Princess Vlaron

Princess Vlaron
Hancur dan Lenyap untuk penghianat



Vano melirik sinis kepada kedua pria itu dan membuat kedua pria itu semakin ketakutan


" Kenapa kau datang kemari ?".tanya datar Justin pada adik nya dengan wajah dingin nya


" Apa aku menganggu kesenangan mu hahh ?". tanya Vano dengan memutar kedua bola mata nya dengan sangat malas


" Ya kau sangat menganggu !". ketus Justin kemudian berbalik menatap kedua pria itu


" Ckk,,,,, sudahi bermain - main nya , mata ku sangat sakit melihat mereka berdua masih bisa bernafas ". kata Vano merampas pisau lipat yang berada di tangan Justin dan secepat kilat pisau itu sudah berpindah tangan dan sekarang berada di tangan Vano


" Terserah !! ". Acuh Justin pasrah saat adik nya itu mulai berulah


Vano menyeringai penuh arti kepada dua pria di hadapannya . Vano mendekat mencondongkan sedikit tubuh nya menyetarakan tinggi nya dengan kedua pria itu


" Apa sekarang kalian menyesal telah berkhianat hahhh ? apa kau lupa siapa diri mu dan siapa Red Blood , apa kau lupa hahhh ?". bentak Vano menarik rambut di kepala pria itu membuat nya mendongak menatap manik hitam pekat milik Vano


" Maaf kan saya , saya khilaf saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi ". ucap gemetar pria itu sambil menahan sakit di kepala nya akibat tarikan tangan Vano terlalu kuat


" Cihh itu tak akan pernah terjadi dan kau tentu saja tau apa hukuman untuk seorang penghianat !". geram Vano semakin menarik rambut pria itu dengan tangan kiri nya membuat pria itu menampilkan raut wajah yang sangat menyedihkan


Sedangkan pria di sebelah nya hanya bisa menelan saliva nya saat ini jangan lupakan tubuhnya yang terus bergetar hebat karena melihat pemandangan di depan nya


Crassss


" Arkkkhhhh ".


" Hahhhh !". pria itu membulatkan mata nya saat tangan kanan Vano yang memegang pisau lipat itu dengan enteng nya mengorok leher rekan pria di sebelah nya


Vano semakin menyeringai tatkala satu pria itu sudah tak bernyawa dengan darah keluar dari leher nya . Vano melirik ke arah samping di mana pria satu nya masih hidup dan terus berusaha untuk memberontak untuk bisa melarikan diri


" Akan sangat sia- sia bila kau mencoba untuk kabur dari sini, bukan ? Tentu saja kau sudah tau apa konsekuensi bila menjadi penghianat di Red Blood tapi kenapa kau harus berhianat hahhh ? apa karena uang , apa selama ini kau kekurangan uang hingga menerima tawaran si Jerry bre'ngsek itu untuk kau bekerja sama dengan nya ? Jawabbb ". teriak Vano di depan pria itu


" Tidak !! maafkan saya berikan saya kesempatan kedua ". gugup gemetaran jadi satu bahkan pria itu sudah terlihat kencing di celana nya. Vano menatap malas ke arah pria itu lalu Vano berbalik melangkah menjauh membuat pria itu menghela nafasnya pelan


" Tidak akan ada kesempatan kedua dan kau tentu tau itu bukan ?". ucap enteng Vano


Dor


Dor


Dua timah panas bersarang di kepala pria itu . Vano berbalik lalu menembak nya dengan pistol kesayangan nya yang dia sembunyikan di balik jas hitam nya


" Seharusnya kau bermain dengan cepat kak dan jangan buang waktu mu ". kata Vano melesat berjalan keluar dari ruang bawah tanah


Justin menghembuskan nafasnya kasar saat mendengar ucapan adik nya Vano . Siapa juga yang ingin bermain-main dengan mereka dan membuang waktu dengan percuma , begitulah pikir Justin


" Bereskan mereka !'. perintah Justin pada Kevin yang masih setia menyenderkan sebelah bahu nya di dinding di pojok ruangan


" Baiklah !". ucap Kevin santai . Justin pun keluar meninggalkan ruang bawah tanah


