My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Extra Chapter X



Sudah seminggu Jesi keluar dari rumah sakit selama itu pula Jesi melihat perubahan Daniel dari periang menjadi pendiam sekarang Jesi sedang bersantai di ruang keluarga bersama kedua jagoannya dengan masih setia Jesi melihat ke arah Daniel yang sedang mengajak main sang adik walaupun sang adik belum mengerti, tapi Daniel senantiasa mengajak main..


" Mom kenapa liatin Niel terus " tanya Daniel


" baby boy apa selama Mommy sakit ada yang jahatin kamu " tanya Jesi


" gak ada Mom " ucap Daniel


" terus kenapa kamu jadi pendiam gak seperti biasanya " ucap Jesi


" aku gak apa-apa Niel di sekolah baik-baik ajh kok dan oh ya guru Niel kasih tau kalo Niel harus ikut lomba antar sekolah " ucap Daniel


" lomba apa sayang " tanya Jesi


" lomba mewarnai dan menghitung " ucap Daniel


" kedua lombanya bersamaan " ucap Jesi


" gak Mom lomba berhitung dulu lalu mewarnai " ucap Daniel


" dimana lombanya nanti Mommy sama Daddy datang " ucap Jesi


" aku belum tau soalnya Mrs Andien cuma ngasih tau kalo Niel ikutan lomba nanti Niel tanya ke Mrs Andien " ucap Daniel


" baiklah, mending kamu makan dulu buahnya " ucap Jesi


" baik Mom " ucap Daniel


" anak pintar " ucap Jesi


Jesi pun melihat Daniel makan buah walaupun Daniel itu anak seperti pada umumnya yang susah makan buah dan sayur tapi Jesi suka banyak cara agar Daniel mau makan seperti saat Daniel susah makan buah dan Sayur ancaman maut yang Jesi keluarkan adalah Daniel tidak boleh main sama baby J...


karena masih penasaran, Jesi pun mengirim pesan ke Raisa dan bertanya kenapa sikap Daniel berubah sekali tidak seperti biasanya dan jawaban yang Raisa berikan membuat Jesi sangat marah..


" sayang kamu tunggu disini sama mba ya Mommy mau ke atas dulu habisin makanannya " ucap Jesi


Daniel yang sedang makan pun hanya menganggukan kepalanya dengan mulut yang penuh dengan buah..


" mba saya titip anak-anak dulu sebentar " ucap Jesi


" baik nyonya " ucap baby sister


Jesi pun berjalan menuju tangga, menuju lantai atas yang dimana kamar pribadinya dan Dave berada..


setelah sampai Jesi pun duduk di meja kerja Dave yang berada di kamar mereka, Jesi pun membuka laptopnya dan memasukan chips yang berisi virus untuk alat sistem..


" sudah lama aku gak berolahraga jari sekali come back malah mau ngehack perusahaan suami sendiri tapi ini untuk memberi efek jera buat Dave, siapa suruh dia ngelantarin baby boy " ucap Jesi


tak butuh lama Jesi pun menerobos sistem jaringan di semua perusahaan Dave, Jesi tidak hanya memberi efek jera yang tak biasa tapi Jesi juga menurunkan harga saham di setiap perusahaan Dave akibat kerusakan sistem jaringan ini belum seberapa yang Jesi lakukan kalo sampai Dave lebih dari ini jangan harap perusahaan yang selama ini dia tangani akan tetap berdiri kokoh...


kejam memang tapi menurut Jesi ini setimpal dari perbuatan Dave iya walaupun itu juga untuk kebaikannya, Dave selama ini hanya fokus dengan kesehatan Jesi, tapi itu tidak membenarkan tentang prilakunya, yang menelantarkan anak mereka..


di sisi lain Dave yang sedang menghadiri rapat yang sempat tertunda sangat terkejut karena saat karyawan nya sedang presentasi tiba-tiba jaringan terputus..


" ada apa " tanya Dave dingin


" saya akan memeriksanya tuan " ucap James


James pun segera menghubungi orang yang bertugas dibagian keamanan jaringan saat tau kendalanya James pun segera memeberitahu Dave apa yang terjadi..


