Princess Vlaron

Princess Vlaron
Penyerangan di Mansion keluarga William



Lucas mengemudikan mobil nya sambil terus menggerutu kesal sedangkan Justin di samping nya hanya diam saja menatap ke luar kaca mobil di mana hanya kegelapan malam yang terlihat


Drrtttt Drrrtttt


Dering bunyi ponsel memecah keheningan . Justin merogoh saku nya lalu mengambil ponsel milik nya dia melihat nama kontak yang tertera di layar itu kemudian dia mengangkat nya


" Ada apa ?" . tanya Justin


"Pulang lah !!! Mansion di serang orang tak di kenal !". teriak Vano di seberang sana


Tutttt secara sepihak Justin memutuskan sambungan telpon nya


" Kita ke Mansion ku sekarang!". titah Justin . Lucas melirik pada Justin di sebelahnya tanpa berucap Lucas menambah kecepatan mobil nya menuju ke Mansion keluarga William


" Brengsek !!! ". Vano geram bukan main saat beberapa orang berpakaian serba hitam bisa masuk kedalam Mansion nya


Beberapa penjaga di luar Mansion sudah terkapar tak berdaya akibat menghirup gas beracun yang di lemparkan pihak musuh


Vano masih berusaha menahan mereka sebisa mungkin sebelum kakak nya tiba sedangkan Jonathan sedang memenangkan istrinya Sherin yang sedang ketakutan saat ini


" Dad , Mom kembali lah ke kamar dan kunci pintu nya !". kata Vano berlari masuk ke ruang tamu . Jonathan merangkul istri nya lalu beranjak menuju ke lantai atas


Blussss


Asap mengepul sempurna di depan Jonathan dan Sherin. Mereka ambruk dan pingsan seketika


" Dad , Mom !". Vano berlari menuju ke arah orang tua nya . Vano menepuk pipi Daddy dan Mommy nya tapi mereka tetap tak sadar kan diri . Vano menatap sekeliling di nama pihak musuh berdiri dengan tegap nya di hadapan nya dengan samurai di tangan mereka. Vano bangkit lalu menyerang mereka membabi buta


Pihak musuh tak kalah sengit mereka menyerang Vano secara bersama-sama


Dorrr


Dorrr


Dorrr


Tembakan beruntun membuat beberapa pihak musuh terkapar . Justin dengan mata tajam nya menatap mereka dan langsung melawan mereka tanpa basa basi. Vano pun langsung menerjang mereka semua dengan gelap mata amarah nya sudah sampai puncak saat melihat kedua orang tua nya tak sadarkan diri


" Siapa yang menyuruh mu hahhh ?". bentak Justin menodongkan pistol nya tepat di kepala musuh , pria itu menelan saliva nya saat pistol itu semakin di tekan oleh Justin di kepalanya


" Tidak akan !"? jawab nya


" Berani nya kau !". Vano langsung menebas kepala pria itu dengan sadis nya dan membuat pria itu langsung ambruk di lantai dengan kepala sudah terpisah dengan tubuhnya . Nafas Vano kian memburu saat beberapa pihak musuh kembali datang . Justin melirik Vano mereka menyeringai bersama kemudian langsung membabat habis mereka


Lucas menyeka peluh yang keluar dari dahi nya dia melampiaskan kekesalan nya pada pihak musuh dengan belati di kedua tangan nya Lucas terlihat bak psikopat yang haus akan darah saat ini


" Siapa mereka sebenarnya ?". Vano bertanya sambil melawan pihak musuh


" Pembunuh bayaran !". kata Justin


Bughh


Bughh


Duaghh


Dorr


Dorr


Beberapa pihak musuh terhempas saat Justin dan Vano menerjang mereka menggunakan kaki jenjang nya tanpa permisi Justin menembak mereka dengan brutal . Di sisi lain Lucas sudah selesai dengan lawan nya dan dia menghampiri Vano di sebelah kiri Mansion dan langsung membantu nya . Beberapa pihak musuh masih terus berdatangan entah dari mana . Mereka semakin banyak dan membuat Vano maupun Lucas kewalahan karena kemampuan mereka sedikit hebat


