
Dua hari berlalu
" Apa yang sedang kau lakukan Baby? ". tanya Lucas saat memasuki kamar Princess dan di lihatnya Princess melamun menghadap ke luar jendela
" Apa pekerjaan mu sudah selesai ?". tanya nya
" Sudah dan mereka tengah beristirahat sekarang ". jawab Lucas mendekati Princess dan berdiri di samping nya
" Huhhh ,,,,,,, waktu ku tersisa 7 hari lagi sebelum penyambutan ku di keluarga Smith ". Ucap Princes
" Jadi apa yang akan kau lakukan Baby , hemm ? ". tanya Lucas
" Ayo kita pergi ke Hongkong !". ucap Princess
" Hahhh ". kaget Lucas sambil menaikkan sebelah alisnya
" Kenapa ? ". tanya Princess
" Tapi kenapa harus ke Hongkong ?". tanya Lucas
" Aku ingin menghadiri pelelangan itu ". ucap nya
" Apa maksud mu Baby? pelelangan mana yang kau maksud ? apa jangan jangan ". Ucap Lucas menjeda ucapan nya dan Princess mengangukkan kepalanya
" Kau tau dari mana Baby ? apa kau yakin mengingikan benda itu di sini kita juga bisa membeli nya aku akan membelikan pabrik nya juga untuk mu !". ucap Lucas
" Aku mengingikan pisau itu Lucas ". kata Princess
" Tapi apa kau tau resikonya bila pisau itu tak berjodoh dengan mu Baby?". tanya Lucas
" Aku tau tapi aku tetap ingin pisau itu ". kata Princess
" Ckkk baiklah ,,,, lalu kapan kita akan berangkat ?". tanya Lucas frustasi dia tak akan bisa menghentikan gadis itu bila sudah memiliki keinginan
" 3 jam dari sekarang , pelelangan itu besok malam aku tak ingin menunggu terlalu lama ". ucapnya berlalu pergi meninggalkan Lucas
" Huhhhh gadis keras kepala , aku hanya tak ingin kau terluka aku tak ingin kehilangan seseorang lagi ". gumam Lucas
-------------------
Di tempat lain
'" Apa kau yakin akan pergi kesana?". tanya Kevin
" Tentu , ayok lah cepat ". kata Justin saat ini mereka tengah berada di Bandara
" Ya ya ya tunggu aku hey bodoh! ". geram Kevin karena di tinggal seorang diri
Selama ini hanya Kevin lah satu satu nya makhluk yang berani memanggil seorang King B dengan sebutan bodoh karena mereka sudah berteman dari kecil dan Justin mengangap Kevin sebagai saudara nya
Kembali ke sisi Princess
Setelah beberapa jam perjalanan sekarang mereka sudah sampai di Hongkong dan mereka memutuskan untuk menginap di sebuah hotel
" Istirahatlah besok adalah hari yang panjang ". ucap Princess sesaat sebelum masuk ke kamarnya dan tepat di depan kamar itu adalah kamar Lucas
Pagi menjelang
Tok
Tok
Tok
" Baby apa kau sudah bangun ?". kata Lucas mengetok pintu kamar Princess
" Masuklah pintu nya tidak di kunci ". suara dari dalam kamar itu
Ceklekk
Lucas membuka pintu kamar itu dan terlihat gadis itu menatap cermin menampilkan senyum terindah nya
" Apa kau sudah siap Kakak ?". tanya nya
" Cihhhh kau memanggil ku kakak demi apa ? apa kau begitu senang karena pisau lipat itu hah ?". tanya Lucas berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang
" Ckk kau tentu tau itu ". ucap nya lagi
" Acara nya mati malam Baby sedangkan sekarang masih pagi ". kata Lucas
" Aku ingin jalan jalan Kak ". ucap nya sembari memanyunkan bibir nya
" Baiklah ayok ". kata Lucas mencubit gemas pipi Princess
" Ayok ". ucap Princess mengandeng tangan Lucas keluar dari kamar
" Kita mau naik apa ?". tanya Princess
" Tunggu lah di sini sebentar okey ". kata Lucas mengacak rambut Princess
" umm okeyy ". ucap Princess
tiinn
tiinn
Lucas mengklakson mobilnya tepat di hadapan Princess
" Pihak hotel menyediakan nya untuk di sewa ". kata Lucas
Dan Princess hanya ber- oria saja mereka berjalan jalan mengelilingi Hongkong beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah hutan pinus Princess meminta Lucas untuk menepikan mobil nya dan Lucas menuruti nya
" Kita beristirahat di sini saja tempat nya bagus dan sejuk ". ucap Princess sembari turun dari mobil dan di ikuti oleh Lucas
" Ya kau benar Baby di sini sangat sejuk aku suka tempat ini ".kata Lucas menyenderkan tubuhnya di pohon pinus
Princess duduk di rerumputan dan mengeluarkan cemilan yang tadi sempat di beli dalam perjalanan
" Kemari lah ". panggil Princess dan Lucas berjalan mendekati Princess dan duduk di samping nya
" Aku sangat merindukan negara ku ini ". ucap Lucas
" Dan sekarang kau berada di negara mu ". ucap Princess
Kemudian mereka berdua tertawa bersama sekian lama mereka di sana tak terasa 3 jam mereka di sana
