
Chapter 7
Setelah mengetahui tentang Jesi Dave pun memerintahkan anak buah nya untuk selalu mengawasi kegiatan Jesi dari rumah, kampus, tempat kerjanya, dan yang penting dari laki-laki yang mendekatinya harus dibawah pengawasan..
anak buah Dave sudah standby di setiap titik untuk mengintai kegiatan Jesi tanpa Jesi ketahui..
siang hari Jesi keluar dari area apartemennya menuju halte bus untuk berangkat menuju kampusnya Jesi yang cuek dengan situasi sekitar tidak menyadari kalo dirinya lagi di ikuti saking asiknya dia dengan dunianya sendiri apalagi kalo bukan main laptop Jesi kemarin di beritahu sama Risa kalo ada kerjaan dengan senang hati Jesi mengerjakan nya Jesi kerja emang tak kenal tempat tapi dia selalu waspada kalo tiba-tiba ada orang yang mendekatinya..
menunggu cukup lama akhirnya bus pun datang Jesi langsung menutup laptopnya dan memasukkan kedalam tasnya dan segera masuk ke dalam bus itu menuju kampusnya keadaan di dalam bus sedikit tenang karena ini waktu menunjukan pukul sepuluh dimana sebagian orang sibuk dengan aktivitas nya masing-masing karena Jesi ada jadwal mata kuliah siang itu membuat Jesi sedikit santai tapi dia harus menerima kerja di shift malam yang pulangnya tengah malam..
setelah beberapa jam Jesi pun sampe di halte dekat kampusnya setelah keluar dari bus dan membayar nya Jesi pun melangkah menuju kampusnya gerak-gerik Jesi tak luput dari pantauan anak buah Dave..
Jesi dengan santainya berjalan menuju kelasnya tidak sengaja menabrak seseorang sehingga bawaan milik seseorang itu berserakan dilantai..
" sorry aku gak sengaja " ucap Jesi sambil membantu membereskan bawaan seseorang itu yang berserakan di lantai..
" gak apa-apa santai ajh " ucap seseorang itu..
setelah selesai membereskan yang berserakan dilantai mereka pun sejenak terdiam membuat Jesi risih karena dari tadi orang itu memperhatikan dirinya Jesi pun berinisiatif buat pergi dari sana tapi tangannya dicekal melihat itu Jesi hanya menautkan kedua alisnya dan menatap tajam ke arah seseorang yang sedari tadi tidak mau melepaskan cekalnya..
" eh sorry aku gak bermaksud gak sopan sama kamu cuma penasaran ajh nama kamu siapa " tanya seseorang
Jesi yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang bilang ajh mau kenalan gitu ajh ribet sampai harus mencekal lengannya...
" kenapa " tanya Jesi singkat
seseorang itu yang ditanya Jesi hanya diam karena tak mengerti apa yang di tanya sama Jesi..
" kenapa gimana " ucapnya sambil menggaruk tengkuknya
" iya kenapa harus pura-pura ketabrak kalo tujuanmu hanya untuk berkenalan caramu basi bung " ucap Jesi ketus sambil pergi meninggalkan seseorang itu..
semua itu tak luput dari pantauan anak buah Dave dan langsung memberi tahukan ke tuannya apa yang mereka lihat dan otomatis Dave yang mendengar itu langsung marah..
ditempat lain..
Dave yang mendengar kalo gadis incarannya selalu menjadi perhatian laki-laki membuat dirinya tak bisa lagi menahan keinginannya untuk segera mendapatkan gadisnya..
seperti memberi ultimatum kepada gadisnya tidak ada seorang pun yang berhak mendekatinya hanya Dave yang bisa mendekati dan memiliki gadis itu..
" James keruangan saya sebentar " ucap Dave dingin..
James yang mendapat panggilan dari sang bos langsung mengetuk pintu dan masuk setelah ada suara dari dalam untuk dirinya masuk dan membungkuk kan badan memberi salam..
" maaf tuan anda memanggil saya " tanya james
" iya coba kamu cari tahu siapa orang yang ada di dalam foto itu secepatnya saya ingin mendapatkan informasi tentang orang yang ada di foto itu " ucap Dave
James yang melihat foto yang dikasih sama tuannya hanya mengiyakan dan langsung meminta ijin undur diri..
setelah kepergian James Dave langsung termenung melihat langit-langit ruangannya dan bergumam jangan berharap bisa mendekati gadisku apalagi jika ingin memilikinya itu hanya mimpi saja karena aku tak mengijinkan siapapun atau orang itu sendiri yang menginginkan kematiannya datang dengan cepat Dave langsung menyeringai membayangkan gimana orang-orang itu meregang nyawanya dihadapan Dave dan itu membuat Dave semakin senang..
Jesi yang selesai dengan kelasnya berjalan menuju kantin buat mengisi perutnya kantin cukup ramai Jesi sebenarnya tidak suka dengan pemandangan di kantin itu tempat makan bukan tempat untuk bercinta tapi yang di lihat Jesi bukan orang yang lagi makan tapi orang yang otaknya jongkok yang lagi mesra mesraan dan saling berciuman membuat Jesi jijik dan badannya langsung merinding dengan pemandangan seperti itu mana bisa nih kampus di sebut kampus favorit tapi orang-orang di dalamnya malah berbuat tak senonoh ditempat umum...
Jesi yang berniat makan akhirnya mengurungkan niatnya untuk masuk Jesi memilih untuk masuk lagi ke dalam kelas dan duduk disana sambil membaca buku semua aktivitas nya selalu terpantau apik oleh Dave karena Dave tidak mau ada seorang pun yang menggangu miliknya..
***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😊😊
happy reading guys 😁😁***