Kevin datang dengan nafas ngos-ngosan . Tadi Justin menelpon nya saat dia tengah tertidur dengan nyenyak nya alhasil dia terbangun dengan nyawa belum terkumpul sepenuhnya dan langsung menuju ke Mansion keluarga William


" Tikus kecil kalian menganggu jam tidur ku !". geram Kevin langsung membantu Justin di sana . Justin melirik ke arah Kevin yang baru datang itu dengan sinis nya . Bisa-bisa nya dia sampai kecolongan membiarkan Mansion nya di serang tanpa sepengetahuan nya


" Kau !!! setelah ini hukuman apa yang kau ingin kan hahh ? ". kata Justin dengan nada dingin nya pada Kevin sedangkan Kevin dia hanya mampu menelan saliva nya saat melihat tatapan Justin kepada nya seperti ingin menguburnya hidup-hidup


Pertempuran masih berlangsung. Mansion William kini berubah menjadi kapal pecah semua barang terlempar ke sana dan ke sini . Serpihan kaca terlihat berceceran memenuhi lantai begitupun dengan darah pihak musuh . Lantai putih itu berubah menjadi merah . Justin meradang melawan mereka dengan membabi buta . Kevin terdiam sesaat dia mengerjapkan mata nya saat ini Justin menunjukkan sisi gelap nya kenapa dia memiliki julukan King B karena dia merupakan seorang Raja yang haus akan darah dan akan mengeluarkan seluruh darah musuh nya bila berani mengusik nya


*****


Rion berlari dengan kencang nya sambil memegang ponsel di tangan kanan nya


Brakkkk


Dengan sangat kasar Rion mendobrak pintu kamar Princess . Di lihatnya gadis mungil itu tengah terlelap dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Rion langsung menghampiri nya dan membangunkan Princess dengan menggoyang kan bahu nya


" Hey Nona Muda , bangun lah ! apa kau tak tau kalau sudah terjadi sesuatu di keluarga William ?". geram Rion semakin mengoyangkan bahu Princess dengan kasar nya dan membuat Princess akhirnya terbangun


" Apa sih ? kau menganggu jam tidur ku !". ucap Princess dengan lesu nya . Dia cukup kelelahan sampai akhirnya dia tertidur dengan sangat nyenyak nya


" Kekasih mu sedang dalam masalah dan Calon mertua mu sedang tak sadarkan diri dan kau masih asik tertidur di sini ?". Rion berjalan mondar-mandir di samping ranjang Princess


Princess bangkit lalu duduk di atas ranjang nya dia mengucek kedua mata nya di lirik jam di dinding menunjukkan pukul 2 dini hari . Princess memicingkan mata nya menatap Rion di hadapan


" Apa yang kau lakukan bodoh ?". tanya Princess


" Kenapa kau bertanya pada ku ?". kata Rion


" Lalu apa tujuan mu menganggu jam tidur ku ?". Princess menatap Rion dengan tajam nya


" Apa kau tak mendengar ucapan ku tadi kalau sesuatu sudah terjadi di Mansion keluarga William ?". Rion menatap jengah gadis di hadapan nya dia nampak biasa saja padahal kekasih dan calon mertua nya sekarang dalam bahaya


" Ohhh sudah di mulai ternyata!". acuh Princess kembali menjatuhkan tubuhnya dan menarik selimut nya hingga sebatas leher


" Kau apa yang kau lakukan hahh ? apa kau tak ingin membantu nya ?". Rion tak habis pikir gadis ini terlalu bersikap santai dan tenang


" Siapa yang sedang kau khawatir kan Rion ? King B ? kau lupa siapa pria itu ?". kata Princess dengan mata terpejam


Rion nampak berpikir kedua tangan nya melipat di depan dada kemudian dia menepuk kening nya merutuki kebodohan nya tak seharusnya dia mengkhawatir kan King B " Kau benar tak seharusnya aku mengkhawatir kan pria itu !". ucap nya


" Yaa!!".


