
Jerry membawa Michael ke ruangan pribadi nya mereka duduk bersama di sana . Andrew Kenta dan Alex pun ikut bergabung di sana. Kenta sedari tadi terus saja menatap Michael dengan tajam nya . Michael yang menyadari tatapan Kenta hanya tersenyum tipis
" Sepertinya kau sedang tidak baik - baik saja ?". tanya Michael menatap Jerry dari ujung rambut hingga ujung kaki di mana lengan Jerry masih di balut oleh perban putih
" Ya kau benar !! ini ulah gadis sialann itu !". desis Jerry menghembuskan nafasnya kasar
" Gadis sialannn ?". Michael menaik turun kan alis nya padahal sebenarnya dia sudah tau penyebab luka di tubuh Jerry tapi Michael harus tetap berakting saat ini
" Cerita nya panjang ! lalu apa tujuan mu tiba-tiba datang ke sini ?". Jerry mengalihkan pembicaraan agar tak membahas mengenai luka di tubuhnya
" Ahhh itu aku sedang ada pekerjaan di Jerman jadi aku mampir sebentar !". kata Michael melirik Alex .
" Benarkah ?".
" Iyaa tentu !". kata Michael
Perbincangan hangat pun terjadi . Michael dan Alex hanya tersenyum tipis saat Jerry menceritakan kronologi kejadian di mana saat perang di China . Jerry dan Micheal memang lah teman bisnis tapi Michael tak menyukai Jerry karena ambisi nya yang terlalu tinggi . Michael hanya memanfaatkan Jerry saja dalam usaha bisnis nya dan bekerjasama dengan Jerry sangat lah menguntungkan bagi Michael
Kita akan meninggalkan obrolan manis kelima pria tampan di atas lalu menuju ke Singapura lebih tepat nya Mansion keluarga Elajar
" Apa maksud semua ini , Pa ?". Oca melempar tas nya di sofa lalu dia menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan mata tetap fokus menatap Adam Papa nya
" Kalian sudah pulang?". Yhuna menghampiri mereka lalu duduk di sebelah Oca
Adam masih menampilkan raut wajah kesal nya . Adam melepas dua kancing kemeja nya dia sungguh kepanasan saat ini Adam berjalan mondar-mandir di depan Oca dan Yhuna dengan bersidekap dada
" Papa !!!". teriak Oca. Adam melirik ke arah Oca
" Apa hahh ? ini semua karena ulah kalian . Gaya glamor kalian itu membuat Papa terpaksa mengelapkan uang Perusahaan di mana uang itu adalah uang para investor yang bekerja sama dengan Perusahaan Papa !". geram Adam
" Lalu ? itu kesalahan Papa !". cebik Oca
" Ini semua salah mu kau terlalu memanjakan dia dan selalu menuruti keinginan nya !". Adam menunjuk Yhuna
" Aku ? kenapa aku ? kau saja yang tak mampu memehuni kebutuhan kita berdua aku sudah terbiasa hidup glamor dan tentu nya putri ku pasti mengikuti jejak ku juga jadi apa salah nya !". kata Yhuna dengan enteng nya
" Kau bilang apa salah nya ? tentu itu sangat salah !". geram Adam . Reputasi yang selama ini dia bangun hancur dalam beberapa menit saja padahal ini merupakan kesalahan pertama nya . Baru kali ini Adam berbuat curang dalam bisnis itu pun karena terjepit akan kebutuhan anak dan istrinya , Adam sungguh menyesal tapi kini dia tak tau harus berbuat apa lagi
Yhuna hanya melihat Adam sinis kedua tangan nya melipat di depan dada . Oca menyenderkan tubuhnya di sofa dengan raut wajah kesal nya dia kembali mengingat saat Justin merangkul pinggang Princess dengan mesra
" Kumpulkan barang - barang kalian . Perhiasan tas sepatu mobil atau barang yang bisa di jual . Papa harus menganti kerugian dari uang yang sudah Papa ambil !" . kata Adam
