
Chapter 46
Jesi yang sudah lelah dengan pekerjaannya memutuskan untuk pulang tapi sebelum itu dia memeriksa terlebih dahulu pasiennya apalagi pasien terbarunya yang baru selesai dia operasi..
" sore dokter Jesi " sapa suster senior yang menemani dirinya saat operasi..
" sore juga Mrs Liliana gimana ke adaannya " tanya Jesi
" semuanya sudah normal dok tinggal menunggu pasien sadar " ucap Liliana
" baiklah pantau terus kalo ada apa-apa hubungi nomer saya langsung saya mau pulang dulu " ucap Jesi
" baik dok " ucap Liliana
walaupun Jesi sikapnya dingin tapi Jesi adalah orang yang sangat baik mau jam berapa pun dia dipanggil ke rumah sakit dia selalu datang walaupun jarak rumah sakit dan rumahnya cukup jauh beda dengan kedua sahabatnya tempat kerja mereka sangatlah dekat..
Jesi pun keluar dari ruang emergency dengan menenteng jas kebesarannya dan tas punggung yang setia menemaninya wajah yang lelah dan tatanan rambut yang sudah tak rapi tapi tak melunturkan kecantikan ibu dari seorang balita Daniel Alexander's Davidson..
saat dirinya tiba di parkiran khusus mobil tak sengaja Jesi bertemu dengan direktur rumah sakit laki-laki tampan yang menaruh hati terhadapnya Jesi bukannya gak peka terhadap sinyal cinta yang di berikan direktur tampan dan muda itu tapi Jesi tak ingin ada kesalah pahaman antara dirinya dan staff rumah sakit karena kedekatan dirinya dan direktur rumah sakit tempat dirinya kerja..
" dokter Jes mau pulang " ucap Feng Teng lembut sambil tersenyum
" iya Mr " ucap Jesi datar
" baiklah hati-hati di jalan " ucap Feng Teng
Jesi hanya membalas dengan deheman lalu membungkuk kan badannya cara orang China memberi salam lalu dirinya masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju rumahnya..
" perempuan yang menarik aku semakin jatuh cinta padanya " ucap Feng Teng sambil tersenyum melihat mobil Jesi yang sudah pergi menjauh..
jarak rumah dan rumah sakit hanya di tempuh satu jam lumayan melelahkan apalagi dirinya baru saja beres dengan operasi dan di tambah rapat dadakan membuat dirinya sangat lelah..
satu jam pun berlalu Jesi pun sampai di rumahnya ternyata rumahnya masih sepi Jesi pun memarkirkan mobilnya lalu keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju rumahnya saat masuk suasan sepi terasa lalu Jesi masuk ke dalam kamar Daniel ternyata anaknya tidak ada mungkin ikut bersama Jino lalu Jesi pun membereskan mainan anaknya yang berserakan walaupun lelah tapi tugas seorang ibu tidak pernah dia tinggalkan walaupun hanya sekedar membersihkan mainan anaknya..
setelah itu Jesi pun keluar dari kamar anaknya lalu masuk ke dalam kamar pribadinya Jesi pun langsung membersihkan badannya hanya lima belas menit rutinitas Jesi membersihkan badannya lalu dia berganti pakaian rumahan lalu dia berbaring diatas ranjangnya dia memikirkan lagi tawaran yang di berikan Rey dia akan membicarakan ini semua dengan sahabatnya..
Jesi pun tertidur karena ke lelahan tanpa sadar anaknya dan Jino sudah pulang Daniel tadinya mau membangunkan Mommy nya tapi di cegah oleh Jino..
" jangan boy kasian Mommy mu pasti cape dua hari dia gak pulang kerumah karena banyak pasien " cegah Jino
" tapi pi Niel kangen sama Mommy " rengek Daniel
" boy biarin Mommy mu istirahat mending kamu papi mandiin ayo udah mau malam " ucap Jino
Daniel pun menuruti Jino dia pun kasian dengan Mommy nya harus banting tulang bekerja agar dirinya tercukupi Daniel selalu diam-diam bertanya sama Jino dan Raisa gimana wajah sang Daddy kenapa Daddy tidak pernah datang menjenguk dirinya dengan Mommy dan jawaban Jino dan Raisa selalu sama ' Daddy sibuk dengan kerjaannya agar Daniel hidup menjadi pangeran apapun keinginan Daniel akan di penuhi oleh Daddy ' seperti itulah jawaban yang di berikan oleh Jino dan Raisa dan kenapa Daniel tak pernah bertanya sama Mommy nya karena tidak ada waktu untuk bertanya soal itu Daniel pun selalu merengek ingin melihat foto sang Daddy tapi Jino dan Raisa tidak pernah memberikannya karena berfikir mereka tidak ada kewajiban untuk itu karena itu tugas Jesi sebagai ibunya..
Jino yang sudah beres membersihkan Daniel lalu keluar dari dalam kamar Daniel lalu pergi ke arah kamarnya dia ingin membersihkan badannya..
siang berganti malam Jesi masih setia memejamkan matanya ternyata efek kelelahan membuat dirinya lupa akan waktu sampai sekarang dia harus terbangun karena dia merasa ranjangnya bergerak saat dirinya terbangun pemandangan pertama adalah sang anak yang lagi asik loncat-loncat sambil memegang smartphone nya..
" sayang " ucap Jesi serak khas orang baru bangun tidur
" Mommy kau dah bangun " ucap Daniel sumringah
" ada apa boy kau kelihatannya senang sekali bukannya itu smartphone Mommy kenapa kau mainkan " ucap Jesi
" Mom apa ini Daddy " tanya Daniel tersenyum lalu memberi lihat layar smartphone milik ibunya itu seketika mata Jesi terbelalak..