Kevin masih melihat Justin hingga dia menghilang di balik pintu kemudian Kevin berjalan mendekat ke arah dua mayat mantan anggota Red Blood itu


" Kalian melakukan kesalahan yang sangat fatal dan seluruh keluarga kalian akan menanggung akibatnya ". kata Kevin tersenyum kecut lalu dia berjalan keluar


" Bereskan mereka ". kata Kevin pada Mafioso RB yang sedang berjaga di luar ruang bawah tanah kemudian Kevin kembali melanjutkan langkahnya menuju ke lantai utama sedangkan beberapa Mafioso itu langsung masuk ke dalam ruang bawah tanah itu


" Astaga ini benar-benar mengenaskan !". ucap salah satu Mafioso bergidik ngeri melihat kedua mayat itu


" Aku tak akan pernah berkhianat , ini sungguh mengerikan aku masih menyayangi nyawa ku !". sahut yang lain nya


" Sudah - sudah cepat lakukan pekerjaan kalian !". kata Mafioso lain nya


Sedangkan di ruang rahasia King B , terlihat Vano sedang menenggak sebotol minuman dingin sambil menatap tajam ke arah kakak nya Justin


" Apa ? ". tanya Justin


" Apa yang sudah di lakukan kakak ipar ? kenapa dia mengurung mereka di Jerman ?". tanya Vano yang memang sudah memanggil Princess dengan sebutan kakak ipar


"Jadi kau sudah tau ?". tanya Justin


" Apa yang tidak aku ketahui ? ". ucap Vano berjalan menuju ke arah Justin dan mendudukan bokong nya di sofa di depan Justin


" Entahlah sepertinya kakak ipar mu punya rencana lain". kata Justin dengan enteng nya dan membuat Vano yang mendengar nya hanya bisa tersenyum kecut


Kevin datang menghampiri kedua saudara itu lalu Kevin mendudukkan bokong nya tepat di depan Justin sedangkan Vano berada di sebelahnya


" Jadi apa ?". tanya serius Kevin


Justin menaikkan sebelah alis nya dia melirik Vano , sedangkan Vano hanya mengangkat bahu nya acuh tanda tak tahu


" Aku harus pergi ". kata Justin bangkit berdiri lalu beranjak pergi


Vano dan Kevin menatap kepergian Justin , mereka pun dengan kompak nya menghembuskan nafasnya kasar


" Hey bung apa kau tak akan memberitahu ku ?". seru Kevin menatap Vano di sebelah nya


" Hey hey jangan menatap ku seperti itu , sungguh menggelikan !". cebik Vano bangkit berdiri lalu berjalan meninggalkan Kevin


" Kakak dan Adik sama saja !!". ucap Kevin setengah berteriak


" Tentu saja kami sama ". ucap bangga Vano sebelum dia menghilang di balik pintu


Di sisi lain , Rion terlihat sedang bersembunyi di sebuah batang pohon yang besar . Rion menyembulkan kepalanya mata elang nya bergerak kesana-kemari memantau situasi di sekitar nya


" Bagaimana Roy ?". tanya Rion dari balik earphone nya


" Aman , kau bisa bergerak sekarang . Di beberapa tempat sudah terpasang bom dan The Blue sudah meretas semua cctv di sana , The Black pun sudah di tempat nya ". jelas Roy di seberang sana


" Baiklah !". paham Rion dengan sangat perlahan Rion keluar dari tempat persembunyiannya , dengan langkah pelan dia bergerak menyusup masuk ke dalam castil tua itu . Nampak dari kejauhan Rion bisa melihat dengan jelas beberapa perwira tinggi negara tengah berjaga di luar castil dengan senjata lengkap di tangan mereka . Rion tersenyum tipis


" Baj'ingan kecil , kalian ingin bermain dengan seorang Princess Vlaron tentu itu tak akan pernah terjadi ". gumam Rion mengeluarkan pistol kesayangan nya dari balik jaket nya


Bommmmm


Bommmmm


Bommmmm


Tiga ledakan besar terjadi dari tiga penjuru castil , Rion menyeringai saat mendengar suara bom itu


Keadaan di dalam castil sungguh kacau , banyak yang sudah terluka sedangkan beberapa orang masih berlarian untuk menyelamatkan diri tapi semuanya sudah terlambat semua jalan keluar sudah di kepung oleh The Black


