
Justin terus mengemudikan mobilnya hingga mereka sampai di wilayah Bukit Merah . Sebuah bangunan tua berdiri megah di dalam hutan yang sangat lebat dan rimbun , Justin dan Kevin turun dari dalam mobil. Nampak di kejauhan Mafioso Red Blood sudah siap dengan senjata di tangan mereka
Justin memberi kode kepada para mafioso sedangkan Kevin sedang sibuk dengan ponsel di tangannya
" Cctv sudah di retas kita bisa masuk ke dalam , tapi tetap harus berhati-hati mungkin saja terdapat perangkap tak terlihat di sana ". ucap Kevin pada Justin
" Baiklah , kita bergerak !". kata Justin
Mereka bergerak mengendap-endap di tengah teriknya matahari tubuh mereka terlihat sangat jelas tapi karena kepiawaian mereka dalam kamuflase jadi sangat mudah bagi mereka untuk berbaur dan bersembunyi seperti bunglon
Di dalam bangunan nampak beberapa orang sedang berpatroli di luar area Castil tua itu , mereka berpakaian serba hitam dengan tato api hitam di tangan nya bisa di tebak mereka merupakan anggota dari Black Fire
Dorrr
Dorrr
Dorrr
Justin langsung menyelinap masuk dan menembaki para penjaga begitupun dengan Kevin
" Ini pasti sangat menyenangkan ". ucap Kevin bersemangat
Kepanikan terjadi beberapa mafioso RB sudah berhasil masuk ke dalam Castil . Di sebelah barat nampak para mafioso mengepung beberapa anggota Black Fire
" Bermain dengan King kami ? tentu saja tidak mungkin !". ucap salah satu mafioso RB
Duaghhh
Bruhgg
Dorrr
" Siapa kalian hahh ?". seorang pria bertubuh tinggi gempal datang menghampiri Justin
" Aku ? panggil saja aku malaikat maut mu !". ucap Justin tanpa basa basi langsung menyerang pria itu dan pertarungan sengit pun terjadi di antara mereka
Kevin berlari masuk kedalam Castil dengan granat di kedua tangannya , senyum smrik dari wajah Kevin membuat para anggota Black Fire ketakutan mereka berupaya untuk menghadang Kevin tapi kemampuan mereka masih berada di bawah Kevin
" Kalian akan mati karena berani bermain dengan ku !". ucap Kevin sambil melempar granat di tangan nya
Bommmmm
Bommmmm
Dua ledakan terjadi memekikkan telinga . Kevin berlalu berlari keluar Castil. Justin tengkurap dengan kedua tangannya di tempelkan di telinganya sedangkan pria bertubuh gempal itu sudah lemas tak berdaya dan tak mampu untuk bangkit akibat serangan yang di berikan oleh Justin
" Mereka begitu bodoh sampai keberadaan kita tidak di ketahui nya ". kata Kevin
" Jangan tertipu mereka sangat licik !". ucap Justin sambil matanya menyapu area sekitar di mana pertumpahan darah baru saja terjadi
***
Tinnn tinnnn tinnn
Duaghhh
Dengan ketidak sabaran nya Rion menabrak gerbang di depan nya, beberapa orang berpakaian hitam langsung menodongkan pistol ke arah mobil yang di kemudikan oleh Rion tapi Rion nampak sangat santai dan tenang tanpa rasa takut sama sekali
" Hei bung apa yang kalian lakukan ?". kata Rion sambil turun dari mobil dengan kedua tangan di angkat ke atas
" Siapa kau berani nya kau masuk ke sini tanpa permisi !". ucap salah seorang pria di sana
