Princess Vlaron

Princess Vlaron
Chen Morgan



Suasana di meja makan nampak aneh sedari tadi Princess tampak diam tak mengeluarkan suara sedikit pun . Lucas melirik Lucifer tapi tak di gubris olehnya Lucifer masih fokus memakan roti di tangan nya . Justin masih menatap wajah Princess yang semakin hari makin dingin


" Baby ? apa kau baik baik saja ?". Lucas menaikkan sebelah alis nya menatap selidik pada Princess


" Ada kabar buruk !". Kevin menghampiri mereka sambil memasukan ponselnnya ke dalam saku celana nya


" Apa ? ". tanya Lucas


" Lisa di nyatakan meninggal ! peluru itu mengenai ginjal nya ". kata Kevin. Princess masih fokus dengan roti yang dia pegang sama sekali tak menampilkan raut wajah apapun hanya datar


" Makam kan dengan layak ". datar Princess dengan dingin nya


" Aku akan mengurus nya!". Kevin berlalu pergi


''Baby apa kau baik baik saja ?". Lucas kembali bertanya


" Kemasi barang barang mu kak dan kau tinggal lah di sini bersama Lucifer aku tak ingin mansion ini kosong". kata Princess


" Tinggal di sini aku ? lalu kau sendiri akan tinggal di mana ?". Lucas menghentikan acara makan nya dan fokus menatap Princess


" Mansion Vlaron". datar nya


" Sendirian?". tanya Lucas


" Saya juga akan tinggal di sana ". celetuk Justin


" Kenapa ?". kini giliran Lucifer yang angkat bicara


" Perintah Oma ". datar Justin


Lucas menatap Justin tajam " Aku akan tinggal bersama mu Baby ! aku tak ingin kau tinggal hanya berdua dengan nya ". kata Lucas menunjuk Justin dengan dagu nya


" Aku pun". kata Lucifer


" Terserah!". Princess meninggalkan meja makan lalu menaiki anak tangga menuju lantai atas


" Kenapa kau ingin tinggal dengan nya ?". Lucas menatap tajam Justin


" Sudah ku bilang perintah Oma " . datar Justin. Lucas dan Lucifer saling lirik kemudian mengangkat bahu nya acuh


Tak


Tak


Tak


suara sepatu high hills mengema dari arah tangga Princess turun dengan satu koper di tangan kanan nya


" Kau akan pergi sekarang Baby ?". tanya Lucas berdiri menghampiri Princess


" Aku tak ingin membuang waktu ku ". ucap Princess berlalu melewati mereka begitu saja


Justin menatap selidik ke arah Princess lalu dia pun beranjak berdiri dan segera menyusul Princess. Lucas dan Lucifer pun menyusul mereka


Beberapa saat kemudian


Mansion Vlaron


" Huhhhh !!! Mansion ini sangat mewah bahkan 5 kali lipat lebih besar dari Mansion Smith". ucap Lucas menjatuhkan tubuh nya di sofa di ikuti oleh Lucifer


" Kak !! kembali lah besok bekerja di Citrus dan kau Lc fokus lah untuk menyabotase perusahan Dominic". kata Princess melewati mereka begitu saja


" Eummm" . datar mereka kompak


Justin yang berada di belakang Princess mengikuti langkah kaki Princess sampai menuju ke kamar nya . Lucas dan Lucifer pun membiarkan mereka menyelesaikan masalah nya.


" Nona ". Justin berada tepat di belakang Princess.


Princess berbalik dan menatap intens pada Justin " Kenapa kau kesini ?". tanya nya


" Maaf kan saya Nona!". kata Justin dengan ketulusan terpancar dari matanya


Princess masih menatap nya tajam walaupun bukan kesalahan Justin tapi Princess masih sangat kesal karena kurang tangap nya Justin. Princess berbalik membelakangi Justin lalu masuk ke dalam walk closed beberapa saat Princess keluar melewati Justin begitu saja tanpa memperdulikan diri nya sama sekali


" Saya akan berdiri di sini seharian bila Nona belum juga memaafkan saya". kata Justin menghentikan langkah Princess sesaat tapi setelah itu Princess tetap melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Justin sendirian


