
Chapter 9
Jesi yang memberontak di panggulan Dave sampai-sampai Dave kewalahan dan akhirnya Dave memaksa Jesi untuk masuk kedalam mobil, Jesi yang hendak keluar dari dalam mobil sontak pinggangnya di dekap oleh Dave dan Jesi sontak kaget dengan perilaku Dave..
" hey tuan lepaskan aku " ucap Jesi sambil memberontak
" DIAM.. kalo kau tidak mau diam aku perkosa kau sekarang mau " teriak Dave
Jesi yang mendengar itu langsung diam seketika karena takut..
Dave yang melihat itu hanya tersenyum kecil melihat kelakuan kelinci kecilnya yang tadinya garang jadi kelinci penakut..
" good girls kelinci kecil " ucap Dave sambil menepuk pucuk kepala Jesi
Jesi yang melihat itu hanya mendelik kesal..
" Jalan " ucap Dave
mobil pun bergegas pergi meninggalkan kafe tersebut bertujuan ke rumah Dave..
Jesi yang menyadari ini bukan arah ke apartemen nya langsung melirik tajam ke arah Dave..
" hey kelinci kecil kenapa dengan tatapan mu itu seperti kau lagi menelanjangi ku secara terang-terangan " ujar Dave
Jesi yang mendengar itu hanya berdecih sebal..
" Cih dasar kau itu tuan percaya diri siapa juga yang mau menelanjangi mu emangnya body kau itu bagus apa, badan seperti triplek yang dibungkus stelan mahal ajh bangga " cela Jesi sontak membuat Dave membulatkan matanya dan membuat James tertawa lepas..
" APA kau bilang " teriak Dave geram baru kali ini badannya dicela sama wanita apalagi wanita bar-bar yang ada disampingnya ini..
" kenapa " ucap Jesi santai sambil melipat tangannya di dada
" kau.. " ucap Dave langsung disela oleh Jesi..
" tunggu dulu tuan ini anda mau bawa saya kemana saya harus pulang ada kerjaan yang harus saya kerjakan " ucap Jesi
Dave hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Jesi
" hey tuan kenapa kau diam saja saya harus pulang " teriak Jesi
" bisa diam tidak kalo kau terus berisik akan aku perkosa kau sekarang juga " ucap Dave dingin dengan sorot mata yang tajam..
Jesi pun akhirnya diam dan sesekali dia melirik ke arah Dave dan berfikir ' nasib buruk apa yang sudah ia perbuat dimasa lampau sehingga dia harus bertemu dengan orang arogan dan pemaksa seperti Dave '..
" jangan harap kau bisa pergi dariku memikirkan kan nya saja kau aku larang " ucap Dave
" Ck.. dasar tuan pemaksa " ucap Jesi kesal
" dan satu lagi jangan panggil aku tuan panggil aku Dave saja " ucap Dave
" iya iya terserah kau saja aku sekarang harus pulang ada kerjaan yang tak bisa aku tinggalkan " ucap Jesi
" baiklah sekarang-sekarang aku ijinkan tapi nanti aku tidak bakalan mengijinkan kau pergi dan tinggal sendiri kau harus ikut aku " ucap Dave
" turunkan nada bicaramu terhadap saya mulai detik ini kau milikku aku tak mengijinkan kau berdekatan dengan siapapun apalagi laki-laki kalo aku melihat itu aku habisi kau diranjang " ucap Dave dingin sambil menyeringai..
Jesi yang melihat seringai an Dave bukannya takut malah bergedig geli.
" DASAR MESUM " teriak Jesi
Dave yang mendengar teriakan Jesi bukannya marah malah ketawa..
" dasar gila hey tuan yang didepan tolong kembalikan barang-barang ku " ucap Jesi
James pun langsung melihat ke arah Dave dan Dave mengangguk kan kepalanya..
James pun memberikan barang-barang milik Jesi dan Jesi langsung mengecek barang-barang nya takut ada yang ketinggalan dan kebetulan smartphone miliknya berdering menandakan panggilan masuk dan Jesi langsung mengangkat nya tertera nama sahabatnya..
Risa bohay is calling..
Jesi yang melihat nama yang dilayar smartphone nya berdecak kesal dan berfikir sejak kapan nama sahabatnya berganti ' Ck orang yang satu ini bikin jijik ajh '
" hallo " ucap Jesi
" Yaaa kemana saja kamu hah " teriak Risa disebrang sana sontak Jesi langsung menjauhkan smartphone nya kalo dekat-dekat bisa-bisa gendang telinga nya pecah..
" sorry tadi ada pengganggu " ucap Jesi sambil menekankan kata pengganggu sontak membuat Dave yang mendengar itu mengerenyitkan dahi..
" Ck.. cepetan pulang aku tunggu " ucap Risa
" baiklah " ucap Jesi singkat sambil menutup panggilan nya..
Jesi pun melirik ke arah Dave dan Dave tau kalo Jesi lagi melihatnya dia berpura-pura memainkan smartphone nya..
" ehemm tuan eh maksudku Dave bisa tidak antarkan aku pulang ke apartemen " ucap Jesi lembut..
" Ck.. kalau ada maunya nada bicaramu lembut baiklah supir antarkan dulu nona barbar ini pulang " ucap Dave Jesi yang mendengar kata-kata barbar hanya mendengus kesal dan Dave yang melihat itu hanya tersenyum simpul..
setelah setengah jam akhirnya Jesi sampai di parkiran apartemen nya dan dia bergegas ingin keluar tapi tangannya terlebih dahulu dicekal oleh Dave..
" ada apa lagi " ucap Jesi dingin
" besok kau aku jemput " ucap Dave tak kalah dingin
" Ck.. terserah kau saja aku larang pun kau akan memaksa " ucap Jesi dingin sambil berlalu keluar dari dalam mobil..
setelah mengantar Jesi Dave pun bergegas kembali ke kantor nya karena ada pekerjaan mendesak..
***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉
happy reading guys 😉 😉
novel yang ini author gak tentu ya reader update nya soalnya author lagi fokus dulu ke novel author yang satu lagi karena sebentar lagi bakalan tamat sabar ya dan juga kerjaan author gak bisa ditinggal 😉😉***