Princess Vlaron

Princess Vlaron
Cemburu



Bunyi dering nada ponsel membangunkan seorang gadis yang tengah menjelajah di dunia mimpi dia merogoh asal sekeliling nya tapi tak menemukan benda pipih persegi panjang itu lalu dia beralih merogoh di nakas samping tempat tidur nya dengan perasaan dongkol dia mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menelpon nya sepagi ini " Shhhh Siapa ?". ucapnya setengah sadar


" Dia kembali !". kata seorang pria di seberang sana


" Hahh apa ?". gadis itu masih mengumpulkan seluruh nyawanya dengan mengerjapkan pelan kedua matanya menyesuaikan dengan cahaya mentari yang menerobos masuk melalui jendela kaca besar di sisi kiri kamar nya


" Dia sudah kembali dan sudah berada di Singapura!".kata pria itu yang tak lain adalah Rion


" Oh Damn it !! Princess bangkit lalu duduk di atas kasur nya sambil mengucek kedua mata nya dengan tangan kirinya


" Apa kau yakin Rion ? ". tanya nya lagi


" Ya aku sangat yakin!". kata Rion


" **** mereka bergerak terlalu cepat! awasi ular betina itu tapi jangan sampai dia curiga ". ucap Princess


" Oke!". seru Rion


Tuttt


Panggilan di putus secara sepihak oleh Princess lalu dia bergegas menuju ke kamar mandi untuk bersiap siap


" Apa kau tak ke kantor hari ini ? ". tanya Lucas menatap Justin di hadapan nya


" Tidak ! ". datar Justin


Princess menuruni anak tangga lalu beranjak menuju ke meja makan dan melihat bahwa tiga pria tampan itu sudah menunggu nya . Princess langsung duduk di samping Lucifer yang tengah asik memakan sandwich nya


"Apa kau tak pergi ke kantor kak ?". tanya Princess menatap Justin yang tidak mengenakan pakaian kantor melainkan berpakaian kasual


" Aku ada urusan! Nick akan mengurus semuanya ". kata Justin lalu meneguk segelas susu nya


" Cihh enak sekali !! aku pun ingin seperti itu , apa boleh aku tak ke kantor hari ini ?". Lucas menatap Princess penuh harap


" Tidak sama sekali !! apa kau pikir selama ini aku tak mengawasi pekerjaan kalian ". sarkas Princess


" Cihhh menyebalkan". cebik Lucas


" Lalu kau apa akan pergi ke kampus?". tanya Justin


" Eumm!". gumam Princess memakan roti di tangan nya


" Mau aku antar ?". tanya Justin dan Princess menggelengkan kepalanya


" Aku akan bawa mobil sendiri !". kata Princess


" Baiklah !". ucap Justin


Princess menatap Justin penuh arti sedangkan Justin yang merasa di tatap oleh Princess menghentikan acara makan nya lalu menatap Princess balik dengan tatapan yang tak seperti biasanya . Hal itu tak lepas dari perhatian duo L di samping mereka


" Ekhmmm!". dehem Lucas membuat Princess dan Justin memalingkan wajah nya masing masing


" Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua ?". tanya Lucas


" Tidak ada !". sahut kompak Princess dan Justin sedangkan Lucas hanya menatap mereka datar kemudian mengangkat bahunya acuh


" Lc lanjutkan rencana mu !! ". seru Princess melirik Lucifer di sebelah nya yang sedari tadi hanya diam saja


" Baiklah". ucap Lucifer


" Aku harus pergi!". Princess beranjak bangkit dari kursi nya lalu melenggang pergi


Justin menatap kepergian Princess beberapa saat kemudian Justin pun beranjak pergi di ikuti Lucas di belakangnya dan hanya tersisa Lucifer sebagai penunggu di Mansion


******


Seorang gadis cantik turun dari pesawat dengan tangan kirinya menarik sebuah koper yang berukuran sedang dan tangan kanan nya memegang ponsel seperti sedang menghubungi seseorang


