My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Bahagia



Chapter 50


Dave pun pergi dari rumah sakit membawa Daniel menuju hotel tempat dia istirahat selama dia berada di Beijing Daniel tidur sangat nyenyak di pangkuan Dave dengan tangan yang satu memeluk guling karakter kesukaan nya dan tangan yang satu lagi dia masukan ke dalam mulut tapi hanya jempolnya saja..


sesampainya di hotel Dave pun berjalan langsung menuju lift sedangkan James mengambil kunci kamar hotel milik Dave dan kunci kamar miliknya setelah itu dia menyusul Dave yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam lift..


sesampainya di lantai dimana kamar mereka berada James pun langsung membuka kan pintu kamar untuk tuannya..


" silahkan tuan " ucap James


Dave pun masuk ke dalam James pun memasukan kartu untuk menyalakan lampu dan Dave pun membaringkan anaknya di ranjang king size hotel Daniel merubah posisi tidurnya menjadi memiring dan meringkuk sambil memeluk gulingnya sangat lucu karena Daniel memakai baju tidur berbentuk beruang..


" James besok kau antar kan beberapa set baju dan sepatu untuk anakku " ucap Dave


" baik tuan saya permisi " ucap James yang hanya di tanggapi deheman oleh Dave..


setelah kepergian James Dave pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya sedangkan Daniel balita itu sangat nyenyak tidurnya tanpa terganggu..


setelah beres mandi dengan menggunakan bathrop Dave pun keluar dari kamar mandi sambil menggosok gosokan rambut basahnya dengan handuk kecil Dave pun melihat tingkah anaknya saat tidur persis sama seperti anak pada umumnya yang tidur selalu tak diam Dave hanya tersenyum melihat tingkah anaknya ada rasa bahagia di dalam hatinya..


Dave pun tampa berganti baju dia pun berbaring di sampaing Daniel sambil memeluk anaknya dari belakang dan ikut menutupkan mata menuju alam mimpi..


...............


sedangkan di rumah sakit Raisa dan Jino senantiasa menunggu Jesi mereka harap-harap cemas menunggu Jesi melewati masa kritisnya..


" gimana dok apa Jesi sudah melewati masa kritisnya " tanya Raisa


" syukurlah dokter Jesi sudah melewati masa kritisnya dan kita bisa memindahkannya ke ruang inap " ucap dokter Steve


" syukurlah, baiklah dok kami akan mengurus semuanya " ucap Raisa


" iya silahkan saya permisi " ucap dokter Steve


dokter Steve pun berlalu sedangkan Jino sudah kembali dari ruang admintrasi..


" gimana sudah kamu urus " tanya Raisa


" kata penjaga katanya semua biyaya dan ruang inap sudah di bayar oleh suaminya Ana emang siapa suaminya Ana dia kan belum menikah " tanya Jino heran..


kenapa lagi suasana kaya gini otak Jino malah jongkok membuat Raisa menghela nafas panjang..


" mungkin Dave kali " ucap Raisa malas


" huuh kenapa orang itu bisa ada disini sih bikin kesel orang ajh " ucap Jino kesal


" kenapa kau cemburu apa kamu masih ada perasaan sama Jesi " ucap Raisa


" kenapa kau cemburu kalo aku masih punya rasa sama Ana " ucap Jino menggoda..


" whatever " ucap Raisa kesal dia pun pergi meninggalkan Jino yang sedang tertawa karena berhasil menggoda Raisa..


Jesi pun di pindah kan ke ruang VVIP dia masih terbalut dengan perlengkapan medis yang terpasang di tubuhnya brankar Jesi di dorong menuju ruang inapnya..


..............


hari sudah menjelang pagi sinar matahari sudah menyinari dan cahayanya masuk di sela-sela gorden membuat sang empu menggeliat karena silau..


Dave yang terbangun karena sinar matahari merasa badannya susah di gerakan dan badan atasnya terasa berat saat nyawanya terkumpul Dave melihat anak kecil yang tidur diatas badannya dengan nyenyak Dave yang melihat pemandangan pagi ini hanya tersenyum simpul dia pun mengelus kepala sang anak menyalurkan perasaan bahagianya..