Sementara di Irlandia


Tampak seorang pria tampan tengah duduk di kursi kebesaran nya dengan perasaan dongkol apalagi kalau bukan karena berkas yang menumpuk seperti gunung di atas meja kerja nya


" Shhhhhh kepala ku sangat pusing !". keluhnya memijit pelipis nya


" ini semua gara gara Putri salju itu huhhh". gumam nya lalu mengambil tumpukan berkas itu


Chen Morgan itu lah dia wakil CEO dari Starlight Company perusahan Raksasa yang baru merintis sejak 1 tahun belakangan tapi dengan cepat nya perusahan itu melesat sampai akhirnya menjadi perusahan nomer 1 di benua Eropa bahkan sudah menggeser Benedict Group yang notabene nya perusahan terbesar di Eropa nomer 1 pada masa nya dulu tapi sekarang sudah tergantikan oleh Starlight Company. Chen Morgan di kagumi semua orang bahkan di agung kan di seluruh Eropa karena kepiawain nya dalam memimpin sebuah perusahan baru tapi untuk CEO nya sendiri tak ada yang mengetahui nya kecuali Chen Morgan sendiri wajah nya yang bak dewa yunani membuat dia begitu di damba oleh kaum hawa bahkan majalah bisnis ******* memuat tentang diri nya sebagai salah satu orang yang berpengaruh di Benua Eropa.


Princess Casora Vlarious itu lah nama di balik kejayaan Starlight Company . Princess merintis usahanya sejak mengetahui bila Mr. Zo berasal dari Irlandia dengan bantuan Chen Morgan sahabat nya dia membangun perusahan di sana dan tak di sangka perusahan itu cepat berkembang pesat bukan hanya di Irlandia sebelum Princess pergi ke Singapura dia dan Chen sudah membangun bisnis nya di Indonesia termasuk Restoran mewah tempat Mama Reta bekerja itu merupakan Restoran milik Princes yang di kelola oleh orang kepercayaan nya


Princess dan Chen Morgan sendiri merupakan sahabat di dunia game pertama kali bertemu saat Princess kelas 1 SMP di mana Princess yang memang hobi bermain game bertemu dengan Chen lewat permainan mobile legend sampai akhirnya mereka menjadi sahabat dan membangun bisnis bersama. Chen Morgan pria keturunan asli China seorang gamers dan YouTubers yang cukup terkenal juga memiliki kemampuan hacker yang cukup baik oleh sebab itu Princess mempercayai diri nya untuk memimpin di perusahan nya dengan syarat bahwa Princess akan membatu Chen untuk membangun perusahan game nya hingga akhirnya Chen mampu membangun CM gamers di Texas Amerika serikat dan sudah menduduki sebagai perusahan game terbaik di negara paman sam itu


" Apa kau sudah menemukan orang orang terdekat dari Andrew ?". tanya Princess


" Sudah dan aku sudah mengirim data nya lewat email kau bisa periksa di sana ! oh ya aku lupa bila Andrew memiliki hubungan baik dengan Jerry mereka sering bertemu di China ". kata Chen di seberang sana


" Aku tau !! dan untuk rencana selanjutnya tetap lah bersikap seperti biasa tanpa membuatnya curiga aku yakin dia cukup kesal karena posisi perusahan nya turun menjadi yang ke 2 ". kata Princess


" Aku tau lalu kau sendiri kapan akan kesini aku cukup lelah dengan tumpukan kertas di meja kerja ku ini ". keluh Chen


" Kapan kapan kau urus saja dulu hihi". Princess terkekeh lalu memutuskan sambungan telpon nya. Mobil nya berhenti tepat di Mansion Vlaron setelah seharian dia menenangkan diri di pantai


" Kau dari mana saja ?". Lucas menghadang Princess yang ingin masuk dan berdiri tepat di depan pintu masuk


" Bermain ". cengir Princess


" Sudah jam berapa ?". tanya Lucas lagi dan Princess melihat pergelangan tangan kanan nya sudah pukul 7 malam


