
Chapter 15
Kasus itu masih berlangsung dengan cctv yang dikirim oleh Jesi ke petugas polisi hanya itu yang bisa dia bantu dia tidak bisa membantu lebih jauh kalo dia terus terusan membantu bisa-bisa identitas aslinya akan terbongkar..
.........
Di pagi yang cerah di temani kicauan burung menemani Jesi pagi itu tapi Jesi tidak berprilaku seperti biasa dia mirip seperti buronan yang di incar polisi..
Jesi pagi itu harus terburu-buru pergi ke kampus karena ada tugas yang harus dia kumpulkan apalagi di tambah dia harus mengumpulkan bahan untuk skripsi nya ditambah dia harus berhadapan dengan dosen pembimbing yang sangat menyebalkan...
Setelah Jesi sampai di parkiran apartemen nya disana sudah tersedia taksi online yang beberapa menit yang lalu dia pesan..
Jesi tidak membuang waktu Jesi langsung lari setelah keluar dari lift menuju taksi online dia tidak tau kalo aksinya dilihat oleh sepasang mata..
" mau menghindar hemm " ucap Dave sambil menyeringai
Dave pun menghidupkan mobilnya dan seketika itu juga dia langsung tancap gas menyusul Jesi yang sedang berada di dalam taksi online..
di jalan yang lumayan sepi taksi online yang Jesi tumpangi mendadak berhenti..
" ada apa pak " tanya Jesi
" maaf mbak di depan mendadak ada mobil yang nyelip trus berhenti mendadak di depan " ucap pak sopir
Jesi pun melongo kan kepalanya ke depan dan deg melihat siapa yang keluar dari mobil mewah yang di perkirakan bermerk BMW dan Jesi langsung bersembunyi dan bertanya dari mana Dave tau kalo ini taksi yang dia tumpangi jangan-jangan dia dari tadi berada di area apartemennya..
Dave pun berjalan menghampiri taksi yang di tumpangi Jesi dan mengetuk kaca mobil sang pengemudi..
sang supir pun yang penasaran kenapa mobil mewah itu menghalangi jalannya..
tok..tok..tok..
" ada apa ya pak " ucap pak sopir itu setelah membuka kaca mobilnya..
" buka " ucap Dave dingin
" hah " ucap pak sopir melongo..
" aku bilang buka " teriak Dave marah
mau tidak mau sang supir pun membuka kan setiap kunci pintu mobil saat Dave ingin membuka pintu belakang sang supir buru-buru ke luar mencegah Dave, Dave yang melihat tangannya di cekal oleh pria separuh tua dan menatap tajam ke arah sang supir..
" maaf tuan saya tidak mengijinkan anda untuk melakukan kejahatan " ucap supir taksi
Dave yang mendengar itu hanya diam dengan tatapan tajam dan mengibaskan cekalan itu dengan sangat kasar membuat sang supir terhempas ke bawah..
Jesi yang melihat itu langsung keluar dari mobil itu dan berlari menuju sang laki-laki setengah paruh baya itu bukan lain adalah sang supir taksi..
" bapak tidak apa-apa " ucap Jesi sambil membantu sang supir untuk berdiri..
" tidak apa-apa mbak " ucap sang supir sambil tersenyum Jesi yang mendengar itu merasa lega dan tatapannya beralih ke arah Dave yang hanya berdiri saja tanpa ada rasa bersalah..
" kau ini apa-apaan sih " teriak Jesi marah
" aku tidak mau bajuku di pegang sama orang sembarangan " ucap Dave sombong sambil mengibas-ngibaskan jejak yang tadi sang bapak sempat pegang..
" kau.. kalau kau tidak mau orang lain sentuh mending kau pergi saja " ucap Jesi marah
" aku akan pergi kalo kau juga ikut pergi " ucap Dave
" jangan harap " ucap Jesi
" ayok pak kita lanjutkan lagi perjalanannya " ucap Jesi ramah
" tapi mbak " ucap pak supir itu ragu karena melihat tatapan mata Dave yang sangat tajam..
" tidak ada tapi tapian ayok saya udah telat untuk ke kampus " ucap Jesi sambil menuntun tangan sang supir taksi..
Dave yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya sampai-sampai kuku-kuku tangannya memutih saat Jesi mau membuka pintu mobil tangan Jesi langsung dicekal kuat oleh Dave sampai-sampai Jesi merasakan sakit sekuat tenaga Jesi menahan sakit itu dan menatap tak suka pada Dave..
" lepaskan " ucap Jesi ketus
" kau ikut aku " ucap Dave dingin
" aku gak mau " ucap Jesi
" kau ikut atau aku pukuli supir taksi itu sampai mati " ucap Dave dingin dan matanya menyiratkan amarah yang sedang dia kendalikan..
" sebenarnya kau ini mau apa hah " ucap Jesi marah bukannya hanya marah yang ia rasakan tapi sakit dari cekalan Dave yang semakin kuat..
" aku mau kamu " ucap Dave santai
Jesi terus terusan menghembuskan nafas kasar..
" please jangan memaksa ku kau bukan suka terhadapku tapi kau ini hanya terobsesi saja " ucap Jesi
" aku sangat menyukaimu dan aku juga sangat terobsesi padamu juga sekarang kau ikut aku " ucap Dave sambil menarik tangan Jesi..
" tunggu dulu tas dan laptopku ada di dalam dan aku belum bayar taksinya kasian pak supirnya " ucap Jesi
Dave pun melepaskan cekalannya di tangan Jesi dan berjalan menuju mobil taksi online itu untuk mengambil tas dan laptop Jesi dan tak lupa dia membayar jasa supir taksi itu tidak segan-segan dia memberikan uang yang banyak sekitar satu juta..
" ambil ini " ucap Dave sambil melempar uang ke dalam pangkuan supir taksi itu..
dan berjalan menuju Jesi berdiri dan menarik tangan Jesi untuk masuk ke dalam mobil miliknya..
" mulai sekarang kau akan tinggal di phenhoust ku " ujar Dave setelah masuk ke dalam mobil..
" kenapa begitu " tanya Jesi kaget
" aku tau kau menghindariku dan menolak barang yang aku kasih kau jangan macam-macam denganku kalo kau masih menyayangi nyawamu " ucap Dave dingin
Jesi yang mendengar itu langsung bergedig ngeri dan menelan Slavinanya dengan kasar manusia seperti apa Dave ini di luar sangat sempurna malahan tidak ada cela tapi sifatnya begitu buruk dan Dave terpaksa melakukan ancaman itu karena dia tidak ingin Jesi terus menerus menghindarinya..
***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉
happy reading guys 😉😉***