My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Extra Chapter ll



Flashback on...


Saat Jesi sedang menidurkan Daniel karena sedari tadi Daniel merengek ingin tidur smartphone nya berbunyi pertanda ada pesan masuk saat Daniel sudah terlelap Jesi segera mengambil smartphone nya dan melihat ada pesan dari nomer yang tak di kenal lalu Jesi membaca pesan tersebut ternyata pesan itu adalah ancaman buat dirinya dan anaknya..


" kalo tidak ingin terjadi sesuatu terhadap anak dan dirimu apalagi anak yang masih dalam kandunganmu segera bujuk suamimu untuk segera melepaskan perusahaannya yang berada di hongkong kalo tidak kau akan tau akibatnya "


kira-kira seperti itu pesan yang Jesi dapatkan baru pertama kali Jesi mendapatkan pesan ancaman apalagi ini menyangkut nyawa kedua anaknya Jesi pun segera keluar dari kamar anaknya dan berjalan menuju kamarnya sendiri untuk mengambil laptopnya dia akan mencari tahu sendiri siapa dibalik ancaman yang dia terima dari nomer baru yang dia tidak kenali..


saat dirinya sudah berada di kamar dengan segera Jesi membuka laptopnya sudah lama dirinya tak berolahraga jari semenjak dirinya menikah dengan Dave jari jemarinya menari diatas keyboard dengan bekal nomer saja Jesi bisa tau identitas sang pengguna hanya butuh beberapa menit saja Jesi sudah menemukan pemilik nomer tersebut terpampang lah foto dan identitas sang pemilik nomer...


" Rossi Merwin " gumam Jesi


Jesi masih setia menatap ke arah laptopnya dia bertanya-tanya ada apa sebenarnya apa ada kaitannya dengan perusahaan Dave yang sedang bermasalah yang berada di Kalimantan tapi kenapa orang itu malah membahas perusahaan yang berada di hongkong pertanyaan-pertanyaan yang belum Jesi ketahui membuat dirinya harus berfikir extra ada apa sebenarnya Jesi pun melanjutkan pencarian tentang Rossi Merwin dan Jesi sangat terkejut ternyata di balik wajah tampan dan arogan itu ternyata dia adalah ketua gengster yang cukup terkenal di dunia hitam..


tiba-tiba perut Jesi keram sehingga Jesi sampai memekik kesakitan karena menurut ilmu kesehatan wanita hamil tidak boleh stres karena itu akan berakibat vatal buat sang janin dengan menahan sakit yang cukup menyakitkan Jesi pun sedikit memberi pelajaran terhadap orang tersebut yaitu memblacklist perusahaannya dengan cara memberi virus yang sedikit mengancam harga saham di perusahaannya dengan lihai Jesi melancarkan aksinya dan segera membereskan semuanya dan setelah selesai Jesi pun keluar dari kamar dan berjalan keruang keluarga dan ternyata sang suami sedang keadaan tidak baik-baik saja...


Flashback off...


Dave yang sibuk di kantornya karena pekerjaan yang tak bisa ditinggal pikirannya terbagi menjadi tiga bagian yaitu istri, anak dan perusahaannya dimana Dave sangat khawatir takut terjadi apa-apa terhadap anak dan istrinya apalagi sekarang Jesi sedang hamil tua..


" James apa kau sudah menambah bodyguard buat anak dan istriku " tanya Dave datar


" sudah tuan " ucap James


" apa istriku tidak kemana mana " tanya Dave


" nyonya Jesi sekarang lagi menjemput tuan muda di sekolah " ucap James


" APA " teriak Dave marah sambil menggebrak meja..


" apa kau gila membiarkan istriku yang sedang hamil menjemput anakku disekolah biasanya kan Jo yang menjemput " ucap Dave marah


" maaf tuan kata Jo nyonya Jesi sendiri yang memaksa dan kata Jo nyonya Jesi sudah meminta izin terhadap tuan melalui pesan singkat " ucap James


Dave pun segera merogoh smartphone nya yang berada di saku dalam jasnya ternyata smartphone nya low Dave semakin tak tenang tiba-tiba smartphone James berbunyi tertera nama Jo di layar smartphone James Dave melirik ke arah James agar segera mengangkat panggilan itu..


" hallo " ucap James


" hallo James aku butuh bantuan " ucap Jo disebrang sana dengan nada suara yang gugup.


" ada apa bicara yang jelas " ucap James


" anak buah kita yang bertugas menjadi bodyguard pribadi nyonya di lumpuhkan oleh seseorang di jalan saat mereka mengkawal nyonya Jesi sekarang beberapa mobil sedang mengikuti kita segera kirim anak buahmu segera " ucap Jo


" lalu keadaan nyonya Jesi gimana " ucap James panik


saat Jo ingin berbicara lagi Dave segera memotong pembicaraan Jo dan James saat dirinya mendengar nama istrinya disebut..


" ada apa Jo " tanya Dave dengan nada dingin dan datar


" tuan maaf mobil kita di ikuti dan anak buah James yang bertugas menjaga nyonya sudah di lumpuhkan oleh seseorang " ucap Jo


" lalu istriku tidak apa-apa kan lalu sekarang kalian dimana segera beri lokasi biar kami segera melaju kesana " ucap Dave


" nyonya baik-baik saja tuan tapi dari tadi nyonya Jesi merintih kesakitan di bagian perutnya " ucap Jo


" segera meluncur ke rumah sakit gimana pun caranya jangan sampai istriku menahan sakit terlalu lama kalo ada apa-apa terhadap istriku kepala kau yang menjadi jaminannya ingat itu " ucap Dave


panggilan itu pun dimatikan sepihak oleh Dave dengan sedikit menahan emosi Dave pun memperintahkan James untuk melacak keberadaan mobil Jo dan mengirim anak buahnya untuk mengamankan istrinya dia pun segera keluar dari kantornya dan mengendarai mobilnya sendiri..


" tuan lokasi Jo sudah di temukan " ucap James


mobil Dave pun melaju diatas rata-rata Dave tidak peduli dengan peraturan yang dibuat pemerintah yang Dave pikirkan sekarang adalah keselamatan anak dan istrinya..


hanya membutuhkan setengah jam Dave pun sampai di lokasi Jo ternyata mobil Jo sudah di kepung oleh beberapa mobil dan Dave mengenali satu mobil yaitu milik Rossi amarah Dave seketika membuncah dan tangannya mengepal sangat kuat Dave pun segera keluar dari dalam mobil saat dirinya ingin berlari ke arah mobil Jo Dave sangat terkejut melihat keadaan Jo yang sangat mengkhawatirkan dia sudah babak belur dengan wajah yang sudah berlumur darah..


dan saat pandangan Dave teralihkan Dave lebih terkejut melihat sang istri sudah berada di genggaman seseorang yang tak lain adalah Rossi emosinya semakin tak bisa tertolong lagi jiwa psychonya pun keluar dengan seringai seram Dave mengeluarkan pisau kecil didalam jasnya dan segera melangkah menuju arah Rossi dia tidak peduli dengan banyaknya anak buah Rossi yang sekarang dalam pikirannya adalah istrinya dan anak yang berada dalam kandungan istrinya..


dengan gerakan cepat Dave melancarkan aksinya anak buah Rossi satu persatu bisa Dave lumpuhkan walaupun Dave juga mendapat beberapa luka di wajah dan tangannya..


tak berapa lama akhirnya James sampai di lokasi dengan membawa anak buahnya cukup untuk melumpuhkan anak buah Rossi James sangat terkejut melihat keadaan Jo dan lagi anak buah Rossi banyak yang sudah tumbang memang benar kalo jiwa psycho Dave keluar tidak ada yang bisa mengehentikannya kecuali dirinya sendiri dan orang yang dia cintai..


James pun berlari kearah Jo dan anak buah nya berlari untuk menolong Dave..


" Jo hey apa kau baik-baik saja apa kau bisa mendengarku Jo sadarlah " ucap James


" James aku gak apa-apa cepat tolong nyonya Jesi aku tak mau terjadi sesuatu terhadapnya kalo tidak tuan Dave akan memenggal kepalaku " ucap Jo serak


" hey dude apa kau tak sayang dengan nyawamu sendiri tidak perlu menunggu nanti sekarang juga kau bisa mati karena kehabisan darah dasar brengsek " teriak James hanya kekehan kecil yang di berikan Jo sebelum kesadaraannya di renggut oleh kegelapan..


" hey Jo tetap lah sadar dude Jo.. Jonathan " teriak James


James pun tak berfikir panjang dia pun memapah Jo ke arah mobilnya dia percaya kalo tuannya akan melindungi orang yang dia cintai apalagi jiwa psycho nya sedang keluar James tak perlu khawatir akan keselamatan mereka berdua diapun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi..


sedangkan Dave yang terus menghabisi anak buah Rossi dengan brutal tidak peduli dengan keadaannya yang dimana baju nya sudah berlumuran darah yang dia pokuskan sekarang adalah istrinya..


" lepaskan istriku brengsek " teriak Dave marah


" wow..wow seorang Devano Davidson yang sangat berkuasa di dunia bisnis maupun di dunia hitam sekarang memiliki kelemahan yang tak lain adalah dokter cantik ini " ucap Rossi sambil melihat kearah Jesi


" lepaskan sekali lagi ku bilang sebelum pisauku menyayat tubuhmu " ucap Dave dingin


" oh apa kau tak takut pistol ini mengenai kepala cantik istrimu dude apalagi mengenai perut istrimu yang dimana disana ada anakmu juga " ucap Rossi


" kau menantangku " ucap Dave sambil menyeringai kejam dengan mata yang masih tertuju ke arah istrinya yang sedang ketakutan dengan wajah yang sangat pucat..


dengan gerakan cepat Dave melempar satu pisaunya ke arah paha sebelah kanan Rossi membuat Rossi memekik kesakitan pegangan di tangan Jesi pun melonggar dengan sigap Dave menarik sang istri ke pelukannya memberi ketenangan..


" Aahhh brengsek " teriak Rossi dengan kesakitan..


Rossi pun mengarahkan pistolnya kearah Dave tapi saat pematik pistol itu di lepaskan tembakan itu ternyata mengenai punggung Jesi..


door ..


suara tembakan memekikan telinga saat Dave sadar akan suara itu kesadaran Jesi sudah hilang Jesi langsung tidak sadarkan diri Dave yang melihat itu pikirannya menjadi kalut darah yang keluar dari tubuh sang istri membuat dirinya lemas dan rasa bersalah tiba-tiba muncul di dirinya darah yang keluar tidak hanya keluar dari punggung sang istri saja tapi juga dari bagian bawah tubuh sang istri juga mengeluarkan darah membuat Dave semakin panik..


" sa-sayang " ucap Dave serak


" sayang bangun jangan tinggalin aku.. aku mohon sayang " ucap Dave lagi


anak buah James yang melihat itu langsung mengarahkan pistolnya ke arah Rossi dengan sekali tarik timah panas langsung menyarang di kepala Rossi dan Rossi pun mati seketika..


" tuan sebaiknya anda segera bawa nyonya Jesi ke rumah sakit biar kami yang mengurus semua yang ada disini " ucap anak buah James


dengan segera Dave menggendong Jesi dan berjalan cepat kearah mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang dekat dari lokasi tersebut dengan rasa takut Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi darah masih keluar dari luka Jesi dan juga dari bagian bawah tubuhnya..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


Happy reading guys 😉😉