" Hehehe ayoklah aku hanya menenangkan diri". keluh Princess dengan suara yang di buat buat untuk membujuk Lucas


" Lihatlah ke kamar mu ". ucap Lucas berbalik lalu meninggalkan Princess sedangkan Princess yang tak mengerti hanya menatap punggung Lucas dan mengangkat bahunya acuh


" Di kamar ku ? kenapa". gumam Princess menaiki anak tangga


Ceklek


Pintu kamar terbuka Princess masuk tanpa melihat sekeliling lalu menutup kembali pintu nya


" Oh astaga". pekik Princess kala melihat Justin masih berdiri tegap di tempatnya dengan wajah pucat nya


" Kenapa kau masih berdiri di sini ?". tanya Princess mendekati Justin sedangkan Justin hanya menatap Princess datar dengan wajah pucat nya


" Aku sudah mengatakan nya tadi pagi bukan kalau aku tak akan pergi sebelum kau memaafkan aku " . kata Justin yang hampir terjatuh tapi Princess langsung memapah nya dan berjalan nenuju ke ranjang Princess mendudukan Justin di sana


" Astaga berapa lama kau berdiri di sini ?". tanya Princess dengan wajah panik nya


" Sejak pukul 10 pagi ". kata Justin lirih


Brukkk


Justin ambruk ke samping kanan tepat di bahu Princess


Deg


" Hey bangun lah !! kak bangun lah !". tepuk Princess pada pipi Justin tapi Justin masih tak bergeming


" Dia pingsan !!". gumam Princess lalu membaringkan Justin di atas kasur king size nya


" Kakak , Lucifer di mana kalian ?". teriak Princess dari arah tangga


Lucas yang mendengar teriakan Princess langsung berlari menghampiri nya " Kenapa Baby ? ". tanya nya dengan mengatur nafas nya


'' Dia pingsan !". kata Princess


" Sudah aku duga !! aku akan menelpon Mark ". kata Lucas lalu turun ke bawah


Beberapa saat kemudian Mark datang dan langsung memeriksa keadaan Justin. Princess berdiri di samping Mark dengan raut wajah khawatir nya sedang nya Lucas dan Lucifer duduk cantik di sofa yang ada di sana


" Dia hanya kelelahan dan mag nya kumat sepertinya dia tak dapat makan apapun dari pagi ". kata Mark dan langsung di tatap tajam oleh Princess


" Ini obat nya setelah dia sadar lebih baik suruh dia untuk makan sesuatu misal nya bubur ". kata Mark menaruh beberapa butir obat di atas nakas


"Baiklah". datar Princess


" Aku pergi". kata Mark


" Akan aku antar ". Lucas beranjak berdiri


" Buatkan dia bubur kak ". titah Princess datar . Lucas menoleh sekilas lalu berbalik kemudian menyusul Mark


" Huhhhh!!! ada apa dengan nya ?". keluh Princess


" Aku sudah menyuruh nya untuk makan tadi tapi dia tetap tak bergeming dari tempat nya ". kata Lucifer


" Menyusahkan ". cibir Princess


" Apa kau melihat nya ?". tanya Lucas disela langkah nya


" Apa ?". Mark tampak bingung dengan pertanyaan ambigu dari Lucas


" Ah sudah lah !!! kembalilah ke markas ". kata Lucas beranjak menuju ke dapur


Princess masih menatap datar ke arah Justin yang tengah terbaring di atas kasur nya tatapan mata yang sulit di artikan


" Apa kata mu ?". teriak Andrew pada asisten nya


" Benar Bos Starlight Company sudah menggeser Benedict Group dari pansa bisnis Eropa ". ucap pria yang tak lain adalah asisten dari Andrew Benedict


" Shhhhh siapa si balik perusahan itu !!! mereka sungguh misterius bagaimana mungkin perusahan yang belum ngenap setahun berdiri bisa menggeser Benedict Group !!! ini benar benar tak masuk akal ". kata Andrew bangkit dari kursi kebesaran nya