" Ayok kita lanjutkan masih banyak tempat yang bagus di sini". ucap Lucas bangkit dari duduknya
" Tunggu apa kau mendengar sesuatu Lucas ?". tanya Princess
" Apa aku tak mendengar apa pun ". jawab Lucas mengangkat kedua bahu nya
Princes mencari asal suaranya dia berjalan kesana kemari memasang telinga nya bila terdengar sesuatu
" Aku yakin tadi aku mendengar sesuatu Lucas ". ucap Princess
" Tapi apa Baby ? di sini tidak ada orang lain selain kita , apalagi ini di hutan di pinggir kota jarang ada yang ke sini karena tempatnya sangat jauh dari kota ". jawab Lucas
" Itu ada yang bergerak di bawah sana , lihat lah itu " . kata Princess menunjuk ke arah jurang di bawah nya
" Mungkin itu binatang hutan Baby ". kata Lucas
Tapi Princess tak peduli dia berlari menuruni jurang yang tidak terlalu dalam itu terus turun walaupun Lucas berteriak untuk menyuruhnya berhenti
" Baby jangan ke sana itu jurang nanti kau terjatuh ". teriak Lucas saat melihat Princess berlari menuju ke dalam jurang alhasil Lucas ikut menuruni Jurang itu setelah sampai di bawah Lucas tak menemukan Princess
" Baby kau di mana ". teriak Lucas
" Baby jangan bercanda , bercanda mu tidak lucu , Baby keluar lah ". teriak Lucas lagi
" Di sini Lucas ". teriak Princess
Lucas berlari mencari asal suara itu dan setelah menemukan nya dia terkejut
" Siapa dia Baby ?". tanya Lucas sambil mendekati Princess yang sedang memangku seorang pemuda
" Aku tak tau tapi dia terluka , cepatlah bawa dia ke mobil aku tak ingin jika dia kenapa kenapa ". kata Princess dengan wajah khawatir nya
Dengan sigap Lucas mengendong pemuda itu dengan susah payah dia menaiki jurang itu apalagi di tambah beban di punggung nya karena sekarang dia sedang mengendong seseorang setelah sampai di atas dengan cepat Princess membuka pintu belakang mobil dan masuk ke dalam Lucas dengan sangat hati hati menaruh tubuh itu ke dalam mobil karena sudah banyak luka dalam tubuhnya
" Cepat Lucas ". kata Princess setelah mobil itu melaju di jalanan
" ini sudah cepat Baby kau lihat itu di depan macet ". kata Lucas sambil menunjuk ke arah depan nya
Beberapa saat kemudian mobil mereka tiba di sebuah rumah sakit dengan sigap Lucas kembali mengendong pemuda itu
" Dokter , suster tolong ". teriak Princess
Dengan sigap para perawat rumah sakit itu membantu membawa pemuda tadi
" Maaf Nona anda di larang masuk silakan lengkapi identitas pasien dan urus administrasi nya ". ucap seorang suster
" Baiklah sus ". kata Princess beranjak menuju meja resepsionist dan melengkapi identitas pemuda itu dan menyerahkan kartu gold card nya untuk administrasi nya
" Lucifer ". ucap Lucas saat melihat formulir identitas pasien itu dan melirik Princess di sebelahnya
" Iblis ". ucap Princess kemudian beranjak pergi menuju ruang rawat pemuda tadi
" Bagaimana sus ". tanya Princess saat seorang suster keluar dari ruang rawat
" Pasien kehilangan banyak darah Nona , sedangkan pasokan darah di rumah sakit ini sedang kosong". jawab Suster
" Apa golongan darahnya Sus? ". tanya Princess
" O negatif Nona ". ucap nya
" Golongan darah saya O negatif Sus , Suster bisa mengambil darah saya ". ucap Princess
" Baiklah mari ikut saya Nona ". kata Suster beranjak pergi dan Princess mengikuti
" Kenapa kau rela memberikan darah mu Baby ? padahal kau tidak mengenal nya ?''. tanya Lucas saat ini Princess sedang melakukan tranfusi darah
" Dia istimewa Lucas sama seperti mu ". ucap Princess menyeringai
Lucas hanya menghembuskan nafas nya kasar tidak mengerti dengan pola pikir gadis di depan nya ini
" Bagaimana Dokter ? ". tanya Princess sesudah selesai melakukan tranfusi darah nya
" Dia masih tidak sadarkan diri Nona , seperti nya dia terkena racun , lebih baik anda membawa nya ke rumah sakit di kota di sana peralatan nya sangat lengkap ". kata Dokter
" Baiklah Dok , nanti saya akan menjemputnya kembali tapi untuk sekarang saya mohon untuk menjaganya karena saya harus mempersiapkan sesuatu ". kata Princess
" Baik Nona , kalau begitu saya permisi ". kata Dokter itu berlalu meninggalkan Princess yang masih diam memandang ke arah dinding kaca itu di mana ssorang pemuda terbaring dengan beberapa alat medis menempel di tubuhnya