My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Sang Rival



Chapter 18


Setelah mematikan panggilan Dave memutuskan untuk pergi menuju tempat rahasianya Dave ingin mencari tahu sampai mana dia mengetahui..


tapi pas dia mau keluar Dave menangkap sosok yang sekarang tinggal bersamanya siapa lagi kalau bukan Jesi, Jesi sekarang lagi fokus makan karena tadi setelah mendengar teriakan Dave Jesi dan kepala pelayan memutuskan untuk pergi dari sana karena dia tidak ingin menambah kemarahan Dave..


Dave berjalan menghampiri Jesi dan berdiri di belakang Jesi karena sekarang Jesi duduk dengan posisi membelakangi ruang tamu...


" kau makan sendirian " bisik Dave tepat di telinga kanan Jesi sambil membungkuk kan badannya sedikit Jesi yang fokus makan hampir tersedak..


" kau " ucap Jesi kesal sambil menatap tajam ke arah Dave, Dave yang menerima tatapan itu hanya menyunggingkan senyum kecil..


" pelan-pelan kenapa buru-buru tidak akan ada yang mau merebut makananmu " ucap Dave sambil memberi minum..


" kau yang membuat aku hampir tersedak " ucap Jesi setelah minum..


" kau mau kemana sudah rapi " tanya Jesi lagi sambil memperhatikan penampilan Dave dari ujung kepala sampai kaki tidak biasanya Dave berpenampilan seperti itu..


" oh iya aku mau pergi sebentar kamu jangan kemana-mana diam dirumah " ucap Dave


" aku gak bisa hari ini akan ada sidang skripsi " ucap Jesi


" kenapa harus hari ini sih " ucap Dave datar


" mana aku tau emangnya aku yang menentukan jadwalnya " ucap Jesi tak kalah datar..


Dave yang mendengar penuturan Jesi hanya bisa menghela nafas kasar dan berdiri mematung Jesi yang melihat Dave hanya berdiri dan tak berniat untuk makan atau berbicara lagi menjadi heran..


" kau kenapa masih berdiri gak mau makan katanya mau pergi " tanya Jesi sambil menatap Dave..


Dave mengerejap sedikit terkejut saat tangannya di gigit kuat oleh Jesi..


" Aahhhkkk kenapa kau gigit tanganku " teriak Dave sambil mengusap tangannya..


" habisnya kau di panggil gak nyaut " ucap Jesi


" tapi jangan di gigit juga " ucap Dave


" trus harus aku tusuk sama garpu ini " ucap Jesi sambil mengacungkan garpu yang ada di tangannya..


" ya gak gth juga " ucap Dave sambil memundurkan kakinya..


" terserahlah aku mau siap-siap mau ke kampus hari ini hari penting " ucap Jesi sambil berdiri dan mau melangkah tapi suara Dave menghentikan langkahnya..


" kau boleh ke kampus tapi dengan syarat " ucap Dave


" syarat apalagi sih " ucap Jesi kesal dan jengah menghadapi tingkah Dave yang menyebalkan..


" kau boleh ke kampus tapi diantar jemput sama supir " ucap Dave Jesi yang mendengar itu sangat kesal..


" yakkk kamu pikir kamu siapa aku gak mau aku bukan boneka mu kenapa kau perlakukan aku seperti milikmu " teriak Jesi marah kemarahan Jesi membuat para pelayan kaget selama ini tidak ada yang berani melawan perintah Dave apalagi berteriak seperti yang di lakukan Jesi saat ini..


" jangan berteriak nanti tenggorokan kamu sakit mau tidak mau kamu harus mengikuti ucapanku karena mulai saat ini kau adalah milikku dan selamanya akan begitu " ucap Dave sambil berjalan menghampiri Jesi lalu mencium kening Jesi lalu bergegas pergi dari kediamannya Jesi yang mendapat perlakuan seperti itu bukannya senang malah kesal..


Jesi yang kesal dengan perlakuan Dave yang terlalu berlebihan menurutnya hanya bisa menarik nafas kasar dan dia mengambil sebuah guci antik mungkin diperkirakan harganya mencapai ratusan juta tapi di tangan Jesi guci itu hancur karena Jesi melempar guci itu ke dinding pelayan yang melihat kemarahan Jesi hanya mematung melihat itu mereka tidak berani untuk menghentikan aksi Jesi...