Brukkkk


" Aoo ". ringis gadis itu tak kala seorang pria menabrak nya


" Apa kau bisa berjalan dengan benar ". cecar pria itu menatap tajam gadis di depan nya


" Kau yang seharusnya berjalan dengan benar !! apa kau tak melihat bahwa aku sedang berdiri di sini hahh !" teriak gadis itu menunjuk pria di hadapan nya


" Minggir dari jalan ku!". kata pria itu lalu melenggang pergi dengan sedikit menyenggol bahu gadis itu menyebabkan dia sedikit terhuyung ke belakang


" Hey kau !!! pria s*alan ". geram gadis itu lalu beranjak pergi


Gadis itu pun menyeret koper nya dengan perasaan dongkol dia bergegas menuju ke pintu keluar Bandara


Markas RB


" Apa kau yakin bahwa dia sudah kembali ? ". tanya Justin


" Ya !!! aku sangat yakin ". kata Kevin memutar kursi nya lalu beranjak bangkit menuju ke sofa


" Kenapa harus sekarang!!!". geram nya


" Hey bung apa kau belum move on ". Kevin terkekeh kala melihat ekspresi wajah Justin


" Aku sudah melupakan nya tapi kenapa dia harus kembali". kata Justin menyenderkan tubuhnya di sofa dengan mata terpejam


" Lalu bagaimana hubungan mu dengan Nona Muda ?". tanya Kevin


" Entah lah ! dia masih bingung tentang perasaan nya !". datar Justin


" Berikan dia waktu untuk berpikir dan ingat kau tak boleh egois ". kata Kevin


" Aku tau !". ucap Justin


" Dan apapun keputusan nya nanti kau harus bisa menerima nya ! ingat cinta tak boleh di paksakan". ucap Kevin


" Aku tau !". kata Justin lalu beranjak berdiri


" Kau mau kemana?". tanya Kevin yang melihat Justin beranjak dari duduknya


" Aku ada urusan !". ketus Justin beranjak pergi


" Cehhhh! apa kisah lama akan terulang lagi?". gumam Kevin mengelengkan kepalanya


Markas The CL


" Kenapa kau tak menyuruh orang mu untuk menjemput ku dari awal ! kau tau aku sudah menunggu 2 jam ". omel seorang gadis pada gadis di depan nya


" Apa kau bisa diam hahh !!". geram gadis yang tak lain adalah Princess


" Cihhhh !! kenapa jadi kau yang marah seharusnya aku yang marah ! aku sudah jauh jauh datang ke Singapura karena kau". tunjuk gadis itu pada Princess


" Nona Cleo aku peringatkan sekali lagi agar kau menutup mulut mu itu !".geram Princess menunjuk gadis di depan nya yang tak lain adalah Cleopatra Ojanee


" Cihhhh!". decih Cleo memutar kedua bola mata nya dengan malas


" Aku tak menemukan nya !". Mark datang dengan wajah kesal nya sedangkan Princess hanya menatap nya tajam


Brukkk


Mark menjatuhkan tubuhnya di atas sofa tanpa melihat bahwa ada seorang gadis di depan nya " Kau !". tunjuk Mark saat mata nya melihat seorang gadis yang dia tabrak di Bandara tadi ada di depan nya


" Apa !!! ". ketus Cleo menatap jengah ke arah Mark


" Kenapa dia ada di sini ?". Mark membenarkan posisi duduk nya lalu menatap Princess


" Bukahkan tadi aku menyuruh mu untuk menjemput nya ? lalu kenapa kau tak bersama nya datang ke sini hahh ?". geram Princess menatap tajam Mark


" Hey tunggu bukankah kau menyuruh ku menjemput Leo ? bahkan aku sudah menulis nama nya di sini?". Mark menunjuk kan papan yang bertuliskan Leo di atas nya


" Hey kau nama ku Cleo bukan Leo !! seenak nya kau mengganti nama ku ". geram Cleo