" Lalu calon mertua mu itu ?". Rion mendapatkan laporan bila mereka terkena gas beracun


" Mark akan mengurus nya !".


'' Jadi kau sudah tau tentang penyerangan ini ?". tanya Rion


" Yaa!". kata Princess membalikkan tubuhnya membelakangi Rion dan semakin memperbaiki posisi tidur nya agar dia nyaman


" Ck,,,, apa kau tak perduli sama sekali dengan mereka?". Rion menatap jengah Princess saat ini . Gadis ini terlalu tenang menurut nya


Princess membuka mata nya kemudian dia bangkit lalu duduk kembali sambil menatap jengah ke arah Rion


" Kau terus saja menggangu ku Rion !! tak bisakah kau membiarkan aku istirahat sebentar saja !". cebik Princess


" Astaga gadis macam apa yang aku hadapi saat ini ?". Rion mengelengkan kepalanya


" Pergilah aku ingin istirahat ! mereka akan baik-baik saja !". kata Princess


" Yaa !". cebik Rion berjalan keluar dari kamar Princess


" Apa kau ingin bermain ?". tanya Princess . Rion menghentikan langkahnya kemudian dia berbalik menatap Princess dengan selidik


" Bermain ? kapan ?". tanya Rion


" Sekarang !". kata Princess langsung bangkit dari ranjang nya


" Di mana ?".


" Bersiap lah ! aku menunggu mu 5 menit dari sekarang !". Princess berlalu masuk ke dalam kamar mandi


" Benar - benar gadis aneh tadi katanya ingin tidur tapi sekarang ingin bermain !". Rion mengangkat kedua bahunya acuh lalu melesat pergi untuk bersiap - siap


*****


" Mom , Dad ! bangun lah ". Vano panik saat kedua orang tua nya tak sadar kan diri . Justin segera menghampiri Vano setelah membabat habis para musuh


" Dad , Mom !". Justin bersimpuh di hadapan Daddy dan Mommy nya yang tak sadarkan diri


" Cepat telpon Lucky !". kata Vano dan Kevin pun segera menelpon Lucky kakak nya


Suara langkah kaki kian terdengar semakin mendekat . Mark dan Cleo mengatur nafasnya saat sudah sampai di depan pintu kamar milik Jonathan


" Maaf terlambat !". Mark melenggang masuk . Semua mata menatap Mark dan Cleo saat ini


" Kenapa kau bisa berada di sini ?". tanya Lucas


" Maaf master ini perintah !". kata Mark mengambil sebuah jarum suntik yang di dalam nya sudah terdapat suatu cairan entah apa itu


" Apa yang akan kau lakukan ?". tanya Vano


" Mereka terkena racun aku hanya akan memberikan penawar nya !". kata Mark datar langsung menyuntikkan jarum itu di lengan Jonathan sedangkan Cleo dia juga sedang menyuntikkan cairan yang sama pada Sherin


" Semoga ini akan bekerja !". kata Mark


Lucas menatap Mark dan Cleo penuh selidik


" Apa ada yang kalian sembunyikan?". tanya Lucas


Cleo dan Mark saling lirik . Di saat yang bersamaan Lucky masuk dengan tas peralatan medis di tangan nya


" Bagaimana keadaan nya ?". tanya Lucky


" Mark sudah memberikan penawar untuk racun itu !". kata Vano sedangkan Justin masing mengengam tangan Mommy nya dengan erat. Lucas menepuk pundak Justin sedangkan Kevin dia menyandarkan sebelah pundak nya di tembok


" Kalian belum menjawab pertanyaan ku ?". kata Lucas menatap Mark dan Cleo


" Ini merupakan perintah dan kami hanya menjalankan nya saja !". elak Cleo


" Perintah siapa ?". tanya Justin


" Nona Muda !". ucap kompak mereka


" Gadis itu sudah kembali tapi tidak memberitau ku !". geram Lucas


Uhukkk.........Uhukkkk


Jonathan tersadar sambil terbatuk- batuk dan sedikit mengeluarkan darah dari mulut nya


