
Chapter 5
Hari ini adalah hari dimana rapat pemegang saham dilaksanakan rapat pun berjalan sesuai rencana Dave yang puas dengan rapat hari ini tapi tidak dengan seseorang dimana dari sorot matanya memancarkan kebencian..
" Rapat kali ini kita cukup sampai di sini sampai ketemu di lain waktu " ujar Dave dingin
" baik pak " ucap mereka serempak..
Dave pun berlalu keluar dari ruangan rapat dan menuju ke ruangannya, tak terasa waktu makan siang pun telah tiba Dave pun keluar dari ruangannya buat pergi ke salah satu restoran sebelum Dave pergi sang asisten terlebih dulu mencegahnya karena ada sesuatu yang harus dia beri tahu ke atasannya..
" maaf tuan mau makan siang " ucap James
hanya deheman yang Dave balasan tanpa melihat kearah James..
" ini tuan ada titipan dari salah satu universitas tuan " ucap James sambil menyodorkan amplop..
Rasya yang melihat amplop yang dipegang James hanya menautkan alisnya dan menatap James dengan tajam James yang tahu apa maksud dari Dave langsung membuka dan membaca isi dari amplop itu..
James pun membaca dan memberi tahukan kalo ada undangan untuk tuannya..
" isi amplop ini memberi tahukan kalo mereka mengundang anda secara pribadi untuk memberikan penghargaan buat para murid berprestasi dan murid beasiswa yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata " ujar James setelah membaca isi amplop tersebut..
" kenapa mereka berani beraninya mengundang saya seharusnya mereka berterima kasih karena kampus saya memberikan bantuan beasiswa buat mahasiswa yang tidak mampu beritahu mereka kalo saya tidak bisa saya sibuk " ucap Dave dingin sambil memasukan tangannya kedalam saku celananya..
" tapi tuan ini sudah kesekian kali nya anda menolak bisa-bisa reputasi Anda akan jelek di mata orang terutama Dimata orang tua murid yang berkuliah disana " ucap James
" saya gak peduli " ucap Dave sambil berlalu..
Dave pun berjalan menuju lift khusus untuk CEO James yang melihat hanya menghela nafas panjang kapan tuannya akan berubah..
James pun dengan berat hati menolak undangan dari kampus dan bilang kalo tuannya tidak bisa tapi pihak kampus tidak kehabisan akal mereka bilang ini untuk ke baikan pemilik kampus juga karena pihak kampus secara khusus mengundang wartawan untuk memperkenalkan pemilik kampus yang dermawan yang mau memberikan beasiswa dan memberi hadiah buat murid-murid berprestasi James yang mendengar penuturan dari pihak kampus hanya bisa menyampaikan apa yang pihak kampus bilang tapi James tidak menjanjikan kalo tuannya bisa..
James hanya bisa menghela nafas panjang dan sekali-kali memijit dahinya karena berasa pusing dengan pekerjaan nya semakin kesini semakin berat rasanya ditambah mempunyai bos yang wataknya keras kepala..
Dave yang baru saja selesai makan siang dan sudah sampai di depan ruangannya Dave yang mau masuk ke dalam mengurungkan niatnya. untuk masuk karena Dave melihat James yang kelihatan frustasi rambut yang acak-acakan dasi yang kedodoran membuat Dave yang melihat penampilan James hanya bisa menatap dengan tatapan yang tak bisa diartikan..
" kau kenapa putus cinta penampilan kamu acak-acakan sekali " tanya Dave dingin sambil tangannya bersidekap di dada..
" eh tuan udah kembali " ucap James sambil membungkuk kan badannya..
" ada apa kau putus cinta" tanya Dave dingin
" bukan tuan mana ada saya berpacaran " ucap James
" trus kenapa penampilan kamu acak-acakan " tanya Dave
" itu tuan soal undangan dari kampus " ucap James gugup
" kenapa emang kau sudah bicara ke mereka kan kalo saya tidak bisa " ucap Dave
" sudah tuan tapi mereka bilang akan mengundang wartawan dan akan memperkenalkan anda " ucap James
" APA.. apa apaan mereka seenak jidat mau mengundang wartawan saya tidak perlu dikenalkan ke publik mereka pun sudah tau siapa saya " teriak Dave
" tapi tuan ini juga buat ke baikan tuan kalo tuan menolak itu sama saja anda mempermalukan diri anda sendiri di depan banyak orang " ucap James
" Aish kapan " ucap Dave
" pelaksanaan nya lusa tapi anda bisa mengunjungi pihak kampus hari ini untuk meninjau apa saja yang ada di dalam acara tersebut selain memberi penghargaan buat para mahasiswa yang berprestasi dan yang mendapat kan beasiswa " ucap James
" emang jadwal saya hari ini kosong " ujar Dave
" hari ini tuan hanya rapat pemegang saham saja selebihnya free " ucap James
" baiklah siapkan mobil dua puluh menit lagi kita berangkat ke sana " ujar Dave langsung berlalu menuju ruangannya..