'' Tidak mau !". ucap kompak Oca dan Yhuna mereka bangkit berdiri sambil berdecak pinggang
" Itu urusan Papa bukan urusan ku !". ketus Oca
" Oca !!!! ini demi kebaikan kita kalau tidak Papa bisa mendekam di dalam perjara !". kata Adam
" Aku tidak perduli ! itu semua barang ku aku tak akan menjual nya !". kekeh Oca berlari menuju ke kamar nya
" Aku pun sama ! enak saja mau menjual barang - barang ku !". Yhuna melenggang pergi
" Kalian kenapa tidak mengerti juga !!! Argggghhh ........ ,, kepala ku rasanya mau pecah !". teriak Adam menyibak rambut nya kasar . Nafasnya tak beraturan dia memejamkan mata nya lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa
" Halo sayang apa kau bisa membantu ku?". tanya Oca saat ini dia tengah menelpon Jerry
" Apa yang bisa aku bantu ?". datar Jerry di seberang sana
" Bisakah kau memberikan aku uang ! Papa ku tengah terlilit hutang aku berjanji nanti aku akan mengembalikan nya !". kata Oca
" Baiklah akan aku transfer katakan saja berapa ?". tanya Jerry
" 200 Triliun !!". kata Oca
" Apaa !!". pekik Jerry
" Tolong lah untuk kali ini saja !". manja Oca
" Huhhhh ! Baiklah tapi aku harus mendapatkan imbalan yang sesuai dengan itu semua !". kata Jerry
" Tentu !". kata Oca
"Aku akan menunggu mu !". Jerry langsung memutuskan sambungan telpon nya dengan senyum tipis di wajah nya
Lanjut ke Jerman lagi
Jerry kembali ke ruangan pribadi nya . Dia melihat ke empat pria itu masih berbincang di sana langsung saja Jerry masuk dan duduk di sofa
" Siapa ?". tanya Michael
" Teman !". ucap Jerry menyeringai. Michael pun sudah paham maksud Jerry
" Baiklah aku harus pergi sekarang !". Michael melirik pergelangan tangan nya melihat jam mahal yang melingkar sempurna di sana kemudian dia bangkit berdiri
"Ahh baiklah tapi ingat untuk bisnis kita ! sesuai kesepakatan kau akan memberikan senjata itu kepada ku !". kata Jerry bangkit berdiri
" Tentu saja dan Alex yang akan mengurus nya untuk mu karena aku sedang ada urusan yang tak bisa di tunda ". kata Michael
" Urusan apa ? apa itu sangat penting ?". tanya Jerry
" Sangat penting ! ini mengenai lahan yang akan aku gunakan untuk pabrik senjata baru ku . Lahan itu masih menjadi sengketa jadi aku langsung yang harus turun tangan !". jelas Michael
" Baiklah kalau begitu !". kata Jerry
Michael beranjak pergi Alex mengikuti langkah kaki Michael. Mobil Michael pun keluar dari Mansion Jerry sedangkan Jerry dia menatap mobil Michael yang sudah menghilang di ujung jalan . Di dalam mobil Michael terkekeh geli mengingat pertemuan nya barusan dengan Jerry
" Apa dia bodoh ?". celetuk Alex
" Sudah pasti dia bodoh !". kata Michael membuat Alex tertawa
" Astaga aku tak menyangka bila pria itu sangat mudah untuk di bodohi !". geli Alex
" Tapi kita harus tetap berhati-hati apalagi Kenta berada di pihak nya !". kata Michael
" Apa kau yakin kalau Kenta berpihak pada Jerry ?".
" Apa maksud mu Lex ?". tanya Michael
" Aku tak yakin bila Kenta berpihak sepenuhnya pada Jerry atau bisa jadi dia bekerjasama dengan Princess kau tentu saja tau bagaimana licik nya gadis kecil itu !". lirik Alex pada Michael di sebelahnya
" Ya kau benar ! Kenta merupakan pemimpin Yakuza tentu dia tak bodoh untuk membedakan mana kawan mana lawan tapi bisa saja dia juga bodoh !". kata Michael terkekeh . Alex hanya mengangkat kedua bahunya acuh lalu menambah kecepatan mobil nya
...****...
