
Setelah cukup lama Dave tidak sadarkan diri akhirnya Dave mulai membuka matanya ada rasa sakit di bagian kepalanya mungkin saja efek dari obat dan Dave melihat tangannya sendiri yang berbalut kain kasa..
saat nyawanya sudah terkumpul Dave pun langsung ingat dengan istrinya dia pun langsung berdiri dan berjalan sempoyongan terlihat dokter yang sedang memeriksa alat-alat medis Dave pun segera menyingkirkan dokter tersebut dari badan istrinya Dave takut kalo dokter itu menyerah akan istrinya tapi saat Dave melihat dan mendengar suara monitor kembali dan melihat ke arah Jesi Dave pun sempat menitikan air matanya dan berlutut di samping ranjang istrinya..
" tuan Dave semuanya sudah kembali tapi kita harus bersabar karena nyonya Jesi belum keluar dari masa kritisnya dan juga jantungnya masih lemah " ucap dokter
" apa dia bisa sembuh " ucap Dave serak
" kita berdoa saja semoga Tuhan menghendaki " ucap dokter
" apa istri saya bisa dipindahkan ke rumah sakit milik saya " ucap Dave
" bisa tuan tapi nanti saat nyonya Jesi sudah melewati masa kritisnya dan juga jantungnya sudah berdetak normal " ucap dokter
" berapa lama " tanya Dave
" kita tunggu sampai besok tuan " ucap dokter
" baiklah kalo sudah normal semuanya tolong urus semuanya dan juga saya akan membawa serta pasien yang di bawa oleh asisten saya " ucap Dave
" baik tuan, lebih baik anda beristirahat tuan " ucap dokter
Dave tidak lagi menanggapi ucapan dokter dia hanya fokus menatap wajah pucat sang istri sambil sesekali mencium tangan sang istri..
soal rumah sakit pribadi yang dimiliki Dave itu adalah hadiah pernikahan yang Dave berikan untuk Jesi sekaligus agar Jesi tidak perlu bekerja di rumah sakit milik orang lain..
Dave pun keluar dari ruang UGD terlihat di luar ruangan hanya ada James dan Jino yang masih setia menunggu James yang melihat tuannya langsung sigap membantu agar tuannya bisa duduk..
" tuan apa kau perlu sesuatu " tanya James
" tidak, apa semuanya baik-baik saja " tanya Dave
bukan James yang menjawab tapi Jino yang menjawab dengan nada kesal..
" gimana mau baik-baik saja kau seperti orang kesurupan yang merusak fasilitas milik rumah sakit dan kau juga menghajar dokter yang bertugas menyelamatkan istrimu dan kau berfikir tidak, apa yang akan terjadi kalau kau sampai menghajar dokter itu sampai sekarat seharusnya kau tenang sedikit fikirkan kondisi istrimu dan juga anakmu yang baru saja Jesi lahirkan jangankan kau memikirkannya melihatnya saja kau tidak ayah macam apa kau ini dulu saat Daniel lahir kau tidak ada harusnya sekarang saat anakmu yang kedua lahir kau rangkul dia jangan sampai pengorbanan Jesi jadi sia-sia brengsek " ucap Jino kesal
Dave saat menyadari ucapan Jino dia langsung berdiri tapi di cegah oleh Jino..
" mau kemana kau dude " tanya Jino
" mau lihat anakku apalagi " ucap Dave dingin
" dengan keadaan kau yang seperti ini " ucap Jino sambil melihat Dave dari atas dan kebawah..
" tuan lebih baik tuan bersihkan dulu diri tuan " ucap James
" mending kau antar saja dia biar aku yang menjaga disini " ucap Jino yang ditanggapi anggukan oleh James
Dave pun pergi ke toilet rumah sakit untuk membersihkan diri di dampingi oleh James..