Dave pun memindahkan anaknya untuk tidur kembali diatas ranjang setelah itu Dave pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya..


kebiasaan jelek Daniel kalo mau bangun tidur dia selalu menungging gak tau apa yang sebenarnya yang membuat Daniel melakukan itu sempat Jesi menegur anaknya itu agar tak mengulangi kebiasaan buruknya itu karena Jesi tak ingin kebiasaan buruk anaknya kebawa saat dirinya beranjak dewasa..


Dave yang selesai dengan acara mandinya keluar dan dia sempat kaget melihat tingkah anaknya itu selain tidurnya gak bisa diem ternyata anaknya sebelum bangun dia selalu menungging terlebih dahulu membuat Dave tertawa kecil melihatnya..


ketukan pintu terdengar Dave pun berjalan untuk membuka kan pintu dan terlihat lah James dan satu bodyguard nya membawa banyak paper bag..


" tuan ini semua perlengkapan tuan muda " ucap James


" semuanya sudah lengkap " tanya Dave datar


" iya tuan dan satu lagi nona Jesi sudah melewati masa kritisnya dan sekarang sedang dirawat di kamar yang sudah anda pesan " ucap James


" hemm baiklah kamu balik saja duluan ke Indonesia saya akan tinggal disini sementara waktu saya percayakan perusahaan saya yang ada disana kepadamu saya akan memantau dari sini " ucap Dave


" baik tuan saya permisi " ucap James sambil membungkuk kan badannya di ikuti bodyguard yang berada di belakangnya..


James pun berlalu dari hadapan Dave dan Dave memutar badannya saat mendengar rengekan anaknya sambil memanggil ibunya..


" Mom " panggil Daniel serak khas orang bangun tidur sambil mengucek matanya..


" Mommy " panggil Daniel kembali


" Suuttt jangan menangis ya boy nanti kita temui Mommy " ucap Dave menenangkan anaknya..


" Dad " panggil Daniel


" yes boy ada apa " ucap Dave


" aku kebelet pipis udah gak tahan " ucap Daniel


" oh ya udah Daddy temenin ke toilet " ucap Dave


laki-laki berbeda genre itu berjalan menuju kamar mandi Dave pun membuka baju tidur Daniel sehingga hanya meninggalkan pakaian dalam nya saja..


" kamu sekalian mandi ya " ucap Dave


" ya Dad aku mau berendam Dad " ucap Daniel


" ok My Prince " ucap Dave


Dave pun mengisi bathup sambil menunggu Dave pun memanggil services room untuk mengantarkan makanan ke kamarnya sedangkan Daniel hanya duduk diatas closet sambil berhitung angka satu sampai sepuluh tapi di tambah di dalamnya ada hewan kambingnya..


" satu kambing masuk ke air, dua kambing masuk ke air, tiga kambing masuk ke air, emp- " ucapannya terpotong oleh ucapan Dave


" kenapa berhitungnya pake ada kambingnya bukannya berhitung seperti itu saat kita tidak bisa tidur " tanya Dave


" masa sih Dad " tanya Daniel


" iya setau Daddy emang gth " ucap Dave


" Niel gak tau papi Jino yang selalu bilang kalo berhitung enaknya ada nama hewannya ehh Dad airnya dah banyak " ucap Daniel girang


Dave pun membuka pakaian yang terakhir yang melekat di tubuh sang anak lalu menggendongnya dan meletak kannya di bathup Daniel yang senang gara-gara ada mainan baru yaitu busa sabun..


" sayang apa kau sangat dekat dengan papimu " tanya Dave


" iya aku selalu ikut papi angkat ke tempat kerjanya selepas aku pulang dari sekolah karena tempat kerja papi dekat dengan rumah " ucap Daniel


Dave yang mendengar penuturan sang anak hanya bisa mengepalkan tangannya dan meredam amarahnya harusnya dia yang selalu dekat dengan anaknya seharusnya dia yang pertama kali di panggil Daddy oleh anaknya bukan pria lain ada rasa tidak terima di hatinya ketika anak kandungnya memanggil pria lain sebagai ayahnya walaupun hanya ayah angkat..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


sorry gaje chapter kali ini author ucapin Marhaban Ya Ramadhan selamat berpuasa buat readers yang menjalankan 😊😊