
Pukul 9 pagi di hari minggu
Princess menuruni anak tangga dengan kedua tangan nya sedang menguncir rambut panjang nya tujuan nya sekarang adalah ke dapur
" Apa yang kau lakukan ?". Princess melihat bahwa Roy sudah berada di dapur dan Roy pun menoleh pada Princess sambil tersenyum
" Membuat sarapan !". ucap nya
" Ooo!'. Princess membulatkan bibirnya lalu duduk di meja makan di samping dapur
" Ini makan lah !". kata Roy menaruh sepiring nasi goreng dan segelas susu di depan Princess
" Wahhh enak nih ?". Rion tiba tiba muncul lalu duduk di samping Princess sedangkan Roy hanya mengelengkan kepalanya
" Ini untuk mu !". Roy pun memberikan sepiring nasi goreng dan segelas susu pada Rion lalu Roy pun ikut duduk di sana sedangkan Princess hanya menatap mereka penuh kagum
" Kenapa menatap kami seperti itu ?". Roy menaikkan sebelah alisnya menatap Princess
" Aku baru sadar kalau kalian itu sedikit tampan ". seru Princess
" Tentu !! aku keturunan Jepang Indonesia ". bangga Roy melirik Rion
" Hey aku pun keturunan Rusia Indonesia ". cebik Rion tak mau kalah
" Ooo ". Princess membulatkan bibirnya lalu memakan nasi goreng nya
" Lalu kau ?". tanya Roy menatap Princess
" Aku ya ? tentu asli Indonesia ". jawab Princess menaikkan kedua alisnya
" Hahahaha tak ada bule bule nya ". ledek Rion
'' Cehhh buat apa ada keturunan bule bule nya ". cebik Princess
" Oh ya soal drone yang kemarin itu milik pasukan pengintai Red Blood dan di kendalikan oleh Kevin sepertinya mereka mengikuti kita dari area balapan ". kata Roy
" Benarkah ? ". Princess menatap Roy
" Eumm!".
" Sepertinya dia cukup penasaran dengan mu Nona Muda ! apa kau sungguh tak memiliki perasaan padanya ?". tanya Rion
" Entahlah aku takut terluka karena cinta ". kata Princess
" Biarkan waktu yang akan menjawab nya ". seru Roy
" Aku ada tugas untuk kalian !". kata Princess . Roy dan Rion sontak menghentikan acara makan nya dan menatap ke arah Princess
" Apa ?". tanya Rion
Princess pun menjelaskan semua rencana nya pada mereka dan tentu saja mereka sangat senang bila mendapatkan tugas dari Princess. Menurut mereka menjadi anak buah Princess cukup menguntungkan bagi mereka baik dari segi apapun itu bukti nya sekarang mereka hidup dengan mewah hasil kerjasama nya dengan Princess di bandingkan dulu mereka menjadi pembunuh bayaran yang terus di buru polisi tapi sekarang hidup mereka aman sejahtera tanpa gangguan polisi
" Apa kalian mengerti ?". tanya Princess
" Mengerti". kompak mereka
" Oh ya apa kau akan kembali ke Mansion sekarang ? ". tanya Roy
" Mungkin nanti malam ! aku ada urusan setelah ini ". kata Princess
" Hati hati lah aku yakin tiga singa jantan sedang menunggu mu untuk di introgasi ". ledek Rion
Princess menepuk jidat nya karena melupakan duo L dan Justin yang sekarang tinggal di Mansion nya " aku melupakan mereka ". cengir Princess
" Tak apa kau bisa merayu nya gunakan rayuan maut mu !". kata Roy
" Oh astaga aku tak yakin soal itu hehe". Princess terkekeh ingat setiap kali mengeluarkan jurus rayuan nya pada duo L maka dia akan di tertawa kan habis habisan
" Apa kau tak ingin mencari tau soal mantan pacar dari Justin ?". Roy bertanya sambil melirik Rion di samping nya
" Eummm! sepertinya tak perlu". datar Princess
" Oh benarkah? ". ucap Roy
" Eummm!''.