" Sungguh menjijikkan , lihatlah siapa kalian tapi siapa juga yang kalian lindungi ". kata Rion melangkah dengan cool nya serta pistol di tangan kanannya


Beberapa anggota perwira tinggi negara itu menoleh , mereka begitu terkejut akan kehadiran Rion di sana . Mereka pun mengangkat senjata mereka dan tanpa berkata mereka menembak Rion dengan senjata laras panjang mereka


Rion kembali tersenyum smrik , dia berlari lalu bersembunyi untuk menghindari tembakan dari para tentara itu


baku tembak terjadi begitu sengit , The Black begitu kalap apalagi ini semua berhubungan dengan Princess mereka


1 jam berlalu , The Black berhasil menguasai seluruh castil, mereka kembali memasang bom di setiap sudut castil yang sangat besar itu , beberapa senjata buatan pabrik RB terlihat berjejer rapi di salah satu ruangan bahkan senjata itu di agung kan bahkan di buatkan tempat khusus tapi itu sudah tidak ada gunanya lagi apalagi senjata itu sudah di sentuh oleh para musuh yang artinya mereka pun harus hancur dan lenyap. Bom terpasang , sebagian dari The Black langsung berlari keluar dari castil


Rion terlihat sedang mengejar salah seorang tentara yang tengah melarikan diri masuk ke dalam hutan , di atas sana drone milik sang Princess terus merekam setiap adegan demi adegan


" Mau lari kemana kau hahh ?". deru nafas Rion begitu memburu , dia terus berlari mengejar pria itu


Dorr


Dorr


Dorrr


Tiga tembakan dari Rion meleset begitu saja , pria itu sungguh lihai dan membuat Rion yang notabene nya penembak jitu kewalahan tapi Rion tak mau kalah dia terus berlari sampai akhirnya dia bisa menggapai pria itu bahkan Rion langsung menerjang nya . Pertarungan sengit terjadi pria itu melawan Rion dengan cukup hebat karena ilmu beladiri nya cukup bagus untuk seorang tentara seperti dirinya


" Arhhhkkkk ,,,,,,, siallll". desis Rion saat belati milik pria itu mengores lengan sebelah kanan nya , bukan karena rasa sakit tapi Rion takut terkena amarah sang Princess nanti sedangkan pria itu nampak tersenyum mengejek ke arah Rion dan itu semakin membuat Rion geram bukan main


Rion kembali menerjang pria itu cukup lama karena kemampuan mereka hampir selevel


Doorr


Doorr


Dua timah panas bersarang di jantung pria itu , Rion menembak nya saat pria itu lengah dan pria itu pun ambruk ke tanah dan tewas seketika . Rion menyeka peluh yang keluar dari dahi nya dia melirik lengan kanan nya yang terus mengeluarkan darah , dengan cepat Rion pergi dari sana


Di dalam Mansion Vlaron , Princess menatap layar besar di hadapannya dengan raut wajah dingin nya siaran langsung dari drone yang dia kirim membuat emosi dari Sang Princess sedikit tak stabil apalagi saat ini Rion tengah terluka


Suara deru mesin mobil terdengar , Justin turun dari dalam mobil dan dia langsung masuk ke dalam Mansion . Justin terus berjalan lalu menaiki lift dia menuju ke lantai 3 , setelah sampai di sana Justin melihat lampu kamar di kamar Princess sudah padam


" Dia sudah tidur ". gumam Justin lalu dia pergi dari sana menuruni anak tangga menuju ke lantai 2 di mana kamarnya berada


Lantai 3 Mansion Vlaron memang di khususkan untuk Princess sedangkan di lantai 2 khusus untuk orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan Princess seperti , Justin kekasih dari Princess , Lucas kakak angkat Princess , Lucifer adik angkat Princess jangan lupakan Duo R orang kepercayaan sang Princess


Kembali ke sisi Princess ,


" Datang ke Mansion ku sekarang juga ". kata Princess pada lawan bicaranya di seberang sana , kemudian Princess langsung menutup sambungan telponnya dengan sepihak


" Aihhhh ini menyebalkan !!". gerutu seseorang di seberang sana