" Dad kau sadar ?". Vano segera menghampiri Daddy nya


" Ini berikan air ini !". Mark memberikan segelas air yang sudah di campur dengan obat penawar sebelum nya pada Vano . Vano menerima nya dan langsung memberikan nya pada Jonathan Daddy nya


" Mom sadar lah !". Justin mengelus kepala mommy nya dengan lembut


". Sayang , hey bangun lah ?". Jonathan langsung mengubah posisi nya dan langsung memeluk istri nya itu yang masih belum sadarkan diri


Mark menghembuskan nafasnya kasar . Cleo nampak masih menguap beberapa kali jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 dini hari . Beberapa saat kemudian Sherin sadar dan Mark langsung memberikan air yang sama pada Sherin . Justin memeluk mommy nya begitupun dengan Vano wajah bahagia sangat terlihat di sana . Lucky yang masih diam di sana menyenggol lengan adik nya Kevin , dia pun merindukan saat-saat kebersamaan dengan keluarga nya tapi Kevin dia malah menjauh dari keluarga nya alhasil keluarga nya terpecah dan Lucky hanya mampu menghembuskan nafasnya pelan saat adik nya bersikap acuh pada nya


" Kami harus pergi !". kata Mark sudah siap dengan tas dokter nya di tangan kanan nya


" Kenapa kalian sangat terburu-buru ?". Lucas berdiri di hadapan Cleo dan Mark


" Pesawat kami sudah menunggu master !". kata Cleo sedangkan Mark dia hanya mampu menelan saliva nya saat Lucas menatap nya tajam


" Kalian hendak kemana ?". Justin membuka suara nya


" China ! kami permisi !". kata Mark langsung melesat pergi begitupun dengan Cleo mereka secepat kilat meninggalkan kamar itu


" Mereka sangat menyeram kan !". kata Cleo


'' Ini belum seberapa !". kata Mark mempercepat langkah nya


" Apalagi yang di rencanakan gadis nakal itu ?". geram Lucas


Justin bangkit berdiri lalu menyelimuti mommy nya " Tidur lah Mom , lupakan kejadian hari ini ! semuanya akan baik-baik saja !'. kata Justin


" Ya baiklah !". kata Sherin . Jonathan langsung memeluk istrinya kembali " Siapa mereka ?". tanya Jonathan


" Mereka hanya pembunuh bayaran Dad!". kata Justin


" Tapi kenapa mereka menyerang kita ?".


" Kalian istirahat lah kita bahas ini nanti saja . Saat ini mommy sangat ketakutan !". kata Vano


" Ya. baiklah tapi kalian harus tetap berhati-hati !". kata Jonathan


" Baik Dad !". ucap Justin dan Vano


Mereka pun pergi dari sana tujuan mereka saat ini adalah ruang kerja Justin


" Siapa sebenarnya mereka ?". Vano mendudukan bokong nya di sofa sedangkan Justin dia menuju ke lemari pendingin lalu mengambil minuman kaleng kemudian meneguknya hingga tandas


" Mereka sudah bergerak ! dan kau kenapa sampai bisa kecolongan hahh !". geram Justin meremas botol minuman kaleng itu lalu melempar nya tepat ke tong sampah di sebelah nya


" Maaf !". hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Kevin


" Aissss ini membuat ku semakin pusing !". kata Lucas


" Di mana gadis itu sebenarnya ?". tanya Justin


'' Kau bertanya pada ku ? lalu aku harus bertanya pada siapa bukankah seharian ini aku bersama dengan mu !". kata Lucas


" Ckk,,,, gadis itu benar-benar nakal !". ucap Justin


" Hanya Rion yang tau di mana gadis itu ". kata Lucas lagi sedangkan Justin dia mengepalkan kedua tangan nya saat mendengar nama Rion entah kenapa Justin selalu tak suka bila Princess dekat dengan pria lain di luaran sana