Princess tengah fokus pada laptop di pangkuan nya . Derap langkah kaki terdengar mendekat . Lucas berjalan mendekati Princess saat ini mereka berada di pinggir kolam renang dengan Princess duduk di kursi panjang di pinggir kolam renang . Lucas duduk di sebelah Princess sambil melihat apa yang sedang Princess kerjakan di laptop nya
" Menurut mu aku harus bagaimana ?". Princess melirik Lucas di sebelah nya . Princess menutup laptop nya lalu menaruhnya di atas meja
Lucas menghembuskan nafasnya kasar dia merebahkan diri nya di kursi panjang itu menatap langit sore " Lebih baik kau bicarakan dulu dengan nya ! aku yakin kedua orang tua itu pasti punya alasan kenapa mereka tak memberitahu kan masalah itu kepada anak- anak nya ". kata Lucas
" Aku pun berpikiran seperti itu ! semua ini semakin rumit dan aku pun semakin bingung di buat nya ". ucap Princess
'' Kau tentu saja sudah tau alasan nya bukan ?". Lucas melirik Princess
" Ya ! tapi sebelum aku mendengar langsung dari mereka maka aku tak akan pernah percaya !". kata Princess
" Lakukan sesuai dengan keinginan mu saja !". kata Lucas
Justin terlihat berjalan menghampiri mereka . Princess dan Lucas menghentikan obrolan mereka . Justin saat ini tengah berada di sebelah kursi Princess , Justin langsung duduk di sana menatap ke kolam renang . Air itu tampak bergoyang saat angin menerpa nya . Raut wajah Justin tak terbaca saat ini dia hanya diam saja . Princess melirik ke arah Lucas tapi Lucas hanya mengangkat bahu nya acuh lalu secepat kilat dia melesat pergi meninggalkan Justin dan Princess
" Kau ini kenapa honey ?". Princess berdiri lalu menatap Justin di depan nya
" Apa kau sungguh tidak tau , baby ? ". Justin menaik turun kan kedua alis nya
" Apa honey ? aku sungguh tidak tau !". kata Princess
" Bersiap lah kita akan pergi ke Mansion ku ! ". kata Justin
" Untuk apa kita harus pergi ke sana ?". tanya Princess seolah dia tak mengerti maksud dari ucapan Justin
" Jangan berpura - pura tidak tau baby !!! apa kau lupa siapa yang ingin kau bohongi ". Justin bangkit lalu melesat pergi . Princess menatap punggung Justin yang semakin menghilang di ujung lorong dengan senyum smrik khas nya . Princess pun mengambil laptop nya lalu melesat masuk ke dalam Mansion untuk bersiap - siap pergi ke Mansion Keluarga William
...****...
Princess hanya menghembuskan nafas nya pelan kedua mata nya dari tadi terus saja menelisik wajah Sherin di depan nya sedangkan Sherin yang merasa di perhatikan menjadi semakin canggung mau bagaimana pun dia tak pernah bertatapan lama dengan Princess . Raut wajah Princess sangat datar dan juga dingin begitupun dengan Justin . Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi aura mereka mematikan suhu sekitar menjadi sangat mencekam
" Sebenarnya ada apa ini ?". Jonathan membuka suara sambil melirik Sherin
" Kita tunggu Devano dulu !". datar Justin. Suasana kembali menjadi hening tak ada yang membuka suara
Beberapa saat kemudian suara bunyi mobil Devano terdengar oleh makhluk di dalam sana . Devano melesat masuk lalu melihat bahwa mereka sudah menunggu nya . Devano melirik ke arah Justin lalu Princess lalu dia duduk sambil menaruh tas nya di samping nakas di sebelah sofa
" Ada apa ? apa aku ketinggalan berita penting?". kata Vano ( Devano ) melirik kedua orang tua nya . Jonathan dan Sherin hanya mengangkat bahu nya lalu melirik ke arah Justin
" Ada apa ini kak ?". Vano pun melirik kakak nya itu
" Tanyakan kepada mereka ? apa mereka menyembunyikan sesuatu dari kita selama ini ? ". kata Justin menunjuk ke arah kedua orang tua nya dengan dagu nya
" Dad ? apa maksud nya ini ? apa kalian punya rahasia . Ohhh ayoklah jangan main rahasia - rahasia -an itu membuatku ku geli !". kata Vano
" Apa maksud mu ? Daddy tidak punya rahasia apa pun juga !". elak Jonathan melirik Sherin
" Bicara lah dad ! sudah saat nya kau memberitau kami ". kata Justin
" Aku juga ingin mendengar nya secara langsung dari kalian !". intonasi Princess sangat rendah tapi penuh penekanan agar Jonathan membuka mulut nya . Jonathan mengengam erat tangan Sherin di samping nya Sherin menggelengkan kepalanya . Vano menangkap keanehan pada kedua orang tua nya
" Dad ! apa maksud nya ini ? bicaralah jangan membuatku menjadi penasaran !". Vano menyamping lalu berhadapan dengan Jonathan dan Sherin
" Apa harus aku yang angkat bicara !". Princess kembali membuka suara dia melirik Justin di sebelahnya . Justin menganggukkan kepalanya tanda Princess bisa terus berbicara
" Tidak !! kami akan menceritakan nya !". kata Sherin menatap dalam suami nya Jonathan
" Tapi ... ".