" sayang kamu dapat darimana foto itu " tanya Jesi
" dari galery Mommy apa ini Daddy Mom " ucap Daniel
Jesi menepuk jidatnya ternyata dirinya masih menyimpan foto Dave dan dia lupa kalo anaknya itu sangatlah cerdas mau tidak mau Jesi pun memberi tahu Daniel..
" iya sayang itu foto Daddy " ucap Jesi dan Daniel hanya memberi satu kata yaitu Tampan..
" tampan ya Mom kaya Niel " ucap Daniel polos
karena kepolosan anaknya Jesi langsung memeluk laki-laki kedua dalam hidupnya laki-laki tampan itu adalah anak yang dia lahirkan empat tahun yang lalu..
" ya sudah kita keluar yuk kita cari makan pasti mami sama papi angkatmu sudah menunggu kita " ucap Jesi
" ayo Mom aku dah lapar " ucap Daniel
Jesi dan Daniel pun keluar dari kamarnya menuju lantai satu ternyata disana sudah ada Jino dan Raisa yang sedang menonton televisi...
" malam semuanya " teriak Daniel dengan ciri khas anak-anak..
" malam baby boy " ucap Raisa dan Jino barengan..
akibat panggilan baby boy yang di lontarkan oleh Jino dan Raisa membuat Daniel merajuk tak suka dan membuat mereka tertawa melihat tingkah gemas balita yang sedang merajuk itu..
" ada apa Jes kaya yang serius gth " tanya Raisa
" aku akan ada kerjaan di luar negri " ucap Jesi
" oh itu kan sudah biasa An kenapa kamu jadi serius begini ini kan bukan yang pertama kau ke luar negri " ucap Jino
" iya tapi ini beda " ucap Jesi
" beda darimana nya " ucap Raisa
" aku harus ke Indonesia " ucap Jesi
ucapan Jesi membuat kedua sahabatnya sangat terkejut beda dengan Daniel yang antusias mendengar negara asli Mommy nya..
" APA " ucap Raisa kaget
" ko bisa " tanya Jino
" tadi ada orang tua pasien yang ingin aku mengoperasi anaknya tapi dia ingin aku mengoperasi anaknya itu di Indonesia " ucap Jesi
" apa dia asli Indo " tanya Raisa
" iya dia bernama Rey Anawijaya Gunawan pemilik RG hospital " ucap Jesi
" apa di rumah sakitnya tidak ada ahli bedah sampai-sampai dia datang kesini " tanya Jino
" ada tapi dia masih ragu lalu tadi saat aku lagi mengoperasi pasienku dia melihat sendiri dan dia menginginkan aku mengoperasi anaknya menurut kalian aku ambil atau jangan " ucap Jesi
" ini pekerjaanmu Jes kamu harus professional kesampingkan dulu ego mu dan masalah pribadimu ini menyangkut nyawa seseorang " ucap Raisa
" benar kata Raisa professional lah dalam bekerja apa kau belum memberi jawaban kepada mereka " tanya Jino
" balum aku diberi waktu dua hari untuk memutuskan " ucap Jesi
" lalu apa keputusanmu " ucap Raisa
" aku akan mengambilnya karena ini menyangkut nyawa seseorang " ucap Jesi
" ini baru sahabat aku " ucap Raisa sambil tersenyum dan memeluk Jesi
Daniel yang mendengar Mommy nya mau ke Indonesia dia sangat antusias..
" Mom Niel ikut ya " ucap Daniel polos matanya sudah menunjukan puppy eyes yang menggemaskan..
" gak bisa sayang Mommy mau kerja " ucap Jesi dan itu membuat Daniel menjadi murung..
" Daniel tuh pengen banget kesana " gumam Daniel lirih
" kenapa kamu mau kesana " tanya Raisa
" iya mami teman Daniel ada yang habis liburan dari Indonesia dia sangat pamer banget sudah kesana Daniel juga mau kesana Mommy " ucap Daniel
" emang teman kamu liburan kemana hemm " tanya Jesi
" ke lombok Mom tempatnya bagus banget " ucap Daniel
" gimana dong aku kesana buat kerja sedangkan Daniel ingin liburan ke lombok " ucap Jesi
" gini ajh kamu pergi duluan nanti kita nyusul " ucap Jino
" iya bener itu sebentar lagi kan Jino mau ujian lalu libur akhir musim nanti kita berangkat belakangan " ucap Raisa
" baiklah kalo begitu.. boy nanti Mommy pergi duluan nanti kamu nyusul sama mami sama papi angkatmu ok " ucap Jesi
" beneran thanks Mommy cantik " ucap Daniel sambil memeluk Jesi dan mencium seluruh wajah Jesi sayang..
" ya udah mending kita makan nanti keburu dingin makanannya " ucap Jino
mereka ber empat pun berjalan menuju meja makan lalu makan dengan tenang sesekali terdengar celotehan Daniel membuat ketiga orang dewasa itu tersenyum melihat tingkah laku Daniel membuat hidup mereka lebih berwarna..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉
happy reading guys 😉😉
yang nanya kapan Dave sama Jesi bertemu kalem dong ngegass bae kalian ini author harus semedi dulu ini buat momen pertemuan mereka gue sleding juga nih sama yang nanya kapan mereka bertemu bikin esmosi ajh...😑😑
ramein napa grup chat kita bahas apa kek curhat atau apa masa kalian masuk doang kagak mau ngobrol dan gue cuma liat doang kaya baca koran 😁😁