" Owhhh jadi aku harus mengucapkan salam sebelum masuk ke sini , begitu kah ?". tanya polos Rion sambil tersenyum mengejek
" Brengsekkk ,,, siapa kau sebenarnya hahhh ?". geram pria itu
" Kau tidak perlu tau siapa aku !!". kata Rion langsung menyerang mereka dengan tangan kosong
Bugghh
Bugghh
Bughhh
pukulan demi pukulan di layangkan Rion kepada tiga pria yang berjaga di pintu gerbang . 2 menit kemudian ketiga pria itu sudah tidak sadarkan diri . Rion tersenyum kecut dia berjalan masuk dengan senyum terukir sempurna di wajahnya
Sebelum sampai di depan pintu masuk Rion menghentikan langkahnya karena melihat seseorang di depan sana sedang berdiri dan menodongkan sebuah pistol ke arahnya
" Siapa kau ? berani sekali mengacau di rumah ku ?". ucap Pria itu
" Anggap saja aku ini adalah seorang tamu ". ucap Rion
" Bajiingan , sepertinya kau tidak tau siapa aku ?". Pria itu berjalan mendekati Rion , nampak di belakang pria itu sudah berdiri beberapa pengawal yang akan melindungi pria itu yang tidak lain adalah Franki rekan kerja dari Jerry . Franki merupakan seorang bandar narkoba, dia dan Jerry bekerja sama untuk menghancurkan dan mengambil alih pabrik senjata milik The CL tapi Princess lebih dulu mengetahui nya
" Hahahaha , tentu saja aku tau siapa diri mu Tuan Franki ". kata Rion
" Bedebahhh !". Franki naik pitam dan langsung menyerang Rion , dan dengan sigap Rion menghidar setelah itu Rion membalas serangan yang di berikan oleh Franki
Terlihat beberapa The Black dan The Blue datang , mereka berjumlah 8 orang dan itu sudah lebih dari cukup untuk melawan para banjiingan kecil yang sudah bermain-main dengan Princess mereka
" Kalau kau sudah tau siapa aku jadi kenapa kau harus bertanya ? ". ucap Rion di sela serangannya
" Diam !!!!! , ini semua pasti ulah gadis rubah itu bukan ? pabrik ku terbakar itu pasti karena ulah mu dan gadis itu ! jadi sekarang rasakan pembalasan ku ". ucap pria itu
Bugghhh
Bughhhh
Bughhhh
Tiga pukulan telak mengenai dada pria itu menyebabkan dia terjatuh ke belakang , Rion berjalan maju sedangkan pria itu berusaha untuk terus mundur
" Bukankah kau ingin membalas ku ? Yaa aku yang sudah membakar pabrik mu itu jadi apa mau mu sekarang ? ". Rion mencondongkan tubuhnya kedepan lalu menatap pria itu
" Tapi kenapa ? aku tidak pernah mencari masalah dengan mu ". ucap pria itu terus merangkak mundur
" Tidak pernah ? benarkah ? Kau bekerjasama sama dengan Jerry untuk merebut pabrik senjata The CL . Dan kau mengatakan tidak pernah mencari masalah ? kau sungguh lucu sekali bung ". Rion terkekeh di buat nya
" Itu semua ulah Jerry dan aku tidak tau mengenai itu sungguh aku tidak berbohong ". ucap pria itu
" Itu tidak merubah kenyataan bila kau sudah bermain dengan The CL dan hukuman untuk mu hanya lah kematian ". Rion menodongkan pistolnya tepat di kepala Franki dan sontak Franki menutup kedua matanya
" Tidak jangan lakukan ituu ". ucap Franki gugup
" Selamat tinggal ".