" Hahhh". Mark menghembuskan nafasnya kasar


" Bodoh!!!". cibir Princess


" Astaga apa aku salah dengar!". ucap Mark pelan


" Telinga mu harus di periksa ke dokter !". sinis Cleo


" Sudah ! di sini kalian adalah rekan kerja aku harap kalian bisa akur !". kata Princess


" Rekan ? bersama nya ? tidak mau!!". kata Cleo


" Aku pun tak sudi menjadi rekan dengan wanita jadi-jadian seperti mu". cibir Mark


" Cukup!!". teriak Princess bangkit berdiri menatap tajam ke arah Cleo dan Mark


" Dengar kan aku baik baik Nona Cleo ! aku sudah menebus mu dan mengeluarkan mu dari dalam penjara itu jadi sekarang menurut lah . Bekerja sama dengan ku tak akan membuat mu menjadi miskin tapi sebaliknya kehidupan akan menjadi lebih baik saat bersama ku jadi aku peringatkan untuk terakhir kali nya menurut atau akan aku kirim kau menemui kedua orang tua mu di akhirat sana ". sarkas Princess dengan nafas memburu entah kenapa dia sekarang menjadi sangat emosi


Cleo menelan saliva nya saat melihat tatapan tajam gadis di depan nya " Eumm baiklah !". pasrah Cleo dia tak ada pilihan lain selain harus menuruti keinginan Princess


" Huhh ! maafkan aku karena sudah berteriak padamu !". kata Princess menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa


Cleo dan Mark saling lirik kemudian mengangkat kedua bahunya acuh


" Kenapa Baby ?". Lucas menghampiri mereka dengan Lucifer di sebelah nya dan ikut duduk di sana


" Dia siapa ?". tunjuk Lucas pada Cleo


" Cleopatra Ojanee dia dokter ahli Forensik yang akan menjadi rekan dari Mark". kata Princess


" Ooo". Lucas membulatkan bibirnya lalu mengangukkan kepalanya tanda mengerti


" Argggghhh !!! emosi ku benar benar tidak stabil ! ". geram Princess mengepalkan kedua tangan nya


" Apa ada yang membuat mu terganggu ?". tanya Lucifer


" Sepertinya!". datar Princess


" Roy , Rion di mana kalian?". teriak Princess mengema di bangunan Markas utama


" Kami di sini !". Roy dan Rion berlari sambil mengatur nafas nya


" Ikut dengan ku !" . titah Princess beranjak berdiri lalu melenggang pergi di ikuti Roy dan Rion di belakangnya


" Nona Cleo aku tau siapa dirimu jadi lebih baik kau menurut dari pada nyawa mu taruhan nya !". kata Lucas santai tapi tidak untuk Cleo yang mendengar nya


" Shhh ahh ini benar benar membuat ku pusing ". ucap nya


" Menurut lah daripada kau akan mati sia sia !". kata Lucifer lalu beranjak berdiri dan pergi meninggalkan mereka dan sekarang hanya tersisa 3 orang di sana


" Kenapa dia bisa semarah itu Mark ?". tanya Lucas


" Entah tapi sepertinya bukan karena kesalahan ku !". datar Mark


" Ada apa dengan nya ?". gumam Lucas sedangkan Cleo hanya menghembuskan nafasnya kasar tak menyangka dia bisa berurusan dengan Princess


" Bisa kau tunjukkan di mana kamar ku !". Cleo beranjak bangkit dari duduk nya


" Ayok akan aku antar !". kata Mark beranjak bangkit lalu berjalan naik ke lantai atas dan di ikuti oleh Cleo di belakangnya


Princess menatap tajam dua pria di hadapannya dengan tangan kanan nya memijit pelipisnya " Shhh ah aku tak bisa mengendalikan emosi ku saat ini !". kata Princess berjalan kesana kemari dan itu membuat Roy dan Rion mengelengkan kepalanya


" Apa kau sedang cemburu Nona ?". celetuk Rion dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Roy di samping nya