" Benar bos perusahan itu cukup misterius bahkan CEO dari perusahan itu tak pernah muncul di hadapan publik bahkan karyawan nya pun tak tau mengenai CEO mereka sedangkan untuk wakil CEO di pegang oleh pria keturunan China Chen Morgan tidak ada berita mengenai siapa sebenarnya Chen Morgan semua identitas nya terkunci rapat ". jelas sang asisten


" Aishhhh ini membuat ku tambah pusing ". ucap nya sambil memijit pelipisnya


" Kita harus menjalin kerja sama dengan Starlight Company ? ajukan kerja sama nya secepatnya nya !". titah Andrew


" Baik bos ". ucap asisten nya


" Dan terus pantau perusahan itu cari tau mengenai siapa CEO sebenarnya dari perusahan itu ". kata Andrew


" Baik bos kalau begitu saya permisi " . sang asisten menunduk lalu beranjak pergi


Sedangkan Andrew langsung merogoh saku nya mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang


" Makan lah dulu ". kata Princess duduk di samping Justin sedangkan Justin menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang


" Eumm!".


" Aaaa ". Princess menyuapi Justin dengan telaten sedangkan Lucas dan Lucifer yang melihatnya hanya mendegus kesal lalu beranjak pergi


" Kenapa Princess jadi perhatian sekali dengan si beruang kutub itu". cecar Lucas


" Apa kau tak tau atau tak sadar ?". Lucifer melenggang pergi begitu saja


" Aku tau tapi tetap saja !!! Argggghhh menyebalkan ". keluh Lucas sekarang diri nya ada saingan baru setelah Lucifer untuk mendapatkan perhatian dari Princess yang sudah di anggap adik kandung nya sendiri


" Sekarang minum obat nya ". kata Princess membuka tablet obat itu dan langsung memberikan nya pada Justin


" Ini air nya ". ucap Princess lagi


" Terimakasih ". senyum Justin terpancar dari wajah tampan nya itu cukup untuk membuat Princess terpesona hingga beberapa saat


" Nona ? haloo ? kau kenapa ?". Justin melambaikan tangan nya di depan wajah Princess


" Ah iya tidak apa apa ". ucap Princess dengan wajah yang hampir memerah bagaimana pun sejak pertama kali bertemu dengan Justin dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya tapi Princess tau bahwa Justin masih mencintai mantan pacar nya untuk itu Princess mencoba menutup rapat rapat mengenai perasaan nya itu


" Kalau begitu saya akan kembali ke kamar ". Justin hendak bangkit tapi tangan nya di tahan oleh Princess


" Malam ini kakak tidur saja di sini aku bisa tidur di kamar lain " .kata Princess tersenyum


Deg


Senyum itu membuat jantung Justin berdetak sangat kencang dan hampir keluar karena terlalu cepat detakan nya . Senyum Princess sungguh mempesona menurut nya


" Ah iya baik lah ". ucap Justin


" Eummm kak bisakah kau memanggil ku tanpa sebutan Nona Muda kita bisa menjadi teman kan ?". tanya Princess


" Tapi kau harus memaafkan aku dulu baru aku memenuhi permintaan mu ". ucap Justin


" Ishhh ngak adil banget ". Princess mengerucut kan bibir nya dan itu membuat Justin semakin gemas di buat nya


" Ya udah kalau gak mau ''. kata Justin


" Yaya baiklah aku memaafkan mu ". cebik Princess


" Oke !".


" Apa ? ". datar Princess


"Jangan panggil Nona Muda !". kata Justin


" Lalu panggil apa ? ". tanya Princess


" Sayang boleh ". cengir Justin dan langsung mendapatkan cubitan di perutnya


" Auuu sakit !". ringis Justin


" Kakak ngak asik ". oceh Princess


" Di asikin aja ". cengir Justin tanpa dosa


" Huhhhh". Princess bangkit berdiri dan beranjak pergi


" Lalu aku harus memanggil mu apa Nona Muda ?". teriak Justin


" Terserah ". ketus Princess pergi meninggalkan Justin sambil menghentak kan kedua kaki nya sedangkan Justin hanya terkekeh geli melihatnya sikap Nona Muda nya yang menurut diri nya mempunyai kepribadian ganda