" Aku akan mencari tau soal dia ". seru Rion
" Terserah kalian !! aku harus pergi sekarang ". kata Princess beranjak berdiri lalu melenggang pergi
"Apa kau yakin soal itu ?". tanya Roy
" Tentu ! apapun untuk nya ". kata Rion
" Dia benar benar istimewa aku menyesal dulu pernah berniat untuk membunuh nya ". kata Roy
" Sudahlah itu sudah masalalu ". kata Rion
*****
China waktu setempat
" Apa yang kau katakan ?". Jerry terlihat sangat marah pada anak buah nya saat ini
" Benar Bos 90 % aset Perusahaan Dominic sudah di ambil alih oleh Tuan Muda Alvaro ". kata anak buah nya
" S*alan bocah tengik itu sudah bertindak terlalu jauh !! ". geram Jerry
" Tapi Bos yang saya dengar juga bahwa Peter juga terlibat dalam hal ini". kata nya lagi
" Gadis itu benar benar licik dia sudah mengubah identitas Alvaro dan sekarang Peter juga bekerjasama dengan mereka". kata Jerry bangkit dari kursi kebesaran
" Sepertinya bukan hanya Peter Bos tapi ada orang lain yang membantu mereka " . ucapnya
Jerry menyeringai mendengar nya " Mari kita ikuti permainan rubah kecil itu dia ingin aku pergi meninggalkan China agar Alvaro bisa kembali ke China maka aku pun akan pergi . Persiapkan semuanya kita akan berangkat ke Jerman hari ini juga ". perintah Jerry
" Baik Bos!! tapi ke Jerman apa kau yakin ? ". ucap anak buah nya
" Bukankah Black Devil sudah lenyap maka dunia bawah di sana sedang kosong jadi aku akan memimpin di sana ". kata Jerry
" Baik Bos kalau begitu saya permisi ''. pria itu menunduk lalu beranjak pergi
" Ingin bermain rupa nya baiklah akan aku ladeni tak sabar rasanya ingin bertemu dengan rubah kecil itu ". gumam Jerry menyeringai
****
Di sebuah Mansion mewah yang terletak jauh di pinggir kota lebih tepat nya perkampungan kecil di seberang barat Bukit Timah seorang gadis tengah menatap layar komputernya dengan sangat serius jarinya bergerak lincah di atas papan keyboard di sertai dengan senyum tipis dari bibir nya sungguh mengerikan untuk di lihat saat ini
" Keputusan yang bodoh bila dia ingin pergi ke Jerman ". kata Princess merentangkan kedua tangan nya lalu beranjak berdiri menuju ke lemari pendingin di sudut ruangan lalu mengambil kaleng minuman dingin dan langsung meneguk nya hingga tandas
" Shhhhh ini membuat ku sangat kesal !! kenapa Chen belum juga memberikan kabar tentang Andrew !". kata Princess melempar bekas minuman kaleng itu tepat ke tong sampah di sebelah nya lalu di beranjak menuju ke sofa dan menjatuhkan tubuhnya di sana Princess merogoh sakunya mengambil ponsel nya lalu memainkan nya
Tuttt!
Panggilan terhubung
" Halo sayang ". seru pria di seberang sana
" Jangan memanggil ku dengan sebutan itu aku tak suka ! ". ketus Princess
" Hahahaha baik lah ada apa ? kenapa kau tumben sekali menghubungi ku ?". tanya pria itu
" Kau pasti tau bila Jerry sedang dalam perjalanan menuju ke Jerman jadi aku ingin kau tetap diam dan jangan bertindak gegabah!". kata Princess
" Itu sangat bagus aku bisa langsung membalas nya di sini ". kata pria itu
" Jadi kau sudah kembali ke Jerman ! dasar bodoh !! ingat jangan bertindak gegabah Jerry sangat licik kita harus bermain cantik dengan nya ingat itu ". ketus Princess memijit pelipisnya
" Tidak !!! tunggu perintah ku baru setelah itu kita bergerak untuk sekarang jangan muncul di hadapan publik atau di hadapan nya itu akan sangat berbahaya karena dia sudah berpikir bahwa kau sudah tewas ". kata Princess
" Baiklah ". kata pria itu
Tutttt
Princess mematikan sambungan telponnya sepihak lalu menyenderkan tubuhnya di sofa merentangkan kedua tangan nya di kepala sofa dengan mata terpenjam " Aiss ini membuat ku tambah pusing". ucap nya mengelengkan kepalanya
******
Irlandia
Seorang pria tengah duduk di kursi kebesaran nya siapa lagi kalau bukan Chen Morgan
" Shhhhh gadis itu membuatku ku harus bekerja keras sekarang". kata Chen bangkit dari kursi nya lalu beranjak pergi menuju ke sebuah Restoran untuk menemui klien nya
Beberapa saat kemudian Chen sampai pada Restoran itu lalu turun dari mobil mewah nya di samping kirinya sang asisten selalu setia menemani nya kemana pun Chen pergi
" Di mana ruangan nya ?". Chen menoleh pada asisten nya
" Dengan Tuan Chen Morgan mari sudah di tunggu di ruang VVIP ". kata seorang pelayan datang menghampiri Chen dan asisten nya
Pelayan itu memandu Chen ke ruangan yang sudah di pesan sebelum nya oleh klien nya
" Silakan!". pelayan itu membukakan pintu itu dan Chen pun masuk ke dalam bersama asisten nya
Raut wajah Chen tiba tiba berubah penuh arti dengan senyum tipis nya dia menyapa dua orang di dalam ruangan itu penuh hormat " Maaf membuat anda menunggu Tuan Andrew ". Chen menundukkan kepalanya
Kedua pria itu sontak berdiri dengan senyum tipis nya " Tidak apa Tuan Chen saya juga baru sampai ! ahh silakan duduk ". kata pria itu yang tak lain adalah Andrew Benedict dan asisten nya. Chen dan asisten nya pun duduk di hadapan Andrew
" Ah saya sungguh beruntung bisa bekerja sama dengan anda Tuan Chen ". ucap Andrew
" Anda terlalu berlebihan Tuan Andrew jadi mari kita bahas mengenai kerja sama kita ". ucap Chen langsung ke inti nya
" Ah iya baik lah ! ". jawab Andrew dengan senyum palsu nya
Presentasi pun di lakukan oleh asisten dari Andrew . Chen mendengarkan nya dengan seksama sungguh hebat Andrew dalam merangkai kata sampai membuat Chen tak habis pikir bahwa Andrew bisa mengelontorkan dana yang tidak sedikit demi bekerja sama dengan nya . Chen hanya tersenyum tipis sambil sesekali melirik Andrew yang juga masih fokus pada presentasi dari asisten nya cukup lama akhirnya presentasi pun selesai
" Bagaimana Tuan Chen ? apa anda tertarik dengan proyek ini ?". tanya Andrew
" Iya saya cukup tertarik ternyata anda sungguh luar biasa soal bisnis saya sangat mengagumi kemampuan anda Tuan Andrew ". puji Chen sedangkan Andrew hanya tersenyum tipis
" Anda terlalu memuji saja tuan ! anda pun sama hebat nya dengan saya bahkan mungkin anda jauh lebih hebat dari saya ". ucap Andrew
" Anda terlalu merendah tuan Andrew ". Chen terkekeh
" Ah baik lah kalau begitu mari kita makan saja dulu semuanya sudah di siap kan ". kata Andrew beranjak berdiri menuju meja makan yang sudah di persiapkan sebelum nya
" Ah baiklah ! ". kata Chen beranjak berdiri mengikuti Andrew yang sudah lebih dulu berjalan menuju meja makan di sebelah kanan sudut ruangan itu
*****
Princess berjalan mengendap-endap sambil sesekali melirik kanan kiri nya lampu Mansion Vlaron sudah setengah nya padam berarti para penghuni nya sudah pada tertidur sedangkan Princess terus menaiki anak tangga dengan hati hati langkah kaki nya di buat sesenyap mungkin tak mengeluarkan suara
" Dari mana saja kau hahh?". suara bariton itu menghentikan langkah Princess
Lampu ruang tamu seketika menyala . Princess berbalik sambil menelan saliva nya setelah itu dia menatap dua pria di depan nya sedang menatap tajam ke arah dirinya ". Huhhh!! hanya duo L saja ". gumam Princess terkekeh
" Dari mana saja kau hahh ? dari kemarin malam tak pulang ? bahkan aku menghubungi mu tak kau angkat ". Lucas berjalan dengan kedua tangan di lipat di depan dada sedangkan Lucifer masih terdiam di tempat nya
" Ah itu anu aku sedang bermain ". cengir Princess mengangkat dua jari nya di udara
" Hanya bermain kah ?". kini giliran Lucifer angkat bicara
" Ahh tentu kalian tau kan aku hobi bermain ". kata Princess melirik kanan dan kiri nya mencari keberadaan Justin tapi dia tak menemukan nya
" Apa yang sedang kau cari ?". kini Lucas sudah berada tepat di depan Princess
" Hehehe di mana manusia itu ?". cengir Princess
" Siapa ?". Lucifer pun mendekat
" Itu King B ". kata Princess
" Entahlah !! sekarang kembalilah ke kamar dan tidur ini sudah sangat larut ". Lucas berjalan menaiki anak tangga melewati Princess begitu saja
" Tidur lah !!". Lucifer pun melewati Princess begitu saja . Princess mengelus dadanya ternyata bukan Tiga singa jantan yang mengintrogasi nya tapi hanya duo L
" Aman !". gumam Princess langsung berlari ke kamar nya
Princess sampai di dalam kamar nya kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya " Huhhh aman ". gumam nya
" Sudah selesai bermain nya sayang ?". Justin tiba- tiba sudah berada di kamar Princess sambil mendecak pinggang
Degg
Princess memblalakan matanya kemudian langsung bangkit berdiri setelah mendengar suara Justin berada di kamar nya
" Ka..u kau kenapa bisa berada di sini ?".tanya Princess gugup dengan mata nya menatap tajam ke arah Justin sedangkan Justin semakin mendekat ke arah nya
"Berhenti di sana !". Princess menunjuk Justin dengan tangan kanan nya
" Aku bilang berhenti!". teriak Princess saat Justin semakin mendekat dengan raut wajah datar nya
Greephhh
Justin memeluk Princes begitu erat sedangkan Princess terkejut bukan main dan langsung meronta minta di lepaskan tapi Justin tetap memeluk nya erat bahkan tak membiarkan sedikit celah untuk Princess bisa melarikan diri
" Apa sudah selesai bermain nya eumm ?". bisik lembut Justin tepat di telinga kanan Princess dan itu membuat jantung Princess berdetak sangat kencang
" Lepaskan aku kak !". kata Princess meronta
" Tidak akan !". kata Justin
Justin semakin memeluk Princes erat seolah tak akan membiarkan Princess lepas dari nya kemudian mengaitkan dagu nya di pundak Princess dan tentu membuat Princess tak bisa berkata kata lagi dia diam membeku atas perlakuan Justin
" Apa kau tau aku sungguh khawatir saat kau pergi dan tak memberikan kabar pada siapa pun ". kata Justin
" Kak aku mohon lepaskan aku !" kata Princess
Justin melepaskan pelukan nya lalu menangkup wajah Princess dengan kedua tangan nya di tatap nya manik hitam pekat milik Princes yang selalu membuat nya tenang " Apa kau tau aku sungguh mencintai mu aku takut kehilangan mu ! aku takut sungguh aku takut ". kata Justin lirih sedangkan Princess hanya menatap nya datar seolah otak nya sekarang berhenti bekerja
Princess memegang kedua tangan Justin yang masih menangkup kedua pipi nya " Kak ! tenang lah aku tak suka bila kau seperti ini !". kata Princess sedangkan Justin langsung memeluknya erat dengan mata berkaca kaca Justin mengelus rambut panjang Princess yang tergerai cantik di belakang punggung nya
" Kau tau ini bukan hanya obsesi sungguh! sebelumnya aku tak pernah seperti ini hanya kau satu satu nya wanita yang bisa membuat ku seperti ini . mungkin aku egois sudah mengklaim bahwa kau adalah milikku tanpa meminta persetujuan mu maafkan aku sungguh aku minta maaf ". lirih Justin lalu mencium pucuk kepala Princess
Princess membalas pelukan dari Justin dengan mata terpejam dia sungguh merasa nyaman dengan situasi seperti ini " Berikan aku waktu kak untuk bisa mengetahui kalau aku memang mencintai mu atau hanya rasa kagum padamu ! akupun sangat sulit membedakan rasa itu untuk sekarang ini aku hanya lah seorang gadis yang baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kali nya aku tak ingin terluka kak sungguh berikan aku waktu bila kita memang berjodoh maka kita akan bersatu tapi kalau tidak kita bisa menjadi teman bukan ". kata Princess menepuk pundak Justin lembut
" Aku akan memberikan waktu agar kau bisa memastikan bahwa perasaan mu padaku memang cinta atau rasa kagum semata ". kata Justin melepaskan pelukan nya lalu menatap Princess dengan senyum di bibirnya
" Maafkan aku kak bila aku sudah menyakiti mu ! tapi ini demi kebaikan kita aku tak ingin terburu buru dalam mengambil sebuah keputusan jadi mari kita mulai dengan menjadi teman ". kata Princess dengan senyum di bibirnya
" Maafkan aku juga karena aku terlalu egois padamu ". kata Justin
" Bisakah kau menunggu ku kak ? bila kita memang di takdir kan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita ". ucap Princess lagi
'' Aku akan menerima semua keputusan mu ". kata Justin
" Terimakasih ". ucap Princess
" Sekarang tidur lah ini sudah larut malam sekali lagi maafkan atas ke egoisan ku ". kata Justin lalu beranjak pergi
Setelah kepergian Justin . Princess kembali menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan raut wajahnya tiba tiba menjadi datar penuh rasa kebencian pada mantan pacar Justin yang terdahulu karena dia sekarang Justin menjadi seperti ini " Tunggu saja tanggal main nya ". gumam Princess
Sedangkan Justin kini sudah sampai di dalam kamar nya dia duduk di tepi ranjang dengan raut wajah yang tak terbaca pikiran nya jauh berkelana entah kemana kemudian dia merebahkan tubuhnya sampai akhirnya terlelap