" Begitukah aku cemburu?". Princess berdiri tepat di hadapan dua pria itu


" Mungkin saja kau cemburu karena Oca sudah kembali ke Singapura!". kata Roy


" Shhhh ini membuatku pusing!". Princess menjatuhkan tubuhnya di sofa . Roy dan Rion pun ikut duduk di sana


" Semua persiapan sudah siap ! jadi kapan kau akan berangkat?". tanya Roy


" Beberapa hari lagi ada hal yang harus aku pastikan sebelum aku pergi!". kata Princess


" Oh baiklah ". kata Roy


"Lalu sejauh mana pengawasan kalian pada Oca ?". tanya Princess


" Hahahaha dia tak sepolos dugaan ku! sungguh menjijikan memang pantas di sebut wanita ular !". cibir Rion


" Yakk kau benar !". tambah Roy menepuk pundak Rion


" Kalian harus memastikan keadaan aman terkendali saat aku pergi nanti ". kata Princess


" Pasti! semuanya akan aman terkendali ". seru Roy


" Eummm bagus ! kalian memang bisa di andalkan ". kata Princess


" Tentu". bangga Roy


" Sekarang pergi lah aku ingin sendiri!". titah Princess. Roy dan Rion pun langsung bangkit berdiri dan meninggalkan Princess seorang diri di sana


" Shhhh dada ku terasa panas saat mendengar nama wanita ular itu ! apa aku sungguh cemburu pada nya ? oh ayoklah otak berpikir !!! ". gumam Princess sembari memijit pelipis nya kemudian dia bangkit dan berjalan menuju ke meja komputernya


" Aishhhh ini sangat sulit !siapa yang membuat kode kode rumit seperti ini ! ". geram Princess saat mencoba mengakses infomasi lebih lanjut mengenai Oca mantan pacar dari Justin. Princess terus menguras otak nya memecahkan kode kode rumit itu hingga beberapa saat kemudian semuanya terpampang jelas di depan layar komputernya . Princess mengepalkan kedua tangan nya erat hal seperti sudah lumrah terjadi seberapa pun sulit nya kode kode itu tak akan membuat Princess kesulitan dengan kejeniusan nya dia bisa memecahkan nya dengan mudah!


" Memang pantas di sebut wanita ular !". geram Princess menyenderkan tubuhnya di kepala kursi


Malam Hari


Suasana di meja makan tampak hening mereka nampak sangat menikmati acara makan malam nya hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar


Lucas sesekali melirik Princess di hadapan nya yang sedari tadi hanya diam dengan raut wajah datarnya " Baby apa kau baik baik saja ?". seru Lucas


" Eummm ! Ya !!". datar Princess


Justin pun menoleh pada Princess di samping nya " Baby !". lirih Justin seolah dia tau apa alasan Princess hanya diam sedari tadi


" Aku baik kak!". kata Princess menoleh sekilas pada Justin lalu kembali fokus pada makanan nya


" Hey tunggu ! kau panggil dia apa tadi ?". tunjuk Lucas dengan garpu nya ke arah Justin


" Memang nya kenapa?". tanya Justin menaikkan sebelah alisnya


" Aku tanya kenapa kau memanggil nya dengan sebutan Baby ? atau kalian ..?". Lucas mengantung ucapan nya sambil melirik Princess di hadapan nya


" Eumm!". datar Princess


" Oh benarkah?". seru Lucas


" Entah!". Princess mengangkat kedua bahunya acuh lalu beranjak pergi


" Hey tunggu ! selesai kan makan malam mu dulu?". teriak Lucas karena Princess belum menyelesaikan makan malam nya


" Berisik!!". ketus Lucifer


Justin pun ikut berdiri lalu berjalan nenuju ke kamar nya


Sedangkan Princess berdiri di balkon kamar nya memandangi langit malam di mana bulan dan bintang menghiasi nya


" Apa ada yang salah Baby ?". Justin tiba tiba datang dan langsung memeluk Princes dari belakang lalu mengaitkan dagu nya di salah satu pundak Princess sedangkan Princess cukup terkejut dengan kedatangan Justin


