
" Baby apa kau yakin kita kesini dengan pakaian seperti ini ?". tanya Lucas saat ini mereka sudah sampai di sebuah hotel yang di jadikan tempat pelelangan
" Sudahlah jangan pikirkan tentang pakaian aku hanya ingin pisau itu jadi milik ku , ayokk cepatlah!! ". kata Princess menarik tangan Lucas sesaat keluar dari mobil
" Tapi baju ku kotor terkena lumpuh ,,,, cihhh gara gara pemuda s*alan itu ". cibirnya
" Bukan kah kau sudah biasa seperti itu seperti pengemis ". cibir Princess
" Tapi setidak nya aku beberapa hari ini hidup mewah ". ucapnya lagi
" Pakai lah ". ucap Princess memberikan topeng pada Lucas dan Lucas langsung mengambil dan memakainya
Mereka melewati beberapa penjaga tak jarang ada yang menatap sinis mereka dengan pakaian mereka seperti itu tapi mereka tetap cuek dan tetap melanjutkan langkah mereka hingga sampai pada aula lelang itu Lucas mengambil papan nomer itu yang bernomer 989 lalu menuju sebuah kursi paling belakang
Ruangan itu penuh dengan makhluk makhluk crazy rich dari segala penjuru dunia tentu saja mereka memperebutkan sebuah pisau lipat peninggalan dari King Mafia Red Fox yang pertama banyak rumor yang beredar bila pisau lipat itu di buat dengan campuran darah dari King Pertama Red Fox sehingga pada kejayaan Red Fox dulu sangat di takuti tapi entah kenapa King Red Fox yang pertama bunuh diri kasusnya belum terungkap sampai detik ini apa alasan di balik bunuh diri nya Sang Raja Mafia penguasa China itu tapi setelah meninggalkan King Red Fox sang ahli waris merasakan hal yang janggal tentang pisau lipat itu sampai tragedi berdarah yang banyak menelan korban saat seseorang memegang pisau lipat itu dengan tangan kosong sejak saat itu pisau lipat itu di buatkan tempat khusus dan tidak pernah terbuka sampai saat ini tapi entah kenapa pewaris Mafia Red Fox saat ini mengadakan lelang untuk menjual pisau lipat peninggalan King pertama Red Fox.
" Selamat malam Tuan Tuan dan Nona Nona sekalian pada acara hari ini tentu saja kalian tau bahwa barang yang akan di lelang adalah pisau lipat peninggalan King pertama Red Fox , saya tidak ingin berbasa basi jadi acara hari akan saya mulai , harga awal dari pisau lipat ini adalah 1 milyar " ucap sang Mc
" 2 milyar ". ucap pria nomer 32
" 3 milyar ". ucap pria lain bernomer 110
" 5 milyar " ucap lain nya bernomer 345
" 10 milyar ". ucap seseorang yang duduk di kursi VVIP
" 20 milyar ". ucap seseorang lagi
" Baiklah , 20 milyar adalah angka tertinggi untuk saat ini ". ucap Mc
" 30 milyar ". ucap Pria yang duduk di kursi VIP
" Cihhh membosan kan ". ucap Princess
" Lalu apa mau mu Baby ?". tanya Lucas
"40 milyar ". ucap seseorang di samping Lucas dan itu membuat Lucas menaikkan salah satu alisnya karena pria di sebelah nya seperti masyarakat biasa
Sesaat pandangan Princess menangkap sesosok orang yang sangat di kenal nya sedang duduk di kursi VVIP kemudian dia tersenyum tipis dan membisikkan sesuatu ke telinga Lucas
" Apa kau yakin Baby ?". tanya Lucas
" Iya cepat lakukan aku ingin segera pergi dari sini kita harus cepat kembali ke Singapura ". bisik Princess
" 100 milyar ". kata seseorang yang duduk di kursi VVIP
" Waahh 100 milyar adalah angka tertinggi ". ucap Mc
" Baiklah apa ada lagi yang akan menambahkan saya hitung sampai tiga
1
2
" 2 Trillium ". ucap Lucas
" Hahhhh". ucap kompak mereka
" 2 Trillium adalah angka tertinggi wahhh fantastic ". ucap Mc
" Cihhhh orang biasa mana mampu mengeluarkan uang 2 Trillium hanya untuk pisau lipat ". cibir seorang pria
" Ya kau benar lihat saja penampilan nya , dia pasti penipu ". ucap pria satu nya
" Aku bukan penipu dan aku bisa membuktikan nya ". teriak Lucas
" Tenang tenang saya harap kalian tenang , Tuan apakah anda serius dengan perkataan anda ?" tanya Mc