" Tidak apa sudah saat nya mereka tau kebenaran nya !". Sherin mengengam erat tangan Jonathan tubuhnya sedikit bergetar saat mengingat kejadian 27 tahun yang lalu
" Dad !" . Vano berjongkok di depan Daddy nya . Vano mengengam erat kedua tangan orang tua nya
" Berapa usia nya Dad ?". Vano bertanya pada Daddy nya tapi tatapan nya terfokus pada Mommy nya
Jonathan memblalakan mata nya begitupun dengan Sherin. Justin menghembuskan nafasnya kasar dia sudah menduga bahwa Vano sudah mengetahui nya . Princess hanya diam menatap mereka tanpa ingin ikut campur lagi
" Hikksss ...... hikksss .... maafkan Mommy dan Daddy sayang! selama ini kami merahasiakan semua ini dari kalian ". Sherin sudah menangis Jonathan langsung memeluk Sherin dari samping dan berusaha menenangkan nya
" Daddy tak menyangka kalau kalian akan mengetahui nya ! maafkan daddy tapi ini untuk kebaikan kita semua daddy tidak ingin mengingat masa lalu tapi sepertinya kalian juga harus tau mengenai kakak pertama kalian !". kata Jonathan
"Jelaskan Dad ?". ucap Vano mata nya sudah berkaca - kaca tampak genangan air di pelupuk mata nya yang sebentar lagi akan tumpah
" Kalian sebenarnya mempunyai seorang kakak perempuan nama nya Queen Ara William . Putri sulung di keluarga Wiliam tapi takdir berkata lain takdir tak memberikan kehidupan untuk nya . Nyawa nya di renggut dua jam setelah kelahiran nya pelaku nya adalah Ronald Horison dia sangat membenci Daddy karena dalam kasus nya di pengadilan dia kalah telak . Klien daddy merupakan orang China dia mempunyai masalah dengan Ronald mengenai sengketa lahan Hotel di Singapura awalnya daddy tidak menerima tawaran nya untuk daddy menjadi pengacara nya tapi dia terus memaksa daddy sampai akhirnya daddy bersedia dan kasus itu di menangkan oleh Klien daddy tapi Ronald tidak menerima keputusan dari pengadilan dia membunuh Klien daddy setelah itu sampai dimana Mommy mu melahirkan dia pun dengan licik nya menyuruh orang- orang nya untuk membunuh bayi tak berdosa itu . Setelah kejadian itu Mommy kalian menjadi stress bahkan menjadi gila selama 2 tahun Mommy kalian di rawat di rumah sakit jiwa . Daddy begitu frustasi sudah segala cara daddy gunakan tapi sampai sekarang daddy tidak tau siapa Ronald Horison. Dia begitu licik daddy bahkan tak menemukan petunjuk walaupun hanya sedikit ". ucap Jonathan memeluk erat Sherin
" Dad kenapa baru sekarang ? kenapa ?". Vano memeluk mereka berdua . Justin pun mendekat lalu memeluk kedua orang tua nya
" Kita akan membalas kematian kakak ku Dad ! aku berjanji ". ucap Justin
". Bukan aku ingin ikut campur tapi Ronald Horison sudah tewas 15 tahun yang lalu karena pembantain yang di lakukan orang kelompok Mafia dan sekarang yang tersisa hanya lah putra dan putri nya . Jantung Sivanya berada di dalam tubuh putri dari Ronald dan untuk kematian dari keluarga Vlaron dan Smith itu merupakan perbuatan dari kekasih dari putri nya Ronald. Permasalahan ini saling berhubungan kita tidak bisa gegabah dalam hal ini ". tutur Princess dia menghela nafasnya pelan
Justin melepaskan pelukan nya begitupun dengan Vano . Mereka berempat menatap Princess tak percaya . Justin mendekat lalu duduk di samping Princess dia menatap manik hitam pekat milik Princess dengan dalam nya
" Baby ? kau menyembunyikan hal sebesar ini dari ku ?". tanya Justin
" Honey maafkan aku ! aku tak bermaksud untuk menyembunyikan nya tapi aku menunggu waktu yang tepat !". tutur Princess
" Kakak ipar kauu !!!". Vano meremas jari nya kesal . Jonathan langsung menepuk pundak Vano
" Daddy minta maaf pada kalian berdua tentang ini ". kata Jonathan
" Tidak dad , ini bukan lah salah mu ! tapi ini memang takdir ". kata Justin
