
Chapter 25
Setelah dirawat selama satu Minggu akhirnya Jesi di ijinkan untuk pulang sikap Dave semakin protektif pada nya apalagi soal makanan dia tidak mau kejadian seperti ini terulang dan sifat posesif nya lebih parah Jesi tak boleh dekat-dekat dengan makanan terutama buah-buahan...
Jesi melihat kesekeliling rumah tampak sepi kemana para pelayan daripada dirinya penasaran Jesi memberanikan untuk bertanya..
" Dave kenapa rumah sepi " tanya Jesi
Dave hanya diam dia malah sibuk membersihkan tempat tidur Jesi biar bersih..
" Dave " panggil Jesi
" jangan banyak bicara mending kamu istirahat kamu baru pulang dari rumah sakit apalagi kamu baru dua hari sadar dari kritis " ucap Dave datar
sifat Dave semakin kesini semakin dingin saat berbicara dengan dirinya Jesi diam setelah mendengar ucapan Dave ada rasa sedikit nyeri di hatinya saat Dave berbicara begitu dingin...
Jesi pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan Dave langsung menyelimutinya Jesi melihat dengan jelas raut wajah Dave yang tampan walaupun tidak ada senyuman..
" istirahat lah aku mau keluar kamu tidak diijinkan untuk keluar jangankan keluar menginjak lantai luar kamu ajh aku tidak ijinkan " ucap Dave
Jesi yang mendengar ucapan Dave seperti ancaman buat dirinya Jesi memilih untuk mengangguk kan kepalanya..
Dave pun keluar dari kamar Jesi dia berjalan menuju kamarnya dia ingin membersihkan badannya yang terasa lengket...
Dave pun berjalan masuk kedalam kamar mandi setelah sebelumnya dia menelepon asistennya untuk mendatangkan chef terbaik..
Dave mengguyur badannya di bawah shower perasaannya sekarang sedikit lega tapi ada rasa khawatir karena tadi di rumah sakit dia bertemu dengan seseorang di masa lalunya dia takut semua yang bersangkutan dengan dirinya membuat Jesi menjauh..
setelah lima belas menit acara mandinya pun selesai Dave langsung memakai handuk dan melilit kan di bagian pinggang agar menutupi bagian bawah tubuhnya..
lalu dia membuka lemarinya dia mengambil kaos oblong dan celana pendek Dave sengaja tidak menyisir rambutnya karena dia akan dirumah saja..
smartphone Dave berbunyi ada panggilan masuk panggilan itu dari asistennya memberitahu kalo chef yang dipesan Dave sudah tiba Dave pun keluar dari kamarnya berjalan menuju kebawah melihat berapa orang yang datang..
" tuan ini chef terbaik dari hotel kita " ucap James
" siang tuan " sapa chef
Dave hanya memberi jawaban dengan deheman lalu memerintahkan kepada chef untuk segera menjalankan tugasnya James pun menuntun chef itu untuk berjalan menuju dapur chef dengan asistennya pun berjalan mengikuti James menuju dapur..
sedangkan Dave kembali lagi ke atas untuk mengecek keadaan Jesi, Dave pun memutar kenop pintu dan masuk dia melihat perempuan cantik walaupun wajahnya sedikit pucat yang sedang tertidur Dave pun menghampiri Jesi dan ikut berbaring disamping Jesi dan memeluknya kepala Dave dia letakan di cercuk leher Jesi posisi tersebut sangat nyaman..
James yang bingung gimana caranya memberi tahukan kalo makanan sudah siap dia takut kalo Dave akan marah kalo dirinya mengganggu..
James pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Dave tapi sudah lama tapi tidak ada jawaban dari dalam James berfikir mungkin tuannya ada di ruang kerjanya James pun berjalan menuju ruang kerjanya tapi setelah dia mengetuk cukup lama juga tapi tidak ada juga jawaban pilihan terakhirnya adalah kamar tidur Jesi..
James pun memberanikan untuk mengetuk walaupun rasa takut dan gugup semakin dia rasakan..
tak butuh lama pintu itu terbuka bukan Dave yang membukakan pintu nya tapi Jesi terlihat wajah Jesi masih pucat pasi tapi Jesi memaksakan senyuman..
