My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Marah



Chapter 20


Setelah dari kejadian yang terjadi di parkiran apartemen Jesi sekarang mereka sudah ada di dalam mobil menuju phenhoust Dave tidak ada suara hanya terdengar suara mesin mobil saja mereka sama-sama diam Jesi yang sangat takut dengan raut wajah Dave yang menurutnya seperti mau membunuh orang..


tapi emang iya Dave ingin sekali membunuh orang bertemu dengan Jino jiwa Psychopat nya muncul..


" *ingin sekali aku mengkuliti dia berani beraninya dia memegang tangan gadisku " gumam Dave dalam hati sambil menggeretakan giginya..


Jesi yang melihat raut wajah Dave yang semakin menyeramkan hanya memejamkan matanya dan melafalkan doa-doa semoga mereka selamat sampai dirumah tanpa dia sadari dia malah keterusan memejamkan mata...


Dave yang merasa di dalam mobil semakin hening dia melirik ke arah Jesi dan melihat Jesi yang tertidur membuat amarahnya sedikit berkurang dia mengelus pipi Jesi dengan lembut..


" kau bahkan lebih cantik saat tertidur aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil mu dariku " gumam Dave


sesampainya di phenhoust Dave langsung memasuki pekarangan rumahnya dia membiarkan mobilnya terparkir di sembarang tempat toh nanti juga bakal ada yang mengurusi nya..


Dave pun keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu mobil penumpang untuk menggendong Jesi dia tidak tega membangunkan Jesi yang sangat nyenyak dalam tidurnya..


Dave mengangkat tubuh Jesi ala bridal style sopir pribadi Dave yang sedari tadi berdiri dekat pintu utama langsung membukakan pintu rumah agar tuannya bisa langsung masuk..


Dave berjalan ke arah kamar Jesi dan membaringkan Jesi di ranjang Queen size Dave menarik selimut untuk menutupi tubuh Jesi setelah itu Dave duduk di sisi ranjang di samping Jesi Dave melihat Jesi dalam-dalam dan mengusap rambut Jesi dan bergumam..


" apa kau akan menerimaku yang sebenarnya setelah kau tau siapa aku yang sebenarnya aku takut kau akan pergi dari kehidupanku sekarang pun kau terpaksa tinggal bersamaku gimana nanti saat kamu tau yang sebenarnya " gumam Dave lirih


suara Dave merendah saat mengucapkan kata-kata itu ada rasa takut di nada bicara Dave mungkin benar kata orang ' siapa yang Sudi menerima seorang Psychopat seperti dirinya ' bukan sekarang tapi dulu pun Dave pernah di tinggalkan oleh seseorang yang sangat berharga karena seseorang itu tau kalo dirinya adalah seorang Psychopat dan itu membuat jiwanya semakin terguncang membuat Dave semakin menggila dalam hal membunuh..


Dave pun mencium kening Jesi sangat lama seakan dia tak ingin masa lalunya terulang kembali dia berharap Jesi tak pernah dan gak akan pernah tau akan dirinya setelah merasa cukup Dave pun berjalan keluar kamar Jesi menuju ruang kerjanya Dave harus menyelesaikan pekerjaannya agar dirinya bisa makan malam bersama Jesi...


tanpa Dave ketahui Jesi yang sudah bangun dari tidurnya saat tadi Dave mengangkat tubuhnya dari dalam mobil karena rasa takut mendominasi akhirnya Jesi memutuskan untuk berpura-pura tidur sehingga sampai dia mendengar isi hati dari seorang Devano Davidson...


" seperti apa kehidupanmu yang sebenarnya " gumam Jesi lirih sambil melihat punggung Dave yang semakin menghilang di balik pintu kamarnya..


setelah cukup lama Jesi merenungi dari kata-kata Dave barusan Jesi memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dia ingin berendam sebentar merilekskan tubuhnya yang sedikit lelah..