" Kak apa yang kau lakukan?". tanya Princess memegang kedua tangan Justin yang melingkar sempurna di pinggang ramping nya


" Sebentar saja aku mohon !". bisik Justin di telinga Princess dan Princess pun langsung meremang di buatnya


" Eumm! baiklah!". kata Princess


Justin masih memeluk Princes dari belakang dan menikmati aroma vanila dari tubuh Princess" Baby apa boleh aku bertanya ? ". tanya Justin tanpa melepaskan pelukan nya


" Apa ?". Princess berbalik lalu menatap Justin di depan nya


" Apa kau sudah tau tentang kedatangan nya ?". Justin menatap manik hitam pekat milik Princess yang selalu meneduhkan hati nya


Princess tersenyum lalu mengusap lembut wajah Justin dan Justin pun memejamkan mata nya tak kala tangan mungil Princess membelai pipi nya sungguh dia nyaman dengan keadaan ini begitupun Princess emosi yang sejak tadi mengebu gebu seketika hilang saat Justin berada di dekat nya


" Apa salah aku cemburu kak ?". tanya Princess


Justin membuka mata nya lalu menatap Princess penuh cinta " Tidak salah sama sekali sayang ! ". ucap Justin dengan senyum manis terpatri di wajah tampan nya


" Aku tak tau kak ketika aku mendengar bahwa dia sudah kembali aku merasa sangat marah dada ku terasa panas tatkala mengingat nya ". ucap Princess sedangkan Justin langsung tersenyum dan membawa Princess ke pelukan nya dan Princess pun membalas pelukan dari Justin


" Hiksss .... hiksss ... aku takut kak !". tangis Princess


" Hey Baby ! kenapa menangis eumm!". Justin melepaskan pelukan nya lalu mengusap cairan bening yang menetes dari mata sang Princess dengan lembut


" Apa aku salah kak ? aku mencoba menyadari perasaan ku aku takut kalau nanti kau akan pergi meninggalkan aku dan kau pergi bersama nya !". kata Princess di sela tangisan nya


" Sudah Baby ! jangan menangis oke ! aku tak akan pergi bersama nya karena kau sudah berada di sisi ku untuk saat ini dan kau sudah menempati seluruh ruang di dalam hati ku ". jelas Justin sedangkan Princess yang mendengar nya kemudian tersenyum dan langsung menghambur ke pelukan Justin dan Justin pun membalas pelukan Princess


" Benarkah? kau yakin kak tak akan pergi meninggalkan aku?". tanya Princess


" Aku sangat yakin Baby !". ucap Justin semakin mendekap erat Princess di pelukan nya sesekali dia mencium pucuk kepala Princess dengan lembut. beberapa saat kemudian Justin melepaskan pelukan nya


" Istirahatlah ini sudah sangat larut!". kata Justin


" Eumm!".


Justin pun menuntun Princess ke kamar nya tapi terlebih dulu dia menutup pintu kaca di balkon kamar Princess


" Sekarang tidur lah !". kata Justin saat tiba di kamar Princess


" Bisa temani aku dulu sampai aku tertidur!". rengek Princess dengan senyum manis nya


" Eumm ! baiklah Baby". kata Justin


Princess pun merebahkan dirinya di atas ranjang sedangkan Justin duduk di samping nya dengan mengengam tangan kiri Princess


" Sekarang tidur lah ! ". kata Justin mengelus pucuk kepala Princess


" Kak ! terimakasih banyak ". ucap Princess lalu memejamkan mata nya


" Sama sama baby!". ucap lembut Justin


Setelah beberapa lama akhirnya Princess pun tertidur . Justin lalu berdiri dari duduk nya lalu membenarkan selimut Princess di pandang nya wajah cantik dan imut itu lalu satu kecupan mendarat di kening Princess


" Semoga mimpi indah baby!". ucap Justin lalu beranjak pergi dari kamar Princess menuju ke kamarnya