Jesi pun berjalan menuju kamarnya untuk bersiap ke kampus karena hari ini akan ada sidang skripsi beberapa menit Jesi pun keluar dari kamarnya dan melangkah ke keluar dia tidak menggubris sapaan pelayan dia melangkah menuju keluar diluar sudah tersedia mobil yang akan mengantar dirinya ke kampus..


tapi Jesi tak kehabisan akal dia membohongi sang supir kalo kepala pelayan memanggil nya untuk meminta bantuan sang supir yang percaya dengan perkataan Jesi langsung masuk ke dalam dan kesempatan itu tidak Jesi sia-sia kan untuk kabur Jesi langsung berlari menuju gerbang dan menyetop taksi yang kebetulan lewat aksinya yang sangat barbar di lihat oleh seseorang lewat kamera cctv..


" dasar gadis bodoh dan yang lebih bodoh lagi adalah supir pribadi ku " gumam Dave yang sedari tadi memantau kelakuan Jesi yang menghancurkan gucinya dan kabur setelah membodohi supir pribadinya..


setelah memastikan kelakuan Jesi yang sangat barbar Dave langsung menutup tab nya dan dia langsung menatap tajam ke arah asistennya James yang mendapat tatapan itu langsung menunduk kan pandangannya..


" sekarang dia dimana " tanya Dave dingin


" sekarang dia menyewa salah satu apartemen tuan " ucap James


" tujuan dia kembali untuk apa " ucap Dave


" dia akan mengikuti kompetisi hackers " ucap James


" selain itu " tanya Dave


" sejauh ini hanya itu saja karena anak buah kita hanya bisa melacak sampai di situ " ucap James


Dave mengangguk mengerti " awasi terus dia " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


James langsung berpamitan dan membungkuk kan badannya memberi salam lalu dia keluar dari ruangan Dave..


........


dikampus...


Jesi yang sudah Sampai di area kampus dengan menggunakan taksi dia langsung berlari menuju ruangan yang di selenggarakan sidang skripsi untung saja dia tepat waktu..


selama dua jam Jesi dibantai habis-habisan oleh dosen penguji itu membuat dirinya sangat frustasi walaupun dirinya anak beasiswa yang terkenal dengan IQ tertinggi tapi kalau urusan seperti sekarang pasti membuat dirinya cukup tertekan..


dia keluar dari ruangan sidang menuju kantin untuk mengisi perutnya pembantaian tadi membuat isi kepala dan isi perutnya memberontak...


setelah sampai di kantin dan memesan makanan dan minuman Jesi pun duduk disalah satu meja di sana sekarang tinggal dia seorang karena temannya Risa lagi melaksanakan koas disalah satu rumah sakit..


makanan yang Jesi pesan sudah datang dia langsung menyantap nya sambil sesekali memeriksa laptop nya siapa tau ada kerjaan tapi nyatanya tidak ada hanya ada pengumuman untuk para hackers untuk mengikuti kompetisi..


" kalo aku ikut kompetisi ini aku akan bertemu lagi dengan dia " gumam Jesi


Jesi pun bergegas menyelesaikan makannya dan bergegas pergi menuju apartemennya dia harus melihat keadaan apartemennya yang sudah satu Minggu dia tinggalkan..


" ya ampun ini kaya kuburan baru yang sepi karena orang-orang pada takut " ucap Jesi setelah dia baru saja tiba di apartemennya..


" apa Risa sudah pulang " gumam Jesi sambil keluar dari apartemennya menuju apartemen temannya tapi tak ada sahutan saat dia menekan bel..


Jesi pun memutuskan untuk pergi dari sana tapi pas dia mau masuk kedalam lift dia berpapasan dengan orang yang tak ingin dia temui dengan wajah masam Jesi pun masuk ke dalam lift yang dimana disana ada seseorang laki-laki yang tersenyum menyambutnya..


" how are you my lady " ucap seseorang..


" tak usah sok bahasa Inggris " ucap Jesi ketus


" apa kabar Jesica Anastasya sang hackers scandal " ucap seseorang itu sambil tersenyum dan menatap lembut ke arah Jesi


" baik apa kabar juga Jino Marcellino sang hackers dingin alias sang rival " ucap Jesi dingin..


Jino yang mendengar itu hanya tersenyum karena selama ini dia adalah rivalnya Jesi di dunia perhackerran dan rival Dave di dunia hitam dunia memang sempit dimana tiga manusia itu saling bersangkutan dengan keadaan berbeda...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit.. 😉😉


happy reading guys 😉😉😉