" Lalu siapa sebenarnya musuh kita selama ini ? Daddy pun sudah berusaha untuk mencari tau dalang dari lenyap nya seluruh keluarga Vlaron dan Smith tapi Daddy tidak menemukan petunjuk !". jelas Jonathan
Princess mulai menceritakan semua nya dengan detail. Baik Jonathan maupun Sherin tampak sangat terkejut mereka sungguh tak menyangka bila masalah akan sangat rumit. Justin hanya menghela nafasnya pelan nampak Vano mengepalkan kedua tangan nya erat kilatan amarah terlihat dari kedua mata Vano . Justin berusaha untuk menenangkan adik nya . Vano sangat sulit untuk mengendalikan emosi nya saat marah tapi Justin dia mampu mengendalikan emosi nya maka dari itu Justin lebih terlihat stabil di bandingkan Vano
" Honey ! aku harus pergi sekarang ". ucap Princess setelah menjelaskan semua nya
" Kau akan kemana Baby ?". tanya Justin
" Aku ada urusan honey ! kau tetap lah di sini mereka masih membutuhkan diri mu ". Princess bangkit berdiri
" Aku akan mengantar mu !". tahan Justin
'' Tidak honey ! kau tetap lah di sini . Rion akan segera menjemput ku !". kata Princess
" Kenapa ?".
" Honey apa kau cemburu ?". tanya Princess. Justin melirik ke arah orang tua nya lalu kembali melirik Princess , Justin menarik lembut tangan Princess membawa nya keluar dari mansion
" Baby ? kenapa kau selalu dekat dengan Rion ?". Justin terlihat merajuk saat ini
" Honey ada apa dengan mu ? Rion hanya lah orang kepercayaan ku tapi kenapa kau harus cemburu ?". Princess menangkup kedua pipi Justin sedangkan Justin dia masih terlihat cemberut
" Ayokk lah !! apa ini sikap asli seorang King B ?". ledek Princess
" Baby kau ini sungguh nakal !". Justin mencubit hidung Princess gemas
" Honey kembalilah ke dalam sekarang mereka lebih membutuhkan mu !". Princess membalikkan tubuh Justin lalu mendorong punggung nya pelan
" Baby kau mengusir ku ?".
" Iyaaa !". cengir Princess
Tin
Tin
Tin
Suara klakson mobil membuat mereka menoleh ke arah mobil yang baru saja masuk ke pelataran Mansion William . Bugatti Divo berwarna merah terparkir cantik di sana . Princess tersenyum tipis kemudian berjalan menghampiri mobil itu . Rion menurunkan sebelah kaca mobil nya tanpa ingin turun . Rion hanya nyengir saat Princess menatap nya jengah . Bisa - bisa nya Rion membeli mobil baru secepat kilat
" Kauu !". geram Princess menunjuk wajah tampan Rion kemudian Princess melirik Justin di sebelahnya nya
" Honey aku harus pergi !".
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi Justin lalu secepat kilat Princess masuk ke dalam mobil dan Rion langsung melajukan mobil nya . Justin masih diam tak bergeming dia memegang pipi nya yang tadi di cium oleh Princess sedangkan mobil Princess sudah menghilang di ujung jalan . Justin tersadar kemudian dia tersenyum tipis
" Gadis nakal !". gumam nya lalu berbalik masuk ke dalam Mansion
" Kau bocah tengik ! bisa-bisa nya kau membeli mobil tanpa memberitau ku !". geram Princess menjitak kepala Rion dari samping
" A yo yo yo ! Nona Muda kau jahat sekali !". Rion memegang kepalanya yang tadi di jitak oleh Princess
Princess mengeryit heran akan bahasa Rion
" Apa kau sakit ?". tanya Princess
" Tidak !".
" Lalu kau dapat dari mana bahasa itu ?". Princess menaik turunkan kedua alis nya
" Aku menonton nya !".
" Apa sejenis film ?". tanya Princess
" Yaa film action !". Rion mengangukkan kepalanya
'' Apa judul nya?". tanya Princess
" Boboboy kuasa tiga !". kata Rion nyengir
Plukkk
" Aooo ! kenapa kau selalu memukul ku !". keluh Rion saat telapak tangan Princess menghantam kepala bagian belakang nya
" Hanya memukul mu tak akan membuat mu mati bukan ?". enteng Princess mendelik kesal ke arah Rion sedangkan Rion dia hanya terkekeh geli sambil menambah kecepatan mobil nya