Dorrr
Dorrr
Dua timah panas bersarang di kepala Franki dan membuat nya ambruk jatuh ke tanah . Rion tersenyum smrik. The Blue dan The Black sudah selesai membabat habis para pengawal di sana
" Tikus kecil , bersihkan dan jangan meninggalkan jejak !". kata Rion
Baik The Blue dan The Black , mereka menganggukkan kepalanya tanda mengerti
***
Dorrrr
Dorrrr
Dorrrr
Kai terlihat sangat ahli dalam memainkan pistol nya . puluhan timas panas keluar dari pistol mungil nya
" Aku bermain bersama dengan tikus got , sungguh menjijikkan !". cibirnya
Kai terus berjalan menaiki anak tangga , menembak siapapun yang dia temui . Di luar Mansion mewah itu terdapat 5 anggota The Black sedang mengeksekusi para penjaga di sana
Hanya 5 orang itu pun sudah lebih dari cukup
" Hahh , kosong ! bajingann kecil ternyata kalian sudah kaburr !". ucap Kai berlari menuruni anak tangga
" Cari mereka cepat !". titah Kai
The Black segera masuk ke dalam mobil mereka tapi sebelum itu mereka sudah memasang bom di setiap sudut Mansion itu
Beberapa saat kemudian saat mobil The Black dan mobil yang di kemudikan oleh Kai menjauhi area Mansion
Mansion itu meledak dengan sangat hebatnya . Terdengar beberapa kali ledakan . Kai tersenyum tipis dia terus menambah kecepatan mobil nya di belakangnya terdapat 3 mobil Mercedes-Benz C-Class yang di kemudikan oleh The Black . Kejar - kejaran terjadi mereka semua mengejar sebuah mobil Lamborghini Gallardo putih milik salah satu tangan kanan dari Jerry .
" Di depan sana kalian bagi menjadi dua dan kita bertemu di sekitar danau ". kata Kai di balik earphone nya kepada The Black
" Baik!!". sahut mereka
" Lihatlah sepertinya pria ini bukan pria sembarangan dari cara segi bertarung nya dia seorang profesional ". ucap seorang The Black pada rekan nya
" Ya kau benar dan aku pun kaget setelah kepulangan kita dari Madagaskar kita juga harus bermain seperti ini tapi aku sangat menyukainya ". kata teman nya lagi
" Hemmm..!
The Black pun berpisah
" Tikus kecil ini ingin bermain rupanya ". Kai menambah kecepatan mobilnya
Seorang Pria nampak begitu gelisah saat ini kedua matanya awas memerhatikan sekitar , dia terus menambah kecepatan mobilnya
" Siall ,,, sangat siall . Bagaimana bisa aku bisa seceroboh ini !". ucap nya sambil memukul stir mobilnya
Pria itu merogoh saku nya tangan nya bergetar hebat dia begitu ketakutan saat ini
Tutttt
Panggilan tidak terjawab
Tutttt
Nomor yang anda tuju sedang sibuk
" Arrkhhhh ,, brengseekk !". Pria itu melempar ponsel nya ke jok penumpang di belakang
" Kemana mereka semua di situasi genting seperti ini seharusnya mereka membantu ku ! Sial sial sial. ,,,,,,,, Arhhkh !". geram Pria itu
Citttttt
Duaghh
" Brengsek !!!". Pria itu tanpa sengaja menabrak mobil di depan nya dan langsung saja pria itu turun dengan raut wajahnya yang sangat marah
Mobil hitam yang berhenti tepat di depan mobil pria itu nampak diam dan tak ada yang turun dari dalam
" Hei kau ,, keluar cepattt !". Pria itu mengedor kaca di samping kemudi mobil hitam itu namun hasilnya nihil tidak ada yang membuka pintu. Karena kesal Pria itu membuka pintu mobil itu tapi hasilnya nihil tak ada pengemudi . Mobil itu kosong
" Sial !! Kenapa hari ini aku sangat siap ". ucap Pria itu
Seorang Pria berjalan dengan senyum smrik di wajahnya dan berhenti tepat di belakang Pria tadi .