" baik tuan " ucap James
James yang sudah bersiap-siap untuk mengantar sang tuan ke salah satu kampusnya berdiri diruangan atasannya dan mengetuk pintu..
tok... tok... tok...
suara bariton dari dalam yang mempersilahkan masuk James pun yang mendengar akhirnya membukakan pintu dan masuk ke dalam..
" maaf tuan mobilnya sudah siap " ujar James
tidak ada tanggapan dari Dave dia hanya diam dan langsung berdiri mendengar tuturan dari sang asisten dan berlalu keluar dan disusul oleh James di belakang..
mereka pun berjalan beriringan keluar dari perusahaan karyawan yang melihat sang atasan hanya memberi salam dengan membukukan badan..
Dave pun masuk ke dalam mobil setelah pintu mobil di buka oleh asisten..
didalam mobil suasana hanya hening James sesekali mengecek jadwal bosnya di dalam tab dan sang bos sesekali memainkan smartphone nya..
dua puluh menit akhirnya Dave dan James sampai di salah satu kampus milik Dave dan saat keluar dari mobil dan berjalan mereka menjadi perhatian semua murid terutama murid perempuan disana sudah ada dekan dan dosen yang menyambut Dave..
" Selamat datang tuan Devano Davidson " ucap dekan sambil mengulurkan tangannya..
" iya makasih " ujam Dave datar sambil menyambut uluran tangan dekan..
" mari langsung keruangan saya " ucap dekan yang ditanggapi anggukan sama Dave..
Dave, James, dekan dan semua dosen langsung berjalan menuju ruangan dekan setiap mata mengagumi ciptaan tuhan yang sempurna banyak orang yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama tapi Dave hanya berekspresi datar saja Dave yang berjalan di koridor dan melewati sebagian kelas tak sengaja pandangannya melihat sosok perempuan yang menarik perhatiannya dimana sang perempuan yang lagi fokus melihat dosen yang lagi memberi penjelasan didepan seketika kakinya berhenti..
James yang melihat tuannya berhenti langsung bertanya..
" ada apa tuan " tanya James
karena tidak ada jawaban dari tuannya James pun melihat kearah dimana Dave melihat..
" tumben tuan mau memperhatikan seseorang selama ini tuan selalu dingin ke setiap wanita " gumam James dalam hati..
" tidak ada apa-apa mari kita lanjutkan lagi " ujar Dave
mereka pun berjalan lagi meninggalkan kelas Jesi menuju ruangan dekan Dave dan James pun di persilahkan duduk dan tak lupa mereka menghidangkan teh..
Dave memberikan kode ke James untuk bertanya James yang melihat tuannya memberikan kode langsung mengerti maksud tuannya..
" jadi pak apa saja yang harus tuan saya lakukan di acara tersebut karena tuan saya tidak bisa lama-lama karena beliau sangat sibuk " ujar James
" iya saya mengerti dan maaf telah mengganggu pekerjaan tuan, tuan hanya memberikan hadiah saja penyambutan dan selebihnya biarkan saya saja yang menghandle " ujar dekan
" gimana tuan " tanya James
" baiklah " ucap James singkat dengan wajah yang sangat datar kelihatan arogannya..
mereka yang lagi berbincang harus terganggu dengan ketukan dari luar..
tok... tok... tok...
suara dari dalam mempersilahkan masuk muncul lah sosok wanita berumur tiga puluhan dan wanita muda yang cantik dimana wanita itu adalah dosen dan mahasiswi mata Dave yang sedari tadi sibuk dengan smartphone nya mendongak kan kepalanya dan melihat siapa sedang berbicara dengan dekan James pun tak menggubris omongan mereka dia juga malah sibuk dengan tabnya dimana dia harus menyusun kembali jadwal sang boss..
Dave yang melihat seorang wanita muda yang cantik merasa tertarik dan Dave pun menyenggol lengan James memberikan kode James pun melihat tuannya memberikan kode dengan menunjukan dagunya ke seseorang James pun langsung melihat ke arah dimana Dave menunjukan..
" tuan apa yang dimaksud tuan wanita yang berprofesi sebagai dosen itu " bisik James
Dave yang mendengar bisikan James langsung menatap tajam ke arah James, James yang melihat tatapan tajam dari boss nya langsung mengerti kalo yang dimaksud tuannya adalah wanita muda yang bersama dosen tersebut James pun langsung mengangguk kan kepalanya tanda dia mengerti..
" ya sudah kami permisi pak maaf mengganggu " ucap dosen tersebut dan sempet sempetnya mencuri pandang ke arah Dave dan Dave memberikan tatapan tajam tapi matanya menghangat ketika matanya tidak sengaja beradu pandang dengan Jesi, Jesi yang kaget langsung memalingkan wajahnya dave yang melihat tingkah Jesi hanya tersenyum tipis..
***thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit ,😊😊
happy reading guys 😁😁***