" gimana keadaan Jo " tanya Dave
" urus semuanya kita akan memindahkan mereka kerumah sakit pribadi setelah Jesi keadaannya sudah stabil " ucap Dave
" baik tuan " ucap James
Dave hanya mencuci muka dan mencuci tangan lalu berganti pakaian..
Dave pun berjalan di lorong rumah sakit ini sudah tengah malam Dave yang di dampingi James pun berjalan menuju ruangan khusus bayi walaupun tidak di izinkan oleh suster untuk masuk tapi Dave sudah bahagia walaupun hanya melihat anak keduanya dari luar..
Dave pun berdiri di luar ruangan dan suster penjaga pun membawa anaknya kedekat kaca dimana Dave berdiri bayi yang kemerahan dan gembul itu tidak diam karena tidurnya terganggu Dave yang melihat itu sangat terharu malaikat di dalam hidupnya sekarang sudah bertambah tangan Dave dia letakkan di kaca sehingga seperti membelai anaknya..
" mau diberi nama apa tuan " tanya James
" Justine Dreanidra Davidson " ucap Dave
" nama yang bagus " ucap James
jam yang di tentukan oleh suster pun hanya sebentar karena hari sudah semakin larut tidak baik buat bayi kalau harus lama-lama keluar dari box bayi Dave walaupun merasa tidak rela tapi dia harus mematuhi peraturan rumah sakit itu juga demi anaknya..
mereka pun berjalan kembali menuju ruang UGD disana terlihat Jino yang sedang duduk sambil memangku laptopnya..
" Jin Daniel sama siapa " tanya Dave saat dirinya sampai disana dan duduk disebelah Jino
" sama Raisa " ucap Jino
" apa dia mencari Mommy nya " tanya Dave
" pasti setiap aku ataupun Raisa pulang kerumah yang pertama dia tanyakan adalah ibunya kalo tidak percaya coba saja kau pulang " ucap Jino santai
Dave pun tak berbicara lagi sampai James memberikan satu cup kopi untuk tuannya dan satu cup kopi untuk Jino saat tadi dirinya meminta izin untuk membeli minuman hangat tadi..
mereka bertiga pun terdiam dalam keheningan malam hanya beberapa orang saja yang berlalu lalang di rumah sakit itu..
kebahagian dan kesedihan menyatu menjadi satu di hari yang sama dimana kebahagian itu di liputi kesedihan yang teramat sangat sakit..
keesokan harinya dokter memberitahukan kalo keadaan Jesi sudah stabil dokter dan James pun mengurus semuanya sedangkan Dave sedang menungguin Jesi sedangkan Jino dia izin pupang dulu karena ada kerjaan yang harus di kerjakan..
setelah semuanya beres Jesi dan Jo pun di pindahkan ke ambulance mereka akan dipindahkan kerumah sakit milik Dave tanpa di duga berita tentang kritisnya Jesi menjadi trending topik di daring sosial dimana mereka menuliskan...
" dokter muda sekaligus istri millionaire muda sedang kritis di salah satu rumah sakit akibat pendarahan setelah melahirkan anak keduanya "
begitulah kira-kira isinya Dave tidak ambil pusing saat James memberitahukan tentang berita itu kecuali ada gunjingan yang menyinggung Dave maka Dave tidak akan mengampuni siapapun walaupun dia sudah berjanji pada diri sendiri tidak akan kembali ke dunia hitam cukup hanya sekali dia mengorbankan orang yang dia cintai dia tidak ingin kalo suatu saat dia akan benar benar kehilangan orang yang dia sayangi...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😊😊
happy reading guys 😁😁
haii para readers author mau bilang kalo Jesi akan nongol di novel author yang satu lagi yang judulnya " My Perfect Boyfriend " disini Jesi diceritakan setelah dia menikah dengan Dave berarti sebelum dia hamil ya guys jangan sampai kelewatan ya makasih..
Note : novel ini tinggal extra ya guys jadi author cuma up seminggu sekali 😁😁