Jesi pun beranjak keluar dari dalam kamar mandi harum green tea dan wangi bunga Lily menyeruak di dalam kamar Jesi membuat siapa saja yang masuk kedalam kamar itu akan merasa tenang, Jesi pun berjalan menuju ruang ganti untuk memakai baju santainya dia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek memperlihatkan setengah pahanya..


setelah sampai di depan pintu ruangan Dave Jesi pun langsung mengetuk pintu dan suara dari dalam mempersilahkan masuk setelah dapat persetujuan dari Dave Jesi pun membuka sedikit pintu dan hanya memasukan kepalanya saja..


" kau sibuk " tanya Jesi


Dave yang mendapat pertanyaan itu langsung mendongak kan kepala melihat seseorang yang hanya memasukan kepalanya saja dia tersenyum dan membalas..


" sedikit, kenapa.? dan ya kenapa gak masuk kenapa hanya kepalamu saja yang kelihatan " tanya Dave balik sambil tersenyum melihat kelakuan gadisnya itu..


" gak apa-apa aku hanya bertanya ya sudah aku balik ke kamar dulu " ucap Jesi


Dave yang melihat itu hanya mengerenyitkan dahinya heran ada apa dengan gadisnya tingkahnya aneh sekali padahal Jesi hanya ingin mengajak Dave untuk makan karena ini sudah waktunya tapi Dave tak menyadari waktu dia malah sibuk dengan pekerjaannya...


Jesi pun akhirnya masuk kembali ke dalam kamarnya dia duduk di sofa yang ada di kamarnya dia membuka laptopnya dan mengerjakan tugas terakhirnya dari dosen pembimbingnya dan melihat apa beasiswa dia di Harvard university sudah ada jawaban seharusnya ada karena Jesi telah mengirimkan jauh-jauh hari tapi ternyata belum ada jawaban Jesi menghela nafas panjang..


" apa IQ ku kurang buat bisa masuk universitas itu " gumam Jesi lirih


dia memutuskan untuk mengerjakan tugasnya biar besok dia bisa mengumpulkan tepat waktu selain itu Jesi harus menemui sahabatnya karena tadi Risa menelepon dirinya mengajak untuk bertemu karena sudah lama juga...


Dave yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya langsung melirik jam yang ada di tangannya waktu menunjukan jam sembilan lewat sepuluh menit sudah malam sekali dia jadi teringat dengan kedatangan Jesi apa mungkin dia ingin mengajak dirinya makan tapi dia tidak berani Dave langsung beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamar Jesi Dave pun mengetuk pintu kamar Jesi tapi tidak ada jawaban dari dalam Dave pun memutar kenop pintu dan ternyata tidak di kunci Dave pun masuk dan melihat gadis yang mengenakan kaos oblong yang agak sedikit kebesaran dan celana pendek sampai memperlihatkan paha mulusnya yang lagi tengkurep ketiduran dengan laptop yang menyala...


Dave yang melihat itu hanya menghela nafas panjang dia bekerja sampai lupa waktu sampai lupa dengan sekitar mungkin dirinya terbiasa melewatkan makan tapi sekarang dia harus memikirkan orang lain bukan, bukan orang lain tapi gadisnya, pemilik hatinya, dan hidupnya...


Dave pun mengambil laptop Jesi dan menutupnya sebelum itu dia menyimpan draft itu biar hasil jeri payah Jesi tidak sia-sia trus Dave langsung mengangkat Jesi ke posisi yang benar biar Jesi bisa lebih nyenyak lagi untuk tidur Dave pun tak langsung beranjak dari sana dia malah ikut berbaring di samping Jesi dan melihat wajah gadisnya itu...


" kau sangat kurus sekali apa kau tidak selalu makan makanan yang bergizi jangan diet aku gak suka memiliki gadis yang tepos " gumam Dave pelan sambil terkekeh geli..


Dave pun ikut tertidur disana sambil memeluk Jesi dan menenggelamkan wajahnya di cerucuk leher Jesi...


thanks jangan lupa like and komen **jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉


like nya yang banyak dong readers jangan hanya baca doang tapi** like dan komen juga


happy reading guys 😉😉