Kenapa kau sangat gugup Tuan Costra". suara Lucas terdengar santai tapi sebenarnya mematikan
Sang Dosen hanya menjadi penonton saja tanpa mau ikut berbicara
" Ahhh tidak bukan begitu ". elak nya
Lucas menatap sang Dosen " Ada apa ini ? kenapa adik saya menelpon saya untuk segera datang ke sini? ". tanya Lucas
" Adik ". kaget Tuan Costra dengan wajahnya berubah menjadi pucat
Sang Dosen mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Lucas
" Ahhh ini hanya masalah remaja saja Tuan Alexander ! hanya masalah sepele tak perlu di besar besar kan ". ucap Tuan Costra setengah gugup
" Maksud Papa apa ?". kaget Lexi melihat perubahan pada Papanya
" Benarkah hanya masalah sepele?". tanya Lucas menatap Lucifer
" Kita pun pernah remaja Tuan Alexander jadi sebaiknya kita selesaikan saja masalah ini jangan sampai berlarut larut ". kata Tuan Costra
" Bukan kah anda tadi ingin mengeluarkan adik saya dari kampus ini ? ". tanya Lucas
" Ahhh tidak tidak ". jawab Tuan Costra
Tuan Costra menatap putra nya " Cepat minta maaf ". bisik nya
" Minta maaf atau fasilitas kamu Papa cabut". bisik Tuan Costra pada anak nya dan itu pun tak luput dari pandangan Lucas
" Maaf ". kata Lexi menjulurkan tangan nya dan di sambut oleh Lucifer
" Jadi semuanya sudah beres kan ". kata Tuan Costra dengan tersenyum
" Eummm". Lucas masih menatap Lexi seperti ingin membunuh nya saat ini dan Tuan Costra yang melihat nya segera bertindak menarik tangan Lexi ke samping nya
" Karena semuanya sudah selesai saya pamit dulu karena ada pekerjaan yang belum saya selesai kan ". pamit Tuan Costra sembari menarik Lexi agar cepat keluar dari ruangan Dosen itu
Lucas masih menatap Tuan Costra dan Lexi walaupun mereka sudah menghilang di balik pintu " Kalau begitu saya pamit". Lucas menundukkan kepala nya di hadapan sang Dosen lalu beranjak pergi di ikuti oleh Lucifer di belakang nya.
Lucas dan Lucifer berjalan melewati beberapa lorong mata tajam Lucas menyapu setiap sudut kampus sesekali mereka mendengar suara decak kagum para kaum hawa saat mereka lewat tapi di acuh kan oleh Lucas dan Lucifer
" Kau membuang waktu berharga ku bocah nakal". cibir Lucas dengan pandangan tetap fokus kedepan
" Ckk... Kau benar benar sok sibuk !! kerja mu hanya duduk saja aku pun bisa seperti itu ". seru Lucifer lalu berjalan mendahului Lucas
Lucas yang melihat bahwa Lucifer sudah pergi meninggalkan nya hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir kenapa dia bisa punya adik angkat tengil seperti dirinya kemudian Lucas beranjak pergi dari kampus menuju ke kantor nya karena masih banyak pekerjaan
*****
" Apa kita langsung pulang Nona Muda ?". tanya Justin sambil melirik Princess
" Eumm iya kak ! aku sangat lelah hari ini ". jawab Princess lesu
" Baiklah ". Justin tersenyum lalu kembali fokus menyetir
" Aku masuk dulu kak ". kata Princess membuka pintu mobil sedangkan Justin hanya tersenyum penuh arti setelah pintu mobil di tutup Justin segera melajukan mobilnya meninggalkan Mansion Smith.
