My Young Husband Of Psycho

My Young Husband Of Psycho
Kemarahan Dave



Chapter 36


Setelah kepergian Jesi Dave yang sedang sibuk dengan pekerjaannya yang memakan waktu cukup lama dan ditambah dirinya harus selalu standbay mengawasi gerak gerik geng merah tapi tiba-tiba pikiran dan perasaannya jadi tidak tenang dia selalu kepikiran dengan Jesi karena dia sadar dia jarang sekali menghubungi gadisnya yang sekarang jauh darinya..


Dave pun mengambil smartphone nya lalu menekan nomor Jesi tapi bukan Jesi yang berbicara malah operator yang berbicara pertanda nomer Jesi sudah tidak aktif Dave pun semakin tak tenang dia meminta James untuk mengecek CCTV yang berada di rumahnya dan sekalian dengan pengeras suara..


saat James memberikan tablet yang berisi video Jesi yang duduk di ruang keluarga dan Dave sangat terkejut saat melihat siapa yang datang ke rumahnya..


" Margareta ngapain dia ke rumah ku " gumam Dave kesal


saat Dave serius mendengarkan percakapan Jesi dan Margaret yang awalnya Jesi tenang dengan lontaran yang Margaret ucapkan tapi detik kemudian Jesi terlihat tak seimbang yang hampir terjatuh ke lantai..


setelah kepergian Margaret Jesi berjalan dengan gontay menuju kamarnya Dave yang melihat Jesi hampir jatuh langsung berdiri dia rasanya ingin sekali membantu Jesi berjalan tapi sayang video itu terjadi kemarin Dave pun duduk kembali dan melihat ke arah CCTV Dave yang melihat Jesi sudah masuk ke dalam kamarnya meminta James untuk menghubungkan dengan pengeras suara yang ada di dalam kamar Jesi karena Dave tidak memasang CCTV di kamar karena menurutnya kamar adalah tempat privasi hanya pengeras suara yang Dave pasang..


Dave yang mendengar Jesi yang menangis pilu membuat hatinya sangat sakit Dave pun memerintahkan James untuk memesankan tiket untuknya Dave akan terbang malam ini juga menuju Jakarta..


tidak perlu menunggu lama Dave pun segera bergegas menuju bandara perasaan dan fikiran yang kacau membuat Dave harus meninggalkan pekerjaannya dan juga pengintaiannya yang harus dia berikan kepada anak buahnya..


butuh waktu yang cukup lama dia harus sampai di bandara international soekarno hatta..


setelah semuanya beres Dave pun bergegas menuju mobilnya yang sudah James siapkan Dave pun membawa mobilnya sendiri dengan melajukan dengan kecepatan tinggi dia berharap Jesi tak akan meninggalkannya kalo sampai itu terjadi orang yang pertama yang akan Dave habisi adalah ****** yang datang ke rumahnya..


hanya perlu beberapa menit mobil Dave sudah tiba di perkarangan phenthouse nya dengan disambut oleh beberapa bodyguard yang berjaga di depan phenhousenya dengan tatapan tajam dan raut wajah yang dingin dan datar Dave langsung masuk ke dalam dan berlari menuju kamar Jesi dan saat Dave masuk hanya suasana sepi dan gelap Dave pun menyalakan lampu terlihat jelas ranjang yang masih rapi Dave pun berjalan menuju pintu kamar mandi dia mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban Dave pun membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong dan beralih menuju ruang ganti namun sayang itu juga sudah kosong Dave pun masuk ke dalam ruang ganti tersebut melihat ternyata pakaian yang Dave berikan tertata rapi di tempatnya tanpa Jesi sentuh..


Dave pun keluar dari kamar Jesi dan berlari menuju kebawah disana sudah ada James dan beberapa bodyguard yang berada di phenthouse miliknya..


" kalian tau kemana Jesi " ucap Dave dingin


para bodyguard hanya saling pandang dia tidak berani memberitahukan kalo Jesi dari kemarin tidak pulang mereka pun sudah mencari kemana-mana sampai mereka mencari ke apartment milik Jesi tapi sayang Jesi tidak ada jejaknya seakan tertelan bumi..


" JAWAB BERENGSEK " teriak Dave marah


" tu-tuan dari kemarin nona Jesi tidak pulang kami sudah mencari nona Jesi kemana-mana tapi kami tidak menemukan jejaknya " ucap salah satu bodyguard Dave takut..


