My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
LDR



Chapter 55


kepergian Jesi yang teramat cepat membuat Dave selalu uring-uringan untung masih ada anaknya yang selalu menemaninya Dave belum berniat kembali ke tanah air tadinya dia berniat ingin menikah dengan Jesi di negara tirai bambu ini tapi nyatanya semua itu hanya angan-angan saja karena pengantin perempuan nya sedang ada tugas di kota lain walaupun masih satu negara..


ditempat lain Jesi yang sudah tiba di rumah sakit langsung mendapatkan pengecekan di suhu tubuh dan yang lainnya agar dirinya pas masuk kerumah sakit sudah steril tidak membawa virus yang sedang menyebar di kota itu..


" silahkan dokter Jesi anda boleh masuk " ucap salah satu dokter yang sudah lengkap dengan baju APD..


" terima kasih " ucap Jesi


Jesi pun berjalan di lorong rumah sakit tampak sepi karena rumah sakit ini nampak membatasi orang yang akan berkunjung..


saat berjalan menuju ruangannya Jesi disapa oleh salah satu suster disana siapa yang tak kenal dengan dokter spesialis bedah yang terkenal cantik dan masih muda pula di usia muda sudah mendapat gelar master di bidang kedokteran ditambah Jesi mempunyai paras yang cantik walaupun minus dengan nada bicara yang selalu datar dan sikap itu yang selalu ia perlihatkan..


" dok sudah sampai " sapa suster


" iya baru, apa pasien saya sudah di bawa ke emergency room " tanya Jesi datar


" sudah dok tinggal kita pastikan tanggal dan jam yang harus kita lakukan " ucap suster


" oh baik kalo begitu apa kamu salah satu tim saat saya akan melakukan operasi itu " ucap Jesi


" iya dok dan dokter pendamping anda adalah dokter Mauren " ucap suster


" baiklah beritahu semua orang yang akan ikut dalam tim untuk meating satu jam lagi kita tidak punya waktu lagi " ucap Jesi


" baik dok saya permisi " ucap suster yang ditanggapi anggukan oleh Jesi..


Jesi pun melangkahkan kakinya kembali menuju ruangannya dan bersiap untuk meating dia sudah menyiapkan berkas-berkas tentang operasi yang akan dia lakukan ini akan menjadi operasi kedua yang akan dia lakukan terhadap pasien yang sama..


satu jam kemudian mereka sudah berkumpul di ruangan yang di khususkan untuk meating para dokter ataupun para direktur rumah sakit..


" baiklah saya tidak akan basa basi lagi kalian sudah tau bukan di rumah sakit ini ada pasien saya yang terpaksa di pindahkan dari Yixing hospital ke rumah sakit ini dulu saya sudah angkat tangan saat pihak keluarga akan membawa pasien yang baru saya operasi pindah kesini saya melarang karena resiko itu sangat besar apalagi dia memiliki penyakit sekaligus dua yang harus di operasi tapi apa yang saya dapat dengan se enak jidat kalian mengiyakan keinginan pihak keluarga dan akan bertanggung jawab atas pasien tapi apa sekarang kalian malah memaksa saya harus jauh-jauh datang kesini meninggalkan keluarga saya disana bukannya saya tidak ikhlas tapi anda semua semena-mena terhadap saya " ucap Jesi lantang dan gak ketinggalan aura dingin dan nada datar yang Jesi keluarkan..


" dan anda dokter Mauren bukan kah anda dokter yang harusnya bertanggung jawab kenapa sekarang anda melimpahkan ke saya apa dulu anda memandang harta karena pasien yang saya tangani adalah cucu dari wali kota wuhan " ucap Jesi lagi membuat Mauren gugup dan wajahnya yang sudah pucat pasi..


" iya saya mengerti anda mungkin kecewa dengan kinerja saya tapi saya mohon tidak ada lagi waktu buat kita debat kita harus segera melakukan operasi " ucap Mauren


" baiklah kita akan melakukan operasi dua jam lagi jadi harap kita bisa bekerja sama dengan baik dan segera persiapkan semuanya " ucap Jesi datar


" baik dok " ucap mereka serempak


mereka pun meninggalkan ruangan itu sekarang ruangan itu tinggal Jesi dan dokter Mauren sebenarnya Jesi dan Mauren adalah teman satu angkatan saat kuliah dulu mereka sudah saling mengenal emang dasarnya Jesi susah bergaul jadi dia tidak memiliki teman saat di kampus kecuali Mauren orang yang satu-satunya yang dia kenal walaupun tak terlalu dekat..


" seharusnya kau kurangin nonton drama kau harus sadar kau hidup di dunia nyata bukan dunia halu malu lah sampai saat ini kau selalu membanding bandingkan kekasihmu dengan aktor dari negara gingseng ataupun negara ini " ucap Jesi datar


" kau selalu saja begitu tak ada manis-manis nya aku kan ingin mendapatkan yang terbaik " ucap Mauren


" kau mau cari yang gimana lagi apa kekasihmu kurang baik gimana lagi mereka selalu memanjakanmu dengan harta dan kau menikmatinya kan " ucap Jesi sekarang mata Jesi sudah menatap Mauren dengan tajam..


" ish kau ini dari dulu bola matamu selalu menatapku begitu sekali kali kau ramah kek sama aku kita kan teman " ucap Mauren


" aku gak minat berteman sama orang yang selalu halu dan yang penting dia dokter yang amatiran seperti dirimu aku akui wajah pun sangat cantik tapi sayang otakmu dimakan udang separuh " ucap Jesi datar sambil berjalan keluar ruangan meninggalkan Mauren yang sedang melongo karena ucapan Jesi..


" ish dasar wanita menyebalkan " gerutu Mauren dia pun keluar menyusul Jesi dia juga akan bersiap-siap buat operasi mendampingi Jesi..


Jesi yang sudah berganti pakaian yang khusus untuk operasi dia belum sempat mengabari sahabatnya dan Dave karena pekerjaannya tidak bisa di tinggalkan dia terpaksa harus LDR sementara waktu..


" ada apa " tanya Jesi


" semuanya sudah siap dok " ucap suster


" baiklah tunggu sebentar aku akan menyusul " ucap Jesi


" baik dok " ucap suster


suster itu sudah meninggalkan ruangan Jesi dan Jesi sendiri segera bergegas menuju ruangan operasi sebelum masuk dirinya harus membersihkan terlebih dahulu tangannya agar steril..


saat dirinya sudah siap Jesi memandang terlebih dahulu wajah pasiennya bukan apa dia berharap laki-laki muda itu bisa bertahan walaupun operasi ini sangat berisiko apalagi dengan keadaan pademik..


" baiklah sebelum kita mulai sebaiknya kita berdoa dulu sesuai agama masing-masing " ucap Jesi


mereka pun berdoa sesuai agama masing-masing mereka berharap operasi hari ini lancar dan sukses..


" selesai, kita mulai apa detak jantungnya stabil " tanya Jesi


" iya dok semuanya normal anda bisa mulai sekarang " ucap suster


" baiklah kita mulai tolong pisau " ucap Jesi


suster pun memberikan pisau bedah dan Jesi mulai membelah perut pasien mereka sangat serius dalam operasi ini begitu pun dengan dokter Mauren Jesi memuji sebenarnya kinerja Mauren dia akan petikilan dan penggila drama di luar ruang operasi tapi akan sangat serius saat di dalam ruang operasi berbeda 180 derajat..


" apa itu apa virus " tanya Mauren panik


Jesi hanya diam tidak menanggapi ucapan Mauren dia sedang memperhatikan cairan bening yang keluar dari dalam perut pasien..


" jangan banyak menonton drama dokter Mauren kamu pasti tau cairan apa ini " ucap Jesi ketus


" iya kan aku hanya takut itu virus yang sedang mewabah apa itu cairan dari kelenjar itu " tanya Mauren


" kau tau sendiri virus itu tidak terlihat dasar otak udang dan jelas kau tau ini cairan apa malah nanya " ucap Jesi datar


" ish dasar kau kalo bukan teman sudah ku jait mulut pedasmu " ucap Mauren


suasana di dalam ruang operasi itu yang awalnya tegang gara-gara ada sedikit insiden itu berubah saat kedua dokter cantik itu beradu agrumen mereka hanya tersenyum di balik masker yang mereka gunakan mereka tidak menyangka kalo dokter Mauren berteman dengan dokter Jesi yang sangat datar saat bicara..


" semua sudah selesai tinggal menjahitnya silahkan dokter Mauren yang akan menyelesaikannya saya yang akan menjadi dokter pendamping " ucap Jesi


" baiklah gunting " ucap Mauren


mereka berganti peran dimana sekarang dokter Mauren lah yang menangani akhir dari operasi ini dan Jesi sebagai dokter pendamping saat semuanya sudah selesai mereka pun keluar dari ruang operasi..


" akhirnya thank you dokter Jesica " ucap Mauren sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya..


" you are welcome itu sudah kewajiban saya " ucap Jesi sambil menyambut tangan Mauren walaupun tidak ada senyuman di wajah cantik Jesi..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉


author come back nih sorry lama bentar lagi bakal ending nih novel author yang satu ini 😊😊