" Kau cemburu ? hahahaha ,,,,, nanti kau akan lebih cemburu kalau semua pria-pria itu sudah mulai menampakkan diri nya !". geli Lucas saat melihat raut wajah Justin


" Apa maksud mu ? pria mana lagi itu ?". tanya Justin


" Dia adalah sang Princess tentu banyak pria-pria tampan di sekitar nya !". seru Lucas


" Ckk,, !". Justin mengacak rambutnya kasar . Apa yang di katakan Lucas benar ada nya selama ini Princess memang selalu di kelilingi oleh pria-pria tampan


" Lalu kenapa Mark dan Cleo pergi ke China ? apa Lucifer terluka sampai dia mengirim mereka berdua ke sana?". tanya Justin


" Aku tidak tau soal itu !". datar Lucas memang dia tak tau mengenai kepergian Mark dan Cleo ke China untuk hal apa


Kevin dan Lucky saling lirik kemudian mereka menghembuskan nafasnya pelan secara bersamaan


Di sisi Princess


Rion terkikik geli saat bangunan itu meledak akibat ulah nya . Siapa suruh bermain-main dengan Princess maka orang itu akan lenyap dari muka bumi. Tumpukan mayat itu berkobar bak api unggun pelaku nya adalah Rion . Wajah tak berdosa Rion membuat Princess tersenyum tipis . Bunyi ledakan masih terdengar dari dalam bangunan yang sebentar lagi akan roboh . Princess menyenderkan tubuhnya di kap mobil sedangkan Rion dia tengah asik melihat kobaran api di mana di sana beberapa pria masih hidup tapi sudah di bakar oleh Rion . Tawa jahat keluar dari bibir tipis Rion


" Ayok kita pergi ! sudah menjelang pagi !". Princess menatap langit di mana sudah mulai cerah


" Ayok !". Rion masuk ke dalam mobil milik nya begitupun dengan Princess masuk ke dalam mobil milik nya


Mobil mereka melaju cepat di jalanan pagi hari di mana mentari sudah mulai naik ke atas sana . Princess tersenyum smrik di dalam mobil nya . Sungguh nasib sial untuk mereka yang sudah berani mengusik sang Princess karena nyawa adalah taruhan nya


Mark dan Cleo sudah berada di dalam pesawat mereka terlihat sangat kelelahan sampai akhirnya mereka pun tertidur tanpa mereka sadari. Beberapa The Blue terlihat sedang melakukan tugas mereka melalui laptop di pangkuan nya sedangkan The Black mereka sedang mempersiapkan beberapa senjata yang akan mereka gunakan untuk bertempur nanti


Di sisi lain di dalam pesawat juga tapi pesawat yang berbeda nampak seorang pria tengah merakit senjata nya yaitu pistol terbaru buatan nya dengan sangat hati-hati pria itu merakit nya . Di sebelah pria itu nampak pria-pria lain nya juga sedang sibuk mempersiapkan senjata mereka .


'' Kita akan bermain setelah sekian lama !". ucap salah satu dari mereka


" Ya dan seperti nya nanti kita akan sangat menikmati permainan itu !". kata pria lain nya


" Berhati-hati lah jangan sampai terluka atau Leader akan mengamuk !". titah seorang pria lain nya


" Kami mengerti !". paham mereka


" Bagus !". pria satu itu melesat pergi meninggalkan pria-pria lain nya di sana


Princess menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang di mana sang mentari sudah di atas kepalanya . Princess menarik selimut nya hingga sebatas leher kemudian dia tertidur dengan sangat nyenyak nya setelah melakukan pembantaian pada pembunuh bayaran yang di sewa oleh Jerry untuk menyerang keluarga William . Jangan tanya dari mana Princess tau soal itu ! dia adalah sang Princess dan dia selalu satu langkah di depan para musuh nya