" SIAPA YANG MENGIJINKAN WANITA ****** ITU MASUK DAN BERTEMU DENGAN JESSICA JAWAB " teriak Dave


" a-anu tuan kata nyonya Margaret tuan sendiri yang mengijinkan " ucap bodyguard


" APA KAU DAPAT PERINTAH ITU DARIKU LANGSUNG HAH " teriak Dave


" tidak tuan " ucap bodyguard


" BERENGSEK " ucap Dave


*BUKKK...


BUKKK...


BUKKK*...


" tuan sudah lebih baik kita mencari nona Jesi sebelum terlambat " ucap James


" kau cari keseluruh bandara, stasiun, terminal dan jika perlu cari di pelabuhan " ucap Dave


" baik tuan " ucap James


" dan kalian enyah dari hadapanku sebelum pistolku melubangi kepala kalian pergi kalian BERENGSEK " teriak Dave


para bodyguard itu langsung berdiri dan pergi dengan cara berjalan yang menahan rasa sakit jiwa monster yang di dalam tubuh Dave seakan ingin memakan mereka hidup-hidup..


" kalian sudah mencari kemana saja " tanya James saat mereka sudah di luar..


" kami sudah mencari ke tempat dimana nona Jesi selalu datangi dan kami juga sudah mendatangi apartment nya tapi nona Jesi tidak ada jejaknya tidak bisa kami temukan " ucap bodyguard


" lebih baik kalian obati dulu luka kalian lalu pergi ke markas dan beritahu anak buah yang lain untuk mencari nona Jesi aku mau pergi ke tempat Jo untuk melacak keberadaan nona Jesi " ucap James


" baik tuan " ucap para bodyguard bersama..


mereka pun berpencar mencari Jesi sedangkan Dave dia masih berdiri diruang yang tadi dia habis menghajar anak buahnya dia pun teringat saat melihat CCTV dia melihat Jesi masuk ke dalam kamarnya Dave pun berlari ke atas menuju kamarnya saat sudah sampai Dave pun langsung membuka kamarnya dan menyalakan lampu dia melihat ke sekeliling mencari siapa tau ada petunjuk dari Jesi tapi sayang tidak ada petunjuk apapun..


Dave pun berjalan menuju ranjangnya dan dia duduk Dave mengacak rambutnya frustasi dan berteriak tidak jelas..


saat matanya melirik ke atas nakas dia melihat sebuah amplop dia pun mengambil amplop itu dan melihat isinya ternyata surat dan foto hasil USG milik Jesi dan benda yang berbentuk panjang yang tak lain adalah testpack Dave pun sangat kaget melihat foto dan benda itu Dave pun langsung membuka isi surat yang di tulis oleh Jesi..


*dear sayang...


maaf aku pergi tanpa pamit maaaf aku tak bisa mewujudkan keinginan kita untuk menjadi suami istri dan membangun keluarga kecil kita berbahagia lah sayang dengan orang yang akan mendampingimu sekarang jangan mencariku dan jangan pula mengingatku biarkan aku pergi dengan anak yang aku kandung aku akan melepaskanmu asal kamu bahagia dengan wanita yang sekarang akan menyandang status nyonya Devano Davidson dan aku akan selalu bahagia dengan anak kita..


sayang aku sudah tau siapa kamu sebenarnya aku menerimamu dan menerima masa lalu kamu yang sangat kelam tapi maaf aku tak bisa menerima kalo aku harus berbagi dirimu dengan wanita lain biar aku yang mengalah aku akan membesarkan anak kita sendirian tanpa kamu..


aku pamit...


Jessica Anastasia* ...


setelah membaca surat dari Jesi Dave pun langsung menangis sambil memeluk surat dan foto USG milik anaknya dia sangat terpukul akan kenyataan ini karena dia tidak bisa berdekatan dengan orang yang dia sayangi..


" pergilah sejauh yang kau bisa tapi kau tak akan bisa lari terlalu lama dariku " gumam Dave


kebahagian yang sebentar akan membuat seseorang merindukan orang yang disayanginya dengan sangat dalam penyiksaan yang dilakukan batin akan terasa sakit karena tidak ada obatnya kecuali dengan orang yang membuat luka itu sendiri...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😉😉


happy reading guys 😉😉


jangan lupa baca juga novel author yang berjudul My Perfect Boyfriend makasih 😉😉