" tuan " ucap James


" ada apa " ucap Dave


" jaringan kita terkena virus tuan semua jaringan dan sistem keamanan di bobol seseorang " ucap James


" segera perbaiki jangan sampai masalah ini terhendus oleh media " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


siang itu menjadi siang yang sangat sibuk untuk pekerja di bagian sistem keamanan dan jaringan dimana virus itu belum selesai sudah merabat kesistem lain dan bukan hanya mereka yang ada di sistem jaringan karyawan lain pun terhambat pekerjaannya karena kebanyakan mereka bekerja mengandalkan jaringan..


setelah sampai di depan ruangan Dave, James mencoba menarik nafas terlebih dahulu menetralkan pernafasannya akibat berlari setelah tenang James pun mengetuk pintu ruangan Dave, suara dari dalam mempersilahkan masuk..


" ada apa James saya lagi sibuk " ucap Dave


" maaf tuan tapi ini darurat " ucap James


" ada apa " tanya Dave dingin


" permasalahan yang sama muncul di perusahaan cabang " ucap James


" APA.. brengsek siapa yang macam-macam denganku " teriak Dave emosi


" James kau coba selesaikan yang disini dulu biar saya yang bergegas ke perusahaan cabang tolong siapkan mobil untuk saya " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


perusahaan Dave saat ini kacau balau walaupun hanya jaringan sistem dan keamanan perusahaan yang dibobol tapi itu sedikit membuat perusahaan Dave sedikit tidak seimbang..


setelah semuanya Dave pun segera bergegas keluar ruangan dan disana karyawannya sedang sibuk dengan pekerjaan yang awalnya tenang sekarang menjadi riuh akibat tidak ada jaringan..


" tuan mobil sudah siap " ucap James


" baiklah saya mengandalkanmu disini kabari kalo semua sistem sudah mulai normal sepertinya orang ini hanya ingin main-main saja kalo dia berniat ingin menghancurkan perusahaanku pasti dia langsung ke intinya tapi kita gak boleh lengah siapa tau dia menunggu waktu yang tepat terus awasi " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


tidak tau siapa yang membocorkan masalah yang ada di perusahaan Dave seketika media ramai menayangkan kericuhan yang ada di perusahaan Dave yang dimana orang-orang kalang kabut karena tidak adanya jaringan..


dan berita itu sudah terdengar di telinga Jino dan Raisa mereka berdua pun langsung berangkat ke mansion Jesi dan Dave..


saat mereka sampai disana, mereka melihat Jesi dengan sikap tenang dengan berita yang menimpa perusahaan suaminya..


" Jes kok kamu tenang-tenang ajh kamu gak nonton berita " tanya Raisa


" nonton " ucap Jesi singkat


" An jangan bilang ini ulah kamu " tanya Jino


" APA, yang benar saja kamu Jes kamu mau menghancurkan perusahaan suamimu sendiri " ucap Raisa kaget


Jesi hanya memberikan senyuman misterius yang membuat Raisa semakin heran dan Jino jangan di tanya lagi dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jesi..


" saham perusahaan jatuh oleh musuh emanglah epic tapi pernah menduga tidak kalo saham perusahaan jatuh akibat ulah istri sendiri karena sang istri bermain-main dengan sistem " ucap Jino sambil terkekeh geli


" itu sih belum seberapa nanti ada kejutan lain " ucap Jesi


" emang ya kamu tuh kenapa lakuin ini semua " ucap Raisa


" tenang ajh sih Sa itu hanya masalah sepele orang yang bekerja di sistem jaringan biasa juga bisa memulihkan kembali jaringan itu aku hanya memeberi virus yang biasa " ucap Jesi


Jino yang melihat kelakuan Jesi hanya tersenyum dan memberikan kedua jempol tangannya ke Jesi pertanda setuju..


Raisa yang tak tahan lagi dengan kelakuan Jesi yang aneh dan di tambah dengan Jino yang mendukungnya ingin rasanya dia kubur hidup-hidup kedua manusia itu, Raisa pun menghampiri Daniel dan memeluknya..


" mami angkat kenapa " tanya Daniel heran


" Mommy sama papi angkat kamu gilanya lagi kumat mami mau sama Niel ajh " ucap Raisa


" gila, Mommy sama papi angkat " ucap Daniel polos sambil melihat Mommy sama papi angkatnya..


" udah jangan liatin mereka nanti kamu ikutan gila mending sini tiduran sama mami sama baby J " ucap Raisa


Daniel pun hanya mengikuti intruksi Raisa untuk tiduran di kasur berbulu tapi lembut milik baby J walaupun untuk bayi tapi Jesi membeli yang ukurannya besar...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


berhubung ada maksud yang menguntungkan terpaksa author perpanjang chapter novel ini semogga gak keluar jalur ya 🙏🙏😁😁