" ada apa James " tanya Jesi parau
" nona apa tuan ada di dalam " tanya James
" ada " jawab Jesi singkat
" itu.. anu.. emmm " ucap James gugup
" makanan sudah siap " ucap James
" oh ya sudah biar saya saja yang memberi tahukan ke Dave " ucap Jesi yang ditanggapi anggukan sama James..
James pun berlalu meninggalkan Jesi yang masih berdiri diambang pintu setelah James tak terlihat Jesi pun menutup kembali pintunya tapi pas dia membalikan badannya dia sangat terkejut dengan seseorang yang berdiri di belakangnya siapa lagi kalo bukan Dave dengan wajah datarnya Dave menatap tajam ke arah Jesi tangannya dia masukan kedalam saku celananya..
" kenapa kau turun dari ranjangmu " tanya Dave
" itu tadi James mengetuk pintu kebetulan aku sudah bangun aku berinisiatif untuk membukakan pintu karena aku tidak tega membangunkan kamu yang tidur lelap sekali " ucap Jesi gugup
Dave yang mendengar itu langsung menarik tubuh Jesi kedalam dekapannya dan membelai rambut Jesi pelukannya semakin erat..
" aku khawatir takut terjadi apa-apa sama kamu cukup waktu itu saja kau tidur lama aku tidak mau kejadian itu terulang lagi " ucap Dave
" makasih Dave sudah mau merawat ku " ucap Jesi parau dia mengeratkan pelukannya ditubuh Dave..
" ada apa James kemari " tanya Dave
" dia memberi tahu kalo makanan sudah siap " ucap Jesi
pelukan Dave pun berakhir Dave membawa Jesi untuk duduk diatas ranjang dan dia berjongkok dilantai dengan satu kaki jadi tumpuan dan memegang tangan Jesi..
" kamu tetap disini biar aku yang keluar mengambil makanannya " ucap Dave
" aku masih kuat ko Dave buat makan di luar " ucap Jesi
" tidak kamu tidak aku ijinkan tetap lah disini dan istirahat aku akan kembali " ucap Dave
Dave pun berjalan keluar mau tidak mau Jesi mengikuti perintah Dave Jesi pun berjalan menuju kamar mandi badannya terasa lengket berendam kaya nya menyenangkan..
Jesi pun berendam sebentar sebelum Dave masuk kembali kedalam tubuhnya sedikit merasa enak dia pun membilas tubuhnya dan berjalan keluar setelah selesai dia hanya melilit kan handuk untuk menutupi tubuhnya..
terlihat Dave belum kembali Jesi pun masuk kedalam ruangan untuk mengganti baju dia memakai baju santai Jesi pun keluar dari ruangan tersebut dan melihat seseorang yang duduk di sofa Jesi pun menghampiri Dave yang duduk dan matanya fokus ke layar laptop..
" kau sudah kembali " ucap Jesi
" hemm itu makanannya " ucap Dave menunjuk keatas nakas disamping ranjang..
Jesi pun berjalan menuju nakas dan Jesi mengambil piring tersebut dan memakan makanannya tapi rasa makanannya terasa hambar dimulutnya Jesi pun memaksakan untuk memakannya agar Dave tidak marah..
Dave yang melihat Jesi tak bernafsu memakan makanannya dave pun berdiri dan berjalan menghampiri Jesi dan mengambil piring yang berada di pangkuan Jesi, Jesi mengadahkan kepalanya keatas..
" kenapa makanannya malah di mainin bukannya dimakan " tanya Dave
" makanannya terasa hambar di mulutku " ucap Jesi
" ya wajar kalau rasanya hambar kamu kan lagi sakit " ucap Dave Jesi yang mendengar itu hanya diam...
" aku suapin ya " ucap Dave
Jesi membuka mulutnya saat Dave menyuapinya Jesi menatap wajah Dave ada rasa bahagia didalam hatinya dari sikap dinginnya sebenarnya Dave adalah orang yang sangat perhatian..
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😉😉
happy reading guys 😉😉