
Keesokan hari nya
Princess terbangun pukul 8 pagi dan dia langsung membersihkan dirinya setelah itu dia turun kebawah tapi saat dia berada di lantai bawah tak terlihat seorang pun mansion itu sepi
" Di mana semua orang?". gumam nya menatap sekeliling kaki nya melangkah menuju bangunan belakang tapi tetap semuanya nihil hanya beberapa pelayan saja yang terlihat sedang melakukan pekerjaan nya. Lalu dia kembali ke ruang tamu tetap sepi lalu dia melangkah menuju ke dapur di lihatnya beberapa koki tengah melakukan pekerjaan nya di dapur
" Huhh ". Princess menghembuskan nafas nya kasar terdengar suara dari tangga
tak
tak
tak
Suara sepatu high hills itu mengema di seluruh penjuru rumah dan terlihatlah Lisa menuruni anak tangga itu lalu menatap tajam ke arah Princess dia berjalan mendekat
" Kau gadis kampung " . ucap nya
Sedangkan Princess hanya menatap nya sebentar lalu menunduk kembali
" Buat kan aku teh manis!". perintah nya
" Tapi Lisa ". ucap Princess
" Kau !!! panggil aku Kakak aku lebih tua dari mu ". bentak Lisa menujuk wajah Princess
" Cepat pergi lah buatkan aku teh manis". ucapnya lagi
Princess menuju ke dapur untuk membuatkan Lisa teh manis beberapa saat kemudian dia membawa kan nya ke ruang tamu di mana Lisa tengah duduk santai di sofa
" Ini teh nya Kak ". ucap Princess sembari menaruh teh nya di atas meja di depan sofa lalu Lisa mengambilnya dan melemparkan nya ke sembarangan tempat
Pranggg
Gelas itu hancur
" Aku yakin kau menaruh racun kan di sana ". ucap Lisa
" Tidak kak aku tidak menaruh racun di sana ". ucap Princess menunduk
" Minggir kau !!!". geram Lisa melewati Princess sembari pundak Lisa menyenggol tubuh Princess dan sontak membuat Princess terjatuh di atas sofa
" Apa yang kau lalukan Nona Lisa ". bentak Justin menghampiri mereka di ruang tamu
" Kau tak perlu ikut campur dengan urusan ku ". ketus Lisa menunjuk wajah Justin dan pergi meninggalkan mereka .
Justin mendekati Princess dan duduk di samping nya
" Kau tidak apa apa Nona Muda?". tanya Justin khawatir
" Tidak Kak , aku tidak apa apa ". ucap nya menunduk dengan raut wajah yang tak dapat di artikan
" Baiklah Nona Muda saya kesini ingin membawa ada berkunjung ke suatu tempat , lebih baik Nona Muda bersiap siap sekarang". jelas Justin
" Baik kak ". ucap nya pergi meninggalkan Justin menuju kamar nyas setelah sampai di kamar nya dia tak bisa menahan amarah nya
" Kau awas saja kau Lisa aku pasti akan membunuh mu ". geram nya sungguh jiwa nya sekarang ingin membunuh seseorang Princess tak mampu mengendalikan diri nya kalau sedang emosi seperti ini di tambah Vanya yang sedang mengendalikan diri nya
Beberapa saat kemudian Princess sudah selesai bersiap siap
" Ayok kak ". ucap Princess tersenyum ke arah Justin
Tapi Justin hanya diam menatap Princess dan tak menghiraukan keberadaan nya
" Kak halo , kakkk!!". geram Princess mengoyangkan bahu Justin
" Ah iya Nona Muda mari". ucap nya kemudian berjalan menuju ke mobil nya
Di dalam mobil hanya hening tak ada yang berniat memulai percakapan . Princess hanya menatap ke luar jendela mobil pikiran nya traveling ke mana mana sedangkan Justin hanya fokus menyetir sesekali dia melirik ke arah Princess.
" Ummm Nona apa kau baik baik saja ?". tanya Justin memulai percakapan
" Ah iya kak aku baik baik saja ". ucap nya
" Ummm kak kita mau kemana ?". tanya Princess lagi
" Mansion utama Vlaron ". ucap Justin tiba tiba raut wajah nya berubah menjadi dingin
Beberapa saat kemudian mobil mereka telah sampai pada Mansion mewah milik Keluarga Vlaron . Mansion itu jauh lebih besar dari mansion keluarga smith , Princess dan Justin turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mansion sesampai nya di sana ternyata sudah ada Oma Yasmin dan Opa Albert yang tengah duduk di sofa ruang tamu
" Kenapa kalian sangat lama ?" .tanya Oma Justin
" ummm..
" Jalanan nya macet Oma ". sahut Justin melirik Princess
" Baiklah ,,,, Princess kau tau tujuan Oma membawa mu kemari ? ". ucap Oma Yasmin
" Ummmm tidak Oma ". ucap nya sambil membenarkan kacamata kotak nya
" Ikutlah ada yang ingin Oma tunjukan". Ucap Oma Yasmin menarik tangan Princess dan mengajak nya menuju lantai atas
" Apa yang ingin kau tunjukan Nenek Tua ". Ketus Princess saat mereka sudah berada di lantai 3 mansion itu
" Cihhh anak nakal kenapa pagi pagi kau jadi emosian hahh? apa kau datang bulan ?". tanya Oma Yasmin terkekeh
" Sudahlah tunjukan apa yang ingin kau tunjukan !! aku tentu saja sudah tau seluk beluk mansion ini ". cibirnya
" Apa kau tentang Mr.zo ?". tanya Oma Yasmin
Princess menaikkan sebelah alisnya menatap tajam wanita paruh baya itu. Princess berjalan mendekati Oma Yasmin sembari melepas kacamata nya
" Apa yang kau ketahui ?". tanya Princess yang sudah berada tepat di depan Oma Yasmin
" Aku bertanya pada mu ! kenapa kau balik bertanya hahh". ketus Oma Yasmin
Princess mendekat dan berbisik pada Oma Yasmin " Kau tau Nenek Tua tembok pun punya telinga ". geli Princess
" Maksud mu ? ". Oma Yasmin menaikkan sebelah alisnya
" Aku tak tau dan belom mencari tau ". ucap Princess enteng
" Aku rasa dia ada hubungan nya dengan kematian Vanya karena aku pernah mendengar Jeremy beberapa kali mengatakan tentang mr.zo , tapi aku tak tau apa rencana nya sekarang !". geram Oma Yasmin
" Aku tau sekarang dia ingin menyingkirkan ku ". ucap Princess sambil tersenyum penuh arti
" Jadi kau sudah tau ? kenapa tak mengatakan nya padaku ?". tanya Oma Yasmin
" Kau sudah tua jadi jaga saja kesehatan mu soal ini biar aku yang mengurusnya ". ucap Princess meninggalkan Oma Yasmin
" Ruangan apa ini ? menarik ". ucap Princess menyeringai
" Apa kau tau soal ini ? pasti tidak!! kau tak akan bisa menembusnya bahkan Justin tak tau ruangan ini ". ucap Oma Yasmin menyeringai berbalik menatap Princess
" Kau Nenek tua yang licik ". ucap Princess mendekat dan mendudukan bokong nya di depan layar monitor itu tangan nya menari indah di atas papan keyboard
" Kau benar benar calon Iblis Princess ". ucap Oma Yasmin
" Aku tau itu ". ucap Princess tapi matanya masih fokus menatap layar monitor di depan nya
" Apa Lee sudah menemukan sesuatu ? ". tanya Oma Yasmin
" Si bodoh itu belom menemukan apa pun". ketus Princess
Cukup lama mereka berada di dalam ruang rahasia itu hingga sore hari menjelang mereka memutuskan untuk turun ke bawah
" Apa kalian sudah selesai?". tanya Opa Albert
" Sudah ". jawab Oma Yasmin lalu menghampiri suami nya
" Princess 3 hari lagi kau bisa mulai kuliah". ucap Opa Albert
" Baik Opa ". ucap Princess duduk di sebelah Oma nya
" Dan Justin yang akan mengantar dan menjemput mu , dia akan menjaga mu kau pasti mengerti kan ?". tanya Opa Albert
" Princess ngerti kok Opa ". ucap nya
Justin sedari tadi hanya diam memperhatikan keluarga itu tanpa berniat untuk ikut berbicara
" Sudah sore ayok kita pulang ". ucap Opa Albert bangkit dari duduk nya berjalan keluar mansion dan di ikuti oleh yang lain nya .
Sesampai nya di mansion Smith Princess langsung menuju kamar nya dan menghubungi Lucas untuk menjemput nya nanti malam
Tuttt Tutttttt
" Halo Baby ". ucap Lucas di seberang sana
'' Jemput aku nanti malam jam 1 di belakang mansion ". ucap Princess
Tutttt
Princess mematikan secara sepihak dam menjatuhkan diri nya ke atas ranjang
" Cihhh gadis ini benar benar ". geram Lucas
" Kenapa?". tanya Lucifer
" Dia ingin aku menjemput nya nanti malam ". ucap Lucas
" Ohh ". ucap Lucifer beranjak pergi
Malam hari
" Stop ". ucap Lucifer dan itu membuat Lucas mengerem mendadak karenanya
" Apa yang kau lalukan ? ". bentak Lucas
" Lihat bukankah itu King B ". tunjuk Lucifer di seberang jalan sana
Ya Justin dan Kevin yang baru saja ingin menuju ke markas tak di sangka mendapat serangan mendadak dari pihak musuh dan kebetulan Lucas dan Lucifer melintas di seberang jalan.
Lucas dan Lucifer saling menatap kemudian mengangukkan kepalanya dan beranjak turun
tanpa basa basi mereka langsung membantu Justin dan Kevin
Bugh
Bugh
Krekk
Krekk
Dor
Dor
Dor
Justin menembak pihak musuh dengan pistol di tangan kanan nya serta kevin yang melawan musuh tanpa senjata suara gaduh dan ringisan terdengar Lucas dan Lucifer semakin membabi buta mengeluarkan segala kemampuan nya yang terpendam yang tidak bisa di keluarkan selama ini.
Justin menghentikan aktivitas nya lalu menatap 2 pria yang membantu nya begitu pun dengan Kevin dia memegang dada nya mengatur nafas nya kemudian berlari menghampiri Justin
" Siapa mereka lawan apa kawan? ". tanya Kevin
" Aku tidak tau ". jawab Justin
Sedangkan Lucas masih tetap melawan beberapa orang itu sedangkan Lucifer sudah menyelesaikan lawan nya dan dia bertepuk tangan
" Cihh lemah ". cibir nya
" Hahhh ". ucap Lucas sekarang dia sudah selesai dengan beberapa orang itu
Mereka bertos ria seolah baru memenangkan lotre . Justin dan Kevin berjalan mendekati mereka
" Siapa kalian ?". tanya Justin sembari menodongkan pistol nya ke arah Lucas
Lucas dan Lucifer berbalik dan mengangkat kedua tangan nya ke atas mereka saling lirik kemudian tersenyum di balik masker hitam nya
" Aku hanya orang lewat ". ucap Lucifer lalu berbalik dan meninggalkan jalanan itu di ikuti oleh Lucas
" Tunggu atau aku tembak kalian !!" ucap Justin
" Kita akan bertemu lagi". ucap Lucas melanjutkan langkah nya
Justin masih menatap mereka sehingga mobil mereka menghilang di kegelapan malam
" Siapa mereka seperti nya bukan orang sembarangan ? ". ucap Kevin
" Memang bukan orang sembarangan ". ucap Justin
" Maaf King ". ucap seorang mafioso RB
" Bersihkan semuanya jangan meninggalkan jejak ". ucap Justin berjalan menuju ke mobil nya di ikuti oleh Kevin dan mafioso itu hanya menunduk