******
" Maksud Papa tadi apa hahhh?". geram Lexi menatap nyalang ke arah Tuan Costra yang sudah berada jauh di depan nya
"Sudah cukup kamu membuat masalah Lexi!!! Papa tidak perduli dengan siapa kamu punya masalah tapi jangan dengan pria tadi ". ketus Tuan Costra menatap putranya
" Tapi kenapa Pa ? dia musuh ku dia lawan ku aku harus menyingkirkan nya !!". geram Lexi
" Cukup Lexi!!! jangan bertindak gegabah kamu tidak tau siapa kakak nya dia Lucas Alexander Ceo Citrus Corporation, Papa tidak mau bisnis Papa hancur karena perbuatan kamu ". bentak Tuan Costra pergi meninggalkan Lexi
Lexi mengepalkan kedua tangan nya erat amarah nya kian membuncah hingga ke ubun ubun ". Aku akan membalas mu Lucifer !!! Argggghhh .....". geram Lexi meninju udara di sekitar nya
****
Brukkk
Lucifer menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang mata nya sayu menatap langit langit kamar nya beberapa saat kemudian dia terlelap
Ceklekk
Pintu kamar terbuka menampilkan Lucas berdiri di depan pintu dengan mata tajam nya menatap Lucifer kemudian dia mendekat ke arah Lucifer dan membenarkan selimut nya
" Apa yang kau sembunyikan selama ini Lc ?". gumam Lucas menatap Lucifer kemudian berlalu pergi dari kamar Lucifer
" Di mana bocah nakal itu ? ". tanya Princess saat melihat Lucas di depan pintu kamar Lucifer
" Tidur ". jawab Lucas enteng
" Oo ". Princess membulatkan bibirnya lalu beranjak pergi di ikuti Lucas di samping kanan nya
" Kenapa dia ? sikap nya berbeda ". tanya Lucas
" Entah !!". Princess mengangkat kedua bahunya acuh
*****
" Jadi apa rencana selanjutnya ?". tanya seorang wanita cantik pada 2 pria di hadapan nya
" Kita biarkan saja dulu ". jawab Pria 1 dengan seringai nya
" Keinginan mu akan segera tercapai !! tapi kita harus berhati hati dia bukan lah orang bodoh". ucap pria 2 menepuk pundak pria 1
" Aku mengerti ". paham pria 1 tersenyum menyerigai
" Lalu aku bagaimana ? ". tanya si wanita dengan wajah cemberutnya karena merasa terabaikan
" Kau akan tetap bersama ku sayang ". ucap lembut pria 1 yang tidak lain adalah kekasih dari si wanita
" Baiklah aku harus pergi ! jaga diri mu ". kata pria 2 beranjak berdiri dari duduk nya lalu mencium kening si wanita
" Oke kak ". seru si wanita mengacungkan kedua ibu jari nya ke arah pria 2 yang tidak lain adalah kakak kandung nya
****
" Jadi apa sudah ada perkembangan soal pabrik senjata kita ?". tanya Princess menatap Lucas
" Tentu saja !!! siapa dulu perancang nya ". bangga Lucas menepuk dadanya
Princess melirik Lucas dengan malas " Lalu perkembangan di lapangan ? apa mereka sudah bergerak ? ". tanya Princess
" Seperti nya belum tidak ada pergerakan dari mereka ". sahut Lucas jujur karena memang The One belum melaporkan tentang pergerakan musuh
" Walaupun tidak ada pergerakan BUKAN berarti mereka tidak bergerak kita hanya belum melihatnya ". tekan Princess
" Kau benar tapi bukan itu yang aku pikirkan tapi sikap Lucifer akhir akhir ini berubah ". kata Lucas menyandarkan tubuhnya di kepala kursi
" Jangan terlalu di pikirkan mungkin dia hanya lelah ". kata Princess santai tapi kenyataan nya dia juga khawatir dengan perubahan Lucifer
******
" Apa kau gila ?". tanya Justin melempar kulit kacang kearah Kevin yang sejak tadi terus tersenyum sendiri menatap ponsel nya
" Ckk,,,,,,,, kau ini seperti tak pernah saja ". sahut Kevin menaruh ponsel nya di atas meja
" Apa kau sedang berkabar dengan wanita malam mu itu?". tebak Justin
" Bingo !! kau benar dia sangat cantik dan seksi ". ucap Kevin dengan senyum terpatri di wajah tampan nya sedangkan Justin menatap jengah sahabat nya satu ini
" Terserah ". kata Justin yang tengah asik memakan kacang
" Kau menghabiskan kacang ku ?". geram Kevin merampas bungkus kacang itu dari tangan Justin
" Ckk,,,,,, kau pelit sekali aku hanya minta sedikit ". ucap malas Justin
" Beli !!! apa kau tak mampu hanya membeli sebungkus kacang ". ledek Kevin tersenyum mengejek
" Pabriknya pun bisa aku beli ". kata Justin menatap Kevin malas
Ting
Pertanda pesan masuk Justin merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya dia melihat bahwa ada email dari orang kepercayaan nya dia membuka dan membacanya alisnya mengkerut setelah membaca pesan itu setelah itu Justin mematikan ponselnya dan menaruh nya di atas meja
Huft!
" Siapa ?". tanya Kevin
" Kepo ". sahut Justin memejamkan kedua matanya dan menyenderkan tubuhnya di sofa
" Cihhh". Kevin berdecih menatap pria di hadapan nya