" Tentu saja". ucap Lucas
" Dia pasti penipu tidak mungkin seorang pengemis memiliki uang 2 Trillium ". ucap pria di ujung sana
" Ya kau benar dia penipu , seret dia keluar dari sini ". ucap pria lain nya
" Kau lihat pria bodoh mana yang membeli pisau lipat seharga 2 Trillium". bisik Kevin kepada Justin
Ya kevin dan Justin juga menghadiri acara pelelangan itu
" Kalau aku bisa membuktikan ucapan ku apa yang akan aku dapatkan ?" tanya Lucas menatap mereka yang terus meremehkan diri nya
riuh dan gaduh kembali terjadi di aula itu mereka tak terima bila seorang pengemis berada di tengah mereka
" Baiklah tenang semua nya , Tuan dengan nomer 989 bisakah anda naik ke atas pangung ". tanya Mc
Tanpa menjawab Lucas berjalan menuruni anak tangga dengan pandangan sinis yang di arahkan kepadanya tapi dia tak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya sampai di depan panggung perlahan dia menaiki barisan anak tangga itu dan sampai lah dia di atas panggung itu
" Tuan mohon maaf sebelum nya bukan nya saya lancang tapi demi kebaikan kita semua apa Tuan benar benar mampu membayar pisau itu seharga 2 Trillium? di lihat dari penampilan Tuan mereka semua meragukan Tuan dan jujur termasuk saya sendiri juga meragukan Tuan ". Ucap Mc seraya menundukkan kepalanya sejenak
Lucas menyeringai melihat Mc itu tanpa menjawab dia melempar 3 kartu ke hadapan sang Mc
" Ini ". ucap nya seraya melemparkan 3 kartu itu tepat di depan meja Mc itu
Semua orang kaget begitupun sang Mc bahwa pria di hadapan nya itu melemparkan 3 kartu sekaligus 1 platinum card 1 gold card dan 1 black card , Mc itu mengambil ketiga kartu itu dan mengecek ke aslian nya setelah itu dia menunduk
" Maafkan saya Tuan , saya salah menilai anda ". ucapnya dan hal itu membuat mereka yang mencibir Lucas tadi seketika bungkam
" Baiklah untuk lelang hari ini saya akhiri karena pisau ini sudah terjual dengan harga 2 Trillium " . ucap sang Mc dan berlalu mengetok palu 3 kali
Mereka semua pun membubarkan diri ada yang kecewa ada juga yang senang karena musuh mereka akan berkurang bila rumor itu memang benar adanya
" Baiklah Tuan mari ikuti saya untuk pembayaran nya dan untuk mengambil pisau nya ". ucap Mc
Lucas berberi kode kepada Princess dan Princess langsung mengikuti Lucas
" Ini tuan ". ucap Mc menyerahkan ketiga kartu itu kepada Lucas setelah menyelesaikan pembayaran
" Mari ikut saya , Tuan Peter sudah menunggu anda ". ucap nya lagi
Mereka berdua mengikuti Mc itu dan sampailah pada suatu ruangan di salah satu lantai hotel itu
" Silakah masuk Tuan dan Nona ,, Tuan Peter sudah menunggu anda ". ucap nya sembari membukakan pintu ruangan itu
Princess dan Lucas memasuki ruangan itu bersamaan setelah sampai di dalam mereka melihat seorang pria tengah duduk membelakangi mereka
" ekhmmm ". dehem Lucas dan sontak membuat pria itu memutar kursi nya
Pria itu menatap tajam pada Lucas dan Princess menelisik setiap tubuh mereka
" Jadi kalian orang nya ". ucap Pria itu yang tidak lain adalah Peter King Red Fox
" Di mana pisau nya ". tanya Princess
" Tunggu dulu Nona , apa kau benar benar membeli pisau itu ? ". tanya nya
" Katakan saja di mana pisau nya jangan membuang waktu ku ". ketus Princess
" Cihhhh ". decih Peter berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekati Princess
" Kenapa kau sangat mengingikan pisau itu Nona ?". tanya nya
" Kau tak perlu tau alasan nya ". cibir Princess
" Buka topeng mu , aku ingin melihat siapa yang akan menjadi tuan dari pisau lipat peninggalan kakek buyut ku ". ucap Peter
" Itu tak ada dalam perjanjian ". kata Princess
" Memang tidak ada tapi aku ingin melihat wajah mu ". kata Peter
Princess melirik Lucas begitupun sebaliknya dan mereka mengeleng bersamaan
" Ckk,, Baiklah kalau kalian tidak mau ". ucap nya
" Liu kembali kan uang mereka ". ucap Peter lagi
" Baiklah ". ucap Princess dia lebih baik menuruti keinginan Peter daripada membuang waktunya lebih banyak lagi
Princess melirik Lucas dan mereka membuka topeng secara bersamaan
" Ckk,, ternyata bocah ingusan ". cibirnya lagi
" Aku sudah membuka topeng ku sekarang giliran mu ". tekan Princess
" Baiklah ". ucap Peter seraya melepas topeng nya
" Jadi apa kau putri dari seorang Triliuner?". tanya Peter
" Kenapa kau bertanya seperti itu ?". geram Princess
" Kau pasti hanya bermain main dengan mengandalkan kekayaan orang tua ". cibir nya
" Sudah cukup basa basi nya Tuan Peter , adik ku sudah mengikuti kemauan mu jadi sekarang berikan pisau lipat itu karena waktu kami tidak banyak ". ucap Lucas
" Cihhh sesibuk apa kalian ?". tanya nya
" Tuan Peter aku harap kau berhenti basa basi dan berikan pisau itu ". ucap Princess sedikit kesal
" Bagaimana kalau kita bertarung Nona Muda , aku ingin melihat kemampuan mu itu sesuai apa tidak dengan keberanian mu berbicara dengan nada tinggi di hadapan ku ". ucap nya
Tanpa menjawab Princess maju dan memberikan pukulan pada Peter sedangkan Peter yang belum siap alhasil terkena pukulan itu sampai mundur beberapa langkah
" Bocah s* alan". ucap nya lalu menyerang Princess
Sedangkan Princess hanya menangkis serangan yang di berikan oleh Peter dia masih melihat ternik apa yang Peter gunakan tapi karena terlalu fokus pada teknik gerakan tangan Peter Princess tak sadar kaki Peter bergerak menendang kaki kiri nya alhasil Princess jatuh tersungkur
" Lumayan ". ucap nya tersenyum menyerigai
Princess mulai melawan sekarang tangan nya bergerak indah memukul rahang Peter beralih ke dada tak lupa tendangan nya mengenai perut , Peter tak mau kalah dia terus menyerang Princess tak peduli yang di lawan nya adalah seorang wanita , nafas mereka kian memburu tak ada yang mau mengalah
Bugh
Bugh
Brakkk
Brukkk
Peter terlempar ke dinding dan jatuh tersungkur ke lantai setelah menerima beberapa pukulan dari Princess
Princess berjalan mendekati Peter menekuk kaki nya menyetarakan tinggi nya dengan Peter yang sedang bersimpuh di lantai
Grepphh
Princess mencekik leher Peter dengan tangan kanan nya sedangkan tangan kiri nya mengangkat kerah kemeja Peter dan mengangkat nya untuk berdiri
huukkkk huukkk Peter terbatuk akibat cekikan itu
" Sudah aku katakan Tuan Peter jangan meremehkan diri ku " . tekan Princess dan mendorong Peter sehingga tubuhnya terbentuk tembok dan jatuh kembali ke lantai beberapa mafioso datang dan membantu King mereka untuk berdiri kembali sedangkan Princess berjalan menuju meja di mana pisau lipat itu berada dia membuka kotak nya dan mengambil pisau itu dengan tangan kosong
" Cantik ". ucap nya seraya memainkan pisau itu
Sedangkan Lucas masih diam mematung dia masih shock tentang pertarungan yang terjadi tadi dia tidak mengira gadis kecil nya itu sangat hebat dalam bertarung
" Hukkk hukkk ,,. gadis tengik kau benar benar cari mati ". ucap Peter
" Bukan aku yang cari mati tapi kau ". ucap Princess berjalan mendekati Peter sambil memainkan pisau lipat itu
Sedangkan Peter yang melihatnya bergidik ngeri gadis di depan nya ini memang tidak boleh di remehkan
" Aku hanya mengingikan pisau ini tapi kau yang mencari gara gara dengan ku Tuan Muda Peter". tekan Princess
" Baiklah maafkan aku , aku salah dalam menilai mu". ucap Peter seraya mendudukan dirinya di sofa di ruangan itu
" Duduk lah dulu ada yang ingin aku bicarakan penting". ucap nya lagi
Princess dan Lucas mendekat dan duduk di sofa itu
" Katakan lah waktu ku tidak banyak ". ketus Princess
" Aku sudah berjanji bila ada yang membeli pisau itu maka aku akan mengabulkan satu permintaan nya tapi dengan syarat bukan permintaan yang aneh aneh ". ucap nya
" Apa kau yakin ?". tanya Princess
" Ya ". ucap nya
Princess hanya diam menatap Peter kemudian dia merogoh tas nya mengambil benda pipih persegi panjang itu dan memainkan nya
" Aku ingin burung besi ini ". ucap nya sembari menyodorkan hp nya di atas meja itu
Brakkkkkkk
Peter mengebrak meja kayu itu
" Apa kau ingin aku memberontak pada negara ku hahhh". bentak Peter
" Kenapa kau harus memberontak ? ". tanya Princess dengan wajah polosnya
" Lalu apa maksud mu itu hahhh ? kau mengingikan jet tempur itu , jet itu hanya di produksi 5 buah dan semuanya sudah terjual dan salah satu yang mengunakannya adalah angkatan militer China ". bentak Peter
hahhh apa tadi jet tempur , sebenarnya apa yang ada dalam pikirin gadis ini . batin Lucas
" Apa kau yakin jet itu hanya ada 5 di dunia ? ". tanya Princess
" Tentu saja China , Jepang , Korea selatan , korea utara dan Rusia sendiri sebagai negara produksi nya ". ucap Peter sambil menghitung mengunakan jarinya
" Kau sangat yakin akan hal itu ?". tanya Princess
" Tentu saja lalu negara mana yang harus aku berontak hahh ?". geram Peter
" Aku tidak menyuruhmu memberontak Tuan Peter yang terhormat " . ucap Princess
" Lalu apa ?". tanya Peter
" Jet itu ada 6 di dunia ". kata Princess
" Tidak mungkin , kau pasti berbohong ! ". ketus Peter
" Apa kau yakin hanya ada 5 , sedangkan pada saat produksi jet itu di jelaskan bahwa itu edisi ke dua ?". ucap Princess
" Tentu saja karena edisi pertama adalah percobaan bisa saja gagal dan di lanjutkan dengan edisi kedua ". ucap Peter
" Kau salah Tuan Peter , Jet edisi kedua itu tanpa edisi pertama , edisi kedua di produksi di Rusia tapi hak patent nya bukan milik orang Rusia ". kata Princess
" Lalu ?". tanya Peter
" Jadi jet itu ada 6 di dunia , 5 di produksi di Rusia sedangkan Jet edisi pertama berada di tangan sang perancang yang asli dan itu tak di expose ke publik ". kata Princess
" Jadi aku harus ke Rusia dan mencuri jet edisi pertama itu , begitu maksud mu ? ". tanya Peter
" Tidak jet edisi pertama itu tidak berada di Rusia". kata Princess
" Lalu di mana?". tanya Peter
" Kau harus ke Afrika ". kata Princess
" Cihhh kau tau banyak soal jet itu kenapa tidak kau saja yang mengambil nya atau kau tak mampu ?". tanya Peter
" Aku bukan tak mampu tapi aku tak ingin identitas ku terbongkar , bukankah kau yang meminta ku untuk meminta sesuatu dari mu ? apa kau akan menjilat ludah mu sendiri Tuan Peter ". ketus Princess menatap Peter
" Aku bukan orang seperti itu Nona Muda ". ucap Peter
" Princess Casora Vlarious itu namaku dan dia Lucas Alexander ". ucap Princess sambil menunjuk Lucas
" Baiklah jadi apa rencana mu Nona Princess ? ". tanya Peter
Princess menjelaskan tentang rencana nya tentang siapa perancang jet itu dan di mana jet itu berada banyak hal yang mereka bicarakan
" Apa kau paham Tuan Peter ". ucap Princess
" Ya aku paham ". ucap Peter
" Ini kartu nama ku , kau bisa menghubungi aku bila sudah mendapatkan jet itu ". ucap Princess sambil berdiri
" Baiklah aku akan pergi dan aku harap kau tidak mengecewakan diri ku Tuan Peter ". tekan Princess lalu pergi dari ruangan itu di ikuti oleh Lucas
Arrrrgggghhhhh teriak Peter sesudah Princess meninggalkan ruangan itu
" Liu atur semuanya lusa kita akan berangkat ke Afrika ". teriak Peter pada tangan kanan nya Liu
" Apa kau yakin Peter ? ". tanya Liu
" Ya apa kau tidak lihat apa yang gadis tengik itu lakukan pada ku tadi hahh , aku tak ingin bermain main dengan nya sepertinya dia bukan gadis biasa ". ucap Peter
" Baiklah ". ucap Liu dan pergi dari ruangan itu