" Apa kau sedang mencari ku ?". ucap Pria itu yang tidak lain adalah Kai
Dan benar saja Pria itu langsung membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria di depan nya
Di saat yang bersamaan mobil The Black datang dan berhenti di depan mobil Kai dan di belakang mobil milik Pria itu
Kai kembali tersenyum sinis saat melihat wajah target nya begitu ketakutan
" Kau terlihat sangat terkejut ?". kata Kai
" Kau lagi ? kenapa kalian semua mengejar ku ? apa aku pernah berbuat kesalahan kepada kalian ?". ucap Pria itu berjalan mundur dan Kai terus berjalan maju
" Tentu saja kesalahan mu sangat banyak ". Kai langsung mengeluarkan pistol kesayangan nya dan mengarahkan nya kepada Pria itu sedangkan The Black mereka menjadi penonton setia , mereka menyenderkan tubuhnya di kap mobil dengan kedua tangan melipat di dada
" Lihat pertunjukan ini sepertinya sangat menyenangkan ". ucap salah seorang The Black
" Kita lihat saja ". ucap seorang lagi
" Berhenti di sana ! jangan mendekat ". Pria itu terus berjalan mundur hingga mentok di badan mobil milik Kai
" Kenapa kau sangat ketakutan ? ".
" Berhenti di sana ". teriak Pria itu
" Mari bermain dengan ku sudah sangat lama setelah aku cedera aku tidak bermain ". ucap Kai
" Kau membawa senjata tapi aku tidak , bukankah itu tidak adil ?". teriak Pria itu
" Baiklah tanpa senjata ". Kai melempar pistol nya ke arah The Black dan di tangkap dengan sempurna oleh mereka
" Baik mari kita mulai ". Pria itu mulai mengambil ancang-ancang saat Kai sudah melempar pistol nya
" Kita lihat kemampuan mu kawan ". kata Kai
Pukulan demi pukulan terus Kai layangkan pada Pria itu dan sangat terlihat bahwa Pria itu kurang stabil dalam pertarungan nya . Kemampuan nya tak seberapa di bandingkan dengan Kai
" Lihat Pria itu seperti nya ingin bermain - main dulu sebelum menghabisi nya !". ucap seorang The Black
" Kau benar padahal kemampuan Pria itu tak ada apa apa nya di bandingkan dengan Tuan Muda Kai !". ucap teman nya
" Apa segini kemampuan mu hahh ?". Kai tersenyum sinis tapi Pria itu malah membalas senyuman Kai
" Kita lihat nanti !". ucap nya dan kembali menyerang Kai
Bughh
Bughhh
Duaghhh
Pria itu terpental hingga menabrak mobil nya sendiri
" Cukup bermain nya bung !". Pria itu bangkit berdiri
" Mari tunjukkan kemampuan mu yang sebenarnya ". kata Kai
Pria itu melesat menghampiri Kai , memukul nya tapi Kai dengan sigap menghindari nya . Cara bertarung Pria itu sekarang berbeda , dia begitu lihai seperti seorang ahli kungfu dan Kai tersenyum smrik di buat nya
" Kita tertipu ". ucap The Black sambil sedikit tertawa
" Kau benar !".
Bughh
Bughhh
Bughhh
Kai mendapatkan pukulan telak di dadanya . Kai meringis sebentar kemudian kembali menyerang Pria itu . Terjadinya pertarungan yang begitu sengit apalagi Pria itu sangat ahli dalam beladiri kungfu . Kai terlihat sangat lihai menghindari setiap serangan yang di berikan Pria itu
" Cukup bermain nya dan sudah saat nya kau terbang ke alam baka ". kata Kai
" Kita lihat siapa yang akan terbang ke alam baka ". seringai Pria itu
Tanpa Kai sadari Pria itu mengambil sebuah jarum dari balik jaketnya dan anggota The Black yang menyadari nya langsung berlari menghampiri Kai dan Pria itu dan membuat Kai memperhatikan sekitarnya
" Apa kau ingin bermain curang ?". Kai menyeka peluh yang keluar dari dahi nya
Pria itu tersenyum tipis. Kai pun mulai menyadari kejanggalan dari Pria itu , mata nya mulai was was dengan keadaan sekitar . Tatapan mata Kai terfokus pada tangan kanan Pria itu kemudian Kai tersenyum tipis
Pria itu kembali menyerang Kai dengan sangat brutal pukulan demi pukulan di layangkan Pria itu dengan tangan kirinya karena tangan kanannya membawa jarum . Kai yang sudah sangat bosan bermain membalas nya dengan brigas , pukulan dan tendangan kaki jenjang nya membuat Pria itu terpental ke belakang tapi Pria itu dengan sigap kembali menyerang Kai
jlebbb
" Arkhh''
Jarum itu menancap sempurna di dada Pria itu karena Kai dengan cepat membalikkan keadaan yang awalnya Pria itu sudah menargetkan dadanya tapi Kai dengan lincah nya membalikkan tangan Pria itu hingga dia lah yang tertancap jarum nya sendiri . Senjata makan tuan . Pria itu jatuh berlutut sambil memegang dada nya . Kai tersenyum simpul. Pria itu melototkan kedua matanya menahan rasa sakit yang sangat terasa bisa di lihat dari raut wajahnya
" Jarum beracun ! rupanya kau kelompok Zien dari China tapi sekarang jarum itu malah membunuh mu ". kata Kai berjongkok menyetarakan tinggi nya dengan Pria tadi . Pria itu berusaha untuk berbicara mulut nya komat kamit seperti mengucapkan sesuatu tapi Kai sama sekali tidak mendengar nya
" Racun itu begitu kuat hingga bisa membunuh manusia dalam hitungan menit ". celetuk salah satu The Black
" Apa yang ingin kau katakan ? cepat katakan !". bentak Kai mengapit kedua pipi Pria itu dengan tangan kanannya tapi Pria itu semakin kehilangan kesadaran hingga dia ambruk jatuh ke tanah dan tewas
" Sial ! seperti nya ini semua sudah di rencanakan ". kata Kai
" Sepertinya memang benar ini sudah di rencanakan ". sahut The Black
Kai menyapu area sekitar memastikan bahwa tidak ada mata-mata dari musuh. Kedua tangannya melipat di dada Kai memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan , mata elang nya memerhatikan dengan sangat awas hingga dia merasa kondisi aman
" Bersihkan ini semua dan segera lah kembali ke markas ". titah Kai
" Baik Tuan Muda ". ucap kompak The Black
Kai dengan cepat meninggalkan lokasi . Kai memacu mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan The Black yang akan mengurus jasad Pria itu
" Kelompok Zein mereka bekerjasama dengan Jerry , ini sungguh hal yang sangat luar biasa . Pertarungan besar akan terjadi dan tahta dunia bawah agar segera di perebutkan . Ini pasti sangat menyenangkan ". gumam Kai sambil terus menambah kecepatan mobilnya
Di tempat lain , terlihat sang Princess duduk dengan anteng nya di sebuah sofa di belakang nya Vano berdiri layaknya seorang bodyguard . Princess memainkan pisau lipat kesayangan nya dengan begitu lihai sedangkan di beberapa sudut ruangan nampak beberapa The Black menyenderkan tubuhnya di dinding dengan kedua tangan mereka di dada . Mereka tengah menonton sebuah pertunjukan drama di mana Princess mereka berperan sebagai malaikat pembunuh
Di depan sang Princess terdapat 6 tahanan dengan luka di sekujur tubuhnya bahkan tangan dari salah satu dari mereka sudah tergeletak di lantai dengan darah berceceran , mulut mereka di lakban hingga tidak menimbulkan suara jelek yang akan menganggu pendengaran sang Princess
Princess berdiri dengan gaya anggun nya , baju kaos putih itu sudah di penuhi oleh noda darah , Princess menjilati sisa darah yang menempel di pisau nya kemudian memuntahkan nya kembali
" Darah kalian sangat amiss , sungguh menjijikkan ". Princess bergidik sambil mulutnya komat-kamit sedangkan ke 6 pria itu nampak sudah sangat ketakutan dan salah satu di antara mereka sudah mengompol karena saking takut nya
" Lihat Van , dia kencing di celana ". Princess merendahkan nada suaranya tapi terdengar begitu mengejek
" Mereka sangat pantas mendapatkan rasa takut itu apalagi Dewi kematian sudah berada di hadapannya". kata Vano