My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Sadar



Chapter 51


Dave yang pagi tadi sangat sibuk mengurus Daniel dan juga harus juga memantau pekerjaan membuatnya sedikit kewalahan sekaligus ada sensasi berbeda dia merasa sangat bahagia..


" Dad aku lapar " ucap Daniel khas dengan nada anak kecil..


" bentar lagi makanan sampai boy " ucap Dave


" baiklah Dad " ucap Daniel


Daniel itu tergolong anak pendiam dan baik tapi kalo ada yang dia inginkan dia akan menjadi anak yang sangat cerewet dan anak yang tidak bisa diam dia akan ada ajh kelakuannya yang akan dia lakukan untuk bisa langsung mendapatkan apa yang dia mau..


bel kamar pun berbunyi Dave pun membuka kan pintu dan terlihat lah pelayan hotel yang sedang mengirim makanan..


" maaf tuan anda menunggu lama " ucap pelayan


" tidak apa-apa cepat letakan makanannya di atas meja " ucap Dave datar dan dingin


" baik tuan saya permisi " ucap pelayan


Dave tidak menghiraukan ucapan pelayan itu dia hanya menggeser tempat berdirinya sesekali dia melirik ke arah anaknya yang asik memainkan guling kesayangannya..


" sudah beres tuan kalo ada perlu lagi telepon saja tuan kami siap melayani anda " ucap pelayan sedangkan Dave hanya membalas dengan deheman..


pelayan itu pergi dari kamar hotel Dave sedangkan Dave dia berjalan menuju ranjang..


" boy ayo kita makan lalu kita pergi ke rumah sakit menemui Mommy " ucap Dave


" baiklah Dad " ucap Daniel


Dave pun memangku Daniel dan berjalan menuju meja makan yang tersedia disana saat Dave mendudukan Daniel di kursi meja makan anaknya ternyata tenggelam karena meja lebih tinggi daripada tubuh anaknya membuat Dave terkekeh geli..


" Dad kenapa Niel jadi pendek " ucap Daniel sambil menatap Daddy nya dengan mata yang sudah sayu..


" hey boy jangan menangis sini duduk bareng Daddy saja biar Daniel tinggi " ucap Dave


akhirnya Dave pun mendudukan Daniel di pangkuannya..


" kamu mau makan yang mana boy " tanya Dave


" Dad ko makanannya gini sih " tanya Daniel


" loh kenapa ini sehat ada susu juga dan sandwich " ucap Dave


" aku gak mau " ucap Daniel matanya sudah berkaca-kaca lagi lalu ucapannya dia lanjutkan " aku gak mau aku mau Mommy " ucapnya lirih dan seketika tangisnya pecah membuat Dave kelabakan seharusnya tadi dia menanyakan apa yang mau Daniel makan..


" ssuuttt jangan menangis boy kamu mau makan apa nanti Daddy pesankan lagi jangan nangis lagi " ucap Dave sambil memangku Daniel dan menimang-nimang anaknya..


" aku gak mau makan aku mau Mommy " ucap Daniel tangisannya malah semakin kencang..


" iya nanti kita ketemu sama Mommy tapi kamu harus makan dulu nanti Mommy sedih kalo kamu gak makan " ucap Dave


" aku gak mau aku gak suka aku mau Mommy " ucap Daniel


balita itu tangisannya malah semakin kencang Dave menjadi bingung gimana menenangkan anaknya dia pun menghubungi James untuk datang ke kamarnya untung James belum berangkat untuk kembali ke Indonesia tak butuh lama James pun masuk ke dalam kamar Dave pemandangan pertama yang James lihat adalah Daniel yang sedang menangis kencang..


" tuan ada yang saya bisa bantu " tanya James


" kau belikan mainan yang berbentuk pisang mengelupas biar anak saya bisa berhenti menangis " ucap Dave datar


" mainan pisang mengelupas " ucap James ulang karena bingung


" iya jangan bilang kau tidak tau " tanya Dave dingin


" maaf tuan saya tidak tau " ucap James


" seperti itu bentuknya " ucap Dave sambil menunjuk ke arah guling Daniel dengan dagunya..


" oh yang seperti itu baiklah tuan apa saya bisa bawa guling nya sebentar " ucap James


" jangan lama-lama saya beri waktu tiga puluh menit kalo telat saya bunuh kamu " ucap Dabe dingin dan datar


" b-baik tuan saya permisi " ucap James gugup sambil keluar dan tak lupa membawa guling Daniel..


" heyy boy sudah diam lah nanti Daddy belikan mainan kesukaanmu " ucap Dave


" beneran " ucap Daniel dengan mata berbinar walaupun masih ada jejak air mata..


" iya " ucap Dave singkat sambil mengelus rambut anaknya..


" yeyyy thank you my father " ucap Daniel senang


" sama-sama boy sekarang kamu makan dulu " ucap Dave


" aku gak mau aku gak suka makanan itu " ucap Daniel sambil menunjuk makanan yang ada di atas meja


" baiklah kamu mau makan apa " ucap Dave


" aku mau sup ayam, perkedel, sama sosis panggang yang banyak " ucap Daniel


" hah kamu yakin " tanya Dave


Dave merasa kenapa lidah anaknya Indonesia banget dia kan lahir dan tumbuh di China harusnya dia lebih menyukai makan khas negara sini..


" iya Dad " ucap Daniel


" baiklah Daddy pesankan dulu " ucap Dave


Dave pun menghubungi kembali service room dan memesan makanan yang Daniel mau sambil menunggu Dave memeriksa pekerjaannya sambil menggendong Daniel..


makanan pun datang Daniel yang melihat makanan kesukaannya langsung berbinar matanya dan meronta ingin turun..


Dave yang melihat anaknya makan dengan lahap merasa sangat bahagia dia baru tau lagi apa yang anaknya sukai tak lama ketukan di pintu pun terdengar Dave pun mempersilahkan masuk dan masuklah James dan satu bodyguard membawa banyak mainan berbeda bentuk ada yang besar sampai yang terkecil dan tak luput juga guling dan boneka besar yang James beli membuat Daniel sangat bahagia..


" tuan semuanya sudah beres dan ya ada kabar gembira kalau nona Jesi sudah sadar " ucap James


" baiklah kapan kau berangkat " tanya Dave datar


" setengah jam lagi tuan " ucap James


" baiklah saya percayakan semuanya padamu jangan bikin saya kecewa kau tau kan apa akibatnya dan satu lagi apa kau sudah mengurus investor itu " ucap Dave


" saya mengerti tuan soal orang itu semalam anak buah saya sudah mengurusnya anda tidak perlu khawatir " ucap James


" bagus kau bisa keluar sekarang dan bersiap-siaplah " ucap Dave


" baik tuan saya permisi " ucap James yang ditanggapi deheman oleh Dave..


" Dad apa itu semua buat Niel " ucap Daniel


" ya boy itu semua buatmu apa kau suka " tanya Dave lembut Daniel hanya menganggukan kepalanya antusias..


Dave bertutur kata lembut hanya pada dua orang yang sangat dia sayangi yaitu Jesi dan tentunya anaknya yaitu Daniel sedangkan pada kedua orang tuanya Dave sama sekali tak pernah sopan dia akan selalu membangkang tentunya dulu karena sekarang orang tuanya sudah tiada karena akibat insiden kecelakaan..


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


happy reading guys 😉😉


maaf ya lama update nya soalnya author nya lagi sibuk banget gara-gara adanya covid 19 dan stay home maka semuanya di lakukan di rumah jadi author gak ada waktu buat nulis apalagi kalo idenya dah buntu